ADAB GURU DAN MURID MENURUT IMAM NAWAWI DALAM KITAB A ̅DA ̅BUL ‘A ̅LIM WAL MUTA’ALLIM

Penulis

  • Sahal Husna STIT Maskumambang Gresik
  • Abdul Rohman Hadi STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya

Kata Kunci:

Adab Guru, Adab Murid, Kitab A ̅Da ̅Bul ‘A ̅Lim Wal Muta’allim

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penurunan nilai-nilai adab dan moral di lingkungan pendidikan, seperti kasus kekerasan terhadap pendidik dan tindakan tidak bermoral di kalangan peserta didik. Fenomena ini menunjukkan terjadinya pergeseran hubungan antara guru dan murid yang seharusnya dibangun atas dasar penghormatan dan keteladanan. Sebagai solusi normatif, pemikiran ulama klasik seperti Imam Nawawi dalam kitab A ̅da ̅bul ‘A ̅lim wal Muta’allim sangat relevan untuk dikaji kembali.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam bagaimana adab guru dan adab murid menurut Imam Nawawi dalam kitab tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer yang digunakan adalah kitab A ̅da ̅bul ‘A ̅lim wal Muta’allim wa Ahkamul Ifta ̅’ karya Imam Nawawi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi terhadap naskah-naskah terkait. Analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis) yang dilakukan secara sistematis untuk menggali makna dan pesan dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep adab menurut Imam Nawawi menempatkan kemuliaan akhlak dan keikhlasan spiritual di atas kecerdasan intelektual. Pertama, adab guru mencakup tiga dimensi: adab personal (menjaga keikhlasan niat karena Allah dan menjauhi sifat tercela), adab dalam belajar (konsisten menuntut ilmu, rajin meneliti, dan menulis), serta adab dalam mengajar (bersikap sabar, penyayang, menggunakan metode bertahap, dan memotivasi murid). Kedua, adab murid berpusat pada penyucian hati, kesungguhan, kesabaran, kepatuhan, serta penghormatan yang tinggi kepada guru, di samping kewajiban mengamalkan dan membagikan ilmu yang diperoleh. Hubungan yang sinergis antara kedua komponen ini menjadi fondasi utama dalam melahirkan sistem pendidikan modern yang berakhlak mulia, bermartabat, dan bernilai Islami

This research is motivated by the phenomenon of declining moral and ethical values in educational settings, such as cases of violence against educators and immoral behavior among students. This phenomenon indicates a shift in the relationship between teachers and students, which should be built on respect and role models. As a normative solution, the thoughts of classical scholars such as Imam Nawawi in his book, A ̅da ̅bul ‘A ̅lim wal Muta'allim, are highly relevant to reexamine.This research aims to in-depth understand the ethical values of teachers and students according to Imam Nawawi in the book. This study is a library research study with a qualitative approach. The primary data source used is Imam Nawawi's book, A ̅da ̅bul ‘A ̅lim wal Muta'allim wa Ahkamul Ifta ̅. Data collection was conducted through documentation of related manuscripts. Data analysis employed a systematic content analysis method to explore the meaning and messages within the texts.The results of the study indicate that Imam Nawawi's concept of adab places moral nobility and spiritual sincerity above intellectual intelligence. First, teacher etiquette encompasses three dimensions: personal etiquette (maintaining sincerity of intention for the sake of Allah and avoiding reprehensible traits), etiquette in learning (consistently seeking knowledge, diligently researching, and writing), and etiquette in teaching (being patient, compassionate, using gradual methods, and motivating students). Second, student etiquette centers on purification of the heart, sincerity, patience, obedience, and high respect for the teacher, in addition to the obligation to practice and share the knowledge gained. The synergistic relationship between these two components is the main foundation in giving birth to a modern education system that is noble, dignified, and Islamic in value

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-31