https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/issue/feedJurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner2026-04-30T10:18:40+00:00Open Journal Systemshttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20896PANDANGAN GENERASI Z TERHADAP TRADISI MAANTAU DALAM PERNIKAHAN MASYARAKAT OCU DI DESA KUALU KEC.TAMBANG KAB. KAMPAR ( PERSPEKTIF MAQASID AL-SYARI’AH)2026-04-09T06:05:24+00:00Muhammad Jamalismuhhammadjamalis06@gmail.comSaiful Aminsaifulamin@uinbukittinggi.ac.id<p>Penelitian ini mengkaji fenomena tradisi Maantau dalam pernikahan masyarakat Ocu di Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, dengan fokus pada pandangan Generasi Z dan analisis dari perspektif Maqasid al-Syari'ah. Tradisi Maantau adalah penundaan tinggal serumah bagi pasangan suami istri setelah akad nikah, dengan waktu bervariasi dari dua hari hingga lebih dari seminggu, berdasarkan kesepakatan keluarga. Meskipun mayoritas masyarakat Kampar adalah Muslim dan akad nikah secara syar'i menghalalkan pasangan untuk hidup bersama, tradisi ini tetap dipertahankan, bahkan dengan adanya sanksi adat bagi yang tidak melaksanakannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan field research, data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan tokoh adat dan perwakilan Generasi Z di lima dusun Desa Kualu (masing-masing 10 orang per dusun), serta dilengkapi dengan data sekunder dari dokumen dan literatur. Data dianalisis secara deduktif, induktif, dan komparatif. Bredasarkan hasil penelitian dapat ditemukan bahwa pandangan Generasi Z terhadap tradisi ini, tradisi maantau sebagai salah satu pilar adat pernikahan masyarakat ocu, mengalami pergeseran makna dan praktik seiring dengan perubahan sosial,ekonomi dan teknologi. Generasi z Di Desa Kualu menunjukkan pandangan yang beragam terhadap tradisi ini. Mereka mengakui pentingnya penghormatan terhadap adat dan tradisi leluhur. Dalam persfektif maqasid syariah tradisi maantau dapat di nilai berdasarkan kemampuannya dalam mencapai tujuan tujuan syaariat islam. Yaitu memelihara agama (hifz al-din) dari sisi pemeliharaan keturunan (Hifz al-nasl) dari sisi pemeliharaan jiwa (Hifz al-nafs) dari sisi pemeliharaan akal (Hifz al-aql) dari sisi pemeliharaan harta (Hifz al-mal).</p> <p><em>This research examines the phenomenon of Maantau tradition in marriage of the Ocu community in Kualu Village, Tambang Subdistrict, Kampar Regency, with focus on the views of Generation Z and analysis from the perspective of Maqasid al-Syari'ah. The Maantau tradition is a delay in living in the same house for a married couple after the marriage contract, with the time varying from two days to more than a week, based on family agreement. Although the majority of the people of Kampar are Muslims and the marriage contract syar'i legalizes the couple to live together, this tradition is still maintained, even with customary sanctions for those who do not carry it out. This raises questions, especially. Using a descriptive qualitative method with a field research approach, primary data were collected through interviews with traditional leaders and representatives of Generation Z in five hamlets of Kualu Village (10 people each per hamlet), and supplemented with secondary data from documents and literature. Data were analyzed deductively, inductively, and comparatively. Based on the results of the research, it can be found that the views of Generation Z towards this tradition, the maantau tradition as one of the pillars of the wedding customs of the ocu community, have shifted in meaning and practice along with social, economic and technological changes. Generation z in Kualu Village shows diverse views towards this tradition. They recognize the importance of respecting ancestral customs and traditions. In the perspective of maqasid sharia the maantau tradition can be assessed based on its ability to achieve the objectives of Islamic sharia. Namely maintaining religion (hifz al-din) in terms of maintaining offspring (Hifz al-nasl) in terms of maintaining the soul (Hifz al-nafs) in terms of maintenance of reason (Hifz al-aql) in terms of maintenance of property (Hifz al-mal).</em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/21151EFEKTIVITAS EDUKASI MANDIPAgI (Mobilisasi Dini Mandiri Pasca Operasi) TERHADAP KEPATUHAN PASIEN DALAM MELAKUKAN MOBILISASI DINI DI RUMAH SAKIT PRIMA MEDIKA PEMALANG2026-04-19T08:26:36+00:00Titi Dwi Mulyanititidwimulyani@gmail.com<p>Sectio caesarea (SC) merupakan prosedur persalinan melalui pembedahan dengan angka kejadian yang terus meningkat. Mobilisasi dini berperan penting dalam mempercepat pemulihan, mencegah komplikasi, serta meningkatkan kemandirian ibu post SC. Namun, tingkat kepatuhan pasien dalam melakukan mobilisasi dini masih rendah akibat kurangnya edukasi yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas edukasi MANDIPAgI (Mobilisasi Dini Mandiri Pasca Operasi) terhadap kepatuhan mobilisasi dini di Rumah Sakit Prima Medika Pemalang.Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest–posttest with control group. Sampel berjumlah 42 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Instrumen berupa kuesioner kepatuhan mobilisasi dini (25 item) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon karena distribusi tidak normal. Hasil menunjukkan peningkatan kepatuhan pada kelompok intervensi dari 9,5% menjadi 100%, sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami perubahan. Uji statistik menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Edukasi MANDIPAgI efektif meningkatkan kepatuhan mobilisasi dini dan direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan berbasis edukasi untuk mempercepat pemulihan pasca operasi.</p> <p><em>Caesarean section (CS) is a surgical delivery procedure with a steadily increasing incidence. Early mobilization plays a crucial role in accelerating recovery, preventing complications, and increasing maternal independence after a CS. However, patient compliance with early mobilization remains low due to a lack of structured education. This study aims to analyze the effectiveness of MANDIPAgI (Postoperative Independent Early Mobilization) education on early mobilization compliance at Prima Medika Hospital, Pemalang. The study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest with a control group approach. The sample consisted of 42 respondents divided into intervention and control groups. The instrument was an early mobilization compliance questionnaire (25 items) that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using the Wilcoxon test due to non-normal distribution. The results showed an increase in compliance in the intervention group from 9.5% to 100%, while the control group experienced no change. Statistical testing showed p = 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference before and after the intervention. MANDIPAgI education effectively increased early mobilization compliance and is recommended as an educational-based nursing intervention to accelerate postoperative recovery. This study is expected to serve as a first step for Prima Medika Hospital Pemalang in its efforts to improve early mobilization compliance after CS surgery through MANDIPAgI educational media. </em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20786ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. MATAHARI DEPARTMENT STORE TBK TAHUN 2022 BERDASARKAN EMPAT RASIO KEUANGAN UTAMA2026-04-03T03:19:05+00:00Alya Amara Zahraalya.amara.zahra@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi kinerja keuangan PT Matahari Department Store Tbk pada tahun 2022 berdasarkan empat rasio keuangan utama, yaitu likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa perusahaan menghadapi tantangan pada rasio likuiditas dengan Current Ratio sebesar 0,61 dan Quick Ratio sebesar 0,23, yang mengindikasikan kemampuan terbatas dalam memenuhi kewajiban jangka pendek serta ketergantungan yang tinggi pada persediaan. Dari sisi solvabilitas, perusahaan memiliki risiko finansial yang cukup tinggi karena 90% asetnya dibiayai oleh hutang, dengan Debt to Equity Ratio mencapai angka 8,91. Meskipun demikian, PT Matahari mencatatkan kinerja profitabilitas yang sangat baik dengan Return on Assets sebesar 24,05% dan Return on Equity mencapai 238,41%, yang menunjukkan efisiensi tinggi dalam mengelola aset untuk menghasilkan laba. Pada rasio aktivitas, perusahaan menunjukkan efisiensi luar biasa dalam penagihan piutang dengan rata-rata 4 hari, namun memerlukan waktu 159 hari untuk memutar persediaan dan 215 hari untuk membayar utang kepada pemasok. Secara keseluruhan, meskipun memiliki profitabilitas yang kuat, perusahaan disarankan untuk melakukan restrukturisasi struktur modal dan meningkatkan manajemen kas untuk memitigasi risiko likuiditas dan solvabilitas di masa depan.</p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/21091TINJAUAN YURIDIS VICTIM PRECIPITATION SEBAGAI PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PENJATUHAN PUTUSAN PEMIDANAAN 2026-04-16T12:30:22+00:00Tri Anugrah Syukur Geatrianugrahgea@gmail.comMospa Darmamospadarmautnd@gmal.comKhairun Na'imkhair.alnaim@gmail.comKarolina Sitepusitepukarolina@gmail.com<p><em>Victim precipitation</em> merupakan konsep dalam viktimologi yang menjelaskan peran korban dalam terjadinya suatu tindak pidana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan <em>victim precipitation</em> sebagai pertimbangan hakim dalam penjatuhan putusan pemidanaan, khususnya dalam Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 602/Pid.B/2023/PN Medan. Permasalahan yang dikaji meliputi bagaimana hakim mempertimbangkan faktor <em>victim precipitation</em> dalam proses pemidanaan dan sejauh mana konsep tersebut mempengaruhi berat ringannya hukuman yang dijatuhkan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui analisis putusan pengadilan, sedangkan data sekunder berasal dari studi pustaka terhadap peraturan perundang-undangan, buku-buku hukum pidana, jurnal ilmiah, dan literatur viktimologi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi pertimbangan hukum hakim terkait <em>victim precipitation</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa victim precipitation dapat menjadi faktor meringankan dalam penjatuhan pidana ketika terbukti korban turut berkontribusi dalam terjadinya tindak pidana. Namun, penerapannya harus dilakukan secara hati-hati agar tidak mengurangi perlindungan hukum terhadap korban dan tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan dalam sistem peradilan pidana.</p> <p><em>Victim precipitation is a concept in victimology that explains the role of victims in the occurrence of a crime. This study aims to analyze the application of victim precipitation as a consideration by judges in issuing criminal decisions, specifically in Medan District Court Decision Number 602/Pid.B/2023/PN Medan. The issues studied include how judges consider victim precipitation in the sentencing process and the extent to which this concept influences the severity of sentences imposed.</em> <em>The research method used was empirical juridical with a qualitative approach. Primary data was obtained through analysis of court decisions, while secondary data came from a literature review of laws and regulations, criminal law books, scientific journals, and victimology literature. The data analysis technique used qualitative descriptive analysis to identify judges' legal considerations regarding victim precipitation.</em> <em>The results of the study indicate that victim precipitation can be a mitigating factor in sentencing when it is proven that the victim contributed to the crime. However, its application must be carried out carefully to avoid diminishing legal protections for victims and to uphold the principle of justice in the criminal justice system.</em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/21505NILAI AMANAH DAN TAWADU’ BAGI PARA PROFESI PUSTAKAWAN DARI SUDUT PANDANG ISLAM2026-04-30T10:18:40+00:00Fitrianiftria576@gmail.comTasbih Tasbihtasbih.tasbih@uin-alauddin.ac.idSubehan Khaliksubehan.khalik@uin-alauddin.ac.id<p>Tujuan dari artikel untuk mengkaji nilai amanah dan tawadu’ dalam profesi pustakawan dari sudut pandang islam, profesi pustakawan sebagai penyedia layanan informasi memiliki tanggung jawab moral dan profesional yang tidak hanyak berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga pada pembentukan karakter dan etika pelayanan. Dalam persepktif islam amanah mengandung makna tanggung jawab, kejujuran dan integritas dalam menjalankan tugas, khususnya dalam mengelola, mejaga dan mendistribusikan informasi kepada pemustaka secara tepat dan adil. Sementara itu nilai tawadu’ menceriminkan sikap rendah hati, tidak sombong, serta menghargai setiap pengguna layanan tanpa memandang latar belakangnya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis serta kajian ilmu perpustakaan dan infromasi dan etika profesi. Hasil kajian menunjukan bahwa penerapan nilai amanah dan tawadu’ dapat memperkuat kualitas layanan perpustakaan, meningkatkan kepercayaan pemustaka serta menciptakan lingkungan layanan yang humanis dan inklusif. Nilai-nilai juga tersebut juga berfungsi sebagai landasan spiritual yang membentuk profesionalisme pustakawan yang berintergritas dan berakhlak mulia. Dengan demikian, nilai amanah dan tawadu’ dalam kepustakawanan tidak hanya relevan secara religius, tetapi juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan.</p> <p><em>The purpose of this article is to examine the values of amanah trustworthiness and tawadu’ humility in the librarian profession from an Islamic perspective. The librarian profession, as a provider of information services, carries moral and professional responsibilities that are not only oriented toward technical aspects, but also toward character building and service ethics. In the Islamic perspective, *amanah* encompasses the meanings of responsibility, honesty, and integrity in carrying out duties, particularly in managing, safeguarding, and distributing information to users accurately and fairly. Meanwhile, the value of *tawadu’* reflects an attitude of humility, not being arrogant, and respecting every service user regardless of their background. The research method used is a qualitative approach with a literature study of verses from the Qur’an and hadith, as well as studies in library and information science and professional ethics. The results of the study show that the application of the values of amanah and tawadu’ can strengthen the quality of library services, increase user trust, and create a humane and inclusive service environment. These values also function as a spiritual foundation that shapes the professionalism of librarians with integrity and noble character. Thus, the values of *amanah* and *tawadu’* in librarianship are not only religiously relevant, but also important factors in improving service quality.</em></p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20834PEMANFAATAN GADGET DALAM PENGUATAN KARAKTER KRISTIANI ANAK USIA DINI2026-04-06T05:30:02+00:00Herlinda M. Falakaherlhyndamfhalaka@gmail.comNinfa C.J. Limanninfaliman93@gmail.comKaleb Lelokaleblelo8@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan pembentukan karakter anak usia dini di era digital, di mana penggunaan gadget yang tidak terkendali berisiko menghambat pertumbuhan nilai-nilai spiritual. Permasalahan nyata terlihat dari tingginya intensitas penggunaan perangkat digital yang memicu perilaku impulsif, sehingga menghambat internalisasi sembilan aspek Buah Roh Kudus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pemanfaatan gadget secara sistematis dapat mendukung penguatan karakter Kristiani pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi pustaka, di mana data dikumpulkan melalui dokumentasi literatur dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan gadget melalui pengaturan frekuensi yang disiplin, yakni dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari, terbukti efektif dalam melatih karakter penguasaan diri dan kesabaran anak. Selain itu, pembatasan durasi yang ketat selama 30 hingga 45 menit per sesi akses serta proses penghayatan konten yang selektif dengan pendampingan orang tua berperan vital dalam menginternalisasi aspek karakter lainnya seperti kebaikan, kesetiaan, dan sukacita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan indikator penggunaan gawai yang berbasis pada nilai-nilai Alkitabiah dapat mentransformasi teknologi menjadi instrumen pertumbuhan iman yang konstruktif bagi anak.</p> <p><em>The research is motivated by the challenges of character building in the digital era, where uncontrolled gadget use risks inhibiting the growth of spiritual values. Evident issues include high frequency and excessive duration of use, which can trigger impulsive behavior (a condition where children struggle with self-control and lose social sensitivity), thereby hindering the character development process. This study aims to describe the utilization of gadgets in supporting the reinforcement of the Fruit of the Spirit character in early childhood. The method used is qualitative with a library research approach, where data were collected through literature documentation and analyzed using content analysis. The results indicate that proper management of usage indicators, such as disciplined duration and frequency, trains the characters of self-control and patience. Furthermore, selective content comprehension supported by parental supervision plays a vital role in internalizing other aspects of the Fruit of the Spirit, such as goodness, faithfulness, and joy. This study concludes that gadgets can transform into effective instruments for faith growth if managed systematically in accordance with Christian values. </em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/21129MENGALI MAKNA WOTIK WAWI WATEN DALAM MORAL DAN ETIKA PERKAWINAN MASYARAKAT DESA BAOMEKOT KAB.SIKKA2026-04-18T06:25:49+00:00Nestiana Parenestianapare@gmail.com<p>Ritual Wotik Wawi Waten adalah ritual penyuapan hati babi yang bertujuan untuk mengukuhkan status perkawinan sesuai dengan hukum adat perkawinan yang telah ditetapkan, sekaligus menanamkan nilai luhur kepada pengantin sehingga menuju rumah tangga yang harmonis.Tujuan dari penelitian ini: (1) Untuk mendeskripsikan proses ritual wotik wawi waten pada masyarakat Desa baomekot Kabupaten Sikka (2) untuk mendeskripsikan makna ritual worik wawi waten sebagai petunjuk moral dan etika bagi masyarakat Desa Baomekot Kabupaten Sikka (3) Untuk mengetahui alasan dan faktor yang menyebabkan ritual Wotik Wawi Waten masih dipertahankan sebagai bagian penting dalam kehidupan perkawinan masyarakat Desa Baomekot hingga saat ini. Metode Deskriptif Kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi. Berdasarkan peneitian yang dilakukan ditemukan bahwa proses ritual wotik wawi waten terjadi dalam 3 tahap yaitu, tahap Loka Pare Hoban, tahap Ole Robak Wawi, dan tahap Wotik Wawi Wuten. Dalam kehidupan kermasyarakat ritual ini dikatakan sebagai bentuk tindakan yang melibatkan nilai religious, nilai sosial dan nilai moral. Ritual ini mencerminkan sistem sosial budaya yang berfungsi sebagai petunjuk moral dan etika bagi masyarakat Sikka dalam menata pola perilaku. Disi lain ritual ini tidak. hanya upacara sakral, tetapi sebagai landasan bagi pembentukan masyarakat yang bermoral. Simbol atau alat-alat yang menentukan etika dan moral dalam ritual yakni ole, wawi waten, dan wawi waten. Melalui tindakan simbolis dalarm ritual ini menyatakan bahwa kesediaan kedua pengantin untuk menjalin hubungan yang kuat dan berkelanjutan.</p> <p><em>The Wotik Wawi Waten ritual is a traditional ritual involving the feeding of a pig’s heart, which aims to legitimize marital status in accordance with established customary marriage laws, while also instilling noble values in the bride and groom so that they may build a harmonious household.The objectives of this study are: (1) to describe the process of the Wotik Wawi Waten ritual among the people of Baomekot Village, Sikka Regency; (2) to describe the meaning of the Wotik Wawi Waten ritual as a moral and ethical guide for the community of Baomekot Village, Sikka Regency; and (3) to identify the reasons and factors that cause the Wotik Wawi Waten ritual to continue to be maintained as an important part of marital life in the Baomekot Village community up to the present day. This research employs a descriptive qualitative method, with data collection techniques including interviews and observation. The findings indicate that the Wotik Wawi Waten ritual consists of three stages, namely the Loka Pare Hoban stage, the Ole Robak Wawi stage, and the Wotik Wawi Waten stage. In community life, this ritual is regarded as a form of action that involves religious, social, and moral values. The ritual reflects a socio-cultural system that functions as a moral and ethical guideline for the Sikka community in shaping patterns of behavior. On the other hand, this ritual is not merely a sacred ceremony, but also serves as a foundation for the formation of a moral society. The symbols or ritual objects that determine ethics and morality in the ritual include ole, wawi waten, and wawi waten. Through the symbolic actions in this ritual, the willingness of both bride and groom to establish a strong and enduring relationship is expressed.</em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/21064ANALISIS PEMANFATAN KOLEKSI REFERENSI HADIS DI PERPUSTAKAAN UMUM DAERAH KABUTAEN MAROS2026-04-16T01:51:49+00:00Jamilajamilahasan27@gmail.comTasbih Tasbihtasbih.tasbih@uin-alauddin.ac.idSubehan Khaliksubehan.khalik@uin-alauddin.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan koleksi referensi hadis terhadap Tingkat pemanfaatannya di Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Maros. Kolesi hadis meruupakan salah satu sumber penting dalam kajian keislaman yang berfungsi sebagai rujukan kedua stelah Al-Qur’an. Namun pengkategorian koleksi hadis sebagai koleksi referensi yang tidak dapat disirkulasikan atau dipinjamkan diduga menjadi salah satu factor yang membatasi akses dan pemanfaatannya oleh pemustaka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 20 responden yang dipilih menggunakan Teknik probability sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan skala Likert, kemudian dihitung presentasenya untuk mengetahui Tingkat pemanfaatan koleksi hadis.hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan koleksi hadis berada pada kategori tinggi dengan presentase sebesar 78,75%. Hal ini menunjukkan bahwa koleksi hadis yang tersedia telah dimanfaatkan dengan baik oleh pemustaka dan relevan dengan kebutuhan informasi, khusunya dalam bidang keislaman. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi pemustaka, antara lain keterbatasan akses karena status koleksi referensi, kesulitan dalam menemukan koleksi, serta keterbatasan dalam memehami isi buku. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengkategorian koleksi hadis sebagai koleksi referensi berpengaruh terhadap Tingkat pemanfaatannya. Oleh karena itu, disarankan agar perpustakaan mempertimbangkan pengalihan Sebagian koleksi hadis dalam kategori koleksi umum, meningkatakan jumlah dan variasi koleksi, serta memperbaiki system penataan dan aksesibilitas guna mengoptimalkan pemanfaatannya oleh pemustaka.</p> <p><em>This study aims to analyze the utilization of hadith reference collectins and their level of usage at the Regional Publik Library of Maros Regency. Hadith collections are one of day most important sources in islamic studies. Functioning as the second primary reference materials that cannot be cirkulated or borrowed is suspected to be one of the factors limiting users acces and utilization. This research employs a quantitative approach with a descriptive method. Data were collected through questionnaires distributed to 20 respondents selected using probability sampling techniques. Data analysis was conducted using a Likert scale and percentage calculations to determine the level of utilization of hadith collections. The result show that the utilization level of hadith collections is in the high category, with a percentage of 78,75%. This indicates that the available hadith collections have been well utilizedand are relevant to user’s information needs, particularly in Islamic studies. However, several obstacles were identified, including limited accessdue to the reference collection status, difficulties in understanding the content of hadith books. Based on these findings, it can be concluded that the categorizations as reference materials affects their level of utilization. Therefore, it is recommended that the library reconsider reclassifing some hadith collections into general collections, increase the quantity and variety of collections, and improve organization and accesibility systems to optimize their utilization by users.