KAPASITAS PEMERINTAH DESA DALAM PENGEMBANGAN POTENSI WISATA BUDAYA KAMPUNG ADAT WARU WORA

(Studi Kasus Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat)

Penulis

  • Ferdianto Tamo Ama Universitas Katolik Widya Mandira Kupang
  • Maximianus Ardon Bidi Universitas Katolik Widya Mandira Kupang

Kata Kunci:

Kapasitas Pemerintah Desa, Wisata Budaya, Capacity Building, Pengembangan Desa Wisata, Kampung Adat Waru Wora

Abstrak

Pengembangan wisata budaya menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan pemerintah desa untuk mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus melestarikan warisan budaya lokal. Kampung Adat Waru Wora di Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat memiliki potensi budaya yang cukup besar, tetapi pengelolaannya sebagai destinasi wisata belum berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kapasitas Pemerintah Desa Patiala Bawa dalam mengembangkan potensi wisata budaya Kampung Adat Waru Wora serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas pemerintah desa tergolong cukup baik, ditandai dengan penerapan tata kelola yang partisipatif, keterlibatan masyarakat dan lembaga adat dalam perencanaan, serta terjalinnya kerja sama dengan pemerintah daerah. Namun, pengelolaan wisata budaya masih menghadapi beberapa kendala, antara lain belum adanya regulasi khusus, belum terbentuknya kelembagaan pengelola wisata, keterbatasan kompetensi aparatur, minimnya pelatihan, keterbatasan anggaran, dan kemitraan yang belum optimal. Di sisi lain, dukungan masyarakat adat, keaslian budaya, potensi lingkungan, dan dukungan pemerintah daerah menjadi faktor utama yang mendukung pengembangan wisata budaya. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan kemitraan perlu menjadi prioritas untuk mewujudkan pengelolaan wisata budaya yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-31