PERAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KOTA MAGELANG DALAM MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM PENCEGAHAN DAN KESIAPSIAGAAN BENCANA

Penulis

  • Natta Sanjaya Universitas Tidar
  • Amelia Faizatul Uma Universitas Tidar
  • Putri Universitas Tidar
  • Vivi Anggraeni Universitas Tidar
  • Putri Emelia Samanda Universitas Tidar
  • Rahma Nur Annisa Universitas Tidar

Kata Kunci:

Inklusivitas Kebencanaan, Kesiapsiagaan Bencana, Program Pencegahan

Abstrak

Penelitian ini mengkaji peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui program pencegahan dan kesiapsiagaan bencana. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, penelitian ini melibatkan empat informan yang dipilih secara purposive. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber sebagai uji keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD Kota Magelang telah mengembangkan program terstruktur yang mencakup pemetaan risiko, pelatihan mitigasi, simulasi evakuasi, dan sosialisasi inklusif bagi masyarakat umum maupun penyandang disabilitas. Faktor pendukung utama meliputi kerangka regulasi yang memadai dan jaringan kemitraan lintas sektor, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan personel, anggaran, dan distribusi program yang belum merata. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas kelembagaan dan pengembangan model sosialisasi inklusif yang lebih sistematis.

This study examines the role of the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of Magelang City in enhancing community preparedness through disaster prevention and preparedness programs. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving four purposively selected informants. Data analysis followed the interactive model of Miles and Huberman, with source triangulation applied to ensure validity. The findings reveal that BPBD Magelang City has developed structured programs encompassing risk mapping, mitigation training, evacuation simulations, and inclusive socialization targeting both the general public and persons with disabilities. Key enabling factors include an adequate regulatory framework and cross-sectoral partnerships, while limiting factors involve personnel shortages, budget constraints, and uneven program distribution. This study recommends strengthening institutional capacity and developing a more systematic and standardized model of inclusive disaster socialization.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30