RENDAHNYA PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG STUNTING DAN KETERBATASAN INFRASTRUKTUR SEBAGAI AKAR KETIMPANGAN PEMBANGUNAN DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Kata Kunci:
Stunting, Infrastruktur, Ketimpangan Pembangunan, Nusa Tenggara TimurAbstrak
Stunting merupakan permasalahan Gizi kronik yang masih menjadi beban utama pembangunan kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara multi dimensi tentang rendahnya pemahaman masyarakat mengenai stunting dan keterbatasan infrastruktur sebagai akar ketimpangan pembangunan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Metode yang digunakan adalah Studi Literatur dengan cara mengumpulkan, menganalisis, dan mensintesis berbagai sumber kepustakaan yang relevan,mencakup laporan pemerintah,jurnal ilmiah, buku reverensi, serta dokumen kebijakan pembangunan. Hasil kajian menunjukan bahwa rendahnya pemahaman masyarakat tentang stunting dipengaruhi oleh faktor rendahnya tingakt pendidikan, keterbatasan akses infomasi, kemiskinan, penagruh budaya tradisional serta kurangnya tenaga dan fasilitas kesehatan. Keterbatasan infrastruktur di daerah terpencil disebabkan oleh kondisi Geografis yang sulit,keterbatasan anggaran,kurangnya pemertaan pembangunan,dan lemahnya koordinasi kelembagaan. Permasalahan tersebut berdampak nyata pada dimensi Ekonomi, Sosial, Kelembagaan, Lingkungan, serta inklusivitas dan keberlanjutan pembangunan. Diperlukan peningkatan edukasi kesehatan berbasis budaya lokal, pemertaan infrastruktur dasar, penguatan ketahanan pangan,pemnfaatan Teknologi Digital,serta Tata kelola Pembangunan yang transparan dan akuntabel merupakan strategi utama yang direkomendasikan.
Stunting is a chronic nutritional problem that is still a major burden on health development in East Nusa Tenggara Province. This study aims to examine multidimensionally the low public understanding of stunting and limited infrastructure as the root of development inequality in East Nusa Tenggara (NTT). The method used is a Literature Study by collecting, analyzing, and synthesizing various relevant literature sources, including government reports, scientific journals, reference books, and development policy documents. The results of the study show that the low public understanding of stunting is influenced by factors such as low levels of education, limited access to information, poverty, the influence of traditional culture and a lack of health personnel and facilities. Limited infrastructure in remote areas is caused by difficult geographic conditions, limited budgets, lack of development equity, and weak institutional coordination. These issues have a significant impact on the economic, social, institutional, and environmental dimensions, as well as on the inclusiveness and sustainability of development. Improved health education based on local culture, inclusive provision of basic infrastructure, strengthening food security, utilizing digital technology, and transparent and accountable development governance are the main recommended strategies.




