https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/issue/feed Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-03-30T14:16:29+00:00 Open Journal Systems https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20630 SIMULACRA PADA PERTUNJUKAN SI GALE-GALE 2026-03-18T05:29:10+00:00 Cano Ginting canomunthe@gmail.com Lamtiur Riris lamtiurriris@gmail.com Anjany Pandiangan jany310506@gmail.com Rifa Sri Murni rifasrimurni31@gmail.com Yolanda Manalu yolandamanalu512@gmail.com <p>Penelitian ini mengkaji fenomena transformasi budaya dalam pertunjukan Sigale-gale di kalangan masyarakat Toba Batak di Pulau Samosir, Sumatera Utara. Sigale-gale, yang secara tradisional berfungsi sebagai boneka kayu mekanis dalam upacara kematianmelambangkan anak pengganti bagi mereka yang meninggal tanpa keturunan kini telah mengalami pergeseran fungsi dari ritual sakral menjadi objek wisata budaya. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis pergeseran makna tersebut melalui lensa teori Simulacra karya Jean Baudrillard. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif, dengan pendekatan studi kasus di lokasi-lokasi komersial yang menampilkan pertunjukan Sigale-gale sebagai atraksi rutin. Data dikumpulkan melalui observasi dengan peneliti sebagai instrumen utama wawancara mendalam, dan dokumentasi audiovisual. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber dengan membandingkan teks-teks sejarah, praktik lapangan, dan pendapat para ahli budaya. Teknik analisis data menerapkan model semiotik dan simulasi untuk memetakan empat tahap citra menurut Baudrillard, mulai dari refleksi realitas dasar hingga simulakrum murni. Temuan penelitian ini diharapkan dapat mengungkap bagaimana mekanisme “hiperrealitas” beroperasi dalam budaya lokal, di mana tiruan atau simulasi tradisi sering kali dianggap lebih nyata atau berharga daripada rekan historis aslinya dalam konteks masyarakat modern.</p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20368 ANALISIS KEBIJAKAN PENYITAAN MOKE DI NTT DARI PERSPEKTIF ETIKA UTILITARIANISME 2026-02-28T10:08:11+00:00 Hironimus Kuwu hironimuskuwu@gmail.com Antonius Henry Davidson henrydavidson709@gmail.com Kristianus Adrianto Virando virandokristianus@gmail.com Adrianus Etnal Julio etnajulio@gmail.com <p>Moke merupakan salah jenis minuman tradisional yang memiliki kandungan alkohol. Eksistensi moke dalam masyarakat budaya di NTT, memiliki makna yang dalam dan luas. Selain sebagai minuman yang bernilai ekonomis, moke juga merupakan materi pelestarian budaya, di mana posisinya sangat sentral dalam masyarakat adat. Meskipun demikian, efek alkohol yang memabukkan dalam moke justru menjadi penyakit sosial baru dalam masyarakat. Minimnya kontrol diri masyarakat dalam mengonsumsi moke mengakibatkan moke kehilangan nilainya. Menyikapi hal ini, Polda NTT mengeluarkan kebijakan penyitaan moke di seluruh wilayah NTT. Kebijakan ini menimbulkan kontroversial dalam masyarakat dan menilai kebijakan tersebut sebagai tidak tepat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan penyitaan moke dari perspektif etika utilitarianisme. Manfaatnya untuk menemukan korelasi atas moke sebagai penyakit sosial dan moke sebagai materi sentral dalam budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dan menyimpu bahwa kebijakan moke di NTT tidak dilakukan atas dasar penelitian yang dalam tetapi menggeneralisasi kasus mabuk untuk membenarkan kebijakan tersebut.</p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20672 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENGEMBANGKAN CARA BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELJARAN IPAS PADA SISWA KELAS VI A UPT SD NEGERI TALANG PADANG 2026-03-24T11:49:46+00:00 Ghalih Prayogo ghalihprayoga98@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan model pembelajaran inquiry untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran IPAS pada siswa kelas VI A SD Negeri Talanag Padang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan menggunakan dua siklus yang masing-masing terdiri dari tahapan kegiatan meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas VI A dan siswa kelas VI A yang berjumlah dua pulu dua orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dan tes kemampuan berpikir kritis. Teknik analisis data dilakukan secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inquiry untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis berfokus pada keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, hal ini dilakukan berdasarkan data mengenai keaktifan dan kemampuan berpikir kritis siswa melalui observasi dan tes kemampuan berpikir kritis yang telah dilakukan. Siklus I menunjukkan bahwa guru lebih aktif dan siswa cenderung pasif, pada siklus II mengalami peningkatan bahwa keaktifan dan hasil tes kemampuan berpikir kritis siswa mulai meningkat sehingga mencapai kategori sangat kritis. Tujuan kegiatan eksperimen pada sintaks model pembelajaran inquiry agar siswa terlibat secara langsung dan aktif sehingga guru lebih mudah memberikan umpan balik kepada siswa dan guru lebih mudah memperhatikan keaktifan siswa. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inquiry mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran IPASS pada siswa SD. Guru dapat menerapkan model pembelajaran inquiry dalam proses pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa.</p> <p><em>This study aims to describe the application of the inquiry learning model to develop critical thinking skills in science learning for sixth-grade students at Talanag Padang State Elementary School. This study is a classroom action research using two cycles, each consisting of stages of activities including planning, implementation, observation, and reflection. The subjects in this study were the VI A teacher and twenty two VI A students. Data collection techniques were conducted using observation and critical thinking tests. Data analysis was conducted using descriptive statistics. The results showed that the application of the inquiry learning model to develop critical thinking skills focuses on student activeness in the learning process. This was done based on data regarding student activeness and critical thinking skills through observations and critical thinking tests. Cycle I showed that teachers were more active and students tended to be passive. In Cycle II, there was an increase in students' activeness and critical thinking test results, reaching the very critical category. The purpose of the experimental activities in the syntax of the inquiry learning model was to involve students directly and actively, making it easier for teachers to provide feedback and for teachers to pay attention to student activity. It can be concluded that the inquiry learning model is capable of developing critical thinking skills in science learning for elementary school students. Teachers can apply the inquiry learning model in the learning process to develop students' critical thinking skills.