ETIKA KEILMUAN MUSLIM KONTEMPORER: TANGGAPAN FILSAFAT ILMU TERHADAP TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN PENGABDIAN MASYARAKAT
Kata Kunci:
Etika Keilmuan, Filsafat Ilmu, Tanggung Jawab Sosial, Pengabdian Masyarakat, Islam Kontemporer.Abstrak
Etika keilmuan merupakan landasan moral yang mengarahkan aktivitas ilmiah agar tidak hanya berorientasi pada pencarian kebenaran, tetapi juga memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Dalam perspektif Islam, ilmu dipandang sebagai amanah Allah Swt. yang harus digunakan untuk mewujudkan kemaslahatan, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat. Di era kontemporer, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menghadirkan tantangan baru berupa krisis moral, penyalahgunaan teknologi, komersialisasi ilmu, hingga lemahnya tanggung jawab sosial akademisi. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep etika keilmuan Muslim kontemporer berdasarkan perspektif filsafat ilmu serta menjelaskan relevansinya terhadap tanggung jawab sosial dan pengabdian kepada masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan filosofis dan normatif menggunakan sumber primer berupa Al-Qur'an, hadis, dan karya para filsuf ilmu serta pemikir Islam kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat ilmu tidak hanya membahas aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi ilmu, tetapi juga memberikan kerangka etik mengenai bagaimana ilmu harus dimanfaatkan untuk kepentingan publik. Dalam Islam, tanggung jawab sosial merupakan bagian integral dari etika keilmuan yang diwujudkan melalui pengabdian masyarakat, pemberdayaan umat, serta pengembangan ilmu yang berorientasi pada kemaslahatan (maslahah). Oleh karena itu, ilmuwan Muslim dituntut tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga memiliki integritas moral, kejujuran akademik, dan komitmen terhadap pembangunan masyarakat.
Scientific ethics constitutes the moral foundation that guides scientific activities not only toward the pursuit of truth but also toward the welfare of humanity. In the Islamic worldview, knowledge is regarded as a divine trust that should be utilized to promote justice, prosperity, and public benefit. Contemporary developments in science and technology have generated various ethical challenges, including the misuse of technology, commercialization of science, academic dishonesty, and declining social responsibility among scholars. This article aims to examine contemporary Muslim scientific ethics from the perspective of the philosophy of science and its relevance to social responsibility and community service. Employing library research with philosophical and normative approaches, this study analyzes the Qur'an, Hadith, and works of contemporary Muslim thinkers alongside Western philosophers of science. The findings reveal that the philosophy of science extends beyond ontological, epistemological, and axiological discussions by providing an ethical framework for the responsible use of knowledge. In Islam, social responsibility is an inseparable dimension of scientific ethics, manifested through community engagement, public empowerment, and the development of beneficial knowledge. Therefore, contemporary Muslim scholars are expected to uphold academic integrity, moral responsibility, and commitment to societal development.




