IMPLEMENTASI METODE MURAJA’AH HARIAN DALAM MEMELIHARA KUALITAS HAFALAN AL-QUR’AN SANTRI MA’HAD AR-RAHMAH GOLOKAN

Penulis

  • Mishbahul Munir Amrullah STIT Maskumambang Gresik
  • Abdul Rohman Hadi STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya

Kata Kunci:

Implementasi, Muraja’ah, Hafalan, Al-Qur’an

Abstrak

Metode muraja’ah merupakan suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara mengulangi hafalan yang sudah pernah dihafalkan untuk menjaga dari lupa dan salah. Ma'had Ar-Rahmah Golokan tidak hanya berfokus pada kuantitas hafalan santri, akan tetapi lembaga juga memberikan perhatian pada kualitas hafalan al-Qur’an santri. Hal tersebut bisa dilihat dari jadwal kegiatan halaqah dalam sehari terdapat 4 pertemuan halaqoh bersama guru tahfiz. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Lokasi penelitian adalah Ma’had Ar-Rahmah Golokan, Gresik. Data dikumpulkan melalui serangkaian teknik, meliputi wawancara mendalam dengan ustadz/ustadzah pembimbing tahfiz serta santri penghafal Al-Qur'an, observasi langsung terhadap pelaksanaan kegiatan muraja'ah harian, dan analisis dokumentasi yang relevan seperti buku muta>ba'ah  santri dan lembar tasmi'. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi pola, tema, dan makna dari fenomena yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya dalam implementasi muraja’ah harian terdapat 3 tahapan. yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Dalam pelaksanaan muraja’ah bersama guru terdiri dari 3 sesi dalam sehari. Sesi pertama ketika waktu Dhuha, Sesi kedua ketika Ba’da Asar, dan Sesi ketiga ketika Ba’da Isya. Faktor pendukung implementasi metode muraja’ah harian diantaranya dukungan dari orangtua, motivasi dari guru, dan pemberian penghargaan. Sedangkan faktor penghambat implementasi metode murojaah, tasmi’ dan halaqah di antaranya malas, mengobrol ketika halaqoh, kurang fokus dan mudah lupa.

The muraja'ah method is a technique used to achieve established goals by repeatedly reviewing memorized verses to prevent forgetting and errors. Ma'had Ar-Rahmah Golokan not only focuses on the quantity of santri memorization but also emphasizes the quality of Al-Qur'an memorization. This is evident from the daily halaqah schedule, which includes four sessions with the tahfiz teacher.

This study adopted a qualitative approach with a case study design. The research location was Ma'had Ar-Rahmah Golokan, Gresik. Data were collected through a series of techniques, including in-depth interviews with tahfiz supervising ustadz/ustadzah and Al-Qur'an memorizing santri, direct observation of daily muraja'ah activities, and analysis of relevant documentation such as santri muta>ba'ah  books and tasmi' sheets. Data analysis was conducted descriptively and qualitatively to identify patterns, themes, and meanings from the phenomena studied. The results of this study indicate that the implementation of daily muraja'ah involves three stages: planning, implementation, and evaluation. In the implementation of muraja'ah with the teacher, there are three sessions daily: the first session during Duha time, the second session after Asar, and the third session after Isha. Supporting factors for the implementation of the daily muraja'ah method include parental support, teacher motivation, and the provision of awards. Meanwhile, the inhibiting factors for the implementation of the muraja'ah, tasmi', and halaqah methods include laziness, talking during halaqah, lack of focus, and easy forgetting.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30