</em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/21285PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA KORUPSI DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH SMA NEGERI 6 BINJAI DI KOTA BINJAI TAHUN 20252026-04-24T01:34:19+00:00Gabriel Pranata Sormingabrielsormin45@gmail.comMospa Darmamospadarmautnd@gmal.comKhairun Na'imkhair.alnaim@gmail.comKarolina Sitepusitepukarolina@gmail.com<p>Pembentukan lembaga pendidikan dalam hal ini pemerintah memiliki Program Dana Bantuan Operasional Sekolah atau yang biasa disebut dengan Dana BOS. Dana BOS merupakan program untuk membantu sekolah di Indonesia agar dapat memberikan pembelajaran dengan lebih optimal, bantuan yang diberikan melalui dana BOS yaitu berbentuk dana. Dana tersebut dipergunakan untuk keperluan sekolah, seperti pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah hingga membeli alat-alat multimedia untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Pengelolaan dana BOS diatur dalam Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Teknis Juknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah Reguler (BOS Reguler). Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian Normatif-Empiris yang dimana melakukan pendekatan yaitu : observasi. Kegiatan observasi meliputi pencatatan secara sistematik, kejadian-kejadian, perilaku, obyek-obyek. Metode wawancara secara langsung. Dalam menggunakan teknik wawancara ini, keberhasilan dalam mendapatkan data atau informasi dari objek yang diteliti sangat bergantung pada kemampuan peneliti dalam melakukan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, pembuktian tindak pidana korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMA Negeri 6 Binjai telah dilakukan dengan mengacu pada alat bukti yang sah sebagaimana diatur dalam KUHAP, seperti keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa. Jaksa Penuntut Umum berhasil membuktikan adanya unsur perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan kewenangan, serta kerugian keuangan negara, sehingga tindak pidana korupsi dapat dibuktikan secara yuridis dan materiil</p> <p><em>The establishment of educational institutions, in this case the government, has a School Operational Assistance Fund Program, commonly referred to as the BOS Fund. The BOS Fund is a program to help schools in Indonesia provide more optimal learning. The assistance provided through BOS funds is in the form of funds. These funds are used for school needs, such as maintaining school facilities and infrastructure and purchasing multimedia equipment to support teaching and learning activities. The management of School Operational Assistance (BOS) funds is regulated by the Ministry of Education and Culture Regulation Number 6 of 2021 concerning Technical Guidelines for the Management of Regular School Operational Assistance (BOS) Funds. The research method used is a Normative-Empirical method, which uses observation. Observation activities include systematic recording of events, behaviors, and objects. Direct interviews are used. In using this interview technique, the success of obtaining data or information from the research subjects depends heavily on the researcher's ability to conduct the interviews. Based on the research results, the criminal act of corruption involving School Operational Assistance (BOS) funds at SMA Negeri 6 Binjai was proven by referring to valid evidence as stipulated in the Criminal Procedure Code (KUHAP), such as witness testimony, expert testimony, letters, clues, and the defendant's statement. The Public Prosecutor successfully proved elements of an unlawful act, abuse of authority, and state financial loss, thus enabling the corruption to be proven legally and materially.</em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20819PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS II SDN 26 BANCOH2026-04-05T04:20:47+00:00Susilowati,In Elementary School, Melawisusilowati.8180@gmail.comAntonius Totok Priyadiantonius.totok.priyadi@fkip.untan.ac.idSiti Halidjahsiti.halidjah@fkip.untan.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media audio visual terhadap peningkatan keterampilan menyimak siswa kelas II SDN 26 Bancoh. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan menyimak siswa yang disebabkan oleh pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurangnya penggunaan media yang menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen berupa pretest-posttest control group design. Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan menggunakan media audio visual dan kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes dan non-tes berupa lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji statistik, yaitu uji t untuk mengetahui perbedaan hasil sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan menyimak siswa setelah menggunakan media audio visual. Dengan demikian, penggunaan media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.</p> <p><em>This study aims to determine the effect of using audiovisual media on improving the listening skills of second-grade students at SDN 26 Bancoh. The background of this research is based on the low listening ability of students caused by conventional teaching methods and the lack of engaging learning media. This study employs a quantitative approach with an experimental design using a pretest-posttest control group design. The research subjects consist of two groups: the experimental group, which is taught using audiovisual media, and the control group, which uses conventional teaching methods. Data collection techniques include test and non-test instruments in the form of observation sheets. The data are analyzed using statistical tests, specifically the t-test, to determine differences before and after treatment. The results indicate that there is a significant improvement in students' listening skills after the use of audiovisual media. Therefore, audiovisual media is proven to be effective in enhancing students' listening skills in Indonesian language learning.</em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/21110 MODEL PEMBELAJARAN ANTI-BOSAN UNUIK MENIKATKAN FOKUS ANAK USIA DINI2026-04-17T08:54:51+00:00Florida Atrisertika Kabusflorikabus4@gmail.com<p>anak usia dini adalah kelompok anak yang berada pada rentang usia sejak lahir hingga sekitar 6 tahun (bahkan dalam beberapa kajian bisa sampai 8 tahun), yang sedang berada pada tahap pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat dalam berbagai aspek. Anak usia dini Adalah pribadi yang unik ,Dimana pada masa ini dinamakan juga sebagai golden age . Konsentrasi anak usia dini sangat singkat biasanya usia 4-5 tahun lama konsentrasi antara 12-14 menit. Penelitian ini dilatarbelakangi dari kurangnya kemampuan anak usia dini dalam berkonsentrasi, seperti kurang memahami informasi yang disampaikan, dan belum mampu bertindak sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh guru. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis peningkatan konsentrasi anak usia dini melalui kegiatan.</p> <p><em>Early childhood refers to children aged from birth to around 6 years old (in some studies up to 8 years old), a period characterized by very rapid growth and development across multiple aspects. At this stage, children are unique individuals and this period is often referred to as the golden age. The concentration span of early childhood children is relatively short; at the age of 4–5 years, their attention span is approximately 12–14 minutes.This study is motivated by the low concentration ability of early childhood learners, which is reflected in their difficulty in understanding information delivered by teachers and their inability to follow instructions properly. These conditions indicate the need for more effective and engaging learning strategies.The aim of this study is to describe and analyze the improvement of early childhood concentration through learning activities designed to enhance attention, engagement, and understanding of instructional guidance.</em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20980FAKTOR PENYEBAB KECANDUAN GAME ONLINE DIBANDINGKAN MINAT BELAJAR PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI DESA DETUENA2026-04-12T09:41:04+00:00Yoventa Lero Ranggayoventarangga@gmail.com<p>Kecanduan game online merupakan salah satu masalah yang mendapat perhatian dari masyarakat luas.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kecanduan game online dibandingkan minat belajar pada anak sekolah dasar di Desa Detuena,untuk mengetahui alasan mengapa anak-anak di Desa Detuena lebih tertarik bermain game online dibandingkan belajar serta menganalisis solusi yang dapat dilakukan orang tua dan lingkungan dalam mengurangi kecanduan game online serta meningkatkan minat belajar anak.Fenomena meningkatnya ketertarikan anak terhadap game online membuat waktu belajar berkurang dan konsentrasi terhadap pelajaran menurun.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif,dengan studi literatur sekunder berupa kajian dari berbagai jurnal ilmiah dengan tema yang terkait selain itu,peneliti juga melakukan pendekatan langsung kepada anak-anak yang aktif bermain game online melalui pengumpulan data lapangan,seperti wawancara sederhana dan dokumentasi berupa foto kegiatan,guna memperkuat serta mendukung hasil penelitian.</p> <p><em>Online game addiction is one of the issues that has attracted widespread public attention. This study aims to identify the factors causing online game addiction in relation to learning interest among elementary school children in Detuena Village, to determine the reasons why children in Detuena Village are more interested in playing online games than studying, and to analyze solutions that can be implemented by parents and the surrounding environment to reduce online game addiction and increase children’s interest in learning. The phenomenon of increasing children’s interest in online games has resulted in reduced study time and decreased concentration on lessons. This study employs a qualitative descriptive method, using secondary literature studies in the form of reviews of various scientific journals with related themes. In addition, the researcher conducted a direct approach with children who actively play online games through field data collection, such as simple interviews and documentation in the form of activity photographs, in order to strengthen and support the research findings.</em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/21224KOMUNIKASI TERAPEUTIK DAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE-OPERASI FRAKTUR ANTEBRACHI: STUDI DI RS PRIMA MEDIKA PEMALANG2026-04-22T04:04:14+00:00Hanggra Ardiyansahanggraardiyansa@gmail.com<p>Tindakan operasi merupakan pengalaman kompleks yang sering menimbulkan kecemasan, terutama pada pasien pre operasi. Kecemasan dapat berdampak negatif terhadap kondisi fisiologis dan psikologis pasien serta berpotensi mengganggu jalannya prosedur pembedahan. Komunikasi terapeutik merupakan salah satu intervensi keperawatan yang efektif untuk menurunkan tingkat kecemasan pasien sebelum operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik dengan tingkat ansietas pada pasien pre operasi Fraktur Antebrachii di Rumah Sakit Prima Medika Pemalang. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan Cross-Sectional. Populasi berjumlah 180 pasien pada periode September–November 2025, dengan sampel sebanyak 64 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan rumus Slovin. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner komunikasi terapeutik (15 item) dan Zung Self-Rating Anxiety Scale (20 item). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,1% responden menerima komunikasi terapeutik dalam kategori baik, dan 46,9% mengalami ansietas tingkat sedang. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara komunikasi terapeutik dan tingkat ansietas (r = -0,750; p = 0,000). Semakin baik komunikasi terapeutik yang diberikan, semakin rendah tingkat kecemasan pasien pre operasi.