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20625 HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN PASIEN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN DIET RENDAH GARAM PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUANG ANGGREK 2 RS PRIMA MEDIKA PEMALANG 2026-03-17T08:41:07+00:00 Melisa Retnowati melisaretnowati@gmail.com <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian di dunia dan sering disebut sebagai silent killer karena tidak menimbulkan gejala awal yang jelas. Salah satu upaya pengendalian hipertensi adalah melalui penerapan diet rendah garam. Namun, kepatuhan pasien dalam menjalankan diet tersebut masih rendah, yang diduga dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan pasien dengan tingkat kepatuhan diet rendah garam pada pasien hipertensi di Ruang Anggrek 2 RS Prima Medika Pemalang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi yang dirawat di Ruang Anggrek 2 RS Prima Medika Pemalang sebanyak 81 orang, dengan sampel sebanyak 67 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan hipertensi (HK-LS) dan kuesioner kepatuhan diet rendah garam (DSRQ-MMAS 8). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 39 responden (58,2%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan pasien dengan tingkat kepatuhan diet rendah garam pada pasien hipertensi (p &lt; 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik pengetahuan pasien, maka semakin tinggi tingkat kepatuhan dalam menjalankan diet rendah garam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan pasien dengan tingkat kepatuhan diet rendah garam pada pasien hipertensi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien dalam mengelola hipertensi.</p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20662 PENGARUH JALAN KAKI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI LANSIA DI RUMAH SAKIT PRIMA MEDIKA PEMALANG DI RUANG ANGGREK LANTAI 1 2026-03-23T10:08:25+00:00 Intan Fatmala intanfatmala14@gmail.com <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dialami oleh lansia dan berisiko menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu upaya non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk mengontrol tekanan darah adalah aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jalan kaki terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi lansia di Rumah Sakit Prima Medika Pemalang di Ruang Anggrek Lantai 1. Metode penelitian yang digunakan adalah desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah lansia yang menderita hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa aktivitas jalan kaki dilakukan secara teratur dalam periode tertentu, kemudian dilakukan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah yang signifikan setelah dilakukan aktivitas jalan kaki. Dengan demikian, jalan kaki dapat menjadi salah satu terapi non-farmakologis yang efektif dalam membantu menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi.</p> <p><em>Hypertension is a chronic disease commonly experienced by the elderly and can lead to serious complications if not properly managed. One of the non-pharmacological approaches to control blood pressure is light physical activity such as walking. This study aims to determine the effect of walking on reducing blood pressure in elderly patients with hypertension at Prima Medika Hospital Pemalang, in Anggrek Ward, 1st Floor. This study used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of elderly patients with hypertension who met the inclusion criteria. The intervention involved regular walking activity over a certain period, followed by blood pressure measurements before and after the intervention. The results showed a significant decrease in blood pressure after the walking intervention. Therefore, walking can be considered an effective non-pharmacological therapy to help reduce blood pressure in elderly patients with hypertension.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20461 PENGARUH LITERASI KEUANGAN SYARIAH, PENGETAHUAN PRODUK DAN PERILAKU TERHADAP KEPUTUSAN DEBITUR MEMILIH PRODUK MUDHARABAH PADA PT BANK MUAMALAT INDONESIA KANTOR CABANG PEMBANTU GOWA 2026-03-06T07:26:20+00:00 Nur Asia nurasyahsyahhh@gmail.com Ismawati ismawati@uin-alauddin.ac.id Muhammad Taufiq akhtarfifi@gmail.com Siti Fatimah imafebisamata@gmail.com Samsul samsul@uin-alauddin.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan syariah, pengetahuan produk, dan perilaku terhadap keputusan debitur dalam memilih produk mudharabah pada PT Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Pembantu Gowa. Fenomena yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan syariah, khususnya mudharabah, yang ditunjukkan dengan fluktuasi jumlah debitur dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap debitur Bank Muamalat yang menggunakan produk mudharabah. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, dan teknik analisis yang digunakan adalah regresi logistik ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel literasi keuangan syariah, pengetahuan produk, dan perilaku berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan debitur memilih produk mudharabah. Secara simultan, ketiga variabel tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan debitur. Temuan ini mengindikasikan pentingnya meningkatkan edukasi keuangan syariah dan pemahaman produk syariah bagi masyarakat agar keputusan penggunaan produk perbankan syariah menjadi lebih tepat dan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.</p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20649 ABSOLUTISME KEKHALIFAHAN PADA MASA ABU ABBAS ASSAFFAH 2026-03-22T05:29:04+00:00 Sylvia Angelica sylvipkuuu@gmail.com Ellya Roza ellya.roza@uin-suska.ac.id Waldi Saputra waldisaputra@stit-alkifayahriau.ac.id <p>Artikel ini bertujuan untuk mengkaji lebih mendalam tentang Absolutisme kekhalifahan Dinasti<br />Abbasiyah pada masa Abu Abbas As-saffah. Dinasti Abbasiyah didirikan oleh Abu Abbas As-saffah<br />yang berarti penumpah darah karena dinasti ini didirikan dengan darah yang bergelimang di kota<br />Bagdad. Pemerintahan Abu Abbas As-Saffah menandai era baru dalam sejarah Islam dengan<br />berdirinya Daulah Abbasiyah menggantikan Bani Umayyah. Penelitian ini juga bertujuan untuk<br />menganalisis karakter kekuasaan absolut yang diterapkan oleh As-Saffah sebagai khalifah pertama.<br />As-Saffah menerapkan kebijakan tangan besi yang tegas untuk mensterilkan kekuasaan dari<br />ancaman lawan politik, khususnya keturunan Bani Umayyah, yang membuatnya mendapatkan<br />julukan As-Saffah (penumpah darah). Melalui pendekatan deskriptif-historis, studi ini menemukan<br />bahwa absolutisme yang dilakukan As-Saffah merupakan upaya konsolidasi kekuasaan yang krusial<br />di masa transisi. Kekuasaan absolut ini ditandai dengan langkah militer yang agresif dan<br />penghancuran sisa-sisa dinasti sebelumnya. Meskipun memerintah dalam waktu singkat (4 tahun),<br />kebijakan As-Saffah berhasil menegakkan legitimasi kekhalifahan yang memadukan otoritas politik<br />dan agama secara ketat, di mana rakyat diwajibkan patuh mutlak. Absolutisme pada masa ini<br />bertujuan menciptakan stabilitas, meskipun melalui tindakan kekerasan yang terukur untuk<br />mengamankan Dinasti Abbasiyah yang baru berdiri.