ANALISIS DINAMIKA NEGOSIASI IKLIM GLOBAL DALAM COP28 DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEBIJAKAN POLITIK LINGKUNGAN GLOBAL

Penulis

  • Fattiha Syanira Nirmala Amantha Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ)
  • Shella Sofiana Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ)
  • Muhammad Andhika Dwi Perdana Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ)
  • Jerry Indrawan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ)
  • Reja Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ)

Kata Kunci:

COP28, Negosiasi Iklim Global, UAE Consensus, Politik Global, Kebijakan Lingkungan

Abstrak

Penelitian ini menganalisis dinamika negosiasi iklim global dalam forum COP28 yang berlangsung di Dubai pada 30 November hingga 12 Desember 2023, serta dampaknya terhadap arah kebijakan lingkungan global. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis deskriptif-analitis, penelitian ini menelaah pertarungan kepentingan antara negara maju dan negara berkembang dalam proses negosiasi yang melibatkan isu-isu krusial seperti pendanaan iklim, transisi energi, dan mekanisme loss and damage. Dengan berpijak pada kerangka teori neoliberal institusionalisme, realisme, konstruktivisme, dan teori rezim internasional, penelitian ini menemukan bahwa negosiasi COP28 bukan sekadar forum teknis penyelesaian krisis lingkungan, melainkan arena politik global yang sarat dengan ketimpangan kekuasaan dan kepentingan ekonomi. Hasil utama COP28 yang dikenal sebagai UAE Consensus menandai kemajuan penting karena untuk pertama kalinya forum COP secara eksplisit menyerukan transition away from fossil fuels, mendorong peningkatan energi terbarukan, serta mengoperasikan loss and damage fund. Namun demikian, pilihan bahasa yang kompromistis dan ketiadaan mekanisme yang mengikat secara hukum menunjukkan bahwa kesepakatan ini lebih kuat sebagai pencapaian diplomatik simbolik daripada instrumen transformasi ekologis yang nyata, sehingga jalan menuju keadilan iklim global yang adil dan tegas masih sangat panjang.

This study analyzes the dynamics of global climate negotiations at COP28, held in Dubai from November 30 to December 12, 2023, and their implications for the direction of global environmental policy. Employing a qualitative approach through library research and descriptive-analytical methods, this study examines the clash of interests between developed and developing nations across critical negotiation issues including climate finance, energy transition, and the loss and damage mechanism. Drawing on theoretical frameworks of neoliberal institutionalism, realism, constructivism, and international regime theory, the study finds that COP28 negotiations functioned not merely as a technical forum for resolving environmental crises, but as a global political arena deeply marked by power asymmetries and competing economic interests. The principal outcome of COP28, known as the UAE Consensus, represents a significant milestone as the first time a COP forum explicitly called for a transition away from fossil fuels, promoted the scaling up of renewable energy, and operationalized the loss and damage fund. Nevertheless, the compromised language and absence of legally binding enforcement mechanisms indicate that this agreement stands stronger as a symbolic diplomatic achievement than as an instrument of genuine ecological transformation, underscoring that the path toward equitable and decisive global climate justice remains arduous and complex.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29