DIGITALISASI PENCATATAN PERKAWINAN MELALUI SIMKAH ONLINE DI KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) KECAMATAN RENAH PEMBARAP KABUPATEN MERANGIN, PROVINSI JAMBI

Penulis

  • M. Azik Azik Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Ayub Mursalin Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Pauzi Muhammad Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Kata Kunci:

Digitalisasi, Pencatatan, Simkah Online

Abstrak

Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) Online atau nama lainnya dikenal dengan Simkah Web adalah program aplikasi computer berbasis windows yang digunakan untuk pengumpulan data dan Informasi pernikahan dari seluruh KUA di Indonesia yang datanya dikumpulkan dan disimpan secara otomatis di KUA setempat. Pencatatan perkawinan seperti ini dinilai memiliki keunggulan dari pencatatan secara offline. Salah satu keunggulannya adalah terintegrasinya Simkah online ini dengan data SIAK Kemendagri, sehingga dapat mengecek identitas mempelai dari berbagai kemungkinan.  Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meneliti dan mengkaji evektivitas digitalisasi pencatatan perkawinan melalui Simkah online di KUA Renah Pembarap serta untuk mengetahui kendala dan Solusi serta faktor pendukung dalam mengoptimalkan pencatatan perkawinan melalui Simkah Online tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan kasus (case aproach). Pengumpulan data menngunakan teknik wawancara mendalam (in-dept interview) dan observasi penggunaan Simkah Online dalam pencatatan perkawinan di KUA Renah Pembarap. Data yang diperoleh dari lokasi penelitian dianalisis dengan melakukan reduksi dan penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menujukan bahwa terdapat dua perspektif dari penerapan aplikasi Simkah di KUA Kecamatan Renah Pembarap . Menurut pengguna meskipun sudah diterapkan namun dalam pelaksanaanya masih sering mengalami beberapa kendala atau hambatan diantaranya faktor jaringan yang tidak stabil dan yang sering dihadapi oleh calon pengantin yaitu berupa kesalahan data persyaratan yang dilampirkan, sehingga ketika validasi NIK dilakukan maka data yang muncul di Simkah tidak sinkron dengan data persyaratan yang dilampirkan, hal tersebut yang dapat menghambat pelayanan dan evektifitas pencatatan Simkah Online ini. Sedangkan dari perspektif pegawai KUA dengan adanya aplikasi Simkah dapat memudahkan para pegawai dalam pencatatan data dan pengelolaan data calon pengantin dengan  lebih akurat baik itu dari sisi umur maupun status calon pengantin itu sendiri.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30