</p> <p>This article aims to examine in more depth the absolutism of the Abbasid Caliphate during<br />the reign of Abu Abbas As-Saffah. The Abbasid Dynasty was founded by Abu Abbas AsSaffah, meaning "bloodshedder," as this dynasty was founded with bloodshed in the city of<br />Baghdad. Abu Abbas As-Saffah's reign marked a new era in Islamic history with the<br />establishment of the Abbasid State, replacing the Umayyad dynasty. This research also aims<br />to analyze the character of the absolute power exercised by As-Saffah as the first caliph.<br />As-Saffah implemented a firm, iron-fisted policy to sterilize his power from the threat of<br />political opponents, particularly those of the Umayyad dynasty, earning him the nickname<br />As-Saffah (the bloodshedder). Through a descriptive-historical approach, this study finds<br />that As-Saffah's absolutism was a crucial effort to consolidate power during the transitional<br />period. This absolute power was characterized by aggressive military action and the<br />destruction of the remnants of the previous dynasty. Even though he ruled for a short time<br />(4 years), As-Saffah's policies succeeded in upholding the legitimacy of the caliphate which<br />strictly combined political and religious authority, where the people were obliged to obey<br />absolutely. Absolutism during this period aimed to create stability, even through measured<br />acts of violence to secure the newly established Abbasid dynasty.</p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20428 MENELAAH PENYEBAB STUNTING DI DESA DUANUR DITINJAU DARI PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA 2026-03-04T10:31:32+00:00 Rizki Afrizal afrizalrizki871@gmail.com <p>Stunting merupakan masalah kesehatan global yang mencerminkan malnutrisi kronis pada anak-anak, dengan prevalensi tinggi di daerah pedesaan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah penyebab stunting di Desa Duanur, Adonara Barat,NTT, dari perspektif sosial budaya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menganalisis bagaimana faktor sosial seperti kemiskinan dan ketidaksetaraan, serta elemen budaya seperti tradisi makanan dan keyakinan kesehatan, berkontribusi terhadap stunting. Hasil menunjukkan bahwa sekitar 30% anak di desa ini mengalami stunting, yang dipengaruhi oleh pola makan tradisional dan struktur sosial yang membatasi akses gizi. Rekomendasi meliputi intervensi berbasis komunitas yang sensitif budaya.</p> <p><em>Stunting is a global health problem reflecting chronic malnutrition in children, with a high prevalence in rural Indonesia. This study aims to examine the causes of stunting in Duanur Village, West Adonara, East Nusa Tenggara (NTT), from a socio-cultural perspective. Using a qualitative approach with a case study method, this study analyzes how social factors such as poverty and inequality, as well as cultural elements such as food traditions and health beliefs, contribute to stunting. Results indicate that approximately 30% of children in this village experience stunting, influenced by traditional diets and social structures that limit access to nutrition. Recommendations include culturally sensitive, community-based interventions.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20700 ANALISIS PERAN BADAN PENGAWAS PEMILU DALAM MENANGANI PELAKU TINDAK PIDANA POLITIK UANG PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 2026-03-27T04:52:43+00:00 Adinda Fauziah Hazanah adindafh410@gmail.com Muhammad Daniel Arifin daniel.arifin000@gmail.com Aisyah Chairil aisyahchairil10@gmail.com <p>Indonesia merupakan negara hukum yang menjalankan sistem politik secara demokrasi. Pemilihan umum merupakan sarana utama perwujudan kedaulatan rakyat dalam negara demokrasi. Praktik politik uang masih menjadi masalah yang sulit dihindari dalam setiap pemilu, termasuk pada pemilu tahun 2024 di Kota Bukittinggi. Politik uang tidak hanya merusak prinsip pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil tetapi juga mengurangi kepercayaan Masyarakat terhadap hasil pemilu. Penelitian ini membahas tentang bagaimana peran Badan Pengawas Pemilu Kota Bukittinggi dalam menangani tindak pidana politik uang pada Pemilu tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Data diperoleh melalui observasi langsung dilapangan, wawancara dengan pihak Bawaslu Kota Bukittinggi serta studi dokumen berupa peraturan perundang-undangan. Analisis dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikan data dalam bentuk narasi lalu ditarik kesimpulan berdasarkan teori pengawasan menurut George R.Terry, UU pemilu dan teori kepastian hukum menurut Hans Kelsen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bawaslu telah melakukan berbagai upaya dalam memberantas politik uang seperti melakukan sosialisasi kepada mashyarakat, pengawasan langsung saat tahapan pemilu berlangsung serta koordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan melalui Sentra Gakkumdu. Dalam pelaksanaan penindakan Bawaslu masih menghadapi beberapa kendala diantaranya sulitnya proses pembuktian praktik politik uang, keterbatasan waktu penanganan, lemahnya perlindungan saksi, serta rendahnya kesadaran Masyarakat untuk akan bahaya politik uang. Analisis dengan teori pengawasan menurut George R.Terry menunjukkan bahwa pengawasan sudah berjalan sesuai prosedur hukum tetapi hasilnya belum sepenuhnya efektif. Dilihat dari sisi kepastian hukum menurut Hans Kelsen (18811973) penerapan sanksi masih lemah mengakibatkan penegakan hukum belum sepenuhnya tercapai. Kondisi ini membuat Bawaslu belum sepenuhnya berhasil menjalankan perannya dalam memberantas praktik politik uang. Temuan ini menegaskan bahwa pentingnya pengawasan, penegakan hukum yang konsisten serta kesadaran Masyarakat untuk menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan bebas dari praktik politik uang.