STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN SEKOLAH ADIWIYATA YANG RAMAH ANAK MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Kata Kunci:
Adiwiyata, Sekolah Ramah Anak, Lingkungan Belajar, Partisipasi Peserta Didik, Pendidikan BerkelanjutanAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi seorang guru dalam mengembangkan sekolah adiwiyata yang ramah anak melalui pendekatan pembelajaran kontekstual. Program Adiwiyata menuntut keterlibatan aktif seluruh warga sekolah, khususnya guru, dalam menanamkan nilai-nilai peduli dan berbudaya lingkungan kepada peserta didik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru, kepala sekolah, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan sejumlah strategi utama, antara lain: (1) Menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, efektif dan mendukung perkembangan anak; (2) memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber dan media pembelajaran langsung; (3) membangun budaya ramah anak melalui kegiatan pembiasaan seperti pengelolaan sampah, perawatan tanaman, dan penghematan energi; serta (4) mendorong partisipasi aktif peserta didik dalam proyek lingkungan berbasis komunitas. Pembelajaran kontekstual terbukti efektif menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman nyata peserta didik sehingga peserta didik dapat mudah memahami materi tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Strategi Guru Dalam Mengembangkan Sekolah Adiwiyata yang Ramah Anak Melalui Pembelajaran Kontekstual menjadi kunci keberhasilan implementasi program Adiwiyata di sekolah.
This study aims to analyze teacher strategies in developing child-friendly Adiwiyata schools through a contextual learning approach. The Adiwiyata program requires the active involvement of all school members, particularly teachers, in instilling values of environmental awareness and culture among students. This study employed a descriptive qualitative method, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation. Research subjects included teachers, school principals, and students at selected Adiwiyata schools. The findings reveal that teachers implemented several key strategies: (1) integrating environmental issues into subjects through thematic and cross-curricular approaches; (2) utilizing the school environment as a direct learning resource and medium; (3) fostering a child-friendly culture through habituation activities such as waste management, plant care, and energy conservation; and (4) encouraging students' active participation in community-based environmental projects. Contextual learning proved effective in connecting subject matter to students' real-life experiences, thereby cultivating sustainable environmental awareness. This study concludes that the synergy between teachers' pedagogical competence and a child-friendly learning environment is the key to the successful implementation of the Adiwiyata program in schools




