PERAN GENERASI MUDA DALAM MEWUJUDKAN BELA NEGARA PADA ERA MODERN
Kata Kunci:
Bela Negara, Generasi Muda, Literasi Digital, Ketahanan Nasional.Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi peran strategis generasi muda dalam mewujudkan bela negara di tengah tantangan globalisasi dan transformasi digital yang pesat. Melalui metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, dikaji pergeseran paradigma bela negara dari aspek pertahanan fisik-militeristik menuju ketahanan informasi dan kedaulatan digital. Hasil kajian menyimpulkan bahwa di era modern, manifestasi bela negara bagi generasi muda tercermin melalui penguatan literasi digital, penguasaan keterampilan keamanan siber, serta internalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai filter ideologis terhadap ancaman nirmiliter seperti hoaks dan radikalisme digital. Artikel ini menegaskan bahwa bela negara masa kini bukan lagi sekadar mengangkat senjata, melainkan kemampuan menjaga integritas sosial dan kedaulatan data di ruang siber. Oleh karena itu, diperlukan sinergi multidimensi antara institusi pendidikan, keluarga, dan pemerintah untuk membentuk generasi muda yang adaptif dan berkarakter, yang mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga resiliensi serta ketahanan nasional Indonesia di era modern.
This research aims to reconstruct the strategic role of the younger generation in realizing national defense amidst the challenges of rapid globalization and digital transformation. Through a literature study method with a qualitative approach, the paradigm shift in national defense from physical-militaristic defense aspects to information resilience and digital sovereignty is studied. The results of the study conclude that in the modern era, the manifestation of national defense for the younger generation is reflected through strengthening digital literacy, mastering cyber security skills, and internalizing Pancasila values as an ideological filter against non-military threats such as hoaxes and digital radicalism. This article emphasizes that today's national defense is no longer just about taking up arms, but rather the ability to maintain social integrity and data sovereignty in cyberspace. Therefore, multidimensional synergy is needed between educational institutions, families and the government to form an adaptive and characterful young generation, capable of being at the forefront of maintaining Indonesia's resilience and national security in the modern era.