</p> <p><em> </em><em>Indonesia is a rule of law country that runs a democratic political system. General elections are the main means of realizing people’s sovereignty in a democracy country. The practice of money politics is still a problem that is difficult to avoid in every election, including the 2024 election in the city of Bukittinggi. Money politics not only undermines the principles f direct, general, free, secret, honest and fair elections but also reduces public confidence in the election results. This research discusses the role of the Bukittinggi City Election Supervisory Agency in handling criminal acts of money politics in the 2024 election. The research method used is a qualitative method with an empirical juridical approach. Data was obtained through direct observation in the field, interviews with the Bukittinggi City Election Supervisory Agency and study of documents in the form of statutory regulations. The analysis was carried out by reducing the data, presenting the data in narrative form and then drawing conclusions based on the theory of supervision according to George R. Terry (1972), election laws, and the theory of legal certainty according to Hans Kelsen. The results of this research show that the Election Supervisory Agency has made various effort to eradicate money politics, such as conducting outreach to the public, direct supervision during the election stages and coordinating with the police and prosecutors through the Sentra Gakkumdu. In carring out enforcement actions, election supervisory agency still face various obstacles, including the difficulty of proving the practice of monry politics, limited handling time, weak witness protection and low public awareness of the dangers og money politics. Analysis using supervision theory according to George R.Terry shows that supervision has been carried out in according to legal procedures but the results have not been fully effective. Viewed from the perspective of legal certainty according to Hans Kelsen (1881-1973) the weak application of sanctions means that law enforcement has not been fully achieved. This condition means that the election supervisory agency has not fully succeeded in carrying out its role in eradicating the practice of money politics. These findings emphasize the importance of supervision consistent law enforcement and public awareness to create elections that are honest, fair and free from the practiceof money politics. </em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20632 HEDONISME DAN GAYA HIDUP KONSUMTIF DI KALANGAN MAHASISWA MUSLIM 2026-03-18T06:35:19+00:00 Arina Sami Sarah Munthe arinasamisarah@gmail.com Iza Harahap izaharahap.4241131027@mhs.unimed.ac.id Syuja Fitri Avani syujaavani7@gmail.com Uni Syintia Nasution unisyintia.4241131001@mhs.unimed.ac.id Nadiva Ayurin nadivaayurin@gmail.com Hapni Laila Siregar hapnilaila@unimed.ac.id <p>Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah membawa perubahan signifikan terhadap pola hidup masyarakat, termasuk mahasiswa. Salah satu fenomena yang banyak muncul adalah gaya hidup hedonisme yang sering berkaitan dengan perilaku konsumtif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena gaya hidup hedonis dan kecenderungan perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa Muslim di kota Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan secara online menggunakan Google Form. Sampel penelitian terdiri dari mahasiswa Muslim aktif dari beberapa universitas di kota Medan, yaitu Universitas Negeri Medan (UNIMED) dan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU). Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kecenderungan sikap mahasiswa terhadap gaya hidup hedonis, pengaruh media sosial, serta perilaku konsumtif dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak sepenuhnya terpengaruh oleh tren gaya hidup konsumtif yang berkembang di media sosial maupun lingkungan pergaulan. Mayoritas mahasiswa menunjukkan kemampuan dalam mengontrol keinginan konsumtif, memiliki tingkat kepercayaan diri yang cukup baik, serta mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Selain itu, dalam perspektif Islam, sikap tersebut mencerminkan penerapan nilai-nilai kesederhanaan, pengendalian diri, dan keseimbangan hidup. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun gaya hidup hedonis menjadi fenomena yang berkembang di kalangan generasi muda, sebagian besar mahasiswa Muslim masih mampu mempertahankan nilai-nilai religius dan rasional dalam mengelola gaya hidup serta perilaku</p> <p><em>The rapid development of digital technology and social media has significantly influenced the lifestyle patterns of modern society, particularly among university students. One of the emerging phenomena associated with this development is the hedonistic lifestyle, which is often closely related to consumptive behavior. Exposure to various lifestyle trends, luxury goods, and social comparisons through digital platforms can encourage individuals, especially young people, to pursue pleasure, prestige, and material satisfaction. This condition has the potential to shape students’ attitudes toward consumption and daily lifestyle choices.This study aims to analyze the phenomenon of hedonistic lifestyles and the tendency toward consumptive behavior among Muslim university students in the city of Medan. The research employs a quantitative approach with data collected through an online questionnaire distributed via Google Forms. The sample consisted of active Muslim students from several universities in Medan, particularly Universitas Negeri Medan (UNIMED) and Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU). The collected data were analyzed using descriptive statistical analysis to identify patterns and tendencies in students’ responses regarding lifestyle, the influence of social media, and their consumption behavior.The findings indicate that the majority of respondents are not fully influenced by the consumptive lifestyle trends widely promoted on social media or within their social environment. Most students demonstrate the ability to control their consumptive desires, possess adequate self-confidence, and are able to distinguish between needs and wants. From an Islamic perspective, these attitudes reflect the implementation of values such as moderation, self-control, and balance in life. The results suggest that despite the increasing exposure to hedonistic trends, most Muslim students maintain rational considerations and religious values in managing their lifestyle and consumption behavior.</em></p> 2026-04-11T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20399 INOVASI PEMBELAJARAN SEJARAH MELALUI METODE MATCHING GAME DALAM MENUMBUHKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATERI MANUSIA PURBA MAN 1 KOTA KEDIRI 2026-03-03T04:17:55+00:00 Dinda Enjel Hardika Aprelia dindaenjel243@gmail.com Dita Hendriani ditahendriani@uinsatu.ac.id <p>Penelitian ini tujuannya untuk mendeskripsikan penerapan metode Matching Game dalam pembelajaran sejarah materi manusia purba di kelas X MAN 1 Kota Kediri, menganalisis dampaknya terhadap minat belajar pelajar, serta mengidentifikasi tantangan dalam implementasinya. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya metode Matching Game mampu meningkatkan partisipasi aktif pelajar, antusiasme belajar, interaksi sosial, serta pemahaman konseptual terhadap materi manusia purba. Meskipun terdapat kendala dalam pengelolaan kelas dan keterbatasan waktu, metode ini terbukti efektif sebagai strategi inovatif dalam pembelajaran sejarah.