</p> <p><em>Surgical procedures are complex experiences that frequently cause anxiety, particularly in preoperative patients. Anxiety may negatively affect both physiological and psychological conditions and potentially interfere with the surgical process. Therapeutic communication is considered an effective nursing intervention to reduce preoperative anxiety. This study aimed to determine the relationship between therapeutic communication and anxiety levels among preoperative patients with antebrachial fractures at Prima Medika Hospital, Pemalang. This research employed a correlational study with a cross-sectional approach. The population consisted of 180 patients treated between September and November 2025, with 64 respondents selected using purposive sampling based on the Slovin formula. Data were collected using a 15-item therapeutic communication questionnaire and the Zung Self-Rating Anxiety Scale (20 items). Data analysis was performed using the Spearman Rank correlation test. The results showed that 53.1% of respondents received good therapeutic communication, while 46.9% experienced moderate anxiety. Statistical analysis revealed a significant and strong negative correlation (r = -0.750; p = 0.000). These findings indicate that better therapeutic communication is associated with lower anxiety levels in preoperative patients. Strengthening therapeutic communication is recommended to improve patient outcomes before surgery.</em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20811PENGARUH HARGA, KUALITAS PRODUK DAN LABEL HALAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SKINCARE WARDAH PADA MAHASISWI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM2026-04-04T11:35:32+00:00Fitriah Asrifitriahasri1212@gmail.comM. Nazorim.nazori@uinjambi.ac.idEri Nofrizaerinofriza@uinjambi.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap harga, kualitas produk dan label halal secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian skincare wardah pada mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Skripsi ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan metode analisis statistik regresi berganda secara parsial dan simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian skincare wardah pada mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jambi. Kualitas produk memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian skincare wardah pada mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jambi. Label halal memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian skincare wardah pada mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jambi. Harga, kualitas produk dan label halal secara bersama-sama atau simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian skincare wardah pada mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jambi<strong>. </strong></p> <p><em>This study aims to reveal the price, product quality and halal label simultaneously have a significant effect on the decision to purchase Wardah skincare in female students of the Faculty of Islamic Economics and Business. This thesis uses a quantitative approach using the multiple regression statistical analysis method partially and simultaneously. The results of the study indicate that price has a significant effect on the decision to purchase Wardah skincare in female students of the Faculty of Islamic Economics and Business Jambi. Product quality has a significant effect on the decision to purchase Wardah skincare in female students of the Faculty of Islamic Economics and Business Jambi. Halal label has a significant effect on the decision to purchase Wardah skincare in female students of the Faculty of Islamic Economics and Business Jambi. Price, product quality and halal label together or simultaneously have a significant effect on the decision to purchase Wardah skincare in female students of the Faculty of Islamic Economics and Business Jambi.</em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/21105MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERCERITA DI PAUD YESUS EKARISTI (POKA)2026-04-17T07:30:24+00:00Getrudis Nawos getrudisnawos@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan metode bercerita dalam perkembangan bahasa anak di kelompok B usia 5-6 tahun Taman Kanak-Kanak . Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bercerita dalam pengembangan bahasa anak pada Taman Kanak-Kanak sudah terlaksana dengan baik. Hasil pencapaian sesuai perkembangan bahasa anak yaitu diukur dari indikator pencapaian perkembangan anak lingkup perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun. Indikator perkembangan itu antara lain; anak dapat memahami bahasa dengan mengulang perintah secara bersamaan, mengulang kalimat yang lebih kompleks, dan memahami aturan dalam suatu permainan. Di sisi lain anak-anak juga mampu menjawab pertanyaan yang lebih kompleks, perbendaharaan kata bertambah, serta menyusun kalimat dengan struktur lengkap.Metode bercerita merupakan metode untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak, sedangkan fungsi bercerita adalah membantu perkembangan kemampuan bahasa anak dengan menambah perbendaharaan kosakata, mengucapkan kata-kata, melatih merangkai kalimat yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Metode bercerita dipilih penulis karena metode bercerita memiliki keutamaan antara lain mengkomunikasikan nilai-nilai budaya, mengkomunikasikan nilai-nilai sosial, mengkomunikasikan nilai-nilai agama, membantu mengembangkan fantasi anak, membantu mengembangkan kognitif anak dan membantu mengembangkan bahasa anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan metode bercerita dapat meningkatkan kemampuan kosakata anak.</p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20897PERBANDINGAN STRUKTUR SINTAKSIS BAHASA INDONESIA DAN BAHASA DAERAH: STUDI LITERATUR2026-04-09T07:48:35+00:00Ruli Pratiwi Deli Siraitrulisirait1506@gmail.comYolanda Manaluyolandamanalu812@gmail.comRoyden Simbah Sianturicallmeroy2406@gmail.comLailul Tatialailultatia789@gmail.comLeony Siburianleonybagan1612@gmail.comRina Eviantyrina@unimed.ac.id<p>Studi ini menggunakan metodologi tinjauan pustaka yang sistematis untuk memeriksa dan membandingkan struktur sintaksis bahasa Indonesia dengan bahasa daerah di Indonesia. Sebagai subbidang linguistik, sintaksis mempelajari bagaimana kata-kata disusun dalam kalimat dan hubungan antar bagian penyusunnya untuk menciptakan makna yang koheren. Mengingat Indonesia adalah negara dengan tingkat keragaman linguistik yang tinggi—lebih dari 700 bahasa daerah dituturkan di seluruh kepulauan, yang memungkinkan perbedaan mencolok dalam organisasi sintaksis antar bahasa—studi ini sangat penting. Dengan memeriksa berbagai sumber ilmiah, seperti buku bahasa, jurnal ilmiah nasional dan internasional, prosiding seminar, dan temuan penelitian sebelumnya yang relevan, studi ini menggunakan pendekatan studi pustaka. Teknik analisis isi deskriptif-komparatif digunakan untuk memeriksa data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur Subjek-Predikat-Objek (S-P-O), yang sistematis dan sering digunakan baik dalam komunikasi formal maupun informal, merupakan pola kalimat yang cukup konsisten dalam bahasa Indonesia. Di sisi lain, bahasa daerah, termasuk bahasa Jawa, Sundanese, Batak, Bugis, dan lainnya, memiliki pola kalimat yang lebih mudah beradaptasi dan berbasis konteks yang dipengaruhi oleh kebiasaan penutur, tingkat tutur, konteks komunikasi, dan variabel budaya. Sistem tata bahasa yang berbeda dari setiap bahasa daerah dan sejarah perkembangan bahasa juga berkontribusi pada variasi ini. Kesimpulan penting lainnya dari penelitian ini adalah fenomena interferensi sintaksis dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia. Akibatnya, penelitian ini menawarkan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang keragaman struktur bahasa Indonesia dan menyoroti pentingnya analisis sintaksis lintas bahasa dalam upaya memajukan linguistik dan melindungi bahasa daerah sebagai bagian dari warisan budaya negara.</p> <p><em>This study uses a systematic literature review methodology to examine and compare the syntactic structure of Indonesian with that of regional languages in Indonesia. As a subfield of linguistics, syntax studies how words are arranged in sentences and the relationships between their constituent parts to create coherent meaning. Given that Indonesia is a country with a high level of linguistic diversity—more than 700 regional languages are spoken across the archipelago, allowing for striking differences in syntactic organization between languages—this study is crucial. By examining various scholarly sources, such as language books, national and international scientific journals, seminar proceedings, and relevant previous research findings, this study employs a literature review approach. Descriptive-comparative content analysis techniques are used to examine the data. The results show that the Subject-Predicate-Object (S-P-O) structure, which is systematic and frequently used in both formal and informal communication, is a fairly consistent sentence pattern in Indonesian. On the other hand, regional languages, including Javanese, Sundanese, Batak, Bugis, and others, have more adaptable and context-based sentence patterns that are influenced by speaker habits, speech level, communication context, and cultural variables. The different grammatical systems of each regional language and the historical development of the language also contribute to this variation. Another important conclusion from this study is the phenomenon of syntactic interference from regional languages into Indonesian. Consequently, this research offers a more comprehensive understanding of the structural diversity of Indonesian and highlights the importance of cross-linguistic syntactic analysis in efforts to advance linguistics and protect regional languages as part of the country's cultural heritage.</em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/21176KEGIATAN ORGANISASI LAJNAH IMAILLAH DI KOTA MEDAN2026-04-20T10:55:59+00:00Athiyyah Talitha Tsany Hasibuanathiyyahtalitha08@gmail.comIrwansyahirwansyah@uinsu.ac.idAulia Kamalauliakamal@uinsu.ac.id<p>Skripsi ini membahas kegiatan organisasi Lajnah Imaillah di Kota Medan. Lajnah Imaillah, yang berarti "Perempuan Hamba Allah," adalah organisasi perempuan dalam komunitas Muslim Ahmadiyah yang berfokus pada pemberdayaan perempuan. Organisasi ini bertujuan untuk melatih dan mengembangkan potensi kaum wanita dalam berbagai aspek, termasuk pengetahuan agama, keterampilan kesehatan, kebugaran, serta kemampuan dalam bidang perdagangan dan keuangan. Penelitian ini berfokus pada bentuk kegiatan wanita Ahmadiyah di organisasi Lajnah Imaillah. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan pengurus dan jemaat perempuan Ahmadiyah, serta observasi dan dokumentasi. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana aktivitas organisasi Lajnah Imaillah memengaruhi integrasi sosial komunitas Ahmadiyah di Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lajnah Imaillah secara konsisten menyelenggarakan kegiatan keagamaan, sosial, dan kemanusiaan. Kegiatan-kegiatan ini berfungsi untuk memperkuat doktrin internal, membangun solidaritas antaranggota, serta menunjukkan upaya organisasi untuk tetap eksis dan diterima di tengah masyarakat luas. Lajnah Imaillah juga melakukan pembinaan dan pemberdayaan perempuan melalui pendekatan yang lembut dan inklusif, yang membantu menciptakan masyarakat yang lebih toleran dan mengurangi stigma terhadap kelompok Ahmadiyah.</p> <p><em>including religious knowledge, health and fitness skills, and business and financial capabilities. This research focuses on the forms of activities of Ahmadi women within the Lajnah Imaillah organization. This study uses a descriptive qualitative method, where primary data were obtained through direct interviews with sources, namely administrators and Ahmadi women congregants, as well as through observation and documentation. The problem statement in this research is how the activities of the Lajnah Imaillah organization affect the social integration of the Ahmadiyya community in Medan City. The results show that Lajnah Imaillah consistently organizes religious, social, and humanitarian activities. These activities function to strengthen internal doctrine, build solidarity among members, and demonstrate the organization's efforts to exist and be accepted in the wider community. Lajnah Imaillah also conducts coaching and empowerment of women through a soft and inclusive approach. These activities help create a more tolerant society and reduce the stigma against the Ahmadiyya group.</em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20800ANALISIS RENDAHNYA PEMAHAMAN SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR TERHADAP PEMBELAJARAN MATEMATIKA DAN BAHASA INGGRIS2026-04-03T08:56:42+00:00Silki Yuviliensilkiyuvilien@gmail.comSofi Wiji Rahayussofirahayu@gmail.comTri Oktavianitri994090@gmail.comNurul Hudahudanurul1345@gmail.comRida Dwi Saputriridadwisaputri2005@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab rendahnya pemahaman siswa kelas V sekolah dasar dalam pembelajaran matematika dan bahasa Inggris. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini mengungkap bahwa permasalahan pemahaman siswa bersifat multidimensional. Dalam matematika, kesulitan utama terletak pada penguasaan konsep abstrak dan keterampilan prosedural, sementara dalam bahasa Inggris, hambatan muncul pada aspek linguistik dan psikologis. Faktor personal, instruksional, dan lingkungan saling berinteraksi membentuk tantangan kompleks dalam pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan holistik yang mencakup inovasi pedagogis, penguatan lingkungan belajar, serta dukungan psikososial untuk meningkatkan pemahaman siswa. Kata Kunci: pemahaman siswa, matematika SD, bahasa Inggris SD, kesulitan belajar, faktor pembelajaran.</p> <p><em>This research aims to analyze the factors causing the low understanding of fifth-grade elementary school students in mathematics and English learning. Using a descriptive qualitative approach with observation, interview, and documentation methods, this research reveals that students' understanding problems are multidimensional. In mathematics, the main difficulties lie in mastering abstract concepts and procedural skills, while in English, obstacles arise in linguistic and psychological aspects. Personal, instructional, and environmental factors interact to form complex challenges in learning. This research recommends a holistic approach that includes pedagogical innovation, strengthening the learning environment, and psychosocial support to improve student understanding.</em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/21093UPAYA GURU DALAM MENGGEMBANGKAN KREATIVITAS SENI ANAK USIA DINI 2026-04-17T02:10:14+00:00Irene Konia Putri Angguntaniaanggul0304@gmail.com<p>Kreativitas seni merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang perlu dikembangkan secara optimal melalui stimulasi yang tepat. Anak usia dini berada pada masa golden age yang sangat peka terhadap berbagai rangsangan, sehingga diperlukan pembelajaran yang mampu mengembangkan potensi kreativitasnya. Guru memiliki peran strategis dalam menciptakan pembelajaran yang mampu merangsang kreativitas seni anak melalui kegiatan yang menarik dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya guru dalam mengembangkan kreativitas seni anak usia dini berdasarkan kajian literatur dari berbagai jurnal ilmiah. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengkaji 25 jurnal nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan kreativitas seni anak dapat dilakukan melalui metode bermain, penggunaan media variatif, pemberian kebebasan berekspresi, serta penciptaan lingkungan belajar yang kondusif. Namun, terdapat beberapa hambatan seperti keterbatasan sarana dan kurangnya inovasi guru. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi dan kreativitas guru dalam merancang pembelajaran seni</p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20883PENERAPAN INTRUSION DETECTION SYSTEM (IDS) SNORT UNTUK DETEKSI DINI SERANGAN ARP SPOOFING DAN PENYADAPAN DATA PADA JARINGAN VIRTUALISASI2026-04-08T08:21:44+00:00Siti Nur Haliza230631100106@student.trunojoyo.ac.idMuhlis Tahirmuhlis.tahir@trunojoyo.ac.idMuhammad Arinal Haq230631100126@student.trunojoyo.ac.id<p>Perkembangan teknologi jaringan yang sangat pesat berbanding lurus dengan meningkatnya eskalasi ancaman siber yang semakin kompleks. Salah satu ancaman yang paling berbahaya pada infrastruktur lokal adalah serangan ARP Spoofing, yang memungkinkan peretas menyusup untuk melakukan pencegatan data sensitif secara ilegal. Sistem keamanan secara umum seperti firewall statis sering kali tidak cukup memadai untuk mengenali aktivitas sesuatu yang mencurigakan ini secara real-time pada Data Link Layer. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan serta menyajikan analisis mendalam terhadap efektivitas Intrusion Detection System (IDS) berbasis Snort dalam mendeteksi ancaman jaringan tersebut. Metode penelitian yang diterapkan adalah Research and Development (R&D) yang dikombinasikan secara terpadu dengan kerangka kerja Network Development Life Cycle (NDLC) untuk menjamin tahapan pengembangan sistem yang terstruktur. Untuk meminimalisasi risiko pada infrastruktur fisik, pengujian dilakukan dalam lingkungan simulasi virtual terkendali dengan memosisikan Kali Linux sebagai mesin penyerang (attacker) dan Lubuntu sebagai mesin target (victim) yang sekaligus berperan sebagai sensor IDS. Skenario pengujian mencakup simulasi penyusupan melalui serangan ARP Spoofing, pengalihan lalu lintas ke protokol web yang tidak aman (HTTP), serta teknik pencegatan data hak akses menggunakan Wireshark. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Snort yang berjalan dengan metode rule-based detection berhasil mengidentifikasi aktivitas mencurigakan secara akurat dan real-time, yang dibuktikan dengan munculnya log peringatan (alert) otomatis pada sistem. Kesimpulannya, implementasi Snort IDS terbukti sangat efektif sebagai mekanisme pertahanan awal di Layer 2 untuk mengenali aktivitas ilegal sebelum terjadinya pencurian data yang lebih luas dengan dampak yang sistemik.</p> <p><em>The rapid development of network technology is directly proportional to the increasing escalation of increasingly complex cyber threats. One of the most dangerous threats to local infrastructure is the ARP Spoofing attack, which allows hackers to infiltrate and illegally intercept sensitive data. General security systems such as static firewalls are often inadequate to recognize this suspicious activity in real-time at the Data Link Layer. Therefore, this study aims to implement and present an in-depth analysis of the effectiveness of a Snort-based Intrusion Detection System (IDS) in detecting these network threats. The research method applied is Research and Development (R&D) combined in an integrated manner with the Network Development Life Cycle (NDLC) framework to ensure a structured system development stage. To minimize risks to physical infrastructure, testing is conducted in a controlled virtual simulation environment by positioning Kali Linux as the attacker machine and Lubuntu as the target machine (victim) which also acts as an IDS sensor. The test scenarios included intrusion simulations through ARP Spoofing attacks, traffic redirection to an insecure web protocol (HTTP), and access rights data interception techniques using Wireshark. The results showed that Snort running with the rule-based detection method successfully identified suspicious activity accurately and in real-time, as evidenced by the appearance of automatic alert logs on the system. In conclusion, the implementation of Snort IDS proved very effective as an initial defense mechanism at Layer 2 to identify illegal activity before the occurrence of broader data theft with systemic impact. </em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/21143THE IMPACT OF LOADING, LOAD IMBALANCE, AND AMBIENT TEMPERATURE ON THE DETERMINATION OF DISTRIBUTION TRANSFORMER AGING2026-04-18T13:06:53+00:00Mursid Arifinarifin22engineer@gmail.comRudi Kurniantorudi.kurnianto@ee.untan.ac.idManagam Rajagukgukmanagam.rajagukguk@ee.untan.ac.id<p><em>In the operation of distribution transformers, it is expected that they can operate continuously and at maximum capacity. However, this can impact the lifespan of the transformer, as it will gradually decrease over time. One of the key factors contributing to the reduced lifespan of transformers is loading, along with other factors such as load imbalance and ambient temperature. Based on these factors, the author conducted a study on the impact of loading, load imbalance, and ambient temperature on the determination of the aging rate of distribution transformers. The research method involves collecting load current and ambient temperature data from four transformers to calculate the aging rate and remaining life of the transformers using IEEE and IEC standards. The study reveals that the loading factor is the most significant contributor to the aging of distribution transformers. The calculation results indicate that the lowest estimated aging rate occurs in Transformer 1, at 0.0052 hours per day (24 hours), resulting in the highest estimated remaining life of the transformer at 11.997 years, with a life difference of 0.003 years compared to the normal remaining life of 12 years, based on a standard life expectancy of 20 years. Conversely, the highest estimated aging rate occurs in Transformer 2, at 0.276 hours per day (24 hours), resulting in the lowest estimated remaining life of the transformer at 14.8275 years, with a life difference of 0.1725 years compared to the normal remaining life of 15 years, based on the standard life expectancy of 20 years. The impact of loading is more dominant than load imbalance and ambient temperature in accelerating transformer aging. </em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/21088PENERAPAN PERATURAN KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2020 TENTANG PENGHENTIAN PENUNTUTAN BERDASARKAN KEADILAN RESTORATIF TERHADAP TINDAK PIDANA PERBUATAN TIDAK MENYENANGKAN2026-04-16T10:44:26+00:00Yasem For Anugrah Geayasemforanugrah@gmail.comKarolina Sitepusitepukarolina@gmail.comKhairun Na'imkhair.alnaim@gmail.com<p>Keadilan restoratif merupakan paradigma baru dalam sistem peradilan pidana yang mengutamakan pemulihan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif terhadap tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan di wilayah hukum Cabang Kejaksaan Negeri Deli Serdang di Pancur Batu. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan jaksa dan studi dokumentasi kasus. Analisis data dilakukan secara deskriptif analitis untuk menggambarkan implementasi kebijakan keadilan restoratif dalam praktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Peraturan Kejaksaan RI No. 15 Tahun 2020 di Cabang Kejaksaan Negeri Deli Serdang telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Faktor pendukung implementasi meliputi dukungan kebijakan dari pimpinan, sosialisasi kepada petugas, dan respons positif dari masyarakat. Namun, terdapat beberapa kendala dalam penerapannya, antara lain: kurangnya pemahaman masyarakat tentang konsep keadilan restoratif, terbatasnya fasilitas anggaran dan sumber daya manusia, resistensi dari korban dan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan keadilan restoratif terhadap tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan memberikan dampak positif dalam menyelesaikan konflik hukum dengan lebih humanis dan efektif. Keadilan restoratif terbukti mampu memulihkan hubungan sosial, mengurangi beban perkara di pengadilan, dan memberikan kepuasan kepada korban. Untuk optimalisasi penerapan, diperlukan peningkatan sosialisasi, pelatihan petugas, dan penguatan koordinasi antar lembaga.</p> <p><em>Restorative justice is a new paradigm in the criminal justice system that prioritizes restoring relationships between perpetrators, victims, and the community. This study aims to analyze the implementation of Republic of Indonesia Prosecutor's Office Regulation No. 15 of 2020 concerning Termination of Prosecution Based on Restorative Justice for crimes of misconduct within the jurisdiction of the Deli Serdang District Prosecutor's Office Branch in Pancur Batu.The research method used was empirical juridical with a qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews with prosecutors and case documentation studies. Data analysis was conducted descriptively and analytically to illustrate the implementation of restorative justice policies in practice. The results indicate that the implementation of Republic of Indonesia Prosecutor's Office Regulation No. 15 of 2020 at the Deli Serdang District Prosecutor's Office Branch has been carried out in accordance with applicable regulations. Supporting factors for implementation include policy support from leadership, outreach to officers, and a positive response from the community. However, several obstacles to its implementation exist, including: a lack of public understanding of the concept of restorative justice, limited budget and human resources, and resistance from victims and their families.This study concludes that the application of restorative justice to crimes of misconduct has a positive impact on resolving legal conflicts in a more humane and effective manner. Restorative justice has been proven to restore social relationships, reduce the burden of court cases, and provide satisfaction to victims. To optimize its implementation, increased outreach, officer training, and strengthened coordination between institutions are needed.