PERAN DAYA TARIK WISATA DAN AKSESIBILITAS TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN DOLOK PESONA PANOGUAN SOLU, KECAMATAN LINTONNIHUTA

Penulis

  • Jupen Sihombing Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli
  • Rosalinda Septiani Sitompul Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli
  • Putra H Simaremare Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli
  • Polado Silitonga Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli

Kata Kunci:

Daya Tarik Wisata, Aksesibilitas, Kepuasan Wisatawan, Dolok Pesona Panoguan Solu.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh daya tarik wisata dan aksesibilitas terhadap tingkat kepuasan wisatawan di Dolok Pesona Panoguan Solu, Kecamatan Lintongnihuta. Destinasi ini memiliki keunikan karena dikelola secara mandiri oleh pihak swasta di atas lahan pribadi seluas 9.800 m². Menggunakan pendekatan kualitatif dengan periode pengamatan jangka panjang (2021-2026), data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik visual berupa panorama Danau Toba dan Pulau Sibandang, serta fasilitas penunjang seperti live music dan spot foto, menjadi stimulan utama kepuasan wisatawan. Meskipun terdapat tantangan geografis berupa tanjakan menuju lokasi, kepuasan wisatawan tetap tinggi karena adanya fenomena "kompensasi visual". Selain itu, pola pengelolaan mandiri (swasta murni) terbukti sangat efektif dan lincah dalam merespons kebutuhan pasar tanpa hambatan birokrasi, sekaligus menunjukkan kepatuhan pajak yang disiplin. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur akses dan manajemen kerumunan untuk keberlanjutan destinasi.

This study aims to analyze the influence of tourist attraction and accessibility on tourist satisfaction at Dolok Pesona Panoguan Solu, Lintongnihuta District. This destination is unique as it is privately managed on a 9,800 m² private land. Using a qualitative approach with a long-term observation period (2021-2026), data were collected through field observations, in-depth interviews, and documentation. The results show that visual attractions, such as the panorama of Lake Toba and Sibandang Island, along with supporting facilities like live music and photo spots, are the primary stimulants for tourist satisfaction. Despite geographical challenges, such as the steep terrain, tourist satisfaction remains high due to the "visual compensation" phenomenon. Furthermore, the private management model is proven to be highly effective and agile in responding to market needs without bureaucratic obstacles, while demonstrating disciplined tax compliance. The study's implications emphasize the importance of developing access infrastructure and crowd management for the destination's sustainability.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30