</p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20673 PENGARUH KUALITAS PRODUK, PERSEPSI HARGA DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MADU SYAQILA DI BOYOLALI 2026-03-24T12:38:07+00:00 Hendriawan Nugroho hendriawanterate@gmail.com Retno Susanti Susanti tnosanti@gmail.com <p>Fenomena hasil penjualan madu Syaqila di Toko Syaqila Boyolali selama tahun 2020-2024 menunjukkan bahwa tahun 2023 dan 2024 mengalami penurunan, data tersebut mengindikasikan menurunnya keputusan pembelian konsumen. Faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian diantaranya adalah kualitas produk, persepsi harga dan promosi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis signifikansi pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian konsumen Madu Syaqila di Boyolali, untuk menganalisis signifikansi pengaruh persepsi harga terhadap keputusan pembelian konsumen Madu Syaqila di Boyolali, dan untuk menganalisis signifikansi pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian konsumen Madu Syaqila di Boyolali. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh konsumen Madu Syaqila di Boyolali dimana jumlahnya tidak diketahui secara pasti. Sampel yang diambil sejumlah 100 responden, dihitung dengan rumus Leedy dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dinilai dengan skala Likert 5-poin. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda, uji t, uji F dan Koefisien Determinasi. Hasil analisis regresi linier berganda diperoleh persamaan regresi Y = 1,958 + 0,132X1 + 0,236X2 + 0,336X3. Hasil uji menunjukkan bahwa (1) Kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen di Toko Madu Syaqila Boyolali ditunjukkan dengan p value (0,000) &lt; 0,05, dengan demikian hipotesis 1 terbukti. (2) Persepsi harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen di Toko Madu Syaqila Boyolali ditunjukkan dengan p value (0,001) &lt; 0,05, dengan demikian hipotesis 2 terbukti. (3) Promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen di Toko Madu Syaqila Boyolali ditunjukkan dengan p value (0,000) &lt; 0,05, dengan demikian hipotesis 3 terbukti. Hasil uji F menunjukkan nilai F hitung 39,065 dengan ρ-value (0,000) &lt; 0,05 artinya model yang digunakan untuk menguji pengaruh variabel Kualitas Produk, Persepsi Harga dan Promosi terhadap Keputusan Pembelian sudah tepat. Hasil uji koefisien determinasi diperoleh nilai Adjusted R2 0,536, artinya besarnya sumbangan pengaruh variabel independen Kualitas Produk, Persepsi Harga dan Promosi terhadap Keputusan Pembelian sebesar 53,6% sisanya 46,4% diterangkan oleh variabel lain diluar model misalnya pelayanan dan citra merek.</p> <p><em>Syaqila honey sales at the Syaqila Store in Boyolali between 2020 and 2024 showed a decline in 2023 and 2024, indicating a decline in consumer purchasing decisions. Factors influencing purchasing decisions include product quality, price perception, and promotion. The purpose of this study was to analyze the significance of product quality on consumer purchasing decisions for Syaqila Honey in Boyolali, to analyze the significance of price perception on consumer purchasing decisions for Syaqila Honey in Boyolali, and to analyze the significance of promotion on consumer purchasing decisions for Syaqila Honey in Boyolali. The population of this study was all Syaqila Honey consumers in Boyolali, of which the exact number is unknown. A sample of 100 respondents was selected using the Leedy formula and purposive sampling technique. Data collection used a questionnaire scored on a 5-point Likert scale. Data analysis used multiple linear regression analysis, t test, F test and Coefficient of Determination. The results of the multiple linear regression analysis obtained the regression equation Y = 1.958 + 0.132X1 + 0.236X2 + 0.336X3. The test results show that (1) Product quality has a significant effect on consumer purchasing decisions at the Syaqila Honey Store in Boyolali, as indicated by a p-value of (0.000) &lt; 0.05, thus hypothesis 1 is proven. (2) Price perception has a significant effect on consumer purchasing decisions at the Syaqila Honey Store in Boyolali, as indicated by a p-value of (0.001) &lt; 0.05, thus hypothesis 2 is proven. (3) Promotion has a significant effect on consumer purchasing decisions at the Syaqila Honey Store in Boyolali, as indicated by a p-value of (0.000) &lt; 0.05, thus hypothesis 3 is proven. The results of the F test show a calculated F value of 39.065 with a ρ-value (0.000) &lt;0.05, meaning that the model used to test the influence of the variables Product Quality, Price Perception and Promotion on Purchasing Decisions is appropriate. The results of the determination coefficient test obtained an Adjusted R2 value of 0.536, meaning that the contribution of the influence of the independent variables Product Quality, Price Perception and Promotion on Purchasing Decisions is 53.6%, the remaining 46.4% is explained by other variables outside the model, such as service and brand image. </em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20629 ANALISIS YURIDIS KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK OLEH OKNUM KEPOLISIAN BERDASARKAN PERTIMBANGAN HAKIM ATAS KEPUTUSAN SIDANG ADAT 2026-03-18T04:58:21+00:00 Ananda Nur Aulia Ansar anandanurauliaansar@gmail.com Ivan Zairani Lisi ivanzairani@fh.unmul.ac.id Nur Aripkah arifkahrika@gmail.com <p>Penelitian ini menganalisis pengaturan hukum pidana terhadap tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh oknum kepolisian, dengan fokus pada pertimbangan hakim atas keputusan sidang adat dalam putusan Nomor 96Pid.Sus2023PN.Plk. Studi ini mengkaji sejauh mana hukum positif, khususnya Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang TPKS, memberikan perlindungan hukum yang memadai bagi korban anak, serta bagaimana hakim menginterpretasikan dan menerapkan norma hukum dalam konteks pluralisme hukum yang melibatkan keputusan adat sebagai pertimbangan dalam putusan pidana. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan doktrinal dengan metode normatif, meliputi pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan kasus (case approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Penelitian ini mengkaji berbagai peraturan perundang-undangan, putusan hakim, serta doktrin hukum yang relevan dengan perlindungan anak dan pluralisme hukum di Indonesia. Data dianalisis secara kualitatif untuk menjawab rumusan masalah dan tujuan penelitian, yaitu mengevaluasi kualifikasi pengaturan hukum dan kedudukan keputusan sidang adat dalam penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak oleh oknum kepolisian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan hukum pidana terhadap kekerasan seksual terhadap anak oleh oknum kepolisian masih mengalami kelemahan, terutama dalam pemberatan sanksi bagi pelaku yang merupakan aparat penegak hukum. Selain itu, penggunaan keputusan sidang adat sebagai pertimbangan hakim justru berpotensi mengurangi efektivitas perlindungan hukum bagi korban anak, karena sanksi adat yang dijatuhkan tidak sebanding dengan tingkat keseriusan tindak pidana dan tidak sepenuhnya mendukung kepentingan terbaik anak sebagai korban. Penelitian ini merekomendasikan perlunya harmonisasi hukum positif dan hukum adat serta penguatan penerapan UU Perlindungan Anak dalam penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak.</p> <p><em>This research analyzes the criminal law regulation regarding sexual violence against children committed by police officers, focusing on judges’ considerations of adat court decisions in Decision Number 96/Pid.Sus/2023/PN.Plk. The study examines to what extent positive law, particularly the Child Protection Law and the Law on Sexual Violence Crimes (TPKS), provides adequate legal protection for child victims, and how judges interpret and apply legal norms within the context of legal pluralism involving adat court decisions as considerations in criminal verdicts.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20667 EFEKTIVITAS PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI RUANG TERATAI 1 RSUD KARTINI KARANGANYAR 2026-03-24T06:34:49+00:00 Yudistika Alya Islami yudistika.students@aiska-university.ac.id Afrah Hasna Fadhilah afrahhfadilla@gmail.com Rina Yulianti yuliantirina007@gmail.com <p>Latar Belakang : Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi lengkap dan antibodi yang berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, tidak semua ibu nifas mampu menghasilkan dan mengeluarkan ASI secara optimal pada hari-hari pertama pascapersalinan. Produksi ASI yang tidak lancar dapat dipengaruhi oleh faktor fisik dan psikologis, seperti kelelahan, nyeri, stres, serta kurangnya stimulasi hormon oksitosin. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk meningkatkan produksi dan pengeluaran ASI adalah pijat oksitosin, yaitu pemijatan sepanjang tulang belakang hingga costae kelima atau keenam untuk merangsang hormon oksitosin dan refleks let-down. Tujuan : Mengetahui efektivitas pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas di RSUD Kartini Karanganyar. Metode : Studi kasus dengan pengukuran pre dan post intervensi pada dua ibu nifas hari ke-1–3. Pijat oksitosin dilakukan selama tiga hari berturut-turut, dan produksi ASI diukur menggunakan botol ukur dalam satuan ml/cc.. Hasil : Sebelum intervensi, produksi ASI kedua responden masih rendah. Setelah pijat oksitosin selama tiga hari, volume ASI meningkat, yaitu Ny. A dari ±10 ml menjadi ±30 ml dan Ny. B dari ±8 ml menjadi ±26 ml, dengan rata-rata peningkatan ±19 ml. Ibu juga tampak lebih rileks saat menyusui. Kesimpulan : Penerapan pijat oksitosin efektif dalam membantu meningkatkan produksi dan kelancaran pengeluaran ASI pada ibu nifas, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi keperawatan mandiri untuk mendukung keberhasilan menyusui.</p> <p><em>Background: Breast milk is the best nutrition for infants because it contains complete nutrients and antibodies that play an important role in improving the immune system. However, not all postpartum mothers are able to produce and release breast milk optimally in the first days after delivery. Inadequate milk production can be influenced by physical and psychological factors such as fatigue, pain, stress, and lack of oxytocin hormone stimulation. One non-pharmacological effort to increase milk production and ejection is oxytocin massage, which involves massaging along the spine to the fifth or sixth costae to stimulate the oxytocin hormone and the let-down reflex. Objective: To determine the effectiveness of oxytocin massage in increasing breast milk production in postpartum mothers at RSUD Kartini Karanganyar. Methods: This study used a case study design with pre- and post-intervention measurements in two postpartum mothers on days 1–3. Oxytocin massage was performed for three consecutive days, and breast milk production was measured using a measuring bottle in milliliters (ml/cc). Results: Before the intervention, breast milk production in both respondents was low. After three days of oxytocin massage, milk volume increased: Mrs. A from ±10 ml to ±30 ml and Mrs. B from ±8 ml to ±26 ml, with an average increase of ±19 ml. Mothers also appeared more relaxed during breastfeeding. Conclusion: The application of oxytocin massage is effective in increasing breast milk production and facilitating milk ejection in postpartum mothers. Therefore, it can be used as an independent nursing intervention to support breastfeeding success.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20618 ANALISIS ETIKA SOPAN SANTUN MAHASISWA DI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM: STUDI KUALITATIF 2026-03-16T09:44:19+00:00 Annisa Saktiono annisasaktiono8@gmail.com Agnia Kamila Rambe agniarambe29@gmail.com Gazla Hilmia Yunanda Rangkuti yunandagazla@gmail.com Hapni Laila Siregar hapnilaila@unimed.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman dan implementasi etika sopan santun mahasiswa Jurusan Matematika Universitas Negeri Medan dalam perspektif Pendidikan Agama Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh mahasiswa. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan pemahaman serta praktik sopan santun mahasiswa dalam interaksi akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memahami sopan santun sebagai sikap menghormati dosen dan sesama mahasiswa, seperti menggunakan bahasa yang santun, tidak memotong pembicaraan, dan menjaga sikap selama perkuliahan. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan beberapa perilaku yang kurang mencerminkan etika Islami, seperti kurang disiplin terhadap waktu dan penggunaan telepon genggam saat perkuliahan. Faktor yang mempengaruhi perilaku tersebut antara lain lingkungan pertemanan, media sosial, didikan keluarga, serta pemahaman terhadap ajaran agama.</p> <p><em>This study aims to analyze students’ understanding and implementation of politeness ethics among Mathematics Department students at Universitas Negeri Medan from the perspective of Islamic Religious Education. This research employed a qualitative approach using in-depth interviews with ten students as the main data collection technique. The data were analyzed using descriptive qualitative analysis to describe students’ understanding and practice of politeness in academic interactions. The results show that most students perceive politeness as respecting lecturers and fellow students through courteous language, not interrupting conversations, and maintaining proper behavior during lectures. However, some behaviors that do not fully reflect Islamic ethical values are still found, such as lack of punctuality and the use of mobile phones during lectures. These behaviors are influenced by several factors, including peer environment, social media, family upbringing, and students’ understanding of religious teachings.</em></p> 2026-03-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20653 ANALISIS SLIPS OF THE TONGUE (KESELEO LIDAH) PADA PRESENTER BERITA SAAT SITUASI TEKANAN TINGGI 2026-03-23T04:42:04+00:00 Cano Ginting canomunthe@gmail.com Charlene Cronika Hutasoit charlenehutasoit14@gmail.com Yabes Jafer Karlo Simanjorang yabessimanjorang027@gmail.com Aura Varysa Br Pelawi auravarysa17@gmail.com Rina Erianty rina@unimed.ac.id <p>Kesalahan ucapan merupakan fenomena psikolinguistik yang sering terjadi dalam produksi ucapan, bahkan di kalangan pembicara profesional seperti pembaca berita. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kesalahan linguistik serta menganalisis pengaruh tekanan kognitif dan situasional terhadap kinerja verbal pembaca berita selama siaran langsung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi terhadap rekaman siaran berita yang mengandung kesalahan ucapan. Berdasarkan teori produksi bahasa Levelt, hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor tekanan tinggi seperti batasan waktu yang ketat, instruksi melalui earpiece, dan gangguan teknis mempercepat proses pengkodean fonemik, sehingga memicu kegagalan artikulasi. Jenis kesalahan ucapan yang paling dominan adalah substitusi dan antisipasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun presenter memiliki kompetensi linguistik yang tinggi, beban kognitif yang berlebihan dalam situasi kritis tetap menjadi pemicu utama ketidaklancaran bicara.</p> <p><em>Speech errors are a common psycholinguistic phenomenon in speech production, even among professional speakers such as news anchors. This study aims to identify types of linguistic errors and analyze the influence of cognitive and situational stress on the verbal performance of news anchors during live broadcasts. The method used in this study is descriptive qualitative research employing content analysis of news broadcast recordings containing speech errors. Based on Levelt’s theory of language production, the results indicate that high-pressure factors such as strict time constraints, instructions via earpiece, and technical disruptions accelerate the phonemic encoding process, thereby triggering articulation failures. The most dominant types of speech errors were substitution and anticipation. This study concluded that although presenters possess high linguistic competence, excessive cognitive load in critical situations remains the primary trigger for speech disfluency.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20445 KURANGNYA PARTISIPASI MASYRAKAT DALAM PEMBANGUNAN DI DESA WAIKEWAK (DUWANUR) 2026-03-05T10:31:15+00:00 Wahban Az Zuhaili Razak wahbanazuhailirazak@gmail.com <p>Pembangunan desa merupakan salah satu aspek penting dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat di tingkat lokal. Keberhasilan pembangunan desa tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga sangat bergantung pada tingkat partisipasi masyarakat sebagai subjek pembangunan. Namun, di banyak wilayah, termasuk di Desa Waikewak (Duwanur), partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan masih tergolong rendah Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Desa Waikewak (Duwanur) serta mengidentifikasi strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkannya. Berdasarkan hasil kajian literatur dan analisis temuan, diketahui bahwa rendahnya partisipasi masyarakat disebabkan oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi kondisi sosial ekonomi, budaya komunitas, dan tingkat modal sosial masyarakat. Sementara itu, faktor eksternal mencakup kurangnya sosialisasi, rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah desa, serta persepsi bahwa manfaat pembangunan tidak berdampak langsung bagi warga. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa rendahnya sense of community atau keterikatan sosial berpengaruh signifikan terhadap partisipasi masyarakat. Upaya peningkatan partisipasi dapat dilakukan melalui penguatan kapasitas masyarakat, penerapan konsep smart village untuk memperluas akses informasi, peningkatan transparansi pengelolaan BUMDes, serta pelibatan aktif tokoh lokal dalam kegiatan pembangunan. Dengan demikian, keberhasilan pembangunan desa sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga desa dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan partisipatif.</p> <p><em>Village development is an important aspect in efforts to realize community welfare at the local level. The success of village development is not only determined by government policy, but also depends heavily on the level of community participation as the subject of development. However, in many areas, including Waikewak Village (Duwanur), community participation in the development process is still relatively low. This study aims to analyze the factors that cause low community participation in development in Waikewak Village (Duwanur) and identify strategies that can be implemented to improve it. Based on the results of the literature review and analysis of the findings, it is known that low community participation is caused by various internal and external factors. Internal factors include socioeconomic conditions, community culture, and the level of community social capital. Meanwhile, external factors include lack of socialization, low trust in the village government, and the perception that development benefits do not directly impact residents. This study also shows that a low sense of community or social attachment has a significant influence on community participation. Efforts to increase participation can be achieved through strengthening community capacity, implementing the smart village concept to expand access to information, increasing transparency in village-owned enterprise (BUMDes) management, and actively involving local leaders in development activities. Therefore, the success of village development depends heavily on the synergy between the government, communities, and village institutions in creating an inclusive and participatory environment.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20702 KONSEP DASAR DAN PERANAN LINGUISTIK DALAM BAHASA JERMAN 2026-03-27T07:13:00+00:00 Rina Evianty rina@unimed.ac.id Lamtiur Riris Tua Silaban lamtiurriris@gmail.com Sasmita Napitu sasmitanapitu9@gmail.com Anjany Pandiangan jany310506@gmail.com Rifa Sri Murni rifasrimurni31@gmail.com Nasywa Humaira Affandy Hasibuan hnasywa954@gmail.com <p>Linguistik adalah ilmu yang mempelajari bahasa sebagai bahasa. Objek linguistik adalah parole dan langue, kecuali bahasa. Linguistik adalah ilmu dinamis yang berkembang membentuk sejarah berdasarkan bentuk objek dan materi. Linguistik memiliki hubungan dengan ilmu lain, seperti psikologi lalu sosiologi. Dalam mempelajari linguistik, terdapat dikotomi yang harus dipahami, seperti linguistik sinkronik-diakronik, dsb. Subdisiplin ilmu linguistik diantaranya fonologi, morfologi, sintaksis, semantik dan pragmatik. Linguistik harus dipahami oleh mahasiswa Bahasa dan SastraIndonesia.</p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20644 MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN PEMANFAATAN APLIKASI YOUTUBE DI SUMATERA UTARA 2026-03-20T07:56:12+00:00 Cano Ginting canomunthe@gmail.com Ahmia Br Pelawi mia11032021@gmail.com Natasya Victoria victorianatasya117@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan aplikasi YouTube sebagai media pendukung dalam pembelajaran bahasa Jerman bagi siswa SMA di Sumatera Utara pada tingkat kemahiran A1–A2. Pada tingkat pemula, siswa sering mengalami kesulitan dalam hal kosakata (Wortschatz) dan pengucapan (Aussprache). