SELF-REGULATED LEARNING DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA: ANALISIS HUBUNGAN DAN IMPLIKASINYA

Penulis

  • Aulia Nabilah Universitas Pendidikan Indonesia
  • Virani Rikza Oktavia Universitas Pendidikan Indonesia
  • Jasmine Julia Athir Universitas Pendidikan Indonesia
  • Fatimatu Mughni Nashrillah Universitas Pendidikan Indonesia
  • Reksa Hasena Aswadijagat Universitas Pendidikan Indonesia
  • Isah Cahyani Universitas Pendidikan Indonesia

Kata Kunci:

Self-Regulated Learning, Self-Reinforcement, Prokrastinasi Akademik, Regulasi Diri, Pembelajaran Mandiri, Dan Self-Efficacy

Abstrak

Prokrastinasi akademik menjadi permasalahan yang meluas di kalangan mahasiswa dan berdampak negatif terhadap prestasi serta kualitas belajar secara keseluruhan. Hal ini menjadi salah satu tantangan yang dialami mahasiswa di tengah tuntutan perkuliahan yang kompleks. Tidak sedikit mahasiswa yang memiliki rencana pembelajaran yang baik, tetapi mengalami kesulitan dalam mengelola waktu, mengatur diri, dan mempertahankan konsistensi sehingga berujung pada perilaku menunda tugas. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara niat dan tindakan yang berkaitan erat dengan self-regulated learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara self-regulated learning (SRL) dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui basis data Google Scholar, Scopus, dan Sinta dengan menggunakan kata kunci dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, mencakup publikasi dalam kurun waktu 2021–2026. Sebanyak 15 artikel ilmiah yang memenuhi kriteria dianalisis dan disintesis secara sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa self-regulated learning secara umum memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan prokrastinasi akademik; semakin tinggi kemampuan regulasi diri mahasiswa, semakin rendah kecenderungan mereka untuk menunda tugas akademik. Self-regulated learning juga terbukti berperan sebagai mediator dalam hubungan antara berbagai faktor psikologis, seperti self-efficacy, kesabaran, mindfulness, dan psychological capital, dengan prokrastinasi akademik. Meskipun demikian, beberapa studi menemukan hasil yang berbeda, yakni self-regulated learning berkorelasi positif dengan prokrastinasi aktif dalam kondisi di mana rasa percaya diri yang tinggi mendorong penundaan yang disengaja namun terkendali. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya kualitas self-reinforcement sebagai penentu apakah regulasi diri berfungsi secara adaptif. Secara praktis, pengembangan kemampuan self-regulated learning melalui intervensi seperti pelatihan kecerdasan emosional dan manajemen waktu terbukti efektif dalam menurunkan prokrastinasi akademik mahasiswa. Upaya ini diharapkan dapat membantu mahasiswa menjembatani kesenjangan antara niat dan tindakan sehingga mampu belajar secara mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29