JURNAL TAFSIR MAUDHU’I PROGRAM STUDI ILMU AL-QUR’AN DAN TAFSIR UNIVERSITAS AL-QUR’AN ITTIFAQIAH (UQI) INDRALAYA OGAN ILIR SUMATERA SELATAN
Kata Kunci:
Estetisasi, Konten Keagamaan, Tiktok, Al-Qur'an, Tafsir Maudhu'i, Dakwah DigitalAbstrak
Perkembangan media sosial telah menciptakan ruang baru bagi penyebaran nilai-nilai keagamaan, khususnya melalui platform TikTok. Konten keagamaan yang dikemas dengan visual menarik, audio yang mendukung, dan narasi kreatif telah melahirkan fenomena estetisasi agama di ruang digital. Fenomena ini penting untuk dikaji karena memengaruhi cara masyarakat, terutama generasi muda, mengakses, memahami, dan mengamalkan ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis estetisasi konten keagamaan di TikTok dalam perspektif Al-Qur'an serta mengkaji relevansinya terhadap dakwah Islam di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir maudhu'i (tematik), yaitu dengan mengkaji ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan konsep keindahan, dakwah, keikhlasan, dan etika komunikasi, kemudian menghubungkannya dengan fenomena konten keagamaan di TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estetisasi konten keagamaan dapat menjadi media dakwah yang efektif karena mampu menarik perhatian audiens dan memperluas penyebaran nilai-nilai Islam. Namun, penekanan yang berlebihan pada aspek estetika berpotensi menggeser fokus dari substansi ajaran agama menuju hiburan, popularitas, dan pencitraan. Dalam perspektif Al-Qur'an, penggunaan unsur estetika dalam dakwah diperbolehkan selama tetap berlandaskan pada nilai kebenaran, kejujuran, dan keikhlasan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi konsep estetisasi media digital dengan pendekatan tafsir maudhu'i dalam mengkaji fenomena konten keagamaan di TikTok. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan literasi digital keagamaan serta penyusunan pedoman etika dakwah digital guna menjaga keseimbangan antara daya tarik visual dan substansi ajaran Islam.
The rapid development of social media has created new spaces for the dissemination of religious values, particularly through TikTok. Religious content on TikTok is often presented through attractive visuals, engaging audio, and creative narratives, giving rise to the phenomenon of religious aestheticization in digital media. This phenomenon is important to examine because it influences how people, especially younger generations, access, understand, and practice religious teachings. This study aims to analyze the aestheticization of religious content on TikTok from the perspective of the Qur'an and to examine its relevance to Islamic da'wah in the digital era. The research employs a qualitative method with a thematic Qur'anic interpretation (tafsir maudhu'i) approach by analyzing Qur'anic verses related to beauty, da'wah, sincerity, and communication ethics, and connecting them to the phenomenon of religious content on TikTok. The findings reveal that the aestheticization of religious content can serve as an effective medium for da'wah by attracting audiences and expanding the dissemination of Islamic values. However, excessive emphasis on aesthetics may shift attention from the substance of religious teachings toward entertainment, popularity, and self-image. From the Qur'anic perspective, the use of aesthetic elements in da'wah is permissible as long as it remains grounded in truthfulness, honesty, and sincerity. The novelty of this study lies in integrating the concept of digital media aestheticization with a thematic Qur'anic interpretation approach to analyze religious content on TikTok. The policy implications highlight the need to strengthen religious digital literacy and develop ethical guidelines for digital da'wah to ensure a balance between visual attractiveness and the substantive values of Islamic teachings




