DINAMIKA UNSUR PENDIDIKAN ISLAM DAN EROPA DALAM MASYARAKAT MELAYU JAMBI PADA ERA KONTEMPORER
Kata Kunci:
Pendidikan Islam, Pendidikan Eropa, Masyarakat Melayu, Dinamika Pendidikan, Akulturasi BudayaAbstrak
Artikel ini membahas bagaimana unsur pendidikan Islam dan Eropa saling berinteraksi dalam masyarakat Melayu Jambi, serta pengaruhnya terhadap perkembangan sistem pendidikan dan pembentukan karakter sosial budaya saat ini. Pendidikan Islam yang sudah lama berkembang, dengan nilai-nilai seperti tauhid, akhlak, dan pembelajaran berbasis surau atau pesantren, masih jadi dasar penting dalam kehidupan masyarakat Melayu. Di sisi lain, masuknya pendidikan Eropa sejak masa kolonial membawa perubahan, terutama dalam hal sistem yang lebih terstruktur, cara berpikir yang lebih rasional, serta fokus pada administrasi dan ilmu pengetahuan umum. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan mengkaji berbagai sumber sejarah dan tulisan ilmiah yang relevan. Hasilnya menunjukkan bahwa terjadi proses percampuran (akulturasi) antara kedua sistem pendidikan tersebut, yang kemudian melahirkan bentuk pendidikan yang lebih “campuran” atau hibrida di masyarakat Melayu Jambi. Perpaduan ini tidak hanya terlihat dari kurikulum, tapi juga dari metode belajar, nilai-nilai yang diajarkan, dan tujuan pendidikan itu sendiri. Dari situ bisa dilihat bahwa dinamika antara pendidikan Islam dan Eropa punya peran besar dalam membentuk identitas pendidikan masyarakat Melayu Jambi yang khas dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
This article discusses how elements of Islamic and European education interact within the Malay community of Jambi, as well as their influence on the development of the education system and the formation of socio-cultural character today. Islamic education, which has long been established with values such as monotheism (tauhid), morality (akhlak), and learning based in surau or pesantren, remains an important foundation in the life of the Malay community. On the other hand, the introduction of European education during the colonial period brought significant changes, especially in terms of more structured systems, more rational ways of thinking, and a stronger focus on administration and general knowledge. This study uses a literature review method with a descriptive qualitative approach, analyzing various historical sources and relevant academic works. The results show that there has been a process of blending (acculturation) between the two educational systems, which has given rise to a more hybrid form of education in the Malay community of Jambi. This integration is not only reflected in the curriculum, but also in teaching methods, values, and educational goals. Overall, the dynamics between Islamic and European education play an important role in shaping the unique educational identity of the Malay community in Jambi, making it adaptable to the changes of the modern era.




