ANTAGONISME DAN LOGIKA EKUIVALENSI DALAM KAMPANYE ANDRA SONI UNTUK MENDEKONSTRUKSI HEGEMONI PATRONASE DINASTI PADA PILKADA BANTEN 2024

Penulis

  • Reza Al Farizi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Delila Putti Sadayi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Mufthi Aminudin Haris Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Pasha Restu Brema Gurusinga Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Kata Kunci:

Antagonisme, Logika Ekuivalensi, Hegemoni, Patronase Dinasti, Pilkada Banten 2024, Andra Soni, Teori Wacana Politik, Populisme

Abstrak

Penelitian ini menganalisis mekanisme wacana antagonisme dan logika ekuivalensi dalam kampanye Andra Soni pada Pilkada Banten 2024 untuk mendekonstruksi hegemoni patronase dinasti politik. Menggunakan kerangka Teori Wacana Politik Ernesto Laclau dan Chantal Mouffe dengan pendekatan kualitatif berbasis penelitian kepustakaan, penelitian ini membongkar bagaimana kampanye Andra Soni mengonstruksikan dinasti politik dan praktik korupsi sebagai musuh bersama, serta merangkai berbagai tuntutan publik yang terfragmentasi—seperti perbaikan infrastruktur, lapangan kerja, dan akses Pendidikan ke dalam satu rantai kesamaan yang berhadapan dengan musuh yang sama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa narasi utama "Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi" dan program unggulan "Sekolah Gratis" berfungsi sebagai instrumen artikulasi yang menghubungkan seluruh penderitaan rakyat pada kelanggengan kekuasaan dinasti korup, sehingga jargon "Tidak Korupsi" bertransformasi menjadi penanda kosong (empty signifier) yang mewadahi spektrum kemarahan publik. Efektivitas strategi diskursif ini terbukti dari kemenangan Andra Soni-Dimyati Natakusumah dengan perolehan 3.102.501 suara (55,88 persen), mengalahkan Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi yang meraih 2.449.183 suara (44,12 persen), sekaligus menandai runtuhnya dominasi politik dinasti Ratu Atut Chosiyah yang telah berkuasa hampir dua dekade. Penelitian ini mengisi kesenjangan studi pemilu lokal yang dominan pada pendekatan mekanistik dengan menunjukkan bahwa demokrasi elektoral lokal telah memasuki babak baru, di mana kesadaran politik masyarakat dibangun melalui konfrontasi identitas kelas dan narasi emansipatoris yang menghubungkan penderitaan individual dengan struktur kekuasaan. Namun, hegemoni yang terbangun bersifat sementara dan membutuhkan "perang posisi" yang panjang untuk mempertahankan transformasi diskursif di ruang publik Banten.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29