KONSEP INSAN KAMIL IBN ARABI SEBAGAI BASIS TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM HOLISTIK DI PERGURUAN TINGGI
Kata Kunci:
Insan Kamil, Ibn Arabi, Pendidikan Islam, Holistik, Perguruan TinggiAbstrak
Konsep Insan Kamil dalam pemikiran Ibn Arabi merupakan gagasan tentang manusia sempurna yang merefleksikan kesempurnaan spiritual, intelektual, dan moral sebagai representasi dari realitas ilahi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Insan Kamil sebagai basis tujuan pendidikan Islam holistik di perguruan tinggi. Pendekatan yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan menelaah karya-karya Ibn Arabi serta literatur pendidikan Islam kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep Insan Kamil tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga pengembangan dimensi spiritual, etika, dan sosial secara seimbang. Dalam konteks pendidikan tinggi Islam, konsep ini relevan sebagai paradigma pendidikan holistik yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, penguatan karakter, dan pembentukan kesadaran ketuhanan. Implementasi konsep ini di perguruan tinggi dapat mendorong terciptanya lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan integritas moral. Dengan demikian, Insan Kamil dapat dijadikan landasan filosofis dalam merumuskan tujuan pendidikan Islam yang komprehensif dan transformatif.
The concept of Insan Kamil in Ibn Arabi’s thought refers to the idea of the Perfect Human Being who embodies spiritual, intellectual, and moral perfection as a manifestation of divine reality. This study aims to analyze the concept of Insan Kamil as a foundational basis for holistic Islamic education objectives in higher education. The method used is library research by examining Ibn Arabi’s classical works and contemporary Islamic education literature. The findings indicate that the concept of Insan Kamil emphasizes not only cognitive development but also the balanced cultivation of spiritual, ethical, and social dimensions. In the context of Islamic higher education, this concept is relevant as a holistic educational paradigm that integrates knowledge acquisition, character building, and spiritual consciousness. Its implementation in universities can foster graduates who are not only academically competent but also spiritually profound and morally grounded. Therefore, Insan Kamil can serve as a philosophical foundation for formulating comprehensive and transformative objectives of Islamic education