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi kelas dan wawancara dengan siswa serta guru mata pelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video pendek, lagu, dan vlog sederhana dari YouTube dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan mengurangi hambatan psikologis siswa dalam berbicara. Namun, efektivitas media ini di Sumatera Utara sangat bergantung pada bimbingan guru dalam memilih konten yang selaras dengan kurikulum tingkat pemula untuk memastikan materi tetap mudah dipahami oleh siswa.</p> <p><em>Diese Feldforschung analysiert die Nutzung der YouTube-Anwendung als ergänzendes Medium im Deutschunterricht für Gymnasiasten in Nordsumatra auf dem Kompetenzniveau A1-A2. Auf diesem Anfängerniveau haben die Schüler oft Schwierigkeiten beim Vokabellernen und bei der Aussprache. Die Studie verwendet eine deskriptiv-qualitative Methode durch Unterrichtsbeobachtung und Interviews mit Schülern und Lehrern. Die Ergebnisse zeigen, dass kurze Videoinhalte, Lieder und einfache Vlogs auf YouTube eine interaktive Lernatmosphäre schaffen und die Sprechangst der Schüler verringern können. Dennoch hängt die Wirksamkeit dieses Mediums in Nordsumatra stark von der Anleitung der Lehrer bei der Auswahl der Inhalte ab, damit die Materialien für Anfänger leicht verständlich bleiben.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20423 ANALISIS MASALAH PERLENGKAPAN BERKENDARA LALU LINTAS DI KABUPATEN LEMBATA 2026-03-04T07:03:01+00:00 Firman Fadli Raja Mayeli firmanmayeli16@gmail.com <p>Penelitian ini berjudul “Analisis Masalah Perlengkapan Berkendara Lalu Lintas di Kabupaten Lembata” yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan masyarakat terhadap penggunaan perlengkapan berkendara, mengidentifikasi faktor penyebab rendahnya kesadaran pengendara, serta menganalisis dampaknya terhadap keselamatan lalu lintas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengendara serta pihak kepolisian di Kabupaten Lembata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengendara masih kurang disiplin dalam menggunakan perlengkapan berkendara seperti helm standar, sabuk pengaman, dan dokumen resmi kendaraan. Faktor penyebabnya meliputi rendahnya kesadaran keselamatan, kurangnya sosialisasi, dan lemahnya penegakan hukum. Akibatnya, angka pelanggaran dan risiko kecelakaan lalu lintas masih cukup tinggi. Penelitian ini merekomendalembatan perlunya peningkatan edukasi keselamatan, pengawasan intensif, serta kerja sama antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menciptakan budaya tertib lalu lintas di Kabupaten Lembata.</p> <p><em>This research, titled "Analysis of Traffic Riding Equipment Issues in Lembata Regency," aims to determine the level of community compliance with the use of riding equipment, identify the factors causing low awareness among drivers, and analyze its impact on traffic safety. The research method used is a qualitative descriptive approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation of drivers and police officers in Lembata Regency. The results show that most drivers are still less disciplined in using riding equipment such as standard helmets, seat belts, and official vehicle documents. The causal factors include low safety awareness, lack of socialization, and weak law enforcement. As a result, the number of violations and traffic accident risks remains quite high. This research recommends the need for increased safety education, intensive supervision, and cooperation between the police, local government, and the community to create a culture of traffic order in Lembata Regency.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20687 ANALISIS HUBUNGAN PERTUMBUHAN EKONOMI DAN HARGA PANGAN TERHADAP INFLASI DI INDONESIA TAHUN 2020–2025 2026-03-26T02:58:04+00:00 Lastri Simatupang lastrisimatupang5@gmail.com Najma Alya Syahim najmaalyaa017@gmail.com Kesya Simamora kesyasimamora16@gmail.com Christin Natasya Br Surbakti christinnatasyatasya@gmail.com Diwani Yohana Sijabat diwanisijabat@gmail.com Fitrawaty guest@jurnalhst.com <p>Inflasi merupakan salah satu indikator dalam perekonomian suatu negara karena sangat berkaitan dengan stabilitas ekonomi, daya beli masyaratakat dan kesejahteraan sosial suatu negara. Secara umum inflasi diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara terus menerus dalam suatu periode tertentu. Inflasi pada batas tertentu tidak selalu berdampak buruk. Inflasi dalam tingkat yang rendah dan terkendali dapat mendakan bahwa perekonomian suatu negara bergerak dan berkembang. Namun, ketika inflasi yang terlalu tinggi dapat menimbulkan ketidakstabilan ekonomi, mengurangi daya beli masyarakat dan menghambat pertumbuhan ekonomi. Negara yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan barang atau jasa seacara konsisten adalah negara yang mengalami perumbuhan ekonomi. Menurut Sukirno (2012), pertumbuhan ekonomi merupakan perkembangan kegiatan ekonomi yang menyebabkan meningkatnya produksi barang dan jasa dalam masyarakat sehingga kesejahteraan masyarakat juga meningkat. Pertumbuhan ekonomi yang baik akan diikuti dengan peningkatan aktivitas produksi, konsumsi, investasi dan kesejahteraan sosial. Inflasi dan pertumbuhan ekonomi memiliki hubungan yang saling mempengaruhi. Ketika kegiatan ekonomi meningkat, permintaan terhadap barang dan jasa juga akan meningkat pula sehingga dapat mendorong kenaikan harga atau inflasi. Sebaliknya, ketika inflasi terlalu tinggi, maka biaya untuk produksi dan harga barang akan meningkat sehingga dapat mengurangi daya beli masyarakat dan pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan ekonomi. Salah satu faktor yang mempengaruhi inflasi dalam perekonomian adalah harga komoditas pangan. Pangan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang memiliki peran besar dalam pembentukan indeks harga konsumen (IHK). Perubahan harga pangan, seperti beras, cabai, dan bawang, sering kali menjadi penyebab utama terhadap kenaikan inflasi karena komoditas tersebut merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Beras merupakan makanan pokok masyarakat indonesia yang memiliki peran penting dalam menentukan stabilitas harga pangan. Kenaikan harga beras dapat meningkatkan inflasi dan mempengaruhi daya beli masyarakat, yang pada akhirnya juga dapat berdampak pada kondisi pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis perkembangan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan harga pangan khususnya beras di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan ketiga variabel tersebut serta memahami hubungan antara harga pangan dan pertumbuhan ekonomi terhadap inflasi di Indonesia selama periode 2020-2025.</p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner