Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm id-ID Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner HUBUNGAN SELF ESTEEM DENGAN KEPRIBADIAN NARSISTIC PADA SISWA DI MAN 1 PROBOLINGGO https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22851 <p>Latar Belakang : MAN 1 Probolinggo merupakan salah satu sekolah yang terletak dikecamatan Paiton yang menjadi kecamatan di kabupaten probolinggo dengan penduduk remaja 15 tahun keatas yang mana pada masa ini terjadi krisis indentitas diri dalam proses perkembangan. Kenakalan remaja menjadi salah satu indikator kegagalan remaja dalam pencarian indentitas diri. Self esteem merupakan salah satu konsep diri yang berpengaruh terhadap keberhasilan individu melewati masa remaja. Self esteem yang rendah akan menjadikan remaja berusaha menonjolkan dirinya dengan gaya berpakaian, merokok, hedonisme dan mengikuti trend dengan tujuan terlihat keren dan mendapat pujian. Hal ini lah yang menyebabkan remaja cenderung akan berperilaku narsistik. Tujuan Penelitian: ini untuk mengetahui hubungan self esteem dengan kepribadian narsistik pada siswa MAN 1 Probolinggo. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode rancangan cross-sectional dengan menggunakan rancangan proportional stratified random sampling dengan jumlah sampel 200 responden. Variabel independent adalah self esteem dan variabel dependent adalah kepribadian narsistik. Instrument penelitian ini adalah kuesioner dengan menggunakan google form dan dianalisis dengan menggunakan uji Kendall’s tau b. Hasil: P-Value sebesar 0,000 (&lt;0,05) yang artinya terdapat hubungan antara self esteem dengan kepribadian narsistik pada siswa MAN 1 Probolinggo.</p> <p><em>Background: MAN 1 Probolinggo is one of the schools located in Paiton sub-district which is a sub-district in Probolinggo regency with a population of adolescents 15 years and over where at this time there is a crisis of self-identity in the process of development. Juvenile delinquency is one indicator of adolescent failure in the search for self-identity. Self-esteem is one of the self-concepts that influence individual success through adolescence. Low self-esteem will make teenagers try to highlight themselves with clothing styles, smoking, hedonism and following trends with the aim of looking cool and getting praise. This is what causes adolescents to tend to behave narcissistically. Research purposes: The purpose of this study was to determine the relationship between self-esteem and narcissistic personality in MAN 1 Probolinggo students. Methode: This research is a quantitative research using a cross-sectional design method using a proportional stratified random sampling design with a sample of 200 respondents. The independent variable is self-esteem and the dependent variable is narcissistic personality. This research instrument is a questionnaire using google-form and analyzed using Kendall's tau b test Result: P-Value of 0.000 (&lt;0.05) which means that there is a relationship between self-esteem and narcissistic personality in MAN 1 Probolinggo students.</em></p> Umarul Faruq Sri Astutik Andayani Zainal Munir Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS TELUK BATANG KABUPATEN KAYONG UTARA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22927 <p>Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu aspek penting dalam sistem pelayanan kesehatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Teluk Batang. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner SERVQUAL yang dibagikan kepada 90 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Tingkat kepuasan diukur berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu: kehandalan (reliability) diperoleh hasil sebesar 72,2% puas dan 27,8% sangat puas, ketanggapan (responsiveness) sebesar 65,6% puas dan 34,4% sangat puas, keyakinan (assurance) sebesar 67,8% puas dan 32,2% sangat puas, empati (empathy) sebesar 66,7% puas dan 33,3% sangat puas, serta fasilitas berwujud (tangible) sebesar 63,3% puas dan 36,7% sangat puas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi memiliki tingkat kepuasan yang tinggi tanpa adanya responden yang menyatakan tidak puas atau sangat tidak puas. Dimensi dengan tingkat kepuasan tertinggi adalah kehandalan, sedangkan yang terendah adalah fasilitas berwujud. Hasil ini mengindikasikan bahwa pelayanan kefarmasian di Puskesmas Teluk Batang telah memenuhi harapan pasien secara keseluruhan.</p> <p><em>Pharmaceutical services are one of the important aspects of the healthcare system that aim to improve patients’ quality of life. This study aims to determine the level of patient satisfaction with pharmaceutical services at Teluk Batang Community Health Center. This research employed a descriptive survey method with a quantitative approach. Data were collected through a SERVQUAL questionnaire distributed to 90 respondents selected using purposive sampling based on inclusion criteria. Satisfaction was measured based on five SERVQUAL dimensions: reliability showed 72.2% satisfied and 27.8% very satisfied, responsiveness showed 65.6% satisfied and 34.4% very satisfied, assurance showed 67.8% satisfied and 32.2% very satisfied, empathy showed 66.7% satisfied and 33.3% very satisfied, and tangible facilities showed 63.3% satisfied and 36.7% very satisfied. The results indicated that all dimensions achieved high satisfaction levels, with no respondents reporting dissatisfaction. The highest satisfaction level was in the reliability dimension, while the lowest was in the tangible facilities dimension. These findings suggest that pharmaceutical services at Teluk Batang Community Health Center have met overall patient expectations. </em></p> Yesi Susilawati Apt. Adhisty Fadli Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 SOSIALISASI STOP PERNIKAHAN DINI SEBAGAI LANGKAH AWAL PENCEGAHAN STUNTING DI DESA MENANTI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23330 <p>Pernikahan dini masih menjadi permasalahan sosial yang banyak terjadi di masyarakat pedesaan, termasuk di Desa Menanti, dan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya stunting pada anak. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi, kesiapan mental, serta kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu faktor utama yang memicu terjadinya praktik tersebut. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya remaja dan orang tua, mengenai bahaya pernikahan dini serta kaitannya dengan pencegahan stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan langsung, diskusi interaktif, dan penyebaran media edukasi kepada masyarakat Desa Menanti. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai usia ideal pernikahan, pentingnya kesiapan fisik dan mental sebelum menikah, serta upaya pencegahan stunting sejak dini. Dengan demikian, sosialisasi stop pernikahan dini dapat menjadi langkah awal yang efektif dalam menekan angka stunting serta mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas di Desa Menanti.</p> Dumyati M. Alif Cikal Vina Octarina Sarah Anggraini Fathiya Triyanti Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 IMPLEMENTASI NILAI ADIWIYATA DAN RAMAH ANAK DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR AMAN, SEHAT, DAN PARTISIPATIF https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23417 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam implementasi Nilai Adiwiyata dan Ramah Anak Dalam Menciptakan Lingkungan Belajar, Aman, Sehat, dan Partisipatif menjadi salah satu upaya penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, nyaman, serta mendukung partisipasi aktif peserta didik. Program Adiwiyata berfokus pada pembentukan budaya peduli dan berwawasan lingkungan, sedangkan konsep sekolah ramah anak menekankan pemenuhan hak anak dalam memperoleh pendidikan tanpa diskriminasi, kekerasan, maupun tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai Adiwiyata dan ramah anak dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan partisipatif di lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai Adiwiyata dan ramah anak dapat diwujudkan melalui pengelolaan lingkungan sekolah yang bersih dan hijau, pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat, keterlibatan peserta didik dalam kegiatan sekolah, serta penciptaan hubungan yang positif antara guru, peserta didik, dan warga sekolah. Implementasi kedua nilai tersebut memberikan dampak terhadap meningkatnya kenyamanan belajar, kesadaran lingkungan, rasa aman, serta partisipasi peserta didik dalam proses pendidikan. Dengan demikian, integrasi nilai Adiwiyata dan ramah anak dapat menjadi strategi yang efektif dalam membangun lingkungan belajar yang berkualitas dan berkelanjutan.</p> Elsa Nurlaili Nazwa Aura Surma Hayani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 INTERVENSI DAN INSTRUMEN KEBIJAKAN UNTUK PARIWISATA BERKELANJUTAN DI KOTA TARUTUNG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22816 <p>Tujuan untuk memahami jenis intervensi pemerintah serta alat kebijakan yang diterapkan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kota Tarutung. Pengembangan industri pariwisata menjadi salah satu langkah krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah serta meningkatkan kesejahteraan penduduk. Tarutung memiliki banyak potensi wisata, termasuk pariwisata religius, warisan budaya Batak dan keindahan alam yang bisa dikembangkan secara berkelanjutan. Namun, kemajuan sektor pariwisata juga bisa menyebabkan sejumlah masalah, seperti kerusakan lingkungan, pengelolaan destinasi yang kurang efisien, serta dukungan masyarakat yang minim jika tidak dikelola dengan baik. Oleh sebab itu, peran pemerintah sangat diperlukan melalui kebijakan yang tepat untuk mendukung terwujudnya pariwisata yang berkelanjutan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori instrumen kebijakan dari Christopher Hood melalui konsep NATO (Nodality, Authority, Treasure, Organization), teori pariwisata berkelanjutan, serta pendekatan pemerintahan kolaboratif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah telah melaksanakan beragam inisiatif untuk mendukung perkembangan pariwisata, seperti penyusunan regulasi, pembangunan infrastruktur wisata, pemasaran destinasi, serta pemberdayaan komunitas lokal melalui kegiatan UMKM dan kelompok sadar wisata. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, melestarikan budaya setempat dan mendukung kegiatan pariwisata juga berkontribusi pada keberlanjutan destinasi wisata di Kota Tarutung. Meskipun demikian, pengelolaan pariwisata masih menghadapi beberapa tantangan, seperti kurangnya infrastruktur, pengelolaan sampah yang belum optimal dan rendahnya kesadaran sebagian masyarakat mengenai pentingnya pariwisata yang berkelanjutan.</p> <p><em>This study aims to understand the types of government interventions and policy tools implemented in the development of sustainable tourism in Tarutung City. Developing the tourism industry is a crucial step in driving regional economic growth and improving the welfare of its residents. Tarutung has a wealth of tourism potential, including religious tourism, Batak cultural heritage, and natural beauty that can be developed sustainably. However, the advancement of the tourism sector can also lead to a number of problems, such as environmental damage, inefficient destination management, and minimal community support if not managed properly. Therefore, the government's role is crucial through appropriate policies to support the realization of sustainable tourism. The methodology used in this study is qualitative, with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. Analysis was conducted using Christopher Hood's theory of policy instruments through the NATO concept (Nodality, Authority, Treasure, Organization), sustainable tourism theory, and a collaborative governance approach. The research findings indicate that the local government has implemented various initiatives to support tourism development, such as the development of regulations, tourism infrastructure development, destination marketing, and empowering local communities through MSME activities and tourism awareness groups. In addition, community participation in maintaining environmental cleanliness, preserving local culture, and supporting tourism activities also contributes to the sustainability of tourist destinations in Tarutung City. However, tourism management still faces several challenges, such as a lack of infrastructure, suboptimal waste management, and low awareness among some residents about the importance of sustainable tourism</em></p> Johannes Parera Rotua Br Purba Dinda Nesa Gamaliel Br Silitonga Puspa Wahyu Pratiwi Alvius Wau Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 DINAMIKA UNSUR PENDIDIKAN ISLAM DAN EROPA DALAM MASYARAKAT MELAYU JAMBI PADA ERA KONTEMPORER https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22887 <p>Artikel ini membahas bagaimana unsur pendidikan Islam dan Eropa saling berinteraksi dalam masyarakat Melayu Jambi, serta pengaruhnya terhadap perkembangan sistem pendidikan dan pembentukan karakter sosial budaya saat ini. Pendidikan Islam yang sudah lama berkembang, dengan nilai-nilai seperti tauhid, akhlak, dan pembelajaran berbasis surau atau pesantren, masih jadi dasar penting dalam kehidupan masyarakat Melayu. Di sisi lain, masuknya pendidikan Eropa sejak masa kolonial membawa perubahan, terutama dalam hal sistem yang lebih terstruktur, cara berpikir yang lebih rasional, serta fokus pada administrasi dan ilmu pengetahuan umum. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan mengkaji berbagai sumber sejarah dan tulisan ilmiah yang relevan. Hasilnya menunjukkan bahwa terjadi proses percampuran (akulturasi) antara kedua sistem pendidikan tersebut, yang kemudian melahirkan bentuk pendidikan yang lebih “campuran” atau hibrida di masyarakat Melayu Jambi. Perpaduan ini tidak hanya terlihat dari kurikulum, tapi juga dari metode belajar, nilai-nilai yang diajarkan, dan tujuan pendidikan itu sendiri. Dari situ bisa dilihat bahwa dinamika antara pendidikan Islam dan Eropa punya peran besar dalam membentuk identitas pendidikan masyarakat Melayu Jambi yang khas dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.</p> <p><em>This article discusses how elements of Islamic and European education interact within the Malay community of Jambi, as well as their influence on the development of the education system and the formation of socio-cultural character today. Islamic education, which has long been established with values such as monotheism (tauhid), morality (akhlak), and learning based in surau or pesantren, remains an important foundation in the life of the Malay community. On the other hand, the introduction of European education during the colonial period brought significant changes, especially in terms of more structured systems, more rational ways of thinking, and a stronger focus on administration and general knowledge. This study uses a literature review method with a descriptive qualitative approach, analyzing various historical sources and relevant academic works. The results show that there has been a process of blending (acculturation) between the two educational systems, which has given rise to a more hybrid form of education in the Malay community of Jambi. This integration is not only reflected in the curriculum, but also in teaching methods, values, and educational goals. Overall, the dynamics between Islamic and European education play an important role in shaping the unique educational identity of the Malay community in Jambi, making it adaptable to the changes of the modern era.</em></p> Kiki Nirmala Sari Meisi Retno Wulandari Yan Paunnas Fatonah Nurdin Padhil Hudaya Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 SISTEM KEKERABATAN MASYARAKAT MELAYU DALAM PERSPEKTIF HUKUM ADAT: KAJIAN TERHADAP HUBUNGAN KELUARGA, PERKAWINAN, DAN PEWARISAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23260 <p>Sistem kekerabatan merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan masyarakat Melayu karena menjadi dasar dalam mengatur hubungan keluarga, perkawinan, pewarisan, serta kehidupan sosial masyarakat. Dalam masyarakat Melayu, sistem kekerabatan tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung antaranggota keluarga, tetapi juga menjadi pedoman dalam pelaksanaan hukum adat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem kekerabatan masyarakat Melayu dalam perspektif hukum adat serta mengkaji pengaruhnya terhadap hubungan keluarga, perkawinan, dan pewarisan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan dokumen yang berkaitan dengan hukum adat Melayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Melayu pada umumnya menganut sistem kekerabatan bilateral atau parental yang mengakui garis keturunan dari pihak ayah dan ibu secara seimbang. Sistem tersebut berpengaruh terhadap hubungan keluarga, pelaksanaan perkawinan adat, dan sistem pewarisan dalam masyarakat Melayu. Meskipun menghadapi tantangan modernisasi dan globalisasi, sistem kekerabatan Melayu tetap bertahan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Melayu (Purba dkk., 2024).</p> <p><em>The kinship system is a crucial element in Malay society because it serves as the basis for regulating family relationships, marriage, inheritance, and social life. In Malay society, the kinship system not only serves as a means of communication between family members but also serves as a guideline for the implementation of customary law. This study aims to analyze the Malay kinship system from a customary law perspective and examine its influence on family relationships, marriage, and inheritance. The research method used is normative legal research with a library research approach. Data were obtained from various books, scientific journals, research articles, and documents related to Malay customary law. The results indicate that Malay society generally adheres to a bilateral or parental kinship system that recognizes both paternal and maternal lineages equally. This system influences family relationships, customary marriage practices, and inheritance systems in Malay society. Despite facing the challenges of modernization and globalization, the Malay kinship system remains an integral part of Malay cultural identity (Purba et al., 2024).</em></p> Muhammad Maulana Yusuf Lukas Ananda Ari Saputra Elias Rafael Malau Addaru Quthni Yusuf Sianipar Fatonah Denny Defrianti Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 IMPLEMENTASI ACTIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA: SEBUAH KAJIAN PUSTAKA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23368 <p>Pembelajaran Bahasa Indonesia di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) masih sering dihadapkan pada permasalahan rendahnya keterlibatan siswa, di mana proses belajar cenderung berlangsung satu arah dengan guru sebagai pusat penyampaian materi, sementara siswa berada dalam posisi pasif sebagai penerima informasi. Kondisi tersebut berdampak pada minimnya kesempatan siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, berkomunikasi, dan berkolaborasi yang sebenarnya menjadi tujuan utama pembelajaran bahasa. Artikel ini disusun melalui kajian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengulas konsep, prinsip, serta bentuk implementasi strategi Active Learning dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA berdasarkan sintesis dari berbagai sumber jurnal dan literatur terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan Active Learning, baik melalui diskusi kelompok, simulasi, maupun pembelajaran berbasis proyek, secara konsisten dilaporkan mampu meningkatkan keaktifan, motivasi, dan pemahaman siswa terhadap materi kebahasaan dan kesastraan. Namun demikian, efektivitas penerapannya sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru dalam merancang aktivitas pembelajaran, ketersediaan waktu, serta dukungan fasilitas di sekolah. Kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan awal bagi guru dan calon pendidik dalam merancang pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih partisipatif dan bermakna.</p> Oldhevia Chanian Nova Suvani Melani Eka Putri Helty Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN JUMLAH PENGIRIMAN BARANG DI EKSPEDISI JNT CARGO DOLOKSANGGUL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23484 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan oleh JNT Cargo Doloksanggul dalam meningkatkan jumlah pengiriman barang di wilayah Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang diterapkan mencakup empat elemen utama bauran pemasaran (marketing mix 4P), yaitu produk, harga, tempat, dan promosi. Analisis SWOT menunjukkan bahwa kekuatan utama perusahaan terletak pada tarif kompetitif, kualitas pelayanan, tracking system, dan jaringan distribusi yang luas, dengan peluang terbesar berasal dari perkembangan bisnis e-commerce dan meningkatnya jumlah UMKM online. Kendala utama meliputi keterbatasan SDM, keterlambatan pengiriman, dan jangkauan promosi yang belum optimal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan jasa ekspedisi dalam mengembangkan strategi pemasaran yang adaptif dan berbasis data.