PENDEKATAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM TERHADAP KESULITAN MEMAHAMI PEMBELAJARAN DI KELAS PADA SISWI MTS
Studi Kasus Pada Siswi M Kelas Viii Mts Laboratorium Uinsu Medan
Kata Kunci:
Bimbingan Konseling Islam, Kesulitan Belajar, Pemahaman Pembelajaran, Konseling Individu, Siswa SmpAbstrak
Kesulitan memahami pembelajaran merupakan salah satu permasalahan akademik yang sering dialami peserta didik pada jenjang sekolah menengah pertama. Permasalahan ini dapat berdampak pada rendahnya prestasi belajar, menurunnya motivasi belajar, serta munculnya berbagai permasalahan psikologis dan sosial pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kesulitan memahami pembelajaran pada siswi M kelas VIII MTs Laboratorium UINSU Medan, mendeskripsikan proses pelaksanaan layanan Bimbingan Konseling Islam yang diberikan, serta menganalisis hasil layanan tersebut terhadap perkembangan akademik dan perilaku belajar siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan memahami pembelajaran disebabkan oleh faktor internal berupa rendahnya konsentrasi belajar, kurangnya motivasi akademik, dan rendahnya kepercayaan diri, serta faktor eksternal berupa lingkungan belajar yang kurang kondusif dan penggunaan gawai yang berlebihan. Pendekatan Bimbingan Konseling Islam dilakukan melalui konseling individu, pemberian motivasi belajar berbasis nilai-nilai Islam, penguatan spiritual melalui pembiasaan ibadah, serta kerja sama dengan orang tua dan guru mata pelajaran. Hasil layanan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman materi, motivasi belajar, kedisiplinan akademik, serta kemampuan siswa dalam mengelola proses belajarnya. Dengan demikian, Bimbingan Konseling Islam terbukti efektif dalam membantu mengatasi kesulitan memahami pembelajaran melalui integrasi pendekatan psikologis, pedagogis, dan spiritual.




