PENGARUH PRODUKTIVITAS KERJA DAN PENGEMBANGAN USAHA TERHADAP PENDAPATAN PADA PENJAHIT YALAN DI KELURAHAN AIRNONA KECAMATAN KOTA RAJA KOTA KUPANG
Kata Kunci:
Produktivitas Kerja, Pengembangan Usaha, Pendapatan, Usaha MenjahitAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh produktivitas kerja dan pengembangan usaha terhadap pendapatan pada Penjahit Yalan di Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang bekerja pada usaha Penjahit Yalan, dengan jumlah sampel sebanyak 3 orang yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial produktivitas kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan dengan arah negatif, dengan nilai t-hitung sebesar -9,745 dan signifikansi <0,001. Sementara itu, pengembangan usaha berpengaruh signifikan terhadap pendapatan dengan arah positif, dengan nilai t-hitung sebesar 8,097 dan signifikansi <0,001. Secara simultan, produktivitas kerja dan pengembangan usaha berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, yang ditunjukkan oleh nilai F-hitung sebesar 74,357 dengan signifikansi <0,001. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,955 menunjukkan bahwa 95,5% variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh produktivitas kerja dan pengembangan usaha, sedangkan 4,5% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan usaha merupakan faktor yang memberikan arah pengaruh positif terhadap peningkatan pendapatan, sedangkan pengaruh produktivitas kerja secara parsial menunjukkan arah negatif. Oleh karena itu, peningkatan pengembangan usaha perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan pendapatan Penjahit Yalan.
This study aims to analyze the effect of work productivity and business development on income at Yalan Tailoring in Airnona Village, Kota Raja District, Kupang City. This study employed a quantitative approach. The population consisted of all employees working at Yalan Tailoring, with a sample of 3 employees selected using a saturated sampling technique. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and were analyzed using multiple linear regression with the assistance of IBM SPSS. The results showed that, partially, work productivity had a significant negative effect on income, with a t-value of -9.745 and a significance level of <0.001. Meanwhile, business development had a significant positive effect on income, with a t-value of 8.097 and a significance level of <0.001. Simultaneously, work productivity and business development had a significant effect on income, as indicated by an F-value of 74.357 with a significance level of <0.001. The coefficient of determination (R²) was 0.955, indicating that 95.5% of the variation in income could be explained by work productivity and business development, while the remaining 4.5% was explained by other factors outside the research model. The findings indicate that business development has a positive contribution to increasing income, whereas work productivity shows a negative partial effect. Therefore, strengthening business development should be an important consideration in efforts to increase income at Yalan Tailoring.