</p> <p><em>This study aims to analyze the marketing strategies applied by JNT Cargo Doloksanggul in increasing the volume of goods delivery in the Humbang Hasundutan region, North Sumatra. The research method used is a descriptive qualitative approach through field observation, in-depth interviews, and documentation studies. The results show that the marketing strategy implemented encompasses four main elements of the marketing mix (4P): product, price, place, and promotion. SWOT analysis reveals that the company's main strengths lie in competitive rates, service quality, tracking system, and a wide distribution network, with the greatest opportunities arising from the growth of e-commerce and the increasing number of online SMEs. Key challenges include limited human resources, delivery delays, and promotional reach that has not yet been fully optimized. This research is expected to serve as a reference for logistics service companies in developing adaptive and data-driven marketing strategies</em></p> Ester Mawar Siagian Meristina Lase Uli Mariati Sitohang Daniel Manatap Sormin Ariffan laia Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 REVIEW FUNGSI IOT DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22842 <p>Penggunaan Virtual Private Network (VPN) di era kontemporer terus mengalami peningkatan yang signifikan seiring dengan melonjaknya kesadaran masyarakat terhadap urgensi perlindungan privasi digital. WireGuard hadir sebagai protokol VPN generasi terbaru yang menawarkan keunggulan mutlak pada aspek efisiensi kriptografi, kendati demikian, berbagai analisis formal protokol ini secara eksplisit sering kali mengecualikan skenario kebocoran Domain Name System (DNS) dari cakupan pengujian utamanya. Oleh karena itu, penulisan artikel ilmiah ini bertujuan secara spesifik untuk menganalisis risiko kebocoran privasi berupa DNS Leak dan WebRTC Leak pada enam skenario variasi konfigurasi WireGuard di sistem operasi Windows 10 dengan memanfaatkan layanan Proton VPN free tier sebagai server uji. Metodologi pengujian dieksekusi menggunakan platform kalkulasi browserleaks.com pada peramban Google Chrome dan Microsoft Edge, di mana setiap skenario melalui tiga kali proses repetisi secara berkala demi menjamin validitas data hasil eksperimen. Hasil investigasi empiris menunjukkan bahwa skenario tanpa penyertaan DNS eksplisit menyebabkan kegagalan resolusi total yang memutus konektivitas internet secara instan. Sebaliknya, skenario full tunnel yang dilengkapi DNS eksplisit serta penerapan metode hardening terbukti berhasil mencegah anomali DNS Leak dan WebRTC Leak secara absolut dengan tingkat kebocoran nol persen. Namun, pengujian pada mode split tunnel tanpa DNS menunjukkan kerentanan fatal berupa kebocoran penuh sebesar seratus persen, sementara mode split tunnel dengan DNS eksplisit tetap mengalami kebocoran akibat terdeteksinya server DNS milik ISP dan Proton VPN secara simultan. Kajian ini menyimpulkan bahwa konfigurasi parameter DNS eksplisit dan pengaktifan mode full tunnel merupakan komponen arsitektur wajib untuk menjamin proteksi privasi pengguna WireGuard pada ekosistem Windows, sedangkan implementasi model split tunnel sama sekali tidak direkomendasikan bagi pengguna yang mengutamakan kerahasiaan data tingkat tinggi.</p> <p><em>The utilization of Virtual Private Networks (VPNs) in the contemporary era continues to experience significant growth, driven by escalating public awareness regarding the urgency of digital privacy protection. WireGuard has emerged as a next-generation VPN protocol that offers distinct advantages in cryptographic efficiency; however, various formal analyses of this protocol routinely exclude Domain Name System (DNS) leak scenarios from their primary research scopes. Consequently, this study aims specifically to analyze privacy vulnerability risks in the form of DNS Leaks and WebRTC Leaks across six distinct configuration scenarios of WireGuard on Windows 10, utilizing the Proton VPN free tier service as the test server. The experimental methodology was executed using the browserleaks.com evaluation platform on Google Chrome and Microsoft Edge browsers, with each scenario undergoing three periodic repetitions to guarantee the validity of the empirical data. The empirical findings indicate that configurations lacking an explicit DNS configuration cause a total failure in DNS resolution, instantaneously cutting off network connectivity. Conversely, full-tunnel scenarios equipped with explicit DNS configurations along with hardening methods successfully prevented both DNS and WebRTC leaks absolutely, maintaining a zero percent leak rate. However, testing the split-tunnel mode without DNS exposed fatal vulnerabilities resulting in a one hundred percent leak rate, while the split-tunnel mode with an explicit DNS still suffered from exposure due to the simultaneous detection of both the ISP and Proton VPN DNS servers. This study concludes that an explicit DNS parameter configuration and the activation of full-tunnel mode represent mandatory architectural components to ensure privacy protection for WireGuard users within the Windows ecosystem, whereas split-tunnel implementation is strictly not recommended for users prioritizing high-level data confidentiality.</em></p> Zaki Ali Yusuf Mugisidi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 RENDAHNYA PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG STUNTING DAN KETERBATASAN INFRASTRUKTUR SEBAGAI AKAR KETIMPANGAN PEMBANGUNAN DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22921 <p>Stunting merupakan permasalahan Gizi kronik yang masih menjadi beban utama pembangunan kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara multi dimensi tentang rendahnya pemahaman masyarakat mengenai stunting dan keterbatasan infrastruktur sebagai akar ketimpangan pembangunan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Metode yang digunakan adalah Studi Literatur dengan cara mengumpulkan, menganalisis, dan mensintesis berbagai sumber kepustakaan yang relevan,mencakup laporan pemerintah,jurnal ilmiah, buku reverensi, serta dokumen kebijakan pembangunan. Hasil kajian menunjukan bahwa rendahnya pemahaman masyarakat tentang stunting dipengaruhi oleh faktor rendahnya tingakt pendidikan, keterbatasan akses infomasi, kemiskinan, penagruh budaya tradisional serta kurangnya tenaga dan fasilitas kesehatan. Keterbatasan infrastruktur di daerah terpencil disebabkan oleh kondisi Geografis yang sulit,keterbatasan anggaran,kurangnya pemertaan pembangunan,dan lemahnya koordinasi kelembagaan. Permasalahan tersebut berdampak nyata pada dimensi Ekonomi, Sosial, Kelembagaan, Lingkungan, serta inklusivitas dan keberlanjutan pembangunan. Diperlukan peningkatan edukasi kesehatan berbasis budaya lokal, pemertaan infrastruktur dasar, penguatan ketahanan pangan,pemnfaatan Teknologi Digital,serta Tata kelola Pembangunan yang transparan dan akuntabel merupakan strategi utama yang direkomendasikan.</p> <p><em>Stunting is a chronic nutritional problem that is still a major burden on health development in East Nusa Tenggara Province. This study aims to examine multidimensionally the low public understanding of stunting and limited infrastructure as the root of development inequality in East Nusa Tenggara (NTT). The method used is a Literature Study by collecting, analyzing, and synthesizing various relevant literature sources, including government reports, scientific journals, reference books, and development policy documents. The results of the study show that the low public understanding of stunting is influenced by factors such as low levels of education, limited access to information, poverty, the influence of traditional culture and a lack of health personnel and facilities. Limited infrastructure in remote areas is caused by difficult geographic conditions, limited budgets, lack of development equity, and weak institutional coordination. These issues have a significant impact on the economic, social, institutional, and environmental dimensions, as well as on the inclusiveness and sustainability of development. Improved health education based on local culture, inclusive provision of basic infrastructure, strengthening food security, utilizing digital technology, and transparent and accountable development governance are the main recommended strategies.</em></p> Kristina Nissi Koen Maria Emiliana Mera Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 TRANSAKSI PIHAK BERELASI DAN TRANSFER PRICING: ANTARA TRANSPARANSI AKUNTANSI DAN KEADILAN HUKUM https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23327 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transaksi pihak berelasi dan transfer pricing dari perspektif akuntansi, perpajakan, dan hukum bisnis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan model Case Based Learning (CBL) melalui analisis kasus Enron, kasus PT Adaro Energy, serta wawancara dengan praktisi di bidang akuntansi dan keuangan. Analisis dilakukan menggunakan Agency Theory, Signaling Theory, Positive Accounting Theory, dan Theory of Justice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transaksi pihak berelasi dan transfer pricing pada dasarnya merupakan praktik bisnis yang legal dan dapat meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Namun, praktik tersebut juga memiliki risiko penyalahgunaan, seperti manajemen laba, penghindaran pajak, serta penyembunyian risiko keuangan apabila tidak disertai transparansi dan pengawasan yang memadai. Kasus Enron menunjukkan bagaimana transaksi pihak berelasi dan off-balance sheet financing digunakan untuk menyembunyikan kewajiban perusahaan, sedangkan kasus Adaro menggambarkan kompleksitas transfer pricing dalam konteks perpajakan. Penelitian ini juga menemukan bahwa PSAK 224, PSAK 110, PSAK 116, peraturan perpajakan, dan regulasi OJK telah memberikan kerangka pengawasan yang memadai. Namun, efektivitas regulasi tersebut tetap bergantung pada kualitas implementasi, tata kelola perusahaan, serta profesionalisme auditor. Oleh karena itu, transparansi, prinsip kewajaran (arm's length principle), dan pengawasan yang efektif menjadi faktor penting dalam mencegah penyalahgunaan transaksi pihak berelasi dan transfer pricing.</p> <p><em>This study aims to analyze related party transactions and transfer pricing from accounting, taxation, and business law perspectives. The research employs a qualitative approach using the Case Based Learning (CBL) method through the analysis of the Enron case, the PT Adaro Energy case, and interviews with practitioners in the fields of accounting and finance. The analysis is based on Agency Theory, Signaling Theory, Positive Accounting Theory, and Theory of Justice. The findings indicate that related party transactions and transfer pricing are fundamentally legitimate business practices that can improve a company's operational efficiency. However, these practices also carry risks of misuse, such as earnings management, tax avoidance, and the concealment of financial risks when not supported by adequate transparency and oversight. The Enron case demonstrates how related party transactions and off-balance sheet financing were used to conceal corporate liabilities, while the Adaro case illustrates the complexity of transfer pricing in a taxation context. This study also finds that PSAK 224, PSAK 110, PSAK 116, tax regulations, and Financial Services Authority (OJK) regulations have provided an adequate regulatory framework. Nevertheless, the effectiveness of these regulations largely depends on the quality of implementation, corporate governance practices, and auditor professionalism. Therefore, transparency, the arm's length principle, and effective oversight are essential factors in preventing the misuse of related party transactions and transfer pricing.</em></p> Joscelind Valencia Hartono Rimi Gusliana Mais Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 EKSISTENSI MAFEFA DALAM TRADISI PERKAWINAN ADAT DI ERA MODERNISASI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23403 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan modernisasi yang memengaruhi keberlangsungan berbagai tradisi budaya lokal, termasuk peran mafefa dalam tradisi perkawinan adat masyarakat Desa Kuanfatu, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan eksistensi mafefa dalam tradisi perkawinan adat di era modernisasi. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas mafefa yang pernah aktif terlibat dalam upacara perkawinan adat, tokoh adat atau pemuka masyarakat yang memahami struktur dan makna prosesi adat, serta generasi muda sebagai pembanding pandangan terhadap adat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mafefa masih tetap eksis dan dipertahankan dalam pelaksanaan perkawinan adat karena keberadaannya diakui sebagai bagian penting dari sistem adat dan identitas budaya masyarakat Desa Kuanfatu. Namun, eksistensi tersebut menghadapi tantangan berupa menurunnya minat generasi muda untuk mempelajari dan mewarisi pengetahuan adat, terutama kemampuan berbahasa adat dan praktik sebagai mafefa. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian budaya lokal serta menjadi referensi dalam upaya pelestarian tradisi dan pewarisan nilai-nilai adat di tengah arus modernisasi.</p> <p><em>This research is motivated by the development of modernization, which has influenced the sustainability of various local cultural traditions, including the role of mafefa in the traditional marriage customs of the people of Kuanfatu Village, Kuanfatu District, South Central Timor Regency. The purpose of this study is to identify and describe the existence of mafefa in traditional marriage ceremonies in the era of modernization. This study employed a descriptive qualitative method, with data collected through observation, interviews, and documentation. The research informants consisted of mafefa who had actively participated in traditional marriage ceremonies, traditional leaders or community elders who understood the structure and meaning of customary rituals, and young people whose perspectives served as a comparison regarding traditional customs. Data were analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that mafefa continues to exist and is maintained in the implementation of traditional marriage ceremonies because its role is recognized as an important part of the customary system and cultural identity of the Kuanfatu community. However, its existence faces challenges due to the declining interest of the younger generation in learning and inheriting traditional knowledge, particularly traditional language skills and the practices associated with becoming a mafefa. This study contributes to the development of local cultural studies and serves as a reference for efforts to preserve traditions and transmit customary values amid the challenges of modernization.</em></p> Merchy Yumita Kause Hotlif A. Nope Yosep E. Jelahut Susana C. L. Pellu Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 DASAR-DASAR EDITING DIGITAL: ANALISIS PARAMETER TEKNIS VIDEO DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PASCAPRODUKSI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22880 <p>Perkembangan teknologi digital telah menjadikan video sebagai media dominan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, hiburan, dan media sosial. Kemampuan mengedit video menjadi keterampilan penting, namun pemahaman mendasar tentang karakteristik teknis video digital seringkali terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fundamental video digital yang meliputi resolusi, pixel depth (bit depth), frame rate, dan aspek rasio serta implementasinya dalam proses editing digital. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan pendekatan kualitatif-analitis terhadap 9 sumber akademik terpercaya, termasuk jurnal internasional terindeks, prosiding konferensi, dan dokumen teknis dari tahun 1994 hingga 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa keempat parameter teknis tersebut saling berinteraksi secara kompleks dalam menentukan kualitas akhir video. Resolusi tinggi (4K/8K) memberikan detail visual yang tajam namun meningkatkan ukuran file hingga 400% dibandingkan FHD. Pixel depth 10-bit menghasilkan gradasi warna 64 kali lebih halus dibandingkan 8-bit, mencegah color banding. Frame rate 60 fps direkomendasikan untuk gerakan cepat (olahraga, aksi) sementara 24 fps untuk estetika sinematik, dengan manfaat peningkatan fps mengalami saturasi setelah 100 fps. Aspek rasio 16:9 (lanskap) dominan untuk distribusi luas, sementara 9:16 (potret) menjadi standar konten seluler dengan tingkat adopsi yang meningkat 300% dalam tiga tahun terakhir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman integratif keempat parameter teknis sangat krusial bagi editor untuk menghasilkan video yang optimal sesuai platform target.</p> <p><em>The development of digital technology has made video a dominant medium in various fields, including education, entertainment, and social media. Video editing skills have become increasingly important, yet fundamental understanding of the technical characteristics of digital video is often overlooked. This research aims to analyze the fundamental characteristics of digital video, including resolution, pixel depth (bit depth), frame rate, and aspect ratio, as well as their implementation in digital editing processes. The method used is a systematic literature review with a qualitative-analytical approach to 9 credible academic sources, including indexed international journals, conference proceedings, and technical documents from 1994 to 2025. The analysis results show that these four technical parameters interact complexly in determining final video quality. High resolution (4K/8K) provides sharp visual detail but increases file size by up to 400% compared to FHD. 10-bit pixel depth produces 64 times smoother color gradation than 8-bit, preventing color banding. 60 fps frame rate is recommended for fast motion (sports, action) while 24 fps for cinematic aesthetics, with the benefit of fps increase saturating after 100 fps. The 16:9 aspect ratio (landscape) dominates for wide distribution, while 9:16 (portrait) has become the standard for mobile content with a 300% increase in adoption rate over the past three years. This research concludes that an integrated understanding of these four technical parameters is crucial for editors to produce optimal video according to target platforms. </em></p> Winda Kustiawan Salsabilla Nasution Selly Ardianti Shofiah Ananda Zulfikri Romadhana M. Salam Ramadan Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 PENGARUH INTENSITAS PEMANGKASAN CABANG DAN DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN GENERATIF DAN HASIL TANAMAN TOMAT https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23181 <p>Pemangkasan cabang dan daun merupakan salah satu teknik budidaya yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan pertumbuhan generatif dan meningkatkan hasil tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas pemangkasan cabang dan daun terhadap pertumbuhan generatif dan hasil tanaman tomat serta menentukan tingkat pemangkasan yang paling efektif. Penelitian dilaksanakan di Green House FMIPA Universitas Persatuan Guru 1945 NTT menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu tanpa pemangkasan (P0), pemangkasan ringan (P1), pemangkasan sedang (P2), dan pemangkasan berat (P3). Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali sehingga diperoleh 20 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi jumlah bakal bunga, jumlah bakal buah, jumlah buah, dan berat buah per tanaman. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas pemangkasan cabang dan daun berpengaruh sangat nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Perlakuan pemangkasan ringan (P1) menghasilkan nilai tertinggi pada jumlah bakal bunga (13,6), jumlah bakal buah (13,6), jumlah buah (12,2 buah tanaman⁻¹), dan berat buah (268,2 g tanaman⁻¹), serta berbeda nyata dibandingkan perlakuan lainnya. Peningkatan hasil pada perlakuan pemangkasan ringan diduga berkaitan dengan meningkatnya efisiensi distribusi fotosintat ke organ generatif, berkurangnya persaingan antar organ vegetatif, serta membaiknya penetrasi cahaya dan sirkulasi udara di dalam tajuk tanaman. Dengan demikian, pemangkasan ringan dapat direkomendasikan sebagai teknik budidaya yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan generatif dan produktivitas tanaman tomat.</p> <p><em>Branch and leaf pruning is one of the cultivation techniques that can be applied to optimize generative growth and improve tomato (Solanum lycopersicum L.) yield. This study aimed to analyze the effect of branch and leaf pruning intensity on the generative growth and yield of tomato plants and to determine the most effective pruning level. The experiment was conducted in the Greenhouse of the Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Persatuan Guru 1945 NTT, using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments: no pruning (P0), light pruning (P1), moderate pruning (P2), and heavy pruning (P3). Each treatment was replicated five times, resulting in a total of 20 experimental units. The observed parameters included the number of flower buds, fruit sets, number of fruits, and fruit weight per plant. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), followed by the Least Significant Difference (LSD) test at the 5% significance level. The results showed that branch and leaf pruning intensity had a highly significant effect on all observed parameters. Light pruning (P1) produced the highest values for flower buds (13.6), fruit sets (13.6), number of fruits (12.2 fruits plant⁻¹), and fruit weight (268.2 g plant⁻¹), and differed significantly from the other treatments. The improved performance under light pruning was associated with more efficient assimilate allocation to reproductive organs, reduced competition among vegetative organs, and improved light penetration and air circulation within the plant canopy. Therefore, light pruning is recommended as an effective cultivation practice to enhance generative growth and increase tomato productivity</em></p> Nur Aini Bunyani Anggreni Mali Ngara Abdonia Finmeta Nardi Leo Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 HUBUNGAN KONSUMSI FAST FOOD DAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23366 <p>Dismenore primer merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering terjadi pada remaja putri. Konsumsi fast food berlebihan dan status gizi yang tidak normal diduga dapat meningkatkan risiko dismenore primer. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan perilaku konsumsi fast food dan indeks massa tubuh (IMT) dengan dismenore primer pada remaja putri di SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 80 responden yang dipilih dengan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner FFQ, pengukuran IMT, dan kuesioner dismenore primer, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara perilaku konsumsi fast food dengan dismenore primer, sedangkan IMT tidak berhubungan dengan dismenore primer. Disimpulkan bahwa perilaku konsumsi fast food berhubungan dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri. Oleh karena itu, remaja putri dianjurkan menerapkan pola makan sehat dan membatasi konsumsi fast food untuk mengurangi risiko dismenore primer.</p> <p><em>Primary dysmenorrhea is a reproductive health problem that often occurs in adolescent girls. Excessive fast food consumption and abnormal nutritional status are thought to increase the risk of primary dysmenorrhea. This study aims to analyze the relationship between fast food consumption behavior and body mass index (BMI) with primary dysmenorrhea in adolescent girls at Satya Widya Tourism Vocational School, Surabaya. The study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 80 respondents selected by simple random sampling. Data were collected using a FFQ questionnaire, BMI measurement, and a primary dysmenorrhea questionnaire, then analyzed using the Spearman Rank test. The results showed a relationship between fast food consumption behavior and primary dysmenorrhea, while BMI was not associated with primary dysmenorrhea. It was concluded that fast food consumption behavior is associated with the occurrence of primary dysmenorrhea in adolescent girls. Therefore, adolescent girls are advised to adopt a healthy diet and limit fast food consumption to reduce the risk of primary dysmenorrhea</em></p> Dien Salsabillah Dwi Rukma Santi Widya Nilandita Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 STRATEGI MANAJEMEN OPERASIONAL DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN DI NOWLY HOTEL DOLOKSANGGUL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23468 <p>Industri perhotelan merupakan sektor jasa yang sangat bergantung pada kualitas pelayanan sebagai penentu kepuasan dan loyalitas pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi manajemen operasional dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Nowly Hotel Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, serta mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari manajer hotel, karyawan front office, karyawan housekeeping, tamu, dan pelanggan hotel. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) yang dipadukan dengan kerangka lima dimensi SERVQUAL (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nowly Hotel telah menjalankan fungsi-fungsi dasar manajemen operasional berupa perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, namun belum berjalan secara optimal karena Standar Operasional Prosedur (SOP) belum terdokumentasi secara tertulis dan masih disampaikan secara lisan. Dari sisi dimensi SERVQUAL, hotel menunjukkan keunggulan pada dimensi assurance dan empathy, namun masih lemah pada dimensi tangibles dan reliability akibat kondisi fasilitas yang perlu diperbarui serta lemahnya koordinasi antarbagian. Analisis SWOT menunjukkan bahwa lokasi strategis, harga kompetitif, dan keramahan karyawan menjadi kekuatan utama, sementara keterbatasan SDM dan ketiadaan sistem pemesanan daring menjadi kelemahan yang perlu segera diatasi. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan SOP tertulis, pelatihan karyawan berkelanjutan, perbaikan fasilitas, dan digitalisasi pemasaran melalui platform Online Travel Agent (OTA) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing hotel.</p> <p><em>The hospitality industry is a service sector highly dependent on service quality as a key determinant of customer satisfaction and loyalty. This study aims to analyze the implementation of operational management strategies in improving service quality at Nowly Hotel Doloksanggul, Humbang Hasundutan Regency, and to identify the internal and external factors that influence it. The research employs a descriptive qualitative approach using in-depth interviews, observation, and documentation as data collection techniques. Informants consisted of the hotel manager, front office staff, housekeeping staff, hotel guests, and customers. Data were analyzed using SWOT analysis combined with the five SERVQUAL dimensions (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy). The results show that Nowly Hotel has carried out the basic functions of operational management—planning, organizing, implementing, and controlling—although not yet optimally, since Standard Operating Procedures (SOPs) have not been formally documented and are still conveyed verbally. In terms of the SERVQUAL dimensions, the hotel shows strength in assurance and empathy, but remains weak in tangibles and reliability due to facility conditions requiring renewal and weak inter-departmental coordination. The SWOT analysis indicates that a strategic location, competitive pricing, and staff friendliness are the main strengths, while limited human resources and the absence of an online booking system are weaknesses that need to be addressed. This study recommends developing written SOPs, continuous staff training, facility improvement, and marketing digitalization through Online Travel Agent (OTA) platforms as strategic steps to improve service quality and competitiveness</em></p> Dahlia Nopelina Siallagan Togu Sitorus Jack Tri Okto Lumban Gaol Rama Siska Sitorus Rendy Hatorangan Manik Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 SELF-REGULATED LEARNING DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA: ANALISIS HUBUNGAN DAN IMPLIKASINYA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22827 <p>Prokrastinasi akademik menjadi permasalahan yang meluas di kalangan mahasiswa dan berdampak negatif terhadap prestasi serta kualitas belajar secara keseluruhan. Hal ini menjadi salah satu tantangan yang dialami mahasiswa di tengah tuntutan perkuliahan yang kompleks. Tidak sedikit mahasiswa yang memiliki rencana pembelajaran yang baik, tetapi mengalami kesulitan dalam mengelola waktu, mengatur diri, dan mempertahankan konsistensi sehingga berujung pada perilaku menunda tugas. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara niat dan tindakan yang berkaitan erat dengan self-regulated learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara self-regulated learning (SRL) dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui basis data Google Scholar, Scopus, dan Sinta dengan menggunakan kata kunci dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, mencakup publikasi dalam kurun waktu 2021–2026. Sebanyak 15 artikel ilmiah yang memenuhi kriteria dianalisis dan disintesis secara sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa self-regulated learning secara umum memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan prokrastinasi akademik; semakin tinggi kemampuan regulasi diri mahasiswa, semakin rendah kecenderungan mereka untuk menunda tugas akademik. Self-regulated learning juga terbukti berperan sebagai mediator dalam hubungan antara berbagai faktor psikologis, seperti self-efficacy, kesabaran, mindfulness, dan psychological capital, dengan prokrastinasi akademik. Meskipun demikian, beberapa studi menemukan hasil yang berbeda, yakni self-regulated learning berkorelasi positif dengan prokrastinasi aktif dalam kondisi di mana rasa percaya diri yang tinggi mendorong penundaan yang disengaja namun terkendali. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya kualitas self-reinforcement sebagai penentu apakah regulasi diri berfungsi secara adaptif. Secara praktis, pengembangan kemampuan self-regulated learning melalui intervensi seperti pelatihan kecerdasan emosional dan manajemen waktu terbukti efektif dalam menurunkan prokrastinasi akademik mahasiswa. Upaya ini diharapkan dapat membantu mahasiswa menjembatani kesenjangan antara niat dan tindakan sehingga mampu belajar secara mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.</p> Aulia Nabilah Virani Rikza Oktavia Jasmine Julia Athir Fatimatu Mughni Nashrillah Reksa Hasena Aswadijagat Isah Cahyani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 UJARAN KEBENCIAN MELALUI MEDIA SOSIAL PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO. 1 TAHUN 2024 PERUBAHAN KE 2 ATAS UNDANG-UNDANG NO. 1 TAHUN 2008 TENTANG ITE DAN UNDANG-UNDANG NO. 39 TAHUN 1999 TENTANG HAK ASASI MANUSIA. https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22919 <p>Penelitian dengan judul: Ujaran Kebencian Melalui Media Sosial Perspektif Hak Asasi Manusia Berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 2024 Perubahan Kedua Atas Undang-Undang No. 1 Tahun 2008 Tentang ITE dan Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi ManusiaPesatnya perkembangan teknologi informasi telah mentransformasi media sosial menjadi ruang publik utama bagi masyarakat untuk mengekspresikan pendapat dan aspirasi. Namun, fenomena ini membawa dampak paradoks berupa maraknya penyalahgunaan kebebasan berekspresi melalui penyebaran ujaran kebencian (hate speech) yang menargetkan identitas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Data empiris menunjukkan eskalasi signifikan di Indonesia, dengan temuan sekitar 200.000 konten ujaran kebencian dari total 1,45 juta teks yang dianalisis menjelang Pemilu 2024. Kondisi ini menciptakan urgensi bagi negara untuk melakukan intervensi hukum guna menjaga keseimbangan antara hak individu untuk berpendapat dan kewajiban melindungi martabat manusia serta ketertiban sosial.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dua permasalahan utama: pertama, pengaturan hukum ujaran kebencian melalui media sosial dalam perspektif Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (UU HAM); dan kedua, konstruksi pengaturan hukum tersebut dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU No. 1 Tahun 2024. Melalui analisis ini, penelitian berupaya menguji keselarasan regulasi nasional dengan standar HAM internasional dan prinsip three-part test (legalitas, legitimasi, dan proporsionalitas).Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan hak asasi manusia. Data bersumber dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dikumpulkan melalui studi dokumen dan dianalisis secara kualitatif.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa meskipun Indonesia telah memiliki instrumen hukum yang kuat melalui UU ITE dan UU HAM, implementasinya masih menghadapi tantangan serius. Dalam perspektif HAM, kebebasan berekspresi diakui sebagai hak yang dapat dibatasi (derogable rights) sesuai Pasal 70 UU HAM dan Pasal 19 ICCPR demi menghormati hak orang lain dan ketertiban umum. Namun, keberadaan pasal-pasal yang bersifat multitafsir dalam UU ITE seringkali memicu risiko over-kriminalisasi yang berpotensi membungkam kritik sah. Sebagai rekomendasi, diperlukan harmonisasi regulasi untuk mempertegas batasan antara ujaran kebencian dan kritik, penerapan prinsip proporsionalitas oleh aparat penegak hukum, serta peningkatan literasi digital masyarakat guna menjamin supremasi hukum yang selaras dengan perlindungan hak asasi manusia di ruang siber.</p> Yusuf Anone Delorens L.N Bessie Marthen Dillak Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 PENGEMBANGAN KURIKULUM SEKOLAH DASAR BERBASIS 4C UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI ABAD KE-21 PESERTA DIDIK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23297 <p>Pengembangan kurikulum Sekolah Dasar berbasis 4C (Critical Thinking, Creativity, Communication, dan Collaboration) merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kompetensi abad ke-21 peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan keterampilan 4C ke dalam proses pembelajaran guna menghasilkan peserta didik yang mampu berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&amp;D) melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan kurikulum, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa kurikulum berbasis 4C dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, memperkuat kemampuan pemecahan masalah, serta mendorong kerja sama dan komunikasi yang efektif. Dengan demikian, penerapan kurikulum berbasis 4C di Sekolah Dasar dapat menjadi alternatif yang relevan dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan dan tuntutan abad ke-21.</p> Nuralisa Putri Eva Nur Fatimah Hesty Sinta P Muhammad Syafiq Ayyubi Muhammad Yusuf Brillia Ema Susilowati Diah Nur Aini Mahilda Dea Komalasari Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 ANALISIS DINAMIKA NEGOSIASI IKLIM GLOBAL DALAM COP28 DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEBIJAKAN POLITIK LINGKUNGAN GLOBAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23394 <p>Penelitian ini menganalisis dinamika negosiasi iklim global dalam forum COP28 yang berlangsung di Dubai pada 30 November hingga 12 Desember 2023, serta dampaknya terhadap arah kebijakan lingkungan global. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis deskriptif-analitis, penelitian ini menelaah pertarungan kepentingan antara negara maju dan negara berkembang dalam proses negosiasi yang melibatkan isu-isu krusial seperti pendanaan iklim, transisi energi, dan mekanisme loss and damage. Dengan berpijak pada kerangka teori neoliberal institusionalisme, realisme, konstruktivisme, dan teori rezim internasional, penelitian ini menemukan bahwa negosiasi COP28 bukan sekadar forum teknis penyelesaian krisis lingkungan, melainkan arena politik global yang sarat dengan ketimpangan kekuasaan dan kepentingan ekonomi. Hasil utama COP28 yang dikenal sebagai UAE Consensus menandai kemajuan penting karena untuk pertama kalinya forum COP secara eksplisit menyerukan transition away from fossil fuels, mendorong peningkatan energi terbarukan, serta mengoperasikan loss and damage fund. Namun demikian, pilihan bahasa yang kompromistis dan ketiadaan mekanisme yang mengikat secara hukum menunjukkan bahwa kesepakatan ini lebih kuat sebagai pencapaian diplomatik simbolik daripada instrumen transformasi ekologis yang nyata, sehingga jalan menuju keadilan iklim global yang adil dan tegas masih sangat panjang.</p> <p><em>This study analyzes the dynamics of global climate negotiations at COP28, held in Dubai from November 30 to December 12, 2023, and their implications for the direction of global environmental policy. Employing a qualitative approach through library research and descriptive-analytical methods, this study examines the clash of interests between developed and developing nations across critical negotiation issues including climate finance, energy transition, and the loss and damage mechanism. Drawing on theoretical frameworks of neoliberal institutionalism, realism, constructivism, and international regime theory, the study finds that COP28 negotiations functioned not merely as a technical forum for resolving environmental crises, but as a global political arena deeply marked by power asymmetries and competing economic interests. The principal outcome of COP28, known as the UAE Consensus, represents a significant milestone as the first time a COP forum explicitly called for a transition away from fossil fuels, promoted the scaling up of renewable energy, and operationalized the loss and damage fund. Nevertheless, the compromised language and absence of legally binding enforcement mechanisms indicate that this agreement stands stronger as a symbolic diplomatic achievement than as an instrument of genuine ecological transformation, underscoring that the path toward equitable and decisive global climate justice remains arduous and complex.</em></p> Fattiha Syanira Nirmala Amantha Shella Sofiana Muhammad Andhika Dwi Perdana Jerry Indrawan Reja Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 PENGARUH PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) TERHADAP TINGKAT KEHADIRAN SISWA DI SMK NEGERI 1 SIPOHOLON https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23532 <p>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesehatan, gizi, dan kesejahteraan siswa sekolah. Laporan penelitian ini menganalisis pengaruh Program MBG terhadap tingkat kehadiran siswa di SMK Negeri 1 Sipoholon sebagai sekolah mitra. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 54 responden siswa dari populasi total 244 siswa, menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara mendalam, dan dokumentasi data kehadiran siswa dari periode Juli hingga Desember 2025, mencakup tiga bulan sebelum implementasi program (Juli-September 2025) dan tiga bulan setelah implementasi (Oktober-Desember 2025). Metode analisis menggunakan statistik deskriptif untuk mendeskripsikan karakteristik data dan uji paired t-test untuk menguji hipotesis penelitian pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat kehadiran siswa sebelum dan sesudah implementasi Program MBG. Rata-rata kehadiran siswa sebelum program mencapai 66,9% (periode Juli-September 2025), sementara sesudah implementasi program meningkat menjadi 84,6% (periode Oktober-Desember 2025), menunjukkan peningkatan absolut sebesar 17,7 poin persentase atau peningkatan relatif 26,4%. Analisis statistik menggunakan uji paired t-test menghasilkan nilai t-hitung = 8,456 dengan p-value = 0,000 (p &lt; 0,05), membuktikan adanya pengaruh positif dan sangat signifikan dari Program MBG terhadap tingkat kehadiran siswa. Selain itu, hasil survei kepuasan siswa menunjukkan tingkat kepuasan terhadap program sebesar 89,3% secara keseluruhan, dengan rincian: kepuasan terhadap kualitas makanan 88,9%, kebersihan makanan 92,6%, dan ketepatan waktu pembagian makanan 85,2%. Program berhasil meningkatkan motivasi dan kedisiplinan siswa dalam menghadiri kegiatan pembelajaran di sekolah. Faktor pendukung keberhasilan program meliputi tingginya antusiasme siswa, dukungan dari pihak sekolah, dan implementasi program yang konsisten dengan tingkat keterlaksanaan mencapai 92%. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa pemenuhan kebutuhan dasar siswa, khususnya aspek gizi dan kesehatan, memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Kesimpulannya, Program MBG terbukti sebagai intervensi yang efektif dalam meningkatkan kehadiran dan kesejahteraan siswa di sekolah. Rekomendasi penelitian meliputi: (1) perlunya keberlanjutan dan perluasan program ke sekolah lain dengan permasalahan serupa, (2) peningkatan kualitas implementasi program melalui peningkatan standar gizi dan kebersihan, (3) melakukan penelitian lanjutan untuk menganalisis dampak jangka panjang program terhadap prestasi akademik siswa, dan (4) mengembangkan model monitoring berkelanjutan untuk memastikan efektivitas program dalam jangka panjang.</p> <p><em>The Free Nutritious Meal Program (MBG) is a government policy aimed at improving students' health, nutrition, and well-being in schools. This research report analyzes the influence of the MBG Program on student attendance rates at SMK Negeri 1 Sipoholon as a partner school. The study employed a quantitative descriptive method involving 54 respondents selected from a total population of 244 students, using the Slovin formula with a 10% error rate. Data were collected through questionnaires, in-depth interviews, and documentation of student attendance records from July through December 2025, covering three months before program implementation (July-September 2025) and three months after implementation (October-December 2025). Analysis used descriptive statistics to characterize data and paired t-test to test research hypotheses at 95% confidence level (α = 0.05). Results showed significant improvement in student attendance rates before and after MBG implementation. Average attendance before the program was 66.9% (July-September 2025), increasing to 84.6% after program implementation (October-December 2025), representing an absolute increase of 17.7 percentage points or 26.4% relative improvement. Statistical analysis using paired t-test yielded t-statistic = 8.456 with p-value = 0.000 (p &lt; 0.05), demonstrating a positive and highly significant influence of the MBG Program on student attendance. Furthermore, student satisfaction survey results indicated 89.3% overall satisfaction with the program, with details as follows: food quality satisfaction 88.9%, food hygiene satisfaction 92.6%, and timeliness of food distribution satisfaction 85.2%. The program successfully increased student motivation and discipline in attending learning activities at school. Success factors included high student enthusiasm, school support, and consistent program implementation achieving 92% implementation rate. This research provides empirical evidence that meeting basic student needs, particularly nutrition and health aspects, significantly influences student motivation and participation in the learning process. In conclusion, the MBG Program proved to be an effective intervention for improving student attendance and well-being at school. Research recommendations include: (1) ensuring program continuity and expansion to other schools with similar issues, (2) improving program implementation quality through enhanced nutrition and hygiene standards, (3) conducting further research to analyze long-term program impacts on academic achievement, and (4) developing continuous monitoring models to ensure long-term program effectiveness. </em></p> Ronald Donra Sihaloho Hasugianto Siahaan Binsar Nainggolan Roy Samuel Silitonga Dedy Silitonga Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 ANALISIS PENGARUH PEMAHAMAN WAWASAN KEBANGSAAN TERHADAP MANIFESTASI SIKAP BELA NEGARA PADA PESERTA DIDIK KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA PEKANBARU https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22876 <p>Latar Belakang: Eksistensi suatu bangsa di era kontemporer sangat diuji oleh ketangguhan karakter dan kedalaman identitas nasional generasi mudanya , terutama dalam menghadapi gempuran disrupsi luar di era digital. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman wawasan kebangsaan terhadap manifestasi sikap bela negara pada peserta didik kelas XI SMA di Kota Pekanbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi literatur (narrative review) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data sekunder diperoleh dari pangkalan data Google Scholar, GARUDA, SINTA, dan ResearchGate dengan batasan publikasi 5 tahun terakhir. Dari seleksi ketat, diperoleh 20 jurnal utama sebagai objek analisis. Hasil: Mayoritas metodologi pada literatur yang dikaji didominasi oleh metode kualitatif, diikuti literatur review, dan kuantitatif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pemahaman wawasan kebangsaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap bela negara siswa. Manifestasi bela negara di Pekanbaru diwujudkan secara adaptif, seperti pemanfaatan platform TikTok untuk pembelajaran kewarganegaraan di sekolah. Namun, siswa menghadapi tantangan kedaulatan digital berupa hoaks di Facebook dan WhatsApp akibat rendahnya literasi deteksi mandiri. Sebagai resolusi, integrasi kearifan lokal Melayu Riau, seperti filosofi "adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah" dan simbolisme "pucuk pisang", terbukti efektif menjadi landasan moral dan filtrasi budaya bagi siswa. Kesimpulan: Penguatan wawasan kebangsaan yang dikombinasikan dengan literasi digital dan kearifan lokal sangat krusial untuk membangun benteng pertahanan nirmiliter yang tangguh pada generasi muda.&nbsp;</p> <p><em>Background: The existence of a nation in the contemporary era is heavily tested by the character resilience and deep national identity of its youth , particularly in facing the onslaught of external disruptions in the digital age. Objective: This study aims to analyze the influence of understanding national insight on the manifestation of state defense attitudes among eleventh-grade high school students in Pekanbaru City. Methods: This study employed a literature review design (narrative review) with a descriptive qualitative approach. Secondary data were gathered from Google Scholar, GARUDA, SINTA, and ResearchGate databases, restricted to publications from the last 5 years. Through rigorous selection, a maximum of 20 core journals were analyzed. Results: The methodological trends in the reviewed literature were dominated by qualitative methods, followed by literature reviews, and quantitative approaches. Synthesized findings indicate that understanding national insight has a significant positive impact on students' state defense attitudes. In Pekanbaru, this manifestation is adaptively implemented, such as utilizing TikTok as an interactive civic learning medium in schools. However, students face digital sovereignty challenges, specifically the massive spread of hoaxes on Facebook and WhatsApp due to a lack of independent verification skills. As a resolution, integrating Riau Malay local wisdom such as the philosophy of "adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah" and the symbolism of "pucuk pisang" proves effective as a moral foundation and cultural filter. Conclusion: Strengthening national insight combined with digital literacy and local wisdom is crucial to establishing a resilient non-military defense fortress among the younger generation.&nbsp; </em></p> Hilmy Alfarizqi Adykarsa Dzukron Yufli Alfadhel Alya Nafisa Ramazani Risya Salma Citra Saraswati Hani Syifa Ulya Novia Anggini Putri Khairen Virgilyumna Rizal Ilham Hudi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 ANALISIS MISKONSEPSI SEMANTIK: PADA ISTILAH KIMIA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP KIMIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22940 <p>Karakteristik ilmu kimia yang abstrak, bertingkat, dan melibatkan multipel representasi (makroskopis, mikroskopis, dan simbolik) sering kali memicu hambatan belajar berupa miskonsepsi semantik. Miskonsepsi semantik terjadi di mana istilah ilmiah yang bersifat spesifik disalahartikan berdasarkan makna bahasa sehari-hari (kasual/leksikal). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi semantik pada berbagai istilah kimia esensial serta mengevaluasi dampaknya terhadap pemahaman konsep siswa secara fundamental dalam pembelajaran kimia. Pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur (library research) diterapkan dalam penelitian ini. Sumber data sekunder diperoleh dari artikel jurnal ilmiah bereputasi, buku teks pedagogi kimia, dan laporan penelitian terdahulu yang disaring dari basis data Google Scholar dan Garuda dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan adanya miskonsepsi semantik yang signifikan pada 15 istilah kimia esensial, dengan lokus utama pada istilah 'netral', 'spontan', 'gas ideal', 'larutan jenuh', dan 'senyawa organik'. Peserta didik cenderung membawa asumsi non-ilmiah (intuisi sosial-biologis) ke dalam konteks kimia, yang pada gilirannya menciptakan tumpang tindih regulasi kognitif dan merapuhkan struktur pengetahuan baru. Kesimpulannya, interferensi makna bahasa sehari-hari terbukti menghambat proses asimilasi dan akomodasi konsep kimia yang utuh. Oleh karena itu, penerapan strategi dekonstruksi istilah dan klarifikasi definisi operasional terminologi di awal pembelajaran sangat disarankan sebagai langkah preventif untuk mereduksi bias kebahasaan siswa.</p> <p><em>The abstract, multi-layered nature of chemistry, which involves multiple representations (macroscopic, microscopic, and symbolic), often triggers learning obstacles in the form of semantic misconceptions. Semantic misconceptions occur when specific scientific terms are misinterpreted based on the meaning of everyday (casual/lexical) language. This study aimed to analyze semantic misconceptions in various essential chemical terminologies and evaluate their impact on students' fundamental understanding of concepts in chemistry learning. A descriptive qualitative approach utilizing the library research method was applied in this study. Secondary data sources were obtained from reputable scientific journal articles, chemistry pedagogy textbooks, and prior research reports filtered from the Google Scholar and Garuda databases published within the last ten years. The results showed significant semantic misconceptions in 15 essential chemical terms, with primary loci on the terms 'neutral', 'spontaneous', 'ideal gas', 'saturated solution', and 'organic compound'. Students tend to bring non-scientific assumptions (social-biological intuition) into the chemical context, which in turn creates overlapping cognitive regulations and weakens the structure of new knowledge. In conclusion, the interference of everyday language meanings is proven to hinder the process of complete chemical concept assimilation and accommodation. Therefore, the implementation of explicit term deconstruction strategies and clarification of operational definitions of terminology at the beginning of learning is highly recommended as a preventive measure to reduce students' language bias.</em></p> Jonathan Pulungan Nainggolan Gresia Gembira Hutagaol Muhammad Danil Pa Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 IMPLEMENTASI DATA-DRIVEN DECISION MAKING DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS MANAJEMEN SEKOLAH DI ERA DIGITAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23361 <p>Implementasi Data-Driven Decision Making dalam manajemen sekolah menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan pendidikan di era digital. Pemanfaatan data secara sistematis memungkinkan pihak sekolah mengambil keputusan yang lebih tepat, objektif, dan efisien dalam berbagai aspek, seperti perencanaan program, evaluasi pembelajaran, pengelolaan sumber daya, hingga peningkatan mutu pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Data-Driven Decision Making dalam meningkatkan efektivitas manajemen sekolah di era digital, serta menganalisis strategi penerapan data sebagai dasar pengambilan keputusan dalam lingkungan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui kajian literatur dari jurnal, buku, dan sumber relevan lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan Data-Driven Decision Making mampu membantu sekolah dalam meningkatkan kualitas perencanaan, monitoring, evaluasi, serta pengambilan kebijakan yang lebih akurat dan terukur. Pemanfaatan teknologi digital dan sistem informasi manajemen sekolah menjadi faktor pendukung utama dalam pengelolaan data yang efektif. Implementasi pendekatan berbasis data juga mendorong terciptanya budaya kerja yang transparan, adaptif, dan inovatif dalam lingkungan sekolah. Data-Driven Decision Making menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan manajemen sekolah yang efektif, efisien, dan responsif terhadap tantangan pendidikan di era digital.</p> <p><em>The implementation of Data-Driven Decision Making in school management has become an important strategy for improving the effectiveness of educational management in the digital era. The systematic use of data enables schools to make more accurate, objective, and efficient decisions in various aspects, such as program planning, learning evaluation, resource management, and educational quality improvement. This article aims to examine the implementation of Data-Driven Decision Making in enhancing the effectiveness of school management in the digital era, as well as to analyze strategies for utilizing data as the basis for decision-making processes within educational institutions. This study employs a qualitative approach using the library research method through the review of journals, books, and other relevant sources. The findings indicate that the implementation of Data-Driven Decision Making helps schools improve the quality of planning, monitoring, evaluation, and policy-making in a more accurate and measurable manner. The use of digital technology and school management information systems serves as a major supporting factor in effective data management. The implementation of a data-based approach also encourages the development of a transparent, adaptive, and innovative work culture within schools. Data-Driven Decision Making becomes a strategic approach in creating effective, efficient, and responsive school management to address educational challenges in the digital era. </em></p> Retno Annisa Nurul Falah Siti Aminah Wilda Yatun Uyun Syafaatul Habib Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 KAMPUNG SIAGA BENCANA AMARASI: STRATEGI PENGURANGAN RISIKO BENCANA BERBASIS KEARIFAN LOKAL MAMAR DI KABUPATEN KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23443 <p>Wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk Kecamatan Amarasi di Kabupaten Kupang, merupakan salah satu kawasan paling rentan terhadap bencana hidrometeorologi di Indonesia, dengan karakter kekeringan musiman yang kronis sekaligus ancaman siklon tropis yang bersifat tiba-tiba, sebagaimana terlihat pada peristiwa Siklon Tropis Seroja tahun 2021. Di sisi lain, masyarakat Amarasi telah lama mengembangkan sistem kearifan lokal bernama Mamar, yaitu sistem agroforestri dan konservasi sumber daya air yang dikelola melalui kelembagaan adat. Artikel ini bertujuan mengkaji potensi integrasi kearifan lokal Mamar ke dalam kerangka kebijakan Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Kampung Siaga Bencana (KSB) sebagai strategi manajemen risiko bencana berbasis masyarakat di Amarasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian pustaka terhadap regulasi nasional, laporan kebencanaan, serta literatur ilmiah nasional dan internasional mengenai pengurangan risiko bencana berbasis komunitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi kelembagaan adat Mamar dengan struktur formal KSB berpotensi memperkuat pilar-pilar ketangguhan Destana, terutama pada aspek pengkajian risiko, sistem peringatan dini, dan mobilisasi sumber daya lokal. Pembelajaran dari pengalaman desa kering di Timor Barat, Tiongkok, dan Kamboja memperkuat argumen bahwa keberlanjutan program pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat sangat bergantung pada penghormatan terhadap struktur sosial lokal yang telah ada. Artikel ini merekomendasikan model konseptual KSB Amarasi yang mengintegrasikan kelembagaan adat Mamar, sistem pemantauan multi-bahaya, dan partisipasi lintas generasi sebagai fondasi keberlanjutan program.</p> <p><em>East Nusa Tenggara Province, including Amarasi Sub-district in Kupang Regency, is among Indonesia's most disaster-exposed regions, marked by chronic seasonal drought alongside abrupt tropical cyclone hazards, as evidenced by Tropical Cyclone Seroja in 2021. At the same time, the Amarasi community has long practised Mamar, an indigenous agroforestry and water-conservation system governed through customary institutions. This article examines the potential of integrating Mamar local wisdom into Indonesia's Disaster Resilient Village (Destana) and Disaster Preparedness Village (Kampung Siaga Bencana/KSB) policy framework as a community-based disaster risk management strategy for Amarasi. A descriptive qualitative method was applied through a literature review of national regulations, disaster reports, and national and international scholarly works on community-based disaster risk reduction. The findings show that integrating Mamar's customary institutions with the formal KSB structure can strengthen Destana's resilience pillars, particularly risk assessment, early warning systems, and local resource mobilisation. Lessons from dryland village experience in West Timor, China, and Cambodia reinforce the argument that the sustainability of community-based disaster risk reduction programmes depends on respect for pre-existing local social structures. The article proposes a conceptual Amarasi KSB model integrating Mamar customary institutions, multi-hazard monitoring systems, and cross-generational participation as the foundation for programme sustainability</em></p> Skolastika Virginia Wea Passya Stefanni Djada Tiry Selvy Julia Nubatonis Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 PERAN PELAJAR DALAM MENUMBUHKAN SIKAP BELA NEGARA MELALUI AKSI NYATA DI LINGKUNGAN SEKITAR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22824 <p>Sikap bela negara merupakan nilai penting yang perlu ditanamkan kepada pelajar sebagai generasi penerus bangsa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai pentingnya bela negara serta implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan sosialisasi di SMA Negeri 4 Pekanbaru yang mencakup penyampaian materi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Materi disampaikan dengan metode yang komunikatif dan mudah dipahami sehingga mampu meningkatkan partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai nilai-nilai bela negara, yang tercermin dari pemahaman mereka terhadap pentingnya disiplin, menghargai keberagaman, menaati peraturan, menjaga lingkungan, serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial sebagai bentuk nyata bela negara. Dengan demikian, kegiatan pengabdian melalui pendekatan sosialisasi ini efektif dalam menanamkan nilai-nilai bela negara dan memperkuat semangat nasionalisme pada pelajar.</p> <p><em>State defense awareness is an important value that should be instilled in students as the future generation of the nation. This community service activity aimed to enhance students’ understanding and awareness of the importance of state defense and its implementation in daily life. The program was conducted through a socialization approach at SMA Negeri 4 Pekanbaru, involving educational presentations, interactive discussions, and question-and-answer sessions. The materials were delivered using simple and engaging methods to facilitate students’ comprehension of state defense values and their practical application. The results indicated that the socialization activity successfully improved students’ knowledge and awareness regarding state defense, encouraging them to demonstrate positive behaviors such as discipline, respect for diversity, obedience to rules, environmental responsibility, and active participation in social activities. In conclusion, the socialization-based community service program proved effective in fostering state defense awareness and strengthening the sense of nationalism among students.</em></p> Nabil Kirana Ingga Wahyu Hanggoro Novia Az-Zahra Gesang Ilham Hudi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 PERAN ULAMA DALAM TRANSMISI ILMU PADA ABAD PERTENGAHAN ISLAM https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22915 <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara komprehensif kontribusi strategis para ulama sebagai aktor utama dalam proses pelestarian dan penyebaran ilmu pengetahuan pada masa keemasan Islam. penelitian ini berupaya mengungkap peran krusial ulama dalam menjembatani peradaban melalui gerakan penerjemahan karya-karya klasik dunia ke dalam bahasa Arab, yang kemudian disintesiskan dengan nilai-nilai Islam. Transmisi ilmu pengetahuan dalam peradaban Islam bermula sejak Islam muncul, tumbuh dan berkembang hingga saat ini. Di awal kehadiran Islam, di masa Rasulullah SAW dan khulafaur rasyidun, belum terlihat perkembangan yang pesat pada bidang ilmu pengetahuan. Transmisi yang ada bersifat pengembangan aspek keyakinan terhadap Allah SWT (tauhid). Hal ini disebabkan belum terjadi persentuhan yang kuat dengan peradaban besar lain yang sudah berkembang sebelum Islam hadir di Mekkah. Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman kejayaan Islam masa lampau tak lepas dari peran lembaga pendidikan yang ada. Lembaga-lembaga itu menjadi sarana bagi berlangsungnya transmisi ilmu pengetahuan . Banyak sekali lembaga pendidikan yang berperan menjadi saranan pengembangan ilmu kala itu. Antara lain maktabah, kuttab, halaqah, observatorium, dan klinik, dar al-hikmah, dan dar-al-ilmu serta madrasah.</p> Ikram Humaidi Hafisha Nabila Huwaidah Nabila Ratu Ainun Sholihah Yelni Verlia Putri Yuliya Patma Putri Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 ANALISIS KESESUAIAN PEMILIHAN UJI STATISTIK PARAMETRIK DAN NON-PARAMETRIK PADA JURNAL PENELITIAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23290 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian pemilihan uji statistik parametrik dan non-parametrik pada artikel-artikel penelitian yang dipublikasikan dalam Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling Universitas Islam Negeri Sumatera Utara periode 2021-2026. Menggunakan metode analisis dokumen dengan pendekatan kuantitatif deskriptif, penelitian ini menelaah 13 artikel kuantitatif berdasarkan empat kriteria kesesuaian: kesesuaian skala data, pelaporan uji normalitas, pelaporan uji linearitas, dan pelaporan uji homogenitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa 11 artikel (84,6%) menggunakan uji parametrik (korelasi Pearson 46,2% dan regresi linier sederhana 38,5%) dan 2 artikel (15,4%) menggunakan uji non-parametrik (korelasi Spearman), dengan 2 artikel (15,4%) memperoleh klasifikasi Sesuai, 10 artikel (76,9%) diklasifikasikan sebagai Kurang Sesuai karena tidak melaporkan uji homogenitas, dan 1 artikel (7,7%) diklasifikasikan Tidak Sesuai karena tidak melaporkan uji prasyarat apapun. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan standar metodologis dalam pelaporan penelitian kuantitatif di bidang BKI, baik dari sisi peneliti, pengelola jurnal, maupun institusi pendidikan.</p> <p><em>This study aims to analyze the appropriateness of the selection of parametric and non-parametric statistical tests in research articles published in Al-Irsyad: Journal of Education and Counseling, State Islamic University of North Sumatra from 2021 to 2026. Using a document analysis method with a descriptive quantitative approach, this study examined 13 quantitative articles based on four appropriateness criteria: data scale appropriateness, reporting of normality tests, reporting of linearity tests, and reporting of homogeneity tests. The results of the analysis show that 11 articles (84.6%) used parametric tests (Pearson correlation 46.2% and simple linear regression 38.5%) and 2 articles (15.4%) used non-parametric tests (Spearman correlation), with 2 articles (15.4%) classified as “Compliant,” 10 articles (76.9%) were classified as “Partially Compliant” because they did not report homogeneity tests, and 1 article (7.7%) was classified as “Non-Compliant” because it did not report any prerequisite tests. These findings indicate the need to improve methodological standards in the reporting of quantitative research in the field of BKI, from the perspectives of researchers, journal editors, and educational institutions alike.</em></p> Putri Dwi Lestari Parulian Sibuea Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 DINAMIKA SIKLUS PERADABAN: ANALISIS KOMPARATIF PEMIKIRAN IBNU KHALDUN DAN OSWALD SPENGLER https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23384 <p>Diskursus mengenai dinamika peradaban manusia sering kali didominasi oleh perspektif linear-progresif Barat yang mengasumsikan kemajuan material tanpa batas, sambil mengabaikan krisis internal yang menyertainya. Artikel ini mengkaji ulang perspektif siklikal melalui dua pemikir besar dari tradisi yang kontras, yaitu Ibnu Khaldun (Timur/Islam, abad ke-14) dan Oswald Spengler (Barat/Modern, abad ke-20). Kajian sebelumnya umumnya membahas kedua tokoh secara terpisah atau membandingkannya secara superfisial tanpa menelaah akar determinisme filosofis masing-masing, sehingga terdapat celah penelitian yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi dan menganalisis secara komparatif struktur epistemologi siklus peradaban dalam Muqaddimah dan The Decline of the West. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan berpendekatan kualitatif-komparatif dan analisis isi, teks-teks primer dikodekan ke dalam matriks perbandingan konstan berdasarkan tiga aspek: ontologi/motor penggerak, epistemologi/tahapan siklus, dan aksiologi/implikasi bagi masa depan peradaban. Hasil penelitian menunjukkan adanya titik temu dalam penggunaan metafora organik peradaban yang dipandang lahir, mapan, menua, dan mati, serta kesepahaman bahwa keruntuhan dipicu oleh pembusukan internal, yaitu kemewahan material (israf) menurut Khaldun dan mekanisasi rasional (Zivilisation) menurut Spengler. Namun, ditemukan pula perbedaan mendasar: (1) Spengler menganut determinisme biologis-fatalistik yang memandang kematian peradaban bersifat mutlak, sedangkan Khaldun menawarkan determinisme religius-sosiologis berupa siklus spiral terbuka yang memungkinkan sirkulasi elit melalui asabiyyah baru; (2) motor penggerak Spengler bersifat metafisis (the soul), sedangkan motor penggerak Khaldun bersifat sosio-politik (asabiyyah dengan visi keagamaan). Perbedaan ini memisahkan pesimisme fatalistik Barat dari dinamisme historis Islam (sunnatullah), dan sintesis yang dihasilkan menawarkan kontribusi teoretis baru untuk membebaskan kajian peradaban dari bias Eurosentrisme.</p> <p><em>The discourse on the dynamics of human civilization is often dominated by a Western, linear-progressive perspective that assumes limitless material advancement while neglecting the accompanying internal crises. This article re-examines the cyclical perspective through two major thinkers from contrasting traditions: Ibn Khaldun (fourteenth-century Eastern/Islamic) and Oswald Spengler (twentieth-century Western/modern). Previous studies generally address these figures separately or compare them superficially without exploring the philosophical determinism underlying each framework, resulting in a significant research gap. This study aims to reconstruct and comparatively analyze the epistemological structures of civilizational cycles in Khaldun's Muqaddimah and Spengler's The Decline of the West. Employing a library research method with a qualitative-comparative approach and content analysis, the primary texts were coded into a constant comparative matrix based on three aspects: ontology/driving force, epistemology/cycle stages, and axiology/implications for the future of civilization. The findings reveal convergence in the use of organic metaphors, with civilizations viewed as entities that are born, mature, age, and die, and a shared understanding that collapse is triggered by internal decay: material luxury (israf) for Khaldun and mechanical rationalization (Zivilisation) for Spengler. However, fundamental divergences are also identified: (1) Spengler adopts a fatalistic biological determinism in which civilizational death is absolute, whereas Khaldun offers a religious-sociological determinism in the form of an open spiral that allows for elite circulation through renewed asabiyyah; (2) Spengler's driving force is metaphysical (the Soul), while Khaldun's is socio-political (a religiously oriented asabiyyah). These differences distinguish Western fatalistic pessimism from the historical dynamism of Islam (sunnatullah), and the resulting synthesis provides a new theoretical contribution to liberate civilizational studies from Eurocentric bias.</em></p> Khaerunnisa Andi Abdul Hamzah Darussalam Syamsuddin Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 UPAYA KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAJAR GURU DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23525 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kemampuan pengajaran guru dalam pembelajaran berbasis digital. Perkembangan teknologi informasi menuntut guru untuk mampu menggunakan media dan metode pembelajaran digital secara efektif agar proses pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Kepala sekolah memiliki peran penting sebagai pemimpin pendidikan dalam membina, mengarahkan, serta memberikan dukungan kepada guru untuk meningkatkan kompetensi profesionalnya di era digital.</p> <p>Penelitian ini menggunakan metode studi literatur review dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku dan artikel yang berkaitan dengan upaya kepala sekolah, kemampuan mengajar guru, serta pembelajaran berbasis digital. Data diperoleh melalui proses pengumpulan, membaca, menganalisis, dan menyimpulkan dari berbagai referensi yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kemampuan mengajar guru dapat dilakukan melalui pelatihan penggunaan teknologi pembelajaran, supervisi akademik, pemberian motivasi, penyediaan sarana dan prasarana digital, serta mendorong guru untuk mengikuti kegiatan pengembangan profesional. Upaya tersebut memberikan dampak positif terhadap kemampuan guru dalam memanfaatkan media digital dan meningkatkan kualitas pembelajaran.Dengan demikian, kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung peningkatan kemampuan mengajar guru agar pembelajaran berbasis digital dapat terlaksana secara efektif sesuai dengan perkembangan pendidikan di era modern.</p> <p><em>This study aims to determine the efforts of school principals to improve teachers' teaching skills in digital-based learning. Advances in information technology require teachers to be able to use digital media and learning methods effectively to make the learning process more engaging, interactive,andtailored tostudents'needs. Principals play a crucial role as educational leaders in fostering, guiding, and providing support to teachers to improve their professional competence in the digital era.This study used a literature review method by examining various scientific sources, such as journals, books, and articles, related to principals' efforts, teachers' teaching skills, and digital-based learning. Data were obtained through the process of collecting, reading, analyzing, and summarizing various references relevant to the research topic. The results of the study indicate that principals'efforts to improve teachers' teaching skills can be achieved through training in the use of learning technology, academic supervision, motivation, provision of digital facilities and infrastructure, and encouraging teachers to participate in professional development activities. These efforts have a positive impact on teachers' ability to utilize digital media and improve the quality of learning.</em></p> <p><em>Thus, school principals play a crucial role in supporting teachers'teaching skills, ensuring effective digital-based learning, in line with modern educational developments.</em></p> Fedrelina F Lauata Wasty Kase Rutni Bana Ace R Tabais Romantel Tamelan Yanti Y. E. Sole Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 ANALISIS PENERAPAN PASAL 1365 KUHPERDATA TENTANG PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM PUTUSAN PENGADILAN PERDATA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22872 <p>Perbuatan Melawan Hukum (PMH) menjadi salah satu dasar gugatan yang paling sering digunakan dalam perkara perdata di Indonesia karena berperan sebagai sarana perlindungan hukum bagi pihak yang mengalami kerugian akibat tindakan pihak lain. Ketentuan mengenai PMH diatur dalam Pasal 1365 KUHPerdata yang mensyaratkan adanya unsur perbuatan melawan hukum, kesalahan, kerugian, serta hubungan kausal antara perbuatan dan akibat yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaturan PMH berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata, menelaah penerapan unsur-unsurnya dalam putusan pengadilan perdata, serta mengidentifikasi berbagai persoalan yang muncul dalam penerapannya. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, historis, dan konseptual melalui studi kepustakaan terhadap sumber hukum, doktrin, serta putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Pasal 1365 KUHPerdata dalam praktik peradilan telah dilakukan melalui pengujian terhadap unsur perbuatan, sifat melawan hukum, kesalahan, kerugian, dan hubungan sebab akibat. Meskipun demikian, masih terdapat sejumlah kendala, terutama dalam pembuktian kerugian immateriil, perbedaan pertimbangan antarputusan, penentuan batas antara PMH dan wanprestasi, serta tantangan penyelesaian sengketa di era digital. Oleh sebab itu, diperlukan pembaruan regulasi, pedoman bagi hakim, dan penguatan aspek pembuktian guna menciptakan penerapan hukum yang lebih konsisten, adaptif, serta mampu menjamin kepastian hukum.</p> <p><em>Unlawful acts are among the most frequently invoked legal grounds in civil litigation in Indonesia, serving as a mechanism for legal protection for parties suffering losses caused by the actions of others. The provisions governing unlawful acts are regulated under Article 1365 of the Indonesian Civil Code, which requires the fulfillment of elements consisting of unlawful conduct, fault, damages, and a causal relationship between the act and the resulting loss. This study aims to examine the regulation of unlawful acts under Article 1365 of the Civil Code, analyze the implementation of its elements in civil court decisions, and identify issues arising in its practical application. The research applies a normative legal method using statutory, case, historical, and conceptual approaches through library research involving legal materials, doctrines, and court decisions. The findings reveal that the implementation of Article 1365 of the Civil Code in judicial practice has been conducted through assessment of the elements of conduct, unlawfulness, fault, damages, and causation. Nevertheless, several challenges remain, particularly regarding proof of immaterial damages, inconsistency among court rulings, the distinction between unlawful acts and breach of contract, and legal disputes emerging in the digital era. Therefore, legal reform, judicial guidelines, and strengthened evidentiary mechanisms are required to achieve a more consistent, adaptive, and legally certain application of the law.</em></p> Alysa Ramadhani M Cessya Novelina Anggriani Gultom Lutfya Salsabila Nida Chofiyya Farahdinny Siswajanthy Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 MENGUKUR KUALITAS PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DESA DI INDONESIA: ANALISIS BERDASARKAN TANGGA PARTISIPASI ARNSTEIN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22931 <p>Partisipasi masyarakat merupakan prinsip penting dalam pembangunan desa karena menentukan sejauh mana kebijakan dan program pembangunan mampu mencerminkan kebutuhan serta aspirasi masyarakat.Meskipun berbagai regulasi telah memberikan ruang partisipasi melalui Musyawarah Desa (Musdes) dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes),praktik partisipasi masyarakat sering kali masih bersifat simbolis atau tokenisme.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa berdasarkan teori Tangga Partisipasi Arnstein,mengidentifikasi faktor-faktor penyebab tokenisme dan dominasi elit,serta menjelaskan upaya strategis untuk mewujudkan partisipasi yang otentik.Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui analisis berbagai jurnal ilmiah,buku, regulasi, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa umumnya masih berada pada tingkat informing, consultation, dan placation yang termasuk dalam kategori tokenism. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh dominasi elit desa,rendahnya kapasitas masyarakat, budaya patron-klien, ketimpangan akses informasi, lemahnya pengawasan, serta terbatasnya keterwakilan kelompok rentan dalam forum pembangunan.Untuk meningkatkan kualitas partisipasi diperlukan penguatan transparansi pemerintahan desa, revitalisasi musyawarah desa, peningkatan kapasitas masyarakat,penguatan fungsi Badan Permusyawaratan Desa, serta pengembangan mekanisme partisipasi yang lebih inklusif.Dengan demikian, partisipasi masyarakat perlu diarahkan pada redistribusi kekuasaan yang memungkinkan warga memiliki pengaruh nyata dalam proses pengambilan keputusan pembangunan desa.</p> <p><em>Community participation is a fundamental principle of village development as it determines the extent to which development policies and programs reflect community needs and aspirations. Although various regulations have provided participatory spaces through Village Deliberation Meetings (Musyawarah Desa) and Village Development Planning Meetings (Musrenbangdes), community participation is often limited to symbolic involvement or tokenism.This study aims to analyze the level of community participation in village development based on Arnstein’s Ladder of Participation, identify the factors causing tokenism and elite domination,and explain strategic efforts to achieve authentic participation. This research employs a qualitative approach through a literature review of scholarly journals, books, regulations, and previous studies relevant to village development and community participation. The findings indicate that community participation in village development generally remains at the levels of informing, consultation, and placation, which fall within the category of tokenism. This condition is influenced by elite domination, limited community capacity, patron-client culture, unequal access to information, weak accountability mechanisms, and inadequate representation of marginalized groups. Strengthening government transparency, revitalizing village deliberation forums, enhancing community capacity, reinforcing the role of Village Consultative Bodies, and developing more inclusive participation mechanisms are essential to improve participation quality. Therefore, community participation should be directed toward a redistribution of power that enables citizens to exert genuine influence over village development decision-making processes.</em></p> Katarina Sena Aprica W. Beoang Lusia Yasinta Angul Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 PENDEKATAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM TERHADAP KESULITAN MEMAHAMI PEMBELAJARAN DI KELAS PADA SISWI MTS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23352 <p>Kesulitan memahami pembelajaran merupakan salah satu permasalahan akademik yang sering dialami peserta didik pada jenjang sekolah menengah pertama. Permasalahan ini dapat berdampak pada rendahnya prestasi belajar, menurunnya motivasi belajar, serta munculnya berbagai permasalahan psikologis dan sosial pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kesulitan memahami pembelajaran pada siswi M kelas VIII MTs Laboratorium UINSU Medan, mendeskripsikan proses pelaksanaan layanan Bimbingan Konseling Islam yang diberikan, serta menganalisis hasil layanan tersebut terhadap perkembangan akademik dan perilaku belajar siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan memahami pembelajaran disebabkan oleh faktor internal berupa rendahnya konsentrasi belajar, kurangnya motivasi akademik, dan rendahnya kepercayaan diri, serta faktor eksternal berupa lingkungan belajar yang kurang kondusif dan penggunaan gawai yang berlebihan. Pendekatan Bimbingan Konseling Islam dilakukan melalui konseling individu, pemberian motivasi belajar berbasis nilai-nilai Islam, penguatan spiritual melalui pembiasaan ibadah, serta kerja sama dengan orang tua dan guru mata pelajaran. Hasil layanan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman materi, motivasi belajar, kedisiplinan akademik, serta kemampuan siswa dalam mengelola proses belajarnya. Dengan demikian, Bimbingan Konseling Islam terbukti efektif dalam membantu mengatasi kesulitan memahami pembelajaran melalui integrasi pendekatan psikologis, pedagogis, dan spiritual.</p> Nabilla Anggraini Ramadhan Lubis Muhfita Choiriyah Srg M. Hafiz Rifqi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN SEKOLAH ADIWIYATA YANG RAMAH ANAK MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23430 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi seorang guru dalam mengembangkan sekolah adiwiyata yang ramah anak melalui pendekatan pembelajaran kontekstual. Program Adiwiyata menuntut keterlibatan aktif seluruh warga sekolah, khususnya guru, dalam menanamkan nilai-nilai peduli dan berbudaya lingkungan kepada peserta didik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru, kepala sekolah, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan sejumlah strategi utama, antara lain: (1) Menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, efektif dan mendukung perkembangan anak; (2) memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber dan media pembelajaran langsung; (3) membangun budaya ramah anak melalui kegiatan pembiasaan seperti pengelolaan sampah, perawatan tanaman, dan penghematan energi; serta (4) mendorong partisipasi aktif peserta didik dalam proyek lingkungan berbasis komunitas. Pembelajaran kontekstual terbukti efektif menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman nyata peserta didik sehingga peserta didik dapat mudah memahami materi tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Strategi Guru Dalam Mengembangkan Sekolah Adiwiyata yang Ramah Anak Melalui Pembelajaran Kontekstual menjadi kunci keberhasilan implementasi program Adiwiyata di sekolah.</p> <p><em>This study aims to analyze teacher strategies in developing child-friendly Adiwiyata schools through a contextual learning approach. The Adiwiyata program requires the active involvement of all school members, particularly teachers, in instilling values of environmental awareness and culture among students. This study employed a descriptive qualitative method, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation. Research subjects included teachers, school principals, and students at selected Adiwiyata schools. The findings reveal that teachers implemented several key strategies: (1) integrating environmental issues into subjects through thematic and cross-curricular approaches; (2) utilizing the school environment as a direct learning resource and medium; (3) fostering a child-friendly culture through habituation activities such as waste management, plant care, and energy conservation; and (4) encouraging students' active participation in community-based environmental projects. Contextual learning proved effective in connecting subject matter to students' real-life experiences, thereby cultivating sustainable environmental awareness. This study concludes that the synergy between teachers' pedagogical competence and a child-friendly learning environment is the key to the successful implementation of the Adiwiyata program in schools</em></p> Arfina Putri Yuliana Silvi Surma Hayani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 CITRA PEREMPUAN DALAM PUISI KEPOMPONG KARYA OKA RUSMINI: KAJIAN FEMINISME https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22821 <p>Penelitian ini menganalisis citra perempuan dalam puisi "Kepompong" karya Oka Rusmini yang termuat dalam kumpulan puisi Pandora dengan menggunakan perspektif kritik sastra feminis. Melalui metode deskriptif kualitatif dengan teknik baca dan catat, penelitian ini mengidentifikasi empat citra perempuan yang muncul dalam teks, yaitu perempuan sebagai sosok yang mengalami luka dan penderitaan batin, perempuan sebagai objek kekuasaan dan eksploitasi, perempuan sebagai korban tekanan sosial, serta perempuan sebagai sosok yang memiliki ketahanan dan daya perlawanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Oka Rusmini tidak sekadar menggambarkan perempuan sebagai korban struktur patriarki, melainkan juga menampilkan kompleksitas pengalaman perempuan yang mampu bertahan dan melawan berbagai bentuk ketidakadilan gender. Puisi ini menjadi medium kritik terhadap relasi kuasa yang tidak seimbang sekaligus ruang bagi hadirnya suara dan kekuatan perempuan.</p> <p><em>This study analyzes the image of women in Oka Rusmini's poem "Kepompong," a poem from her collection Pandora, using a feminist literary criticism perspective. Using a qualitative descriptive method and reading and note-taking techniques, this study identifies four images of women that emerge in the text: women as figures experiencing inner wounds and suffering, women as objects of power and exploitation, women as victims of social pressure, and women as figures possessing resilience and resistance. The analysis shows that Oka Rusmini does not simply depict women as victims of patriarchal structures but also showcases the complexity of women's experiences as they endure and resist various forms of gender injustice. This poem serves as a medium for critique of unequal power relations and a space for the emergence of women's voices and strengths</em></p> Bonika Alprianta Sari Hulu Dimas Bayu Kumbara Dwi Ananda Putri Friclia Dhea Lova Siagian Gabriella Secilia Silitonga Sarah Meutia Ulyanti Pandiangan Atika Wasilah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 PENGARUH MOTIVASI, PELATIHAN, DAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI LOYALITAS KERJA PADA PT. PLN (PERSERO) UP3 KETAPANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22896 <p>Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman empiris dan komprehensif mengenai pengaruh motivasi, pelatihan, dan kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) UP3 Ketapang, dengan loyalitas kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif melalui desain survei. Analisis data berbasis Structural Equation Modelling–Partial Least Square (PLS-SEM) digunakan untuk menguji hubungan antar variabel laten. Data diperoleh melalui kuesioner kepada 83 responden yang merupakan seluruh populasi karyawan tetap dan tidak tetap di PT. PLN (Persero) UP3 Ketapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif namun tidak signifikan secara langsung terhadap kinerja karyawan. Sebaliknya, loyalitas kerja terbukti memiliki pengaruh besar dan signifikan terhadap kinerja karyawan, menjadikannya variabel paling dominan dalam model. Dalam konteks mediasi, loyalitas kerja berperan sebagai variabel kunci yang memediasi pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan secara positif dan signifikan. Namun, loyalitas kerja ditemukan belum mampu secara optimal memediasi pengaruh motivasi dan pelatihan terhadap kinerja karyawan dalam model penelitian ini. Implikasi manajerial menekankan pentingnya penguatan loyalitas melalui gaya kepemimpinan yang inspiratif dan perhatian individual guna mendorong optimalisasi kinerja operasional.</p> Ainul Yaqin Unang Toto Handiman Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 ANTAGONISME DAN LOGIKA EKUIVALENSI DALAM KAMPANYE ANDRA SONI UNTUK MENDEKONSTRUKSI HEGEMONI PATRONASE DINASTI PADA PILKADA BANTEN 2024 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23273 <p>Penelitian ini menganalisis mekanisme wacana antagonisme dan logika ekuivalensi dalam kampanye Andra Soni pada Pilkada Banten 2024 untuk mendekonstruksi hegemoni patronase dinasti politik. Menggunakan kerangka Teori Wacana Politik Ernesto Laclau dan Chantal Mouffe dengan pendekatan kualitatif berbasis penelitian kepustakaan, penelitian ini membongkar bagaimana kampanye Andra Soni mengonstruksikan dinasti politik dan praktik korupsi sebagai musuh bersama, serta merangkai berbagai tuntutan publik yang terfragmentasi—seperti perbaikan infrastruktur, lapangan kerja, dan akses Pendidikan ke dalam satu rantai kesamaan yang berhadapan dengan musuh yang sama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa narasi utama "Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi" dan program unggulan "Sekolah Gratis" berfungsi sebagai instrumen artikulasi yang menghubungkan seluruh penderitaan rakyat pada kelanggengan kekuasaan dinasti korup, sehingga jargon "Tidak Korupsi" bertransformasi menjadi penanda kosong (empty signifier) yang mewadahi spektrum kemarahan publik. Efektivitas strategi diskursif ini terbukti dari kemenangan Andra Soni-Dimyati Natakusumah dengan perolehan 3.102.501 suara (55,88 persen), mengalahkan Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi yang meraih 2.449.183 suara (44,12 persen), sekaligus menandai runtuhnya dominasi politik dinasti Ratu Atut Chosiyah yang telah berkuasa hampir dua dekade. Penelitian ini mengisi kesenjangan studi pemilu lokal yang dominan pada pendekatan mekanistik dengan menunjukkan bahwa demokrasi elektoral lokal telah memasuki babak baru, di mana kesadaran politik masyarakat dibangun melalui konfrontasi identitas kelas dan narasi emansipatoris yang menghubungkan penderitaan individual dengan struktur kekuasaan. Namun, hegemoni yang terbangun bersifat sementara dan membutuhkan "perang posisi" yang panjang untuk mempertahankan transformasi diskursif di ruang publik Banten.</p> Reza Al Farizi Delila Putti Sadayi Mufthi Aminudin Haris Pasha Restu Brema Gurusinga Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS MICROSOFT POWERPOINT UNTUK MENGEMBANGKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK USIA DINI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23379 <p>Perkembangan teknologi pendidikan telah mendorong guru untuk memanfaatkan media pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Salah satu media yang banyak digunakan adalah Microsoft PowerPoint interaktif karena mudah dirancang, fleksibel, dan mampu menggabungkan unsur gambar, animasi, suara, serta permainan sederhana dalam satu tampilan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Microsoft PowerPoint dalam mengembangkan motivasi belajar anak usia dini. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang bersumber dari berbagai jurnal nasional, buku, dan hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa media PowerPoint interaktif mampu meningkatkan perhatian, rasa ingin tahu, keterlibatan, serta antusiasme anak selama proses pembelajaran berlangsung. Tampilan visual yang menarik dan adanya interaksi langsung dengan materi membuat anak lebih fokus dan bersemangat mengikuti kegiatan belajar. Penggunaan media ini juga membantu guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara lebih optimal.</p> <p><em>The development of educational technology has encouraged teachers to utilize more engaging learning media that are appropriate to the characteristics of early childhood. One widely used medium is interactive Microsoft PowerPoint because it is easy to design, flexible, and able to combine elements of images, animation, sound, and simple games in a single display. This study aims to describe the use of interactive learning media based on Microsoft PowerPoint in developing learning motivation in early childhood. This article uses a qualitative approach with a literature study method sourced from various national journals, books, and relevant research results. The results of the study indicate that interactive PowerPoint media can increase children's attention, curiosity, involvement, and enthusiasm during the learning process. The attractive visual display and direct interaction with the material make children more focused and enthusiastic in participating in learning activities. The use of this media also helps teachers create a pleasant learning atmosphere so that learning objectives can be achieved more optimally.</em></p> Putri Dwi Salsabila Martina Ayu Wulandari Sawaliyah Silva Sahira Nur Fadilah Nur Anisah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 ARBITRASE ICC SEBAGAI MEKANISME PENYELESAIAN SENGKETA BISNIS INTERNASIONAL: STUDI KASUS PERTAMINA VS KARAHA BODAS COMPANY LLC https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23498 <p>Perkembangan kegiatan bisnis internasional telah meningkatkan potensi terjadinya sengketa antara para pihak yang berasal dari negara berbeda. Arbitrase internasional menjadi salah satu mekanisme alternatif penyelesaian sengketa yang banyak digunakan karena menawarkan proses yang lebih fleksibel, rahasia, dan memiliki kekuatan mengikat. Salah satu sengketa arbitrase internasional yang melibatkan Indonesia adalah sengketa antara PT Pertamina (Persero) dan Karaha Bodas Company LLC terkait proyek pengembangan panas bumi di Jawa Barat yang dihentikan akibat krisis ekonomi tahun 1997. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penyelesaian sengketa melalui arbitrase International Chamber of Commerce (ICC), pelaksanaan putusan arbitrase internasional di Indonesia, serta implikasinya terhadap perkembangan hukum arbitrase nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, putusan arbitrase, dan literatur hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa melalui arbitrase ICC dilaksanakan berdasarkan klausula arbitrase yang disepakati para pihak dalam kontrak. Putusan arbitrase yang memenangkan Karaha Bodas Company LLC memiliki kekuatan final dan mengikat serta dapat diakui dan dilaksanakan di Indonesia berdasarkan ketentuan Konvensi New York 1958 dan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Kasus ini menunjukkan pentingnya kepastian hukum dalam pelaksanaan kontrak internasional serta memperkuat posisi arbitrase sebagai mekanisme efektif dalam penyelesaian sengketa bisnis internasional.</p> Abelmart Sihombing Amalina Hasyyati Muhamad Charis Marzuqi Rio Priambodo Diani Sadiawati Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 PENGARUH MANAJEMEN RISIKO DAN KARAKTERISTIK KOMITE AUDIT TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA 2019-2023 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22847 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan manajemen risiko dan efektivitas karakteristik komite audit dalam meningkatkan kinerja keuangan perusahaan perbankan di tengah perkembangan sektor keuangan yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen risiko dan karakteristik komite audit terhadap kinerja keuangan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian meliputi seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian, sedangkan sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu sehingga diperoleh perusahaan yang memenuhi syarat penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi berupa laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen risiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan, sedangkan karakteristik komite audit juga memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kinerja keuangan. Secara simultan, manajemen risiko dan karakteristik komite audit mampu memengaruhi kinerja keuangan perusahaan perbankan. Dengan demikian, penerapan manajemen risiko yang baik serta komite audit yang efektif dapat meningkatkan kualitas pengawasan dan mendukung tercapainya kinerja keuangan yang optimal.</p> <p><em>This study is motivated by the importance of implementing risk management and effective audit committee characteristics in improving the financial performance of banking companies amid the increasingly complex development of the financial sector. The purpose of this study is to analyze the effect of risk management and audit committee characteristics on the financial performance of banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2019–2023 period. This research employed a quantitative method with an associative approach. The population consisted of all banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the research period, while the sample was determined using purposive sampling techniques based on specific criteria so that eligible companies were obtained. Data collection techniques were carried out through documentation of annual reports and financial statements of the companies. Data analysis was conducted using multiple linear regression analysis with the assistance of statistical software. The results of the study indicate that risk management has a positive and significant effect on the financial performance of banking companies, while audit committee characteristics also have a positive effect on improving financial performance. Simultaneously, risk management and audit committee characteristics influence the financial performance of banking companies. Therefore, the implementation of proper risk management and an effective audit committee can improve the quality of supervision and support the achievement of optimal financial performance.</em></p> Ni Wayan NoviYanti Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 DINAMIKA BUDAYA BATIK JAMBI SEBERANG DI KECAMATAN PELAYANGAN KOTA JAMBI PADA MASA REFORMASI (1998–2025): PELESTARIAN, INOVASI MOTIF, DAN EKONOMI KREATIF https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22922 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika budaya Batik Jambi Seberang pada masa Reformasi periode 1998–2025 dengan fokus kajian di Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi. Kajian ini penting karena Batik Jambi Seberang bukan hanya dipahami sebagai kain bermotif, melainkan sebagai ekspresi identitas Melayu Jambi, praktik ekonomi rumah tangga, serta ruang pewarisan nilai budaya masyarakat. Masa Reformasi membuka ruang desentralisasi, penguatan identitas lokal, dan pertumbuhan ekonomi kreatif yang memengaruhi cara masyarakat memproduksi, memasarkan, dan memaknai batik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka terhadap jurnal dan artikel ilmiah terbuka yang relevan dengan Batik Jambi, sentra batik Seberang Kota Jambi, pemasaran digital, pewarnaan alam, serta perilaku konsumen batik. Hasil kajian menunjukkan bahwa Batik Jambi Seberang mengalami dinamika dalam lima aspek utama, yaitu pelestarian tradisi membatik, inovasi motif dan warna, penguatan peran perempuan dan UMKM, perluasan pemasaran melalui teknologi digital, serta tantangan keberlanjutan lingkungan dan regenerasi perajin. Motif khas seperti Angso Duo, Durian Pecah, Kapal Sanggat, dan motif flora-fauna lokal tetap menjadi simbol budaya, tetapi mengalami penyesuaian desain agar sesuai dengan kebutuhan pasar modern. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Batik Jambi Seberang pada masa Reformasi merupakan budaya yang hidup, adaptif, dan berperan sebagai penghubung antara warisan lokal, identitas masyarakat, dan ekonomi kreatif daerah.</p> <p><em>This study aims to describe the cultural dynamics of Jambi Seberang Batik during the Reform era, specifically in the 1998–2025 period, focusing on Pelayangan District, Jambi City. This topic is important because Jambi Seberang Batik is not merely a patterned cloth but also an expression of Malay Jambi identity, household-based economic practice, and a space for transmitting cultural values. The Reform era opened broader opportunities for decentralization, local identity strengthening, and creative economy development, influencing how people produce, market, and interpret batik. This research uses a descriptive qualitative method through a literature review of open-access scientific journals related to Jambi Batik, Seberang Jambi batik centers, digital marketing, natural dyeing, and batik consumer behavior. The findings indicate that Jambi Seberang Batik has experienced dynamics in five main aspects: preservation of batik traditions, innovation of motifs and colors, strengthening the role of women and MSMEs, expansion of marketing through digital technology, and challenges of environmental sustainability and artisan regeneration. Typical motifs such as Angso Duo, Durian Pecah, Kapal Sanggat, and local flora-fauna motifs continue to serve as cultural symbols while being adapted to meet modern market needs. The study concludes that Jambi Seberang Batik during the Reform era is a living and adaptive culture that connects local heritage, community identity, and the regional creative economy.</em></p> Sulis Miffaroh Andi Fadliyah Fatonah Nurdin Padhil Hudaya Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 PERAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBANGUN SIKAP INKSLUSIF DI TENGAH MASYARAKAT MULTIKULTURAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23329 <p>Artikel Ini Membahas Tentang Peran Pedidikan Agama Kristen Dalam Membangun Sikap Inklusif di tengah masyarakat multikultural,dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitiaan ini mengkaji bagaimana Pendidikan Agama Kristen Dapat berperan dalam membangun sikap inklusif di tengah masyarakat yang multikultural. Untuk menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk, sikap inklusif menjadi sebuah keharusan. Sikap inklusif bukan sekadar mengakui adanya perbedaan (toleransi pasif), melainkan kesediaan untuk terbuka, menghargai, menerima, dan bekerja sama dengan orang lain yang berbeda latar belakang demi kesejahteraan bersama (toleransi aktif). Tanpa adanya transformasi cara berpikir dari yang eksklusif (merasa kelompoknya paling benar dan menutup diri) menjadi inklusif, konflik horizontal akan terus mengancam integrasi sosial. Berdasarkan pemikiran di atas, penelitian/tulisan ini penting untuk dilakukan guna menggali lebih dalam bagaimana rekonstruksi pembelajaran PAK yang mampu menumbuhkan sikap inklusif. Melalui pemahaman PAK yang tepat, peserta didik diharapkan tidak kehilangan identitas imannya, tetapi justru semakin termotivasi oleh imannya untuk menjadi agen perdamaian dan berkat bagi sesama tanpa memandang perbedaan. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengkaji lebih mendalam dalam karya ilmiah yang berjudul: "PERAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBANGUN SIKAP INKLUSIF DI TENGAH MASYARAKAT MULTIKULTURAL".</p> <p><em>This article examines the role of Christian Religious Education in fostering inclusive attitudes in a multicultural society. Using a qualitative descriptive approach, this study examines how Christian Religious Education can play a role in fostering inclusive attitudes in a multicultural society. To maintain harmony in a pluralistic society, an inclusive attitude is essential. An inclusive attitude is not merely an acknowledgement of differences (passive tolerance), but rather a willingness to be open, respectful, accepting, and collaborating with others from diverse backgrounds for the common good (active tolerance). Without a transformation in mindset from exclusivity (perceiving one's own group as the most correct and closed off) to inclusiveness, horizontal conflict will continue to threaten social integration. Based on the above considerations, this research/article is crucial to delve deeper into how to reconstruct Christian Religious Education learning that fosters inclusive attitudes. Through a proper understanding of Christian Religious Education, it is hoped that students will not lose their faith identity but will instead be increasingly motivated by their faith to become agents of peace and blessing to others, regardless of differences. Therefore, the author is interested in studying this in more depth in a scientific work entitled: "THE ROLE OF CHRISTIAN RELIGIOUS EDUCATION IN BUILDING INCLUSIVE ATTITUDES AMIDST MULTICULTURAL SOCIETY".</em></p> Merlin Bria Indriana Indra Santi Sole Enggelina Utan Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 ANALISIS PERBANDINGAN METODE AHP DAN TOPSIS DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN REKOMENDASI LAPTOP https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23413 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas pemilihan laptop yang sesuai dengan kebutuhan users di tengah maraknya variasi produk di pasaran. Sistem dikembangkan dengan menerapkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk menganalisis kriteria-kriteria utama seperti harga, kapasitas RAM, performa prosesor, penyimpanan, dan daya tahan baterai. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis perbandingan efektivitas metode AHP dan TOPSIS dalam memberikan rekomendasi laptop serta mengidentifikasi metode mana yang lebih optimal untuk sistem pendukung keputusan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan pendekatan rekayasa perangkat lunak melalui tahapan analisis, perancangan, implementasi, dan pengujian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kedua metode mampu memberikan rekomendasi yang konsisten, dengan metode TOPSIS menunjukkan keunggulan dalam hal kecepatan komputasi, sementara AHP lebih unggul dalam akurasi penilaian berdasarkan preferensi users. Sistem yang dikembangkan berhasil merekomendasikan laptop terbaik dengan akurasi 90% berdasarkan evaluasi users.</p> <p><em>This research is motivated by the complexity of selecting laptops that suit users needs amid the proliferation of product variations in the market. The system was developed by implementing the Analytical Hierarchy Process (AHP) and Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) methods to analyze main criteria such as price, RAM capacity, processor performance, storage, and battery life. The research aims to analyze the comparison of the effectiveness of AHP and TOPSIS methods in providing laptop recommendations and to identify which method is more optimal for the decision support system. The research method used is experimental with a software engineering approach through the stages of analysis, design, implementation, and testing. The test results show that both methods are capable of providing consistent recommendations, with the TOPSIS method demonstrating advantages in computational speed, while AHP is superior in assessment accuracy based on users preferences. The developed system successfully recommended the best laptops with 90% accuracy based on users evaluation.</em></p> Abdul Hisyam Sakina Sudin Erwin Gunawan Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN KEKERASAN OLEH APARAT KEPOLISIAN DALAM AKSI DEMONSTRASI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22883 <p>SHAFIRA SALSABIL AULIYYA ANSAR, NIM. 2108016197, Konsentrasi Hukum Pidana, Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, “Perlindungan Hukum terhadap Korban Kekerasan oleh Aparat Kepolisian dalam Aksi Demonstrasi (Studi Kasus Kota Samarinda)”. Di bawah bimbingan La Syarifuddin dan Herdiansyah Hamzah. Penelitian ini mengkaji mengenai perlindungan hukum terhadap korban kekerasan oleh aparat kepolisian pada aksi demonstrasi di Kota Samarinda, studi ini mengkaji implementasi perlindungan hukum korban serta bagaimana penerapan Standar Operasional Prosedur pengamanan saat demonstrasi oleh aparat kepolisian. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan social legal dengan metode normatif, meliputi pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan kasus (case approach). Penelitian ini mengkaji peraturan perundang-undangan, hasil wawancara dengan pihak Kepolisian Resor Kota Samarinda, Lembaga Bantuan Hukum kota Samarinda, serta putusan hakim. Data dianalisis secara kualitatif untuk menjawab rumusan masalah dan tujuan penelitian, yaitu bentuk kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian saat demonstrasi serta implementasi dan efektivitas perlindungan hukum terhadap korban kekerasan saat aksi demonstrasi di Kota Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum dan efektivitas pertanggungjawaban pidana terhadap kasus represif saat demonstrasi masih sangat rendah terutama dalam upaya pertanggungjawaban pelaku. Selain itu penelitian ini juga menganalisis sejauh mana efektivitas perlindungan hukum terhadap korban represif di Kota Samarinda. Pelaksanaan pengamanan aksi demonstrasi di Kota Samarinda masih diwarnai dengan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap demonstran baik dalam bentuk kekerasan fisik maupun nonfisik. Tindakan tersebut menimbulkan korban dan melanggar prinsip penggunaan kekuatan secara proporsional serta standar hak asasi manusia.</p> <p><em>SHAFIRA SALSABIL AULIYYA ANSAR, Student ID 2108016197, Criminal Law Concentration, Faculty of Law, Mulawarman University, “Legal Protection for Victims of Violence by Police Officers During Demonstrations (Case Study in Samarinda City)”. Supervised by La Syarifuddin and Herdiansyah Hamzah This study examines legal protection for victims of violence committed by police officers during demonstrations in Samarinda City. It analyzes the implementation of legal protection for victims as well as the application of Standard Operating Procedures (SOP) for securing demonstrations by police officers. The research uses a socio-legal approach with normative methods, including statutory and case approaches. The study reviews laws and regulations, interview results with the Samarinda City Police Resort, the Samarinda Legal Aid Institute, and court decisions. Data were analyzed qualitatively to address the research problems and objectives, namely identifying the forms of violence committed by police officers during demonstrations and assessing the implementation and effectiveness of legal protection for victims of such violence in Samarinda City. The results show that legal protection and the effectiveness of criminal accountability in cases of repressive actions during demonstrations remain very low, particularly in efforts to hold perpetrators accountable. In addition, this study analyzes the extent of the effectiveness of legal protection for victims of repressive actions in Samarinda City. The implementation of demonstration security in Samarinda is still marked by acts of violence committed by police officers against demonstrators, both in the form of physical and non-physical violence. These actions result in victims and violate the principle of proportional use of force as well as human rights standards</em></p> Shafira Salsabil Auliyya Ansar La Syarifuddin Herdiansyah Hamzah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 DASAR HUKUM ADAT MELAYU DALAM SISTEM " ANAK UDANG NAN DUA BELAS" https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23257 <p>Hukum adat Melayu merupakan sistem norma dan nilai yang hidup serta berkembang dalam masyarakat Melayu sebagai pedoman dalam mengatur kehidupan sosial, politik, dan budaya. Salah satu sistem adat yang dikenal dalam struktur sosial masyarakat Melayu adalah sistem “Anak Udang Nan Dua Belas” yang berfungsi sebagai perangkat kelembagaan adat dalam membantu pelaksanaan pemerintahan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar hukum adat Melayu dalam sistem “Anak Udang Nan Dua Belas” serta relevansinya dalam konteks hukum nasional Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem “Anak Udang Nan Dua Belas” memiliki dasar hukum yang bersumber dari adat istiadat, norma sosial, serta legitimasi struktural dalam pemerintahan adat Melayu. Selain itu, keberadaannya juga memperoleh pengakuan dalam sistem hukum nasional melalui konstitusi dan peraturan perundang-undangan yang mengakui keberadaan masyarakat hukum adat.</p> <p><em>Malay customary law is a system of norms and values that lives and develops within Malay society as a guideline in regulating social, political, and cultural life. One of the customary systems recognized in the social structure of Malay society is the “Anak Udang Nan Dua Belas” system, which functions as an institutional apparatus in assisting the implementation of traditional governance. This study aims to analyze the legal foundations of Malay customary law within the “Anak Udang Nan Dua Belas” system and its relevance in the context of Indonesian national law. The research method used is a qualitative method with a library research approach. The results of the study indicate that the “Anak Udang Nan Dua Belas” system has legal foundations derived from customs and traditions, social norms, and structural legitimacy within Malay customary governance. In addition, its existence is also recognized within the national legal system through the constitution and statutory regulations that acknowledge the existence of customary law communities.</em></p> Zhaira Burma Novia Alfirani Siska Nurul Amira Fatonah Denny Defrianti Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 PENERAPAN TEKNOLOGI DIGITAL TWIN UNTUK PENGELOLAAN KOTA PINTAR DI BALIKPAPAN MENGGUNAKAN DATA REAL-TIME DARI SENSOR DAN SISTEM LOT https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23367 <p>Perkembangan konsep kota pintar (smart city) mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan kota dan kualitas layanan publik. Salah satu teknologi yang berkembang pesat adalah Digital Twin, yang memungkinkan representasi virtual dari sistem fisik kota dengan memanfaatkan data real-time dari berbagai sumber. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknologi digital twin dalam pengelolaan kota pintar di Balikpapan dengan memanfaatkan data real-time yang diperoleh dari sensor dan sistem Internet of Things (IoT). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis konseptual, serta perancangan model sistem digital twin yang terintegrasi. Penelitian ini mengidentifikasi permasalahan utama dalam pengelolaan kota, seperti kurangnya integrasi data antar sistem, pemanfaatan data real-time yang belum optimal, serta belum adanya platform simulasi kota yang komprehensif. Berdasarkan hasil analisis, teknologi digital twin memiliki potensi untuk mengintegrasikan data dari berbagai sumber, memvisualisasikan kondisi kota secara dinamis, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data melalui simulasi dan prediksi. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan model implementasi digital twin yang sesuai dengan kebutuhan kota di Indonesia, khususnya Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan sistem kota pintar yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan.</p> Fairuz Salsabila Ayrel Nirana Thisa Mayilza Riski Zulkarnain Nasruddin Bin Idris Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 STRATEGI PEMASARAN HOMESTAY BERBASIS EKOWISATA STUDI KASUS HOMESTAY PEANATURE DI BAHAL BATU https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23469 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan oleh Homestay Peanature di Bahal Batu, Kecamatan Siborongborong, Sumatera Utara, serta menentukan strategi pemasaran yang paling efektif untuk memperluas jangkauan pasarnya. Homestay Peanature merupakan usaha akomodasi berbasis ekowisata dan pertanian berkelanjutan yang mengusung konsep kembali ke alam (back to nature), namun masih menghadapi kendala pada aspek promosi, kompetensi digital, dan pemanfaatan kanal pemasaran daring. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan pemilik, karyawan, dan tamu homestay, observasi langsung di lokasi, serta dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan dengan pendekatan bauran pemasaran 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence) untuk menjawab strategi yang berjalan saat ini, dan analisis SWOT untuk menentukan strategi yang paling efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Homestay Peanature memiliki kekuatan berupa konsep agroeduwisata yang unik, lingkungan alam yang asri, keramahan pengelola, dan harga yang terjangkau, namun masih lemah dalam konsistensi promosi digital dan pemanfaatan platform Online Travel Agent (OTA). Hasil perhitungan matriks IFAS menghasilkan skor 2,60 dan matriks EFAS menghasilkan skor 3,12, yang menempatkan Homestay Peanature pada posisi hold and maintain dalam matriks Internal-Eksternal. Strategi yang paling efektif untuk diterapkan adalah strategi SO (Strengths-Opportunities), yaitu memanfaatkan keunikan konsep agroeduwisata dan keramahan pengelola untuk menjangkau pasar yang lebih luas melalui optimalisasi media sosial, platform OTA, dan kerja sama dengan agen perjalanan lokal.</p> <p><em>This study aims to analyze the marketing strategy implemented by Peanature Homestay in Bahal Batu, Siborongborong Subdistrict, North Sumatra, and to determine the most effective marketing strategy for expanding its market reach. Peanature Homestay is an accommodation business based on ecotourism and sustainable agriculture that adopts a back-to-nature concept, yet still faces challenges in promotion, digital competence, and the use of online marketing channels. This research employs a descriptive method with a qualitative approach. Data were collected through structured interviews with the owner, staff, and guests of the homestay, direct field observation, and supporting documentation. Data were analyzed using the 7P marketing mix approach (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence) to describe the current strategy, and SWOT analysis to determine the most effective strategy. The results show that Peanature Homestay has strengths in its unique agro-edutourism concept, natural surroundings, hospitable management, and affordable pricing, but remains weak in consistent digital promotion and the use of Online Travel Agent (OTA) platforms. The IFAS matrix produced a score of 2.60 and the EFAS matrix a score of 3.12, placing Peanature Homestay in a hold and maintain position on the Internal-External matrix. The most effective strategy to implement is the SO (Strengths-Opportunities) strategy, namely leveraging the unique agro-edutourism concept and the hospitality of the management to reach a wider market through optimizing social media, OTA platforms, and collaboration with local travel agents.</em></p> Rosalinda Sitompul Meliarta Saragih Tiur Stevani Simanjuntak Robinson Simangungsong Yesa Jhon Hamonangan Barasa Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 REVIEW KOMPARATIF PERFORMA JARINGAN WI-FI DAN HOTSPOT SELULER BERDASARKAN PARAMETER QUALITY OF SERVICE (QOS): SEBUAH TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22838 <p>Konektivitas internet nirkabel berkecepatan tinggi kini menjadi pilar utama ekosistem digital modern, dengan Wi-Fi lokal dan hotspot seluler sebagai infrastruktur dominan bagi pengguna akhir. Meski sama-sama menawarkan mobilitas, keduanya mengadopsi tata kelola spektrum frekuensi dan mekanisme akses medium radio yang berbeda secara fundamental. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis komparatif performa jaringan Wi-Fi lokal dan hotspot seluler berdasarkan parameter kuantitatif Quality of Service (QoS) melalui tinjauan literatur sistematis dari 70 jurnal ilmiah mutakhir. Metode evaluasi difokuskan pada pemetaan empat metrik utama, yaitu throughput, latency, jitter, dan packet loss di berbagai tingkat kepadatan perangkat klien. Hasil sintesis data empiris membuktikan bahwa jaringan Wi-Fi (IEEE 802.11ax) unggul dalam menyediakan kapasitas throughput tertinggi dan latensi terendah pada skenario dalam ruangan stasioner dengan kepadatan perangkat rendah. Namun, stabilitas performa Wi-Fi merosot tajam saat beban trafik mencapai puncak akibat ketergantungan pada protokol kontrol desentralisasi CSMA/CA yang rentan tabrakan data. Sebaliknya, hotspot seluler menunjukkan resiliensi alokasi data yang jauh lebih tangguh, nilai jitter yang konsisten, dan rasio packet loss sangat minim (di bawah 0,1%) di lingkungan komunal yang padat. Ketangguhan hotspot seluler ditopang oleh penggunaan pita spektrum berlisensi (licensed band) serta algoritma penjadwalan terpusat berbasis teknologi OFDMA pada sisi menara pemancar (BTS). Kajian ini menyimpulkan bahwa tidak ada arsitektur nirkabel yang mendominasi mutlak pada semua parameter uji, sehingga pemilihan konektivitas yang optimal harus menyelaraskan analisis kompromi (trade-off) antara sensitivitas trafik aplikasi, karakteristik geografis, skala mobilitas, serta efisiensi anggaran finansial operasional jangka panjang.</p> Hafids arkan wahid dan mugisidi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 STRATEGI DINAS PERDAGANGAN KOTA DALAM PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA, DI KAWASAN WISATA PANTAI KELAPA LIMA KOTA KUPANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22920 <p>Penelitian ini berjudul “Strategi Pemerintah Daerah dalam Penataan Pedagang Kaki Lima di Kawasan Wisata Pantai Kelapa Lima Kota Kupang”. Penelitian ini dilakukan karena keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan wisata Pantai Kelapa Lima memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat lokal, namun di sisi lain juga menimbulkan tantangan dalam aspek penataan ruang, kebersihan, ketertiban, serta estetika kawasan wisata. Kondisi tersebut memperlihatkan adanya dilema antara kepentingan ekonomi masyarakat dengan upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan kawasan wisata yang tertata, nyaman, dan berkelanjutan, sehingga diperlukan kajian yang lebih mendalam mengenai strategi penataan PKL yang diterapkan pemerintah daerah.Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) bagaimana kondisi keberadaan PKL di kawasan wisata Pantai Kelapa Lima, (2) bagaimana strategi pemerintah daerah dalam penataan PKL, (3) apa saja kendala yang dihadapi dalam implementasi kebijakan penataan PKL, dan (4) bagaimana efektivitas strategi penataan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kondisi PKL, menganalisis strategi pemerintah daerah, mengidentifikasi kendala implementasi kebijakan, serta menilai efektivitas penataan PKL di kawasan wisata Pantai Kelapa Lima.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di Kawasan Wisata Pantai Kelapa Lima, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai fenomena yang diteliti.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penataan PKL dilakukan melalui pengaturan zonasi, relokasi ke lokasi tertentu, pembinaan dan sosialisasi, penertiban oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta pendekatan persuasif melalui dialog antara pemerintah dan pedagang. Strategi tersebut memberikan dampak positif berupa peningkatan ketertiban, kebersihan, estetika kawasan, serta meningkatnya daya tarik wisata dan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. Namun demikian, masih terdapat dampak negatif seperti penurunan pendapatan sebagian pedagang, penolakan terhadap kebijakan relokasi, ketidakpastian lokasi usaha, serta masih adanya ketidakteraturan di beberapa titik kawasan wisata.Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemerintah daerah dalam penataan PKL di kawasan wisata Pantai Kelapa Lima telah dilaksanakan, tetapi belum sepenuhnya efektif karena masih terdapat kesenjangan antara kebijakan yang dirumuskan dengan implementasi di lapangan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan fasilitas pendukung, penguatan sistem pengawasan, serta pendekatan partisipatif yang lebih intensif agar tercipta keseimbangan antara kepentingan ekonomi PKL dan pengembangan kawasan wisata secara berkelanjutan.</p> <p><em>This study is entitled "Local Government Strategy in Managing Street Vendors in the Kelapa Lima Beach Tourist Area, Kupang City." This research was conducted because the presence of street vendors (PKL) in the Kelapa Lima Beach tourist area plays a vital role in supporting the local economy, but also poses challenges in terms of spatial planning, cleanliness, order, and aesthetics of the tourist area. This situation demonstrates a dilemma between the community's economic interests and the local government's efforts to create an organized, comfortable, and sustainable tourist area. Therefore, a more in-depth study of the street vendor management strategies implemented by the local government is necessary.The research questions include: (1) the condition of street vendors in the Kelapa Lima Beach tourist area; (2) the local government's strategy for managing street vendors; (3) the obstacles faced in implementing street vendor management policies; and (4) the effectiveness of these strategies. The objectives of this study are to describe the condition of street vendors, analyze local government strategies, identify obstacles to policy implementation, and assess the effectiveness of street vendor management in the Kelapa Lima Beach tourist area.This study used a qualitative descriptive approach, located in the Kelapa Lima Beach tourist area in Kupang City, East Nusa Tenggara Province. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation, followed by descriptive analysis to obtain a comprehensive picture of the phenomenon under study.The results indicate that street vendor management strategies were implemented through zoning regulations, relocation to specific locations, guidance and outreach, enforcement by the Public Order Agency (Satpol PP), and a persuasive approach through dialogue between the government and vendors. These strategies had positive impacts, including improved order, cleanliness, and aesthetics of the area, as well as increased tourist appeal and economic opportunities for the local community. However, negative impacts persisted, such as decreased income for some vendors, resistance to the relocation policy, uncertainty about business locations, and continued disorder in several areas of the tourist area.The conclusion of this study indicates that the local government's strategy for managing street vendors in the Kelapa Lima Beach tourist area has been implemented, but it has not been fully effective due to a gap between formulated policies and implementation on the ground. Therefore, it is necessary to improve supporting facilities, strengthen the monitoring system, and adopt a more intensive participatory approach to create a balance between the economic interests of street vendors and the sustainable development of tourism areas.</em></p> Semi Yesrandi Banfatin Simson Lasi Marthen Dillak Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 MODIFIKASI PERILAKU KONSISTENSI TASHIH MAHASANTRI MELALUI REINFORCEMENT POSITIF https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23310 <p>Rendahnya konsistensi kehadiran dan kegagalan memenuhi target setoran bacaan Al-Qur'an (tashih) pada mahasantri baru di Ma’had Al-Jami'ah UIN Malang masih kerap terjadi. Diketahui pendaftar remidi tashih mencapai 245 mahasantri dari berbagai angkatan (2019–2024). belum tercapainya target dikaitkan dengan berbagai kendala, seperti minimnya jumlah setoran per hari, ketidakteraturan kehadiran tashih, benturan jadwal dengan perkuliahan, hingga kurang optimalnya ketersediaan mushohih/ah. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas modifikasi perilaku menggunakan teknik positive reinforcement melalui WhatsApp dalam meningkatkan konsistensi kehadiran tashih harian. Enam mahasantriwati (N=6) dipilih menggunakan purposive sampling. Eksperimen berlangsung selama 14 hari operasional yang terbagi atas 7 hari fase baseline (A) dan 7 hari fase intervensi (B). Data dari buku monitoring resmi dan laporan harian WhatsApp dianalisis menggunakan analisis visual serta statistik Tau-U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak positive reinforcement tidak seragam pada seluruh subjek. Intervensi terbukti efektif dan signifikan secara statistik hanya pada Subjek 4 (S4), dengan skor Tau 0,7551 dan p-value 0,0181 (p &lt; 0,05). Subjek 1 dan 3 menunjukkan tren positif namun tidak signifikan, sedangkan Subjek 2, 5, dan 6 cenderung stagnan akibat dominasi hambatan personal dan eksternal seperti kepadatan jadwal kuliah dan kelelahan. Kesimpulannya, penguatan positif melalui pesan teks efektif secara individual, namun keberhasilannya sangat bergantung pada nilai subjektif stimulus dan hambatan kontekstual masing-masing mahasantri.</p> <p><em>The low consistency of attendance and failure to meet the Al-Qur'an reading deposit targets (tashih) among new mahasantri at Ma’had Al-Jami'ah UIN Malang still frequently occur. It is known that the number of registrants for the tashih remedial program reached 245 mahasantri from various cohorts (2019–2024). The unmet targets are associated with various constraints, such as the minimal number of daily deposits, irregular tashih attendance, schedule conflicts with university lectures, and the sub-optimal availability of mushohih/ah. This study aims to examine the effectiveness of behavior modification using positive reinforcement techniques via WhatsApp in increasing the consistency of daily tashih attendance. Six mahasantriwati (N=6) were selected using purposive sampling. The experiment was conducted over 14 operational days, divided into a 7-day baseline phase (A) and a 7-day intervention phase (B). Data from official monitoring books and verified WhatsApp daily reports were analyzed using visual analysis and Tau-U statistics. The results indicated that the impact of positive reinforcement was not uniform across all subjects. The intervention was proven to be effective and statistically significant only for Subject 4 (S4), with a Tau score of 0.7551 and a p-value of 0.0181 (p &lt; 0.05). Subjects 1 and 3 showed a positive but non-significant trend, while Subjects 2, 5, and 6 tended to be stagnant due to the dominance of personal and external barriers, such as crowded academic schedules and fatigue. In conclusion, positive reinforcement via text messages is effective individually, but its success highly depends on the subjective value of the stimulus and the contextual barriers of each mahasantri</em></p> Triyas Aprilia Lathifah Pryanka Adriani Riyanti Muhammad Jamaluddin Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 PENGARUH TOKEN EKONOMI TERHADAP PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA SEMESTER IV PROGRAM STUDI PSIKOLOGI UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23397 <p>Prokrastinasi akademik merupakan kegagalan regulasi diri dalam bentuk penundaan tugas secara sukarela yang menjadi permasalahan sistemik di kalangan mahasiswa dan berdampak buruk pada penurunan produktivitas serta peningkatan stres mental. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas teknik intervensi modifikasi perilaku token ekonomi dalam menurunkan perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan eksperimen kuasi berdesain one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian melibatkan 30 mahasiswa semester IV Kelas C Program Studi Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang dipilih menggunakan teknik intervensi kelompok tunggal. Data dikumpulkan menggunakan skala prokrastinasi akademik model Likert 4 poin (16 item) yang telah teruji valid dan reliabel. Analisis data dilakukan dengan uji asumsi normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis paired sample t-test melalui perangkat lunak SPSS. Hasil uji asumsi menunjukkan data berdistribusi normal (Ppretest = 0,210; Pposttest = 0,087). Hasil uji hipotesis menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan antara skor sebelum dan sesudah intervensi (t = 85,598; df = 29; p = 0,000 &lt; 0,05), dengan rata-rata penurunan skor sebesar 32,23. Skor posttest yang dominan rendah menunjukkan bahwa pemberian penguatan eksternal yang terstruktur melalui mekanisme token berhasil menekan kebiasaan menunda tugas mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknik token ekonomi efektif sebagai alternatif strategi modifikasi perilaku untuk mereduksi prokrastinasi akademik di perguruan tinggi.