HUBUNGAN KORBAN BULLYING DENGAN SELF-EFFICACY PADA REMAJA DI SMP NEGERI 1 WULUHAN
Kata Kunci:
Remaja, Self-Efficacy, Korban BullyingAbstrak
Latar Belakang: Bullying merupakan permasalahan yang sering dialami remaja dan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kondisi psikologis, sosial, dan akademik. Salah satu faktor yang dapat membantu remaja dalam menghadapi bullying adalah self-efficacy, yaitu keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam mengatasi berbagai situasi yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan korban bullying dengan self-efficacy pada remaja di SMP Negeri 1 Wuluhan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 165 siswa kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner self-efficacy dan korban bullying, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rho dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki self-efficacy kategori tinggi (75,2%) dan korban bullying kategori sedang (91,5%). Hasil uji Spearman Rho menunjukkan nilai p-value = 0,039 (<0,05) dan koefisien korelasi r = 0,161, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan arah positif dan kekuatan hubungan sangat lemah antara korban bullying dan self efficacy. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara korban bullying dengan self-efficacy bullying pada remaja. Pengalaman menjadi korban bullying memiliki keterkaitan dengan self efficacy remaja, meskipun self-efficacy juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar pengalaman bullying.
Background: Bullying is a common problem experienced by adolescents and can have negative effects on their psychological, social, and academic well-being. One factor associated with adolescents' ability to cope with the effects of bullying is self-efficacy, which refers to an individual's belief in their ability to manage and overcome various situations. This study aimed to analyze the relationship between bullying victimization and self-efficacy among adolescents at SMP Negeri 1 Wuluhan. Methods: This study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 165 eighth-grade students selected using a simple random sampling technique. Data were collected using the Bullying Victimization Questionnaire and the Self-Efficacy Questionnaire and were analyzed using Spearman's rho correlation test with a significance level of α = 0.05. Results: Most respondents had high self-efficacy (75.2%) and experienced moderate levels of bullying victimization (91.5%). Spearman's rho analysis showed a p-value of 0.039 (p < 0.05) and a correlation coefficient (r) of 0.161, indicating a statistically significant positive relationship with a very weak correlation between bullying victimization and self-efficacy. Conclusion: There was a significant relationship between bullying victimization and self-efficacy among adolescents at SMP Negeri 1 Wuluhan. Experiences of bullying victimization were associated with adolescents' self-efficacy; however, the very weak strength of the correlation suggests that self-efficacy is also influenced by other factors beyond bullying victimization.




