PENGARUH PEMANGKASAN PUCUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABE MERAH (Capsicum annum L)
Kata Kunci:
Pemangkasan Pucuk, Pertumbuhan, Hasil, Cabai MerahAbstrak
Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Fatukoa, Kota Kupang, pada bulan Desember 2025 hingga Januari 2026. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemangkasan pucuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) serta menentukan waktu pemangkasan yang paling efektif. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan, yaitu tanpa pemangkasan (P0), pemangkasan pucuk umur 2 minggu setelah tanam (P1), 3 minggu setelah tanam (P2), dan 4 minggu setelah tanam (P3), dengan lima ulangan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi jumlah cabang, jumlah bunga, jumlah buah, dan jumlah buah matang per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan pucuk berpengaruh sangat nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Perlakuan terbaik diperoleh pada pemangkasan umur 3 minggu setelah tanam (P2) dengan rata-rata jumlah cabang 22,60, jumlah bunga 38,40 kuntum, jumlah buah 28,90 buah, dan jumlah buah matang 25,45 buah. Pemangkasan pucuk mampu mengurangi dominansi apikal dan merangsang pertumbuhan tunas lateral sehingga meningkatkan pembentukan cabang produktif. Kondisi lingkungan selama penelitian berada pada kisaran optimal bagi pertumbuhan cabai merah. Dengan demikian, pemangkasan pucuk pada umur 3 minggu setelah tanam merupakan waktu yang paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah..
The research was conducted in Fatukoa Urban Village, Kupang City, from December 2025 to January 2026. This study aimed to determine the effect of shoot pruning on the growth and yield of red chili plants (*Capsicum annuum* L.) and to identify the most effective time for pruning. A Randomized Block Design (RBD) was employed with four treatments: no pruning (P0), and shoot pruning at 2 weeks (P1), 3 weeks (P2), and 4 weeks (P3) after planting; five replications were used, resulting in 20 experimental units. The parameters observed included the number of branches, flowers, fruits, and mature fruits per plant. The results showed that shoot pruning had a highly significant effect on all observed parameters. The best results were obtained with pruning at 3 weeks after planting (P2), yielding an average of 22.60 branches, 38.40 flowers, 28.90 fruits, and 25.45 mature fruits. Shoot pruning reduces apical dominance and stimulates lateral bud growth, thereby enhancing the formation of productive branches. Environmental conditions during the study remained within the optimal range for red chili growth. Therefore, shoot pruning at 3 weeks after planting is the most effective timing for improving the growth and yield of red chili plants.