</em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/21400PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF DALAM MENINGKATKAN KETERLIBATAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM2026-04-27T08:05:49+00:00Habibah Maulida10habibahmaulida@gmail.comRani Puspitapspitaranii@gmail.comGusmaneligusmanelimpd@uinib.ac.id<p>Penelitian ini membahas penerapan strategi pembelajaran aktif dalam meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Strategi pembelajaran aktif menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif dalam proses belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji konsep strategi pembelajaran aktif, penerapannya dalam PAI, serta dampaknya terhadap keterlibatan dan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai jurnal dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran aktif seperti diskusi, role play, problem based learning, dan pembelajaran kooperatif mampu meningkatkan motivasi, keterlibatan, serta hasil belajar siswa. Selain itu, strategi ini juga berkontribusi dalam pembentukan karakter peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Dengan demikian, pembelajaran aktif menjadi pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di sekolah.</p> <p><em>This study discusses the implementation of active learning strategies in improving student engagement and learning outcomes in Islamic Religious Education (PAI). Active learning strategies place students at the center of the learning process, encouraging active participation in classroom activities. The purpose of this study is to examine the concept of active learning strategies, their application in Islamic education, and their impact on student engagement and learning achievement. The research method used is a literature study by analyzing various relevant journals and previous studies. The findings indicate that active learning strategies such as discussion, role play, problem-based learning, and cooperative learning can significantly improve students’ motivation, engagement, and learning outcomes. Furthermore, these strategies also contribute to character building in accordance with Islamic values. Therefore, active learning is considered an effective approach to improving the quality of Islamic Religious Education.</em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20827PANDANGAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENUNDAAN AQIQAH ANAK PADA HARI KELAHIRAN DAN DILAKSANAKAN PADA BULAN MAULID 2026-04-05T08:46:44+00:00Dimas Putra Prayudadimasputraprayuda@gmail.comFahmil Samiranfahmilsamiran@gmail.com<p>Skripsi ini berjudul pandangan hukum islam terhadap penundaan aqiqah anak pada hari kelahiran dan dilaksanakan pada bulan maulid (Studi Kasus Di Nagari Batagak Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam) yang ditulis oleh Dimas Putra Prayuda dengan NIM 1121106 Dari program studi Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah) di fakultas syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Aqiqah merupakan salah satu syariat Islam yang memiliki kedudukan penting dalam menyambut kelahiran seorang anak, sebagai wujud syukur kepada Allah SWT dan penebusan bagi anak. Pelaksanaannya dianjurkan pada hari ketujuh, keempat belas, atau kedua puluh satu pasca kelahiran. Namun, dalam realitas sosial masyarakat, seringkali ditemukan praktik penundaan aqiqah karena berbagai faktor, seperti keterbatasan ekonomi, kesibukan, atau bahkan karena keyakinan tertentu yang mengaitkannya dengan momen khusus. Salah satu fenomena yang menarik perhatian adalah penundaan aqiqah yang kemudian dilaksanakan bertepatan dengan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan hukum Islam terhadap praktik penundaan aqiqah anak dan implikasinya jika dilaksanakan pada bulan Maulid. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif-yuridis. Data dikumpulkan melalui studi literatur dari berbagai kitab fiqh klasik, fatwa ulama kontemporer, jurnal ilmiah, dan sumber-sumber relevan lainnya yang membahas tentang aqiqah, waktu pelaksanaannya, serta dalil-dalil syar'i yang berkaitan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk memahami pendapat para ulama dari berbagai mazhab terkait hukum penundaan aqiqah dan urgensi waktu pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ulama sepakat bahwa waktu utama pelaksanaan aqiqah adalah pada hari ketujuh. Penundaannya diperbolehkan jika terdapat udzur syar'i, namun tidak disarankan tanpa alasan yang kuat karena dapat menghilangkan kesempurnaan sunnah. Meskipun demikian, aqiqah yang ditunda tetap sah dan mendapatkan pahala, meskipun pahalanya mungkin tidak sesempurna jika dilaksanakan pada waktunya. Terkait pelaksanaan aqiqah pada bulan Maulid, tidak ditemukan dalil syar'i secara khusus yang melarang atau menganjurkan penggabungan kedua momen tersebut. Penyelenggaraan aqiqah pada bulan Maulid dapat dilihat sebagai upaya mengambil berkah dari momen kelahiran Nabi SAW, namun bukan sebagai syarat sahnya atau keharusan. Hukumnya kembali kepada niat dan tujuan pelaksanaannya. Selama tidak diyakini sebagai keharusan atau syarat sah, serta tidak bertentangan dengan syariat, maka hal tersebut diperbolehkan. Oleh karena itu, penundaan aqiqah dan pelaksanaannya pada bulan Maulid adalah mubah, dengan catatan tetap memenuhi rukun dan syarat Aqiqah sesuai syariat Islam..</p> <p><em>This thesis is entitled the view of Islamic law on the delay of aqiqah of children on the day of birth and carried out in the month of maulid (Case Study in Nagari Batagak, Sungai Pua District, Agam Regency) written by Dimas Putra Prayuda with NIM 1121106 from the Islamic Family Law (Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah) study program at the sharia faculty of the State Islamic University (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Aqiqah is one of the Islamic laws that has an important position in welcoming the birth of a child, as a form of gratitude to Allah SWT and atonement for the child. Its implementation is recommended on the seventh, fourteenth, or twenty-first day after birth. However, in the social reality of society, the practice of postponing aqiqah is often found due to various factors, such as economic limitations, busyness, or even because of certain beliefs that associate it with a special moment. One of the phenomena that attracts attention is the postponement of aqiqah which is then carried out to coincide with the month of Maulid of the Prophet Muhammad SAW. This study aims to analyze the view of Islamic law on the practice of postponing children's aqiqah and its implications if it is carried out in the month of Maulid. The research method used is library research with a normative-juridical approach. Data were collected through literature studies from various classical fiqh books, fatwas of contemporary scholars, scientific journals, and other relevant sources that discuss aqiqah, the timing of its implementation, and related shar'i arguments. Data analysis is carried out descriptively-analytically to understand the opinions of scholars from various madhhabs regarding the law of postponing aqiqah and the urgency of its implementation time. The results show that the majority of scholars agree that the main time for performing aqiqah is on the seventh day. Delaying it is permissible if there is a shar'i excuse, but it is not recommended without a good reason because it may deprive the sunnah of its perfection. Nevertheless, the delayed aqiqah is still valid and will be rewarded, although the reward may not be as perfect as if it had been performed on time. With regard to performing the aqiqah during the month of Maulid, there is no specific shar'i evidence that prohibits or encourages combining the two occasions. The implementation of aqiqah in the month of Maulid can be seen as an effort to take the blessing of the moment of the birth of the Prophet SAW, but not as a valid requirement or necessity. The law returns to the intention and purpose of its implementation. As long as it is not believed to be a necessity or valid requirement, and does not contradict the Shari'ah, then it is permissible. Therefore, postponing aqiqah and performing it in the month of Maulid is permissible, as long as it fulfills the pillars and conditions of Aqiqah according to Islamic law.</em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/21128ISOLASI DAN KARAKTERISTIK BAKTERI YANG BERSIMBIOSIS DENGAN SPONS AGELAS CLATHRODES, MYCALE LAXISIMA DARI PERAIRAN PANTAI KURENAI, TELUK TOMINI GORONTALO2026-04-18T04:53:39+00:00Sri Cici Pakayacicipakaya76@gmail.comRahim Husainguest@jurnalhst.comFernandy M. Djailaniguest@jurnalhst.com<p>Bakteri mampu bersimbiosis dengan spons karena memiliki hubungan simbiosis secara mutualisme antara spons dengan bakteri. Hubungan ini mempengaruhi siklus biogeokimia dari nutrisi utama seperti karbon, nitrogen dan fosfor sehingga terdapat beberapa jenis bakteri yang bersimbiosis dengan spons (Pita et al., 2018). Penelitian ini bertujuan mengisolasi bakteri yang bersimbiosis dengan spons dari perairan pantai kurenai teluk tomini gorontalo. Mengidentifikasi karakteristik bakteri yang bersimbiosis dengan spons dari perairan pantai kurenai teluk tomini gorontalo. Metode penelitian adalah metode deskriptif kualitatif dengan tahapan yaitu preparasi sampel, sterilisasi alat dan media, isolasi, pemurnian isolat, pengamatan karakteristik morfologi bakteri secara makroskopik dan miroskopik, karakterstik bakteri pada media agar miring, dan uji fermentasi karbohidrat. Hasil penelitian berdasarkan karakter morfologinya diperoleh 4 isolat dengan ciri isolat S1 10 -1 bentuk bulat beraturan, tepi berlekuk, permukaan timbul, warna putih, bentuk coccus, gram positif, isolat S1 10-2 dengan bentuk bulat tak beraturan, tepi berserabut, permukaan datar, warna putih, bentuk bacil, gram negatif, isolat S2 10 -1, dengan bentuk bulat beraturan, tepi rata, permukaan datar, warna kuning, bentuk basil, gram negatif, isolat S2 10-2 dengan bentuk bulat tak beraturan, tepi rata, permukaan datar, warna putih, bentuk coccus, gram posittif. Selanjutnya isolat yang memfermentasi karbohidrat, yaitu isolat S2 10-1 dan isolat S2 10-2, sedangkan S1 10-1, dan S2 10-2 , tidak terjadi fermentasi karbohidrat.</p> <p><em>Bacteria are able to form a symbiosis with sponges because they have a mutualistic symbiotic relationship between sponges and bacteria. This relationship affects the biogeochemical cycle of primary nutrients such as carbon, nitrogen, and phosphorus, so that several types of bacteria form a symbiosis with sponges (Pita et al., 2018). This study aims to isolate bacteria that form a symbiosis with sponges from the coastal waters of Kurenai, Tomini Bay, Gorontalo. Identify the characteristics of bacteria that form a symbiosis with sponges from the coastal waters of Kurenai, Tomini Bay, Gorontalo. The research method is a qualitative descriptive method with stages, namely sample preparation, sterilization of tools and media, isolation, purification of isolates, observation of bacterial morphological characteristics macroscopically and microscopically, bacterial characteristics on slant agar media, and carbohydrate fermentation tests. The results of the study based on morphological characteristics obtained 4 isolates with the characteristics of isolate S1 10-1 regular round shape, grooved edges, raised surface, white color, coccus shape, gram positive, isolate S1 10-2 with irregular round shape, fibrous edges, flat surface, white color, bacillus shape, gram negative, isolate S2 10-1, with regular round shape, flat edge, flat surface, yellow color, bacillus shape, gram negative, isolate S2 10-2 with irregular round shape, flat edge, flat surface, white color, coccus shape, gram positive. Furthermore, isolates that ferment carbohydrates, namely isolate S2 10-1 and isolate S2 10-2, while S1 10-1, and S2 10-2, do not occur carbohydrate fermentation.