UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK N-HEKSANA, ETIL ASETAT DAN ETANOL DAUN LEGUNDI (VITEX TRIFOLIA L.) TERHADAP CANDIDA ALBICANS

Penulis

  • Zikriatul Islami Tjut Nyak Dhien Medan
  • Ika Julianti Tambunan Tjut Nyak Dhien Medan
  • Yessi Febriani Tjut Nyak Dhien Medan

Kata Kunci:

Daun Legundi, Vitex Trifolia L, Antijamur, Candida Albicans, Ekstrak Maserasi Bertingkat

Abstrak

Infeksi jamur Candida albicans merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Resistensi terhadap obat antijamur sintetis mendorong pencarian alternatif dari bahan alam, salah satunya daun legundi (Vitex trifolia L.) yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur dari ekstrak maserasi bertingkat daun legundi menggunakan tiga jenis pelarut dengan tingkat kepolaran berbeda terhadap pertumbuhan Candida albicans. Metode penelitian yang digunakan adalah maserasi bertingkat dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol. Setelah dilakukan ekstraksi, masingmasing ekstrak diuji kandungan metabolit sekundernya melalui skrining fitokimia. Aktivitas antijamur dievaluasi menggunakan metode difusi sumur pada media agar terhadap Candida albicans dengan berbagai konsentrasi ekstrak (50, 80, 100, dan 200 mg/mL). Kontrol positif yang digunakan adalah nystatin dan DMSO sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skrining fitokimia mengidentifikasi adanya alkaloid, flavonoid, dan terpenoid/steroid pada ketiga ekstrak, dengan tambahan tanin pada ekstrak etanol. Kandungan flavonoid dan tanin yang efisien terekstraksi oleh etanol diduga berkontribusi pada aktivitas antijamurnya yang superior. Ekstrak etanol memiliki aktivitas antijamur yang menghasilkan zona hambat 17,8 mm pada konsentrasi 200 mg/ml. Ekstrak etil asetat menunjukkan aktivitas antijamur dengan zona hambat 9,2 mm pada 200 mg/ml, sementara ekstrak n-heksan memiliki aktivitas antijamur dengan zona hambat sebesar 7,35 mm pada 200 mg/ml. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa ekstrak n-heksana, etil asetat, dan etanol daun legundi (Vitex trifolia L.) memiliki aktivitas antijamur tertinggi dibandingkan ekstrak n-heksana dan etil asetat.

Infection of the fungus Candida albicans is a common health problem, especially in tropical countries like Indonesia. Resistance to synthetic antifungal drugs has prompted the search for alternatives from natural sources, one of which is the legundi leaf (Vitex trifolia L.), known to contain bioactive compounds such as flavonoids, alkaloids, tannins, and terpenoids. This study aimed to determine the antifungal activity of a fractionated maceration extract of legundi leaves using three types of solvents with different polarity levels against the growth of Candida albicans. The research method used was fractionated maceration with n-hexane, ethyl acetate, and ethanol as solvents. After extraction, the secondary metabolite content of each extract was tested through phytochemical screening. Antifungal activity was evaluated using the agar well diffusion method against Candida albicans with various extract concentrations (50, 80, 100, and 200 mg/mL). Nystatin was used as a positive control, and DMSO as a negative control. The results showed that phytochemical screening identified the presence of alkaloids, flavonoids, and terpenoids/steroids in all three extracts, with additional tannins detected in the ethanol extract. The flavonoid and tannin contents, which were efficiently extracted by ethanol, are presumed to contribute to its superior antifungal activity. The ethanol extract exhibited antifungal activity with an inhibition zone of 17.8 mm at a concentration of 200 mg/mL. The ethyl acetate extract showed antifungal activity with an inhibition zone of 9.2 mm at 200 mg/mL, while the n-hexane extract demonstrated antifungal activity with an inhibition zone of 7.35 mm at the same concentration. This study confirms that the ethanol extract of legundi leaves (Vitex trifolia L.) exhibits the highest antifungal activity compared to the n-hexane and ethyl acetate extracts.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-29