</p> <p><em>Academic procrastination is a self-regulatory failure manifested through voluntary task delay, which has become a systemic issue among university students, leading to decreased productivity and increased mental distress. This study aims to examine the effectiveness of the token economy behavior modification technique in reducing academic procrastination behavior among college students. A quantitative approach with a quasi-experimental one-group pretest-posttest design was employed. The research subjects consisted of 30 fourth-semester Class C Psychology students at UIN Maulana Malik Ibrahim Malang selected for a single-group intervention program. Data were gathered utilizing a 4-point Likert scale academic procrastination instrument (16 items) that had been verified as valid and reliable. Data analysis was performed using the Shapiro-Wilk normality test and paired sample t-test hypothesis testing via SPSS software. The assumption testing indicated that the data were normally distributed (Ppretest = 0,210; Pposttest = 0,087). he hypothesis testing revealed a highly significant difference between pre-intervention and post-intervention scores (t = 85,598; df = 29; p = 0,000 &lt; 0,05), with a mean score reduction of 32.23. The predominantly lower posttest scores demonstrate that structured external reinforcement provided through token mechanisms successfully curbed students' task-delayed habits. This study concludes that the token economy technique is an effective alternative behavior modification strategy to reduce academic procrastination in higher education institutions.</em></p> Fathan Choirul Nizar Roezha Hadyana Muhammad Jamaluddin Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 JURNAL TAFSIR MAUDHU’I PROGRAM STUDI ILMU AL-QUR’AN DAN TAFSIR UNIVERSITAS AL-QUR’AN ITTIFAQIAH (UQI) INDRALAYA OGAN ILIR SUMATERA SELATAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23636 <p>Perkembangan media sosial telah menciptakan ruang baru bagi penyebaran nilai-nilai keagamaan, khususnya melalui platform TikTok. Konten keagamaan yang dikemas dengan visual menarik, audio yang mendukung, dan narasi kreatif telah melahirkan fenomena estetisasi agama di ruang digital. Fenomena ini penting untuk dikaji karena memengaruhi cara masyarakat, terutama generasi muda, mengakses, memahami, dan mengamalkan ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis estetisasi konten keagamaan di TikTok dalam perspektif Al-Qur'an serta mengkaji relevansinya terhadap dakwah Islam di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir maudhu'i (tematik), yaitu dengan mengkaji ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan konsep keindahan, dakwah, keikhlasan, dan etika komunikasi, kemudian menghubungkannya dengan fenomena konten keagamaan di TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estetisasi konten keagamaan dapat menjadi media dakwah yang efektif karena mampu menarik perhatian audiens dan memperluas penyebaran nilai-nilai Islam. Namun, penekanan yang berlebihan pada aspek estetika berpotensi menggeser fokus dari substansi ajaran agama menuju hiburan, popularitas, dan pencitraan. Dalam perspektif Al-Qur'an, penggunaan unsur estetika dalam dakwah diperbolehkan selama tetap berlandaskan pada nilai kebenaran, kejujuran, dan keikhlasan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi konsep estetisasi media digital dengan pendekatan tafsir maudhu'i dalam mengkaji fenomena konten keagamaan di TikTok. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan literasi digital keagamaan serta penyusunan pedoman etika dakwah digital guna menjaga keseimbangan antara daya tarik visual dan substansi ajaran Islam.</p> <p><em>The rapid development of social media has created new spaces for the dissemination of religious values, particularly through TikTok. Religious content on TikTok is often presented through attractive visuals, engaging audio, and creative narratives, giving rise to the phenomenon of religious aestheticization in digital media. This phenomenon is important to examine because it influences how people, especially younger generations, access, understand, and practice religious teachings. This study aims to analyze the aestheticization of religious content on TikTok from the perspective of the Qur'an and to examine its relevance to Islamic da'wah in the digital era. The research employs a qualitative method with a thematic Qur'anic interpretation (tafsir maudhu'i) approach by analyzing Qur'anic verses related to beauty, da'wah, sincerity, and communication ethics, and connecting them to the phenomenon of religious content on TikTok. The findings reveal that the aestheticization of religious content can serve as an effective medium for da'wah by attracting audiences and expanding the dissemination of Islamic values. However, excessive emphasis on aesthetics may shift attention from the substance of religious teachings toward entertainment, popularity, and self-image. From the Qur'anic perspective, the use of aesthetic elements in da'wah is permissible as long as it remains grounded in truthfulness, honesty, and sincerity. The novelty of this study lies in integrating the concept of digital media aestheticization with a thematic Qur'anic interpretation approach to analyze religious content on TikTok. The policy implications highlight the need to strengthen religious digital literacy and develop ethical guidelines for digital da'wah to ensure a balance between visual attractiveness and the substantive values of Islamic teachings</em></p> Tiara Monika Agus Rifki Ridwan Riska Apriyanti Ridho Afinsyah Nabila Anggraini Abdul Wahid Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 ANALISIS MANAJEMEN KRISIS DI DESTINASI WISATA SALIB KASIH TARUTUNG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22877 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui system manajemen krisis yang diterapkan di destinasi wisata Salib Kasih Tarutung dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam penerapan manajemen krisis di destinasi wisata Salib Kasih Tarutung. Salib Kasih merupakan salah satu ikon wisata rohani di Sumatera Utara yang memiliki nilai sejarah, spiritual dan budaya yang tinggi. Namun kondisi geografis kawasan perbukitan serta meningkatnya aktivitas wisata menimbulkan berbagai potensi risiko seperti bencana alam, kerusakan fasilitas, kecelakaan pengunjung dan gangguan keamanan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen krisis di Salib Kasih telah diterapkan melalui tahapan pencegahan, respon, pemulihan dan evaluasi. Pengelola melakukan revitalisasi fasilitas, peningkatan keamanan, promosi digital, serta evaluasi berkala pasca krisis. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan fasilitas dan cuaca ekstrem. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan manajemen krisis yang baik sangat penting untuk menjaga destinasi wisata religi serta meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap Salib Kasih Tarutung.</p> <p><em>This study aims to analyze and understand the crisis management system implemented at the Salib Kasih Tarutung tourist destination and to identify the obstacles encountered in implementing crisis management. Salib Kasih is an iconic religious tourism destination in North Sumatra, possessing significant historical, spiritual, and cultural value. However, the hilly geographical conditions and increasing tourism activity pose various potential risks, such as natural disasters, facility damage, visitor accidents, and security disturbances. This study employed a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques included observation, semi-structured interviews, and documentation. The results indicate that crisis management at Salib Kasih has been implemented through the stages of prevention, response, recovery, and evaluation. Management has revitalized facilities, improved security, implemented digital promotions, and conducted periodic post-crisis evaluations. However, several obstacles remain, such as limited facilities and extreme weather. This study concludes that implementing sound crisis management is crucial for maintaining the religious tourism destination and increasing tourist trust in Salib Kasih Tarutung.</em></p> Perlin Zebua Yoni Fransiska Simanjuntak Niar Elizabeth G. Panjaitan Mastiara Lubis Efra Zerika Sitio Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 PEMANFAATAN APLIKASI PENCATATAN KEUANGAN DIGITAL SEBAGAI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DALAM MENDUKUNG PENGELOLAAN KEUANGAN PRIBADI MAHASISWA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23073 <p><em>This study aims to analyze the utilization of digital financial recording applications as an Accounting Information System (AIS) in supporting students’ personal financial management. The research method used is a Systematic Literature Review (SLR) with a qualitative approach. Data were collected from relevant scientific articles indexed in Google Scholar, GARUDA, and SINTA databases, published between 2019 and 2026. The results show that digital financial recording applications play an important role in helping students manage their personal finances through transaction recording, expense classification, and simple financial reporting. These applications also reflect a basic implementation of Accounting Information Systems at the individual level. Furthermore, the use of these applications contributes to improving financial discipline and financial literacy among students. However, several challenges were identified, such as low consistency in usage and varying levels of digital literacy among users. Overall, this study provides a comprehensive overview of the role of digital financial applications in student financial management from an Accounting Information System perspective.</em></p> R. Nadila Yuliana Zulfa Audina Nadia Saara Olivia Anandita Maulidyasari Anwar Gina Sakinah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 ANALISIS KRITIS IMPLEMENTASI DATA-DRIVEN DECISION MAKING DALAM TATA KELOLA PENDIDIKAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23363 <p>Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan besar dalam sistem tata kelola pendidikan, khususnya dalam proses pengambilan keputusan berbasis data atau data-driven decision making (DDDM). Pendekatan ini memungkinkan lembaga pendidikan menggunakan data sebagai dasar dalam merancang kebijakan, mengevaluasi program, serta meningkatkan mutu pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis implementasi DDDM dalam tata kelola pendidikan dengan menyoroti manfaat, tantangan, serta dampaknya terhadap efektivitas pengelolaan pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai jurnal dan sumber ilmiah lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi DDDM mampu meningkatkan akurasi pengambilan keputusan, transparansi, dan efisiensi manajemen pendidikan. Namun, penerapannya masih menghadapi kendala berupa rendahnya literasi data, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta belum optimalnya budaya organisasi berbasis data. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan sistem informasi pendidikan yang terintegrasi, serta kebijakan yang mendukung transformasi digital pendidikan.</p> <p><em>The development of digital technology has driven major changes in the education governance system, especially in the process of data-driven decision making (DDDM). This approach allows educational institutions to use data as a basis for designing policies, evaluating programs, and improving the quality of learning. This article aims to critically analyze the implementation of DDDM in education governance by highlighting its benefits, challenges, and its impact on the effectiveness of education management. The method used is a literature study by reviewing various journals and scientific sources from the last five years. The study results show that implementing DDDM can improve decision-making accuracy, transparency, and management efficiency in education. However, its application still faces obstacles such as low data literacy, limited technological infrastructure, and an organizational culture that is not yet fully data-driven. Therefore, we need to strengthen human resource capacity, develop an integrated education information system, and have policies that support digital transformation in education</em></p> Nurul Syafawani Alia Nadira Syafaatul Habib Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 ANALISIS NILAI-NILAI HUKUM EKONOMI SYARIAH YANG TERKANDUNG DALAM HUKUM INDONESIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23461 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan lembaga keuangan syariah dalam kerangka hukum nasional Indonesia serta mengkaji kedudukan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia dalam pembentukan dan penerapan hukum ekonomi syariah. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap berbagai peraturan perundang-undangan, literatur, dan dokumen yang berkaitan dengan hukum ekonomi syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga keuangan syariah telah memperoleh dasar hukum yang kuat dalam sistem hukum nasional melalui pengaturan mengenai perbankan syariah, pengelolaan zakat, asuransi syariah, dan sektor keuangan syariah lainnya. Selain itu, fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia berperan penting sebagai pedoman dalam menjaga kesesuaian kegiatan ekonomi dengan prinsip syariah serta menjadi rujukan dalam pembentukan berbagai regulasi ekonomi syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hukum nasional Indonesia telah mengakomodasi nilai-nilai hukum ekonomi syariah secara komprehensif melalui regulasi dan mekanisme pengawasan yang mendukung perkembangan ekonomi syariah.</p> <p><em>This study aims to analyze the regulation of Islamic financial institutions within the framework of Indonesian national law and to examine the position of the National Sharia Council of the Indonesian Ulema Council in the formulation and implementation of Islamic economic law. The research employs a normative legal method using statutory and conceptual approaches. Data were collected through library research on legislation, legal literature, and relevant documents related to Islamic economic law. The findings show that Islamic financial institutions have obtained a strong legal foundation within the national legal system through regulations governing Islamic banking, zakat management, Islamic insurance, and other Islamic financial sectors. Furthermore, the National Sharia Council plays an important role in ensuring that economic activities comply with Islamic principles and serves as a reference in the development of Islamic economic regulations. This study concludes that Indonesian national law has comprehensively accommodated the values of Islamic economic law through regulatory frameworks and supervisory mechanisms that support the growth of the Islamic economic system</em></p> Alung Haris Fernando Anditiyas Gunawan Azizah Aninda Amelia Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 PERAN GENERASI MUDA DALAM MEWUJUDKAN BELA NEGARA PADA ERA MODERN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22826 <p>Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi peran strategis generasi muda dalam mewujudkan bela negara di tengah tantangan globalisasi dan transformasi digital yang pesat. Melalui metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, dikaji pergeseran paradigma bela negara dari aspek pertahanan fisik-militeristik menuju ketahanan informasi dan kedaulatan digital. Hasil kajian menyimpulkan bahwa di era modern, manifestasi bela negara bagi generasi muda tercermin melalui penguatan literasi digital, penguasaan keterampilan keamanan siber, serta internalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai filter ideologis terhadap ancaman nirmiliter seperti hoaks dan radikalisme digital. Artikel ini menegaskan bahwa bela negara masa kini bukan lagi sekadar mengangkat senjata, melainkan kemampuan menjaga integritas sosial dan kedaulatan data di ruang siber. Oleh karena itu, diperlukan sinergi multidimensi antara institusi pendidikan, keluarga, dan pemerintah untuk membentuk generasi muda yang adaptif dan berkarakter, yang mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga resiliensi serta ketahanan nasional Indonesia di era modern.</p> <p><em>This research aims to reconstruct the strategic role of the younger generation in realizing national defense amidst the challenges of rapid globalization and digital transformation. Through a literature study method with a qualitative approach, the paradigm shift in national defense from physical-militaristic defense aspects to information resilience and digital sovereignty is studied. The results of the study conclude that in the modern era, the manifestation of national defense for the younger generation is reflected through strengthening digital literacy, mastering cyber security skills, and internalizing Pancasila values ​​as an ideological filter against non-military threats such as hoaxes and digital radicalism. This article emphasizes that today's national defense is no longer just about taking up arms, but rather the ability to maintain social integrity and data sovereignty in cyberspace. Therefore, multidimensional synergy is needed between educational institutions, families and the government to form an adaptive and characterful young generation, capable of being at the forefront of maintaining Indonesia's resilience and national security in the modern era.</em></p> Muhammad Nabil Musyaffa Rayhan Atthaya Pridata Nabila Nuril Azkia Zuhra Syailina Ramadani Dimas Herganugroho Zasqia Hafifa Marselia Elby Dea Noveli Ilham Hudi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 TRADISI LISAN GENDING NGANTAH JERO KUBAYAN DI DESA ADAT BAYUNG GEDE KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22916 <p>Penelitian ini mengkaji Tradisi Lisan Gending Ngantah Jero Kubayan yang hidup dan berkembang di Désa Adat Bayung Gedé, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Tradisi tersebut merupakan salah satu warisan budaya yang masih dipertahankan oleh masyarakat adat dan diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari pelaksanaan upacara adat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keberadaan Tradisi Lisan Gending Ngantah Jero Kubayan, mengungkap fungsi yang terkandung di dalamnya, serta menjelaskan peran tradisi tersebut sebagai media pembelajaran bahasa Bali bagi masyarakat Désa Adat Bayung Gedé. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan Teori Fungsionalisme, Teori Hermeneutika, dan Teori Behaviorisme sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Lisan Gending Ngantah Jero Kubayan masih tetap dilaksanakan dan dilestarikan oleh masyarakat Désa Adat Bayung Gedé. Tradisi ini terdiri atas beberapa jenis gending yang digunakan pada tahapan prosesi yang berbeda. Fungsi yang terkandung dalam tradisi ini meliputi fungsi sosial, fungsi religius, serta fungsi pelestarian bahasa dan budaya Bali. Selain itu, tradisi ini juga mengandung berbagai nilai budaya, penghormatan kepada tokoh adat, serta nilai kebersamaan yang diwariskan oleh leluhur. Keberadaan Gending Ngantah Jero Kubayan juga berperan sebagai sarana pembelajaran bahasa Bali melalui proses pewarisan tradisi lisan dari generasi tua kepada generasi muda sehingga keberlangsungan bahasa dan budaya Bali tetap terjaga.</p> <p><em>This study examines the Oral Tradition of Gending Ngantah Jero Kubayan, which continues to exist and develop in Bayung Gede Traditional Village, Kintamani District, Bangli Regency. This tradition is one of the cultural heritages that has been preserved by the indigenous community and passed down from generation to generation as an integral part of traditional ceremonial practices. The objectives of this study are to describe the existence of the Gending Ngantah Jero Kubayan Oral Tradition, to reveal the functions embedded within it, and to explain its role as a medium for learning the Balinese language among the people of Bayung Gede Traditional Village. This research employed a qualitative descriptive method. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature review. The collected data were analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The study was guided by Functionalism Theory, Hermeneutic Theory, and Behaviorism Theory as the analytical frameworks. The findings indicate that the Gending Ngantah Jero Kubayan Oral Tradition continues to be practiced and preserved by the community of Bayung Gede Traditional Village. This tradition consists of several types of gending (traditional chants or songs) used at different stages of the ceremonial procession. The functions embodied in this tradition include social, religious, and cultural as well as linguistic preservation functions. Furthermore, the tradition contains various cultural values, respect for traditional leaders, and values of togetherness inherited from the ancestors. The existence of Gending Ngantah Jero Kubayan also serves as a medium for learning the Balinese language through the transmission of oral traditions from the older generation to the younger generation, thereby ensuring the sustainability of both the Balinese language and culture.</em></p> I Komang Deny Aditya Saputra Gek Diah Desi Sentana Putu Eddy Purnomo Arta Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 LAPORAN