</em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/21040IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMAN 4 PARIAMAN2026-04-15T05:25:52+00:00Nazwa Fitria Habibahfitrianazwa33@gmail.comHalomoanhalomoan@fis.unp.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dengan pendekatan deep learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 4 Pariaman, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data diperoleh dari wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru PAI, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka dengan pendekatan deep learning pada mata pelajaran PAI telah berjalan dengan cukup baik. Pada tahap perencanaan, guru telah menyusun modul ajar yang berorientasi pada pemahaman konseptual dan keterlibatan aktif peserta didik. Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran berlangsung secara interaktif, berpusat pada siswa, serta memanfaatkan media digital dan metode diskusi untuk mendorong berpikir kritis dan reflektif. Pada tahap evaluasi, penilaian dilakukan secara autentik dengan mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Faktor pendukung dalam implementasi ini meliputi ketersediaan fasilitas pembelajaran, kesiapan peserta didik dalam penggunaan teknologi, serta dukungan dari pihak sekolah. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan jaringan internet, perbedaan kemampuan peserta didik, serta keterbatasan waktu pembelajaran. Dengan demikian, implementasi pendekatan deep learning dalam Kurikulum Merdeka mampu meningkatkan kualitas pembelajaran PAI menjadi lebih bermakna, meskipun masih memerlukan optimalisasi dalam beberapa aspek.</p> <p><em>This study aims to analyze the implementation of the Merdeka Curriculum using a deep learning approach in Islamic Religious Education (PAI) at SMAN 4 Pariaman, as well as to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation. This research employed a qualitative approach with a descriptive design. Data sources were obtained from the vice principal for curriculum affairs, Islamic Religious Education teachers, and students. Data collection techniques included interviews, observations, and documentation, while data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that the implementation of the Merdeka Curriculum with a deep learning approach in PAI has been carried out quite well. In the planning stage, teachers prepared teaching modules oriented toward conceptual understanding and active student engagement. In the implementation stage, learning was conducted interactively, student-centered, and supported by the use of digital media and discussion methods to foster critical and reflective thinking. In the evaluation stage, assessment was carried out authentically, covering cognitive, affective, and psychomotor aspects. Supporting factors in this implementation include the availability of learning facilities, students’ readiness in using technology, and strong support from the school. Meanwhile, inhibiting factors include limited internet access, differences in students’ abilities, and limited instructional time. Therefore, the implementation of the deep learning approach within the Merdeka Curriculum has improved the quality of PAI learning to become more meaningful, although further optimization is still needed in several aspects.</em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/21259ANALISIS DISIPLIN KERJA ASN TERHADAP FENOMENA LIVE TIKTOK DI JAM KERJA2026-04-23T03:08:07+00:00Sinta Aryani07011282328113@student.unsri.ac.idMaelani07011182328148@student.unsri.ac.idDewi Eliza07011282328134@student.unsri.ac.idAbdillah Khoirul Amar07011282328162@student.unsri.ac.idAtrika Irianiatrikairiani@fisip.unsri.ac.id<p>Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut memiliki disiplin kerja tinggi dalam menjalankan fungsi pelayanan publik, terutama di tengah perkembangan teknologi digital. Namun, muncul fenomena ASN yang melakukan siaran langsung live TikTok saat jam kerja yang menimbulkan perhatian publik. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena ASN yang melakukan live TikTok saat jam kerja serta mengkaji perilaku tersebut dalam perspektif disiplin kerja ASN. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan memanfaatkan data sekunder dari jurnal, peraturan, buku, dan berita online. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa fenomena ASN yang melakukan live TikTok saat jam kerja merupakan bentuk penyimpangan disiplin kerja yang mencerminkan lemahnya pemanfaatan waktu kerja dan tanggung jawab profesional yang dipengaruhi oleh faktor seperti kurangnya pengawasan, rendahnya kesadaran profesional, serta pengaruh media sosial. Dampak perilaku tersebut berakibat pada penurunan produktivitas dan kualitas kerja, serta menurunnya citra dan kepercayaan publik terhadap instansi pemerintah.</p> <p><em>State Civil Apparatus (ASN) are required to maintain a high level of work discipline in carrying out public service functions, especially amid the development of digital technology. However, a phenomenon has emerged in which ASN engage in TikTok live streaming during working hours, attracting public attention. This study aims to analyze the phenomenon of ASN conducting TikTok live sessions during working hours and to examine this behavior from the perspective of ASN work discipline. The method used is a qualitative approach through a literature study, utilizing secondary data from academic journals, regulations, books, and online news sources. The results show that this phenomenon constitutes a form of work discipline violation, reflecting weak time management and professional responsibility, influenced by factors such as lack of supervision, low professional awareness, and the influence of social media. The impacts include decreased productivity and work quality, as well as a decline in public trust and the institutional image of government agencies.</em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20817ANALISIS BERBAGAI ISU YANG MEMPENGARUHI MORALITAS SISWA DALAM LINGKUNGAN PENDIDIKAN2026-04-05T02:13:14+00:00Roniah Ritonganiaritonga722@gmail.comCristin Indah Rani Sihombingshmbgcrstn@gmail.comSerlyserlymedan@gmail.comOxana Karaninaoxanakaranina1727@gmail.comMerry Prettymerrypretty2@gmail.comWesly Ifania Silalahiwesliifaniasilalahi@gmail.comAbdinur Batubaraguest@jurnalhst.com<p>Moralitas siswa merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter yang memengaruhi sikap, perilaku, dan cara berpikir peserta didik di lingkungan pendidikan. Namun, dalam perkembangan pendidikan saat ini, berbagai isu seperti pengaruh lingkungan keluarga, pergaulan teman sebaya, perkembangan teknologi dan media sosial, serta kurangnya penanaman nilai-nilai karakter dapat memengaruhi moralitas siswa. Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai permasalahan perilaku, seperti kurangnya disiplin, rendahnya rasa tanggung jawab, serta munculnya perilaku negatif seperti bullying di lingkungan sekolah. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis berbagai isu yang memengaruhi moralitas siswa dalam lingkungan pendidikan serta memahami faktor-faktor yang berperan dalam pembentukan moral peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis literatur atau studi pustaka dengan mengkaji berbagai jurnal, buku, dan sumber ilmiah yang relevan dengan topik moralitas siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa moralitas siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, serta perkembangan teknologi. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama antara guru, orang tua, dan pihak sekolah dalam menanamkan nilai-nilai moral dan pendidikan karakter agar siswa dapat berkembang menjadi individu yang berakhlak baik dan bertanggung jawab.</p> <p><em>Student morality is an important aspect in the formation of character that influences the attitudes, behavior, and ways of thinking of learners in the educational environment. However, in the current development of education, various issues such as the influence of the family environment, peer relationships, the development of technology and social media, and the lack of character education can affect students’ morality. These conditions may lead to various behavioral problems, such as lack of discipline, low sense of responsibility, and the emergence of negative behaviors such as bullying in schools. This study aims to analyze various issues that influence students’ morality in the educational environment and to understand the factors that play a role in shaping students’ moral values. The method used in this study is literature analysis or library research by reviewing various journals, books, and scientific sources related to the topic of student morality. The results of the study indicate that students’ morality is influenced by several main factors, namely the family environment, school environment, community environment, and the development of technology. Therefore, cooperation between teachers, parents, and schools is needed to instill moral values and character education so that students can develop into individuals with good character and responsibility.</em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/21108PENERAPAN PASAL 28 AYAT (2) UU ITE DALAM PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PENYEBARAN BERITA BOHONG (HOAX) 2026-04-17T08:18:30+00:00Riska Rinantis Zalukhuzalukhuriska395@gmail.comKarolina Sitepusitepukarolina@gmail.comKhairun Na'imkhair.alnaim@gmail.com<p>Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menghadirkan tantangan baru dalam penegakan hukum, khususnya terkait penyebaran informasi yang menyesatkan atau berita bohong (hoax) melalui media elektronik. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2024 perubahan Kedua atas Undang-undang No. 11 Tahun 2008, khususnya Pasal 28 ayat (2), menjadi instrumen hukum utama dalam menanggulangi fenomena penyebaran hoax di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Pasal 28 ayat (2) UU ITE dalam pembuktian tindak pidana penyebaran berita bohong dengan menggunakan studi kasus Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 3168/Pid.Sus/2018/PN Mdn tanggal 23 Mei 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empirs dengan pendekatan kulitatif. Data yang digunakan meliputi data primer berupa wawancara terhadap hakim berkaitan dengan putusan pengadilan dan data sekunder berupa literatur hukum, jurnal, dan peraturan perundang-undangan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Pasal 28 ayat (2) UU ITE dalam kasus ini menghadapi beberapa tantangan dalam proses pembuktiannya. Pertama, sulitnya membuktikan unsur "dengan sengaja dan tanpa hak" dalam penyebaran informasi yang menyesatkan. Kedua, kompleksitas dalam menentukan kriteria informasi yang dapat dikategorikan sebagai "menyesatkan" atau "hoax". Ketiga, kendala teknis dalam pengumpulan dan validasi alat bukti elektronik yang sesuai dengan ketentuan Pasal 5 UU ITE. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Pasal 28 ayat (2) UU ITE memerlukan harmonisasi yang lebih baik antara penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia, khususnya hak atas kebebasan berekspresi. Diperlukan pedoman yang lebih jelas bagi aparat penegak hukum dalam menangani kasus-kasus serupa guna menciptakan kepastian hukum dan keadilan bagi masyarakat.