PERAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBANGUN SIKAP INKSLUSIF DI TENGAH MASYARAKAT MULTIKULTURAL
Kata Kunci:
Pendidikan Agama Kristen, Sikap Inklusif, Masyarakat Multikultural, ToleransiAbstrak
Artikel Ini Membahas Tentang Peran Pedidikan Agama Kristen Dalam Membangun Sikap Inklusif di tengah masyarakat multikultural,dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitiaan ini mengkaji bagaimana Pendidikan Agama Kristen Dapat berperan dalam membangun sikap inklusif di tengah masyarakat yang multikultural. Untuk menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk, sikap inklusif menjadi sebuah keharusan. Sikap inklusif bukan sekadar mengakui adanya perbedaan (toleransi pasif), melainkan kesediaan untuk terbuka, menghargai, menerima, dan bekerja sama dengan orang lain yang berbeda latar belakang demi kesejahteraan bersama (toleransi aktif). Tanpa adanya transformasi cara berpikir dari yang eksklusif (merasa kelompoknya paling benar dan menutup diri) menjadi inklusif, konflik horizontal akan terus mengancam integrasi sosial. Berdasarkan pemikiran di atas, penelitian/tulisan ini penting untuk dilakukan guna menggali lebih dalam bagaimana rekonstruksi pembelajaran PAK yang mampu menumbuhkan sikap inklusif. Melalui pemahaman PAK yang tepat, peserta didik diharapkan tidak kehilangan identitas imannya, tetapi justru semakin termotivasi oleh imannya untuk menjadi agen perdamaian dan berkat bagi sesama tanpa memandang perbedaan. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengkaji lebih mendalam dalam karya ilmiah yang berjudul: "PERAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBANGUN SIKAP INKLUSIF DI TENGAH MASYARAKAT MULTIKULTURAL".
This article examines the role of Christian Religious Education in fostering inclusive attitudes in a multicultural society. Using a qualitative descriptive approach, this study examines how Christian Religious Education can play a role in fostering inclusive attitudes in a multicultural society. To maintain harmony in a pluralistic society, an inclusive attitude is essential. An inclusive attitude is not merely an acknowledgement of differences (passive tolerance), but rather a willingness to be open, respectful, accepting, and collaborating with others from diverse backgrounds for the common good (active tolerance). Without a transformation in mindset from exclusivity (perceiving one's own group as the most correct and closed off) to inclusiveness, horizontal conflict will continue to threaten social integration. Based on the above considerations, this research/article is crucial to delve deeper into how to reconstruct Christian Religious Education learning that fosters inclusive attitudes. Through a proper understanding of Christian Religious Education, it is hoped that students will not lose their faith identity but will instead be increasingly motivated by their faith to become agents of peace and blessing to others, regardless of differences. Therefore, the author is interested in studying this in more depth in a scientific work entitled: "THE ROLE OF CHRISTIAN RELIGIOUS EDUCATION IN BUILDING INCLUSIVE ATTITUDES AMIDST MULTICULTURAL SOCIETY".