</p> <p><em>The development of information and communication technology has presented new challenges in law enforcement, particularly regarding the spread of misleading information or fake news (hoaxes) through electronic media. Law Number 11 of 2008 concerning Electronic Information and Transactions (ITE Law) as amended by Law Number 1 of 2024, the Second Amendment to Law Number 11 of 2008, particularly Article 28 paragraph (2), is the main legal instrument in addressing the phenomenon of the spread of hoaxes in the digital space. This study aims to analyze the application of Article 28 paragraph (2) of the ITE Law in proving the crime of spreading false news, using the Medan District Court Decision No. 3168/Pid.Sus/2018/PN Mdn dated May 23, 2019, as a case study. The research method used is empirical juridical with a qualitative approach. The data used include primary data in the form of interviews with judges related to the court decision and secondary data in the form of legal literature, journals, and related laws and regulations. The results of the study indicate that the application of Article 28 paragraph (2) of the ITE Law in this case faces several challenges in the evidentiary process. First, the difficulty of proving the element of "intentionally and without authority" in the dissemination of misleading information. Second, the complexity in determining the criteria for information to be categorized as "misleading" or "hoax." Third, technical obstacles in collecting and validating electronic evidence in accordance with the provisions of Article 5 of the ITE Law. This study concludes that the implementation of Article 28 paragraph (2) of the ITE Law requires better harmonization between law enforcement and the protection of human rights, particularly the right to freedom of expression. Clearer guidelines are needed for law enforcement officials in handling similar cases to ensure legal certainty and justice for the public.</em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20954ANALYSIS OF FISCAL INDEPENDENCE AND REGIONAL EXPENDITURE EFFICIENCY IN SERDANG BEDAGAI REGENCY2026-04-11T06:22:37+00:00Annisa Pratiwipratiwiannisa483@gmail.comMeutia Rahmadhani Rambeutiarmb@gmail.comHabib Rizieqhabibrizik2006@gmail.com<p><em>This study aims to analyze fiscal independence and regional expenditure efficiency in Serdang Bedagai Regency. The primary focus of the research is to evaluate the extent to which local own-source revenue contributes to financing developmental needs independently and to assess the appropriateness of regional expenditure allocation in enhancing public welfare. The research method employed is descriptive quantitative, conducting financial ratio analysis on statement of budget realization data. Data analysis techniques involve calculating fiscal independence and expenditure efficiency ratios to provide an objective overview of the local government's financial performance. The results indicate that the fiscal independence of Serdang Bedagai Regency remains in the low category due to a high dependency on transfer funds from the central government. Although local own-source revenue provides a positive contribution, its volume is not yet significant enough to independently finance all regional domestic affairs. Regarding expenditures, inefficiencies were identified as the budget portion remains dominated by routine operational expenditures rather than capital expenditures that directly impact infrastructure development. The conclusion of this study emphasizes that a high pattern of fiscal dependency can hinder regional creativity and flexibility in managing economic potential. Local governments are advised to optimize revenue through tax digitalization and to reallocate budgets toward productive sectors. This research is expected to serve as a reference for policymakers in formulating sustainable fiscal strengthening strategies to achieve genuine regional independence.</em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/21191PENGARUH TALENT MANAGEMENT DAN PERFORMANCE MANAGEMENT TERHADAP PRODUKTIVITAS ASN MELALUI MOTIVASI KERJA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH2026-04-21T03:21:35+00:00Munawir Sajaliraokaizer4251287@gmail.comMoh Fadli Azharifadli.angkasapura2@gmail.comRika Hijrinarikah2017@gmail.comMuhamad Toyib Daulaytoyibdaulay@dosen.pancabudi.ac.id<p style="margin: 0in; text-align: justify;"><span lang="EN-ID" style="font-size: 11.0pt;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh talent management dan performance management terhadap produktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui motivasi kerja di lingkungan pemerintah. Tantangan birokrasi modern menuntut organisasi sektor publik untuk memiliki sumber daya manusia yang profesional, adaptif, dan produktif. Namun demikian, masih ditemukan berbagai kendala seperti penempatan pegawai yang belum sepenuhnya berbasis kompetensi, sistem evaluasi kinerja yang belum optimal, serta rendahnya motivasi kerja sebagian pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan penelitian berjumlah 35 orang ASN yang dipilih melalui purposive sampling, terdiri atas pejabat struktural, pengelola SDM, dan pegawai pelaksana. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa talent management berpengaruh positif terhadap motivasi kerja melalui penempatan pegawai sesuai kompetensi, kesempatan pengembangan karier, dan sistem promosi berbasis merit. Performance management berpengaruh terhadap motivasi kerja melalui target kerja yang jelas, evaluasi berkala, serta pemberian penghargaan atas capaian kerja. Motivasi kerja terbukti menjadi variabel intervening yang memperkuat pengaruh kedua variabel tersebut terhadap produktivitas ASN. Produktivitas meningkat pada aspek kualitas pelayanan, ketepatan waktu, disiplin kerja, dan inovasi pelayanan publik.</span></p> <p style="margin: 0in; text-align: justify;"> </p> <p style="margin: 0in; text-align: justify;"><em><span lang="EN-ID" style="font-size: 11.0pt;">This study aims to analyze the influence of talent management and performance management on the productivity of Civil State Apparatus (ASN) through work motivation in the government environment. Modern bureaucratic challenges require public sector organizations to have professional, adaptive, and productive human resources. However, several obstacles are still found, such as employee placement that is not fully competency-based, suboptimal performance evaluation systems, and low employee work motivation. This study used a descriptive qualitative approach. The research informants consisted of 35 civil servants selected through purposive sampling, including structural officials, human resource managers, and operational staff. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model, namely data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that talent management had a positive effect on work motivation through competency-based placement, career development opportunities, and merit-based promotion systems. Performance management also influenced work motivation through clear work targets, periodic evaluations, and rewards for achievements. Work motivation was proven to be an intervening variable that strengthened the influence of both variables on ASN productivity. Productivity improved in terms of service quality, timeliness, work discipline, and public service innovation.</span></em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20803TEEN SLANG PHENOMENA ON SOCIAL MEDIA: AN ANALYSIS OF FORMS AND FUNCTIONS IN DIGITAL COMMUNICATION2026-04-03T09:32:06+00:00Lindawaty Utiarahmanutiarahmaninda@gmail.comHarto S. Malikmalik@ung.ac.idRahman Taufiqrianto Dakormtdako@ung.ac.id<p><em>Teen slang on social media demonstrates that digital communication is shaped by expressive needs, platform logics, participatory culture, and group identity. This article aims to describe the forms of slang commonly used by teenagers on social media and to explain their social-pragmatic functions in digital communication. The study applies a qualitative descriptive approach combining literature review and illustrative digital discourse analysis. The data consist of slang expressions commonly found in comments, captions, replies, and short exchanges on platforms such as Instagram, TikTok, and X. Data analysis was carried out through three stages: identifying slang forms, classifying their linguistic processes, and interpreting their social-pragmatic functions in youth digital communication. The findings show that teen slang appears in the form of abbreviations and acronyms, clipping, playful reversals, code-mixing, lexical borrowing, semantic shift, and graphic-phonological modification. Functionally, slang serves to mark group identity, build solidarity, increase communicative efficiency, express evaluative stance, create humor, and manage closeness and politeness in online interaction. These findings suggest that teen slang should be understood as a creative and contextual linguistic practice closely tied to youth digital culture.</em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/21102ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU POSTPARTUM DENGAN MASALAH KETIDAKEFEKTIFAN PEMBERIAN ASI MELALUI INTERVENSI PIJAT OKSITOSIN DI PUSKESMAS MELUR KOTA PEKANBARU2026-04-17T06:40:03+00:00Rizky Masyitohmasyitohrizky@gmail.comDeswindaguest@jurnalhst.comAfrida Sriyaniguest@jurnalhst.com<p>Ketidakefektifan pemberian ASI merupakan tantangan utama bagi ibu postpartum, khususnya primipara, yang sering kali dipicu oleh hambatan pengeluaran ASI akibat stres dan kelelahan. Kondisi ini menyebabkan let-down reflex tidak optimal sehingga ASI menjadi "macet". Pijat oksitosin merupakan intervensi non-farmakologis yang bertujuan menstimulasi hormon oksitosin untuk melancarkan pengeluaran ASI dan memberikan efek relaksasi. Mendeskripsikan asuhan keperawatan pada ibu postpartum dengan masalah ketidakefektifan pemberian ASI melalui penerapan intervensi berbasis bukti (Evidence Based Nursing) berupa pijat oksitosin. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus klinis pada Ny. H (G1P1A0) postpartum hari kedua di wilayah kerja Puskesmas Melur, Kota Pekanbaru. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan frekuensi dua kali sehari selama 3–5 menit. Instrumen evaluasi yang digunakan meliputi instrumen LATCH (Breastfeeding Assessment Tool), frekuensi pernapasan untuk mengukur relaksasi, serta indikator luaran Status Menyusui berdasarkan SLKI. Pengkajian awal menunjukkan skor LATCH 4 (kategori kurang), payudara bengkak, dan ASI hanya keluar beberapa tetes. Setelah diberikan intervensi pijat oksitosin dengan melibatkan peran suami, didapatkan hasil signifikan pada hari ketiga: skor LATCH meningkat menjadi 10 (kategori baik), frekuensi pernapasan ibu stabil (18x/menit), pancaran ASI lancar, dan bayi tidak lagi rewel dengan frekuensi miksi > 8 kali per 24 jam. Penerapan pijat oksitosin efektif dalam mengatasi masalah ketidakefektifan pemberian ASI dan menurunkan kecemasan ibu postpartum. Keterlibatan keluarga dalam teknik ini sangat mendukung keberhasilan laktasi secara mandiri di rumah.</p> <p><em>Ineffective breastfeeding is a major challenge for postpartum mothers, especially primiparas, often triggered by inhibited milk ejection due to stress and fatigue. This condition leads to an suboptimal let-down reflex, causing breast milk to become "stagnant." Oxytocin massage is a non-pharmacological intervention aimed at stimulating the hormone oxytocin to facilitate milk ejection and provide a relaxation effect. To describe nursing care for postpartum mothers with ineffective breastfeeding problems through the application of Evidence-Based Nursing (EBN) in the form of oxytocin massage.This study used a clinical case study approach on Mrs. H (G1P1A0), a second-day postpartum mother in the working area of the Melur Health Center, Pekanbaru City. The intervention was carried out for three consecutive days with a frequency of twice a day for 3–5 minutes. Evaluation instruments included the LATCH (Breastfeeding Assessment Tool) instrument, respiratory rate to measure relaxation, and Status Breastfeeding outcome indicators based on the Indonesian Nursing Outcome Standard (SLKI). Initial assessment showed a LATCH score of 4 (poor category), swollen breasts, and milk only coming out in a few drops. After providing oxytocin massage intervention involving the husband's role, significant results were obtained on the third day: the LATCH score increased to 10 (good category), the mother's respiratory rate stabilized (18x/minute), breast milk flow was smooth, and the baby was no longer fussy with a micturition frequency of > 8 times per 24 hours.The application of oxytocin massage is effective in overcoming ineffective breastfeeding problems and reducing anxiety in postpartum mothers. Family involvement in this technique strongly supports the success of independent lactation at home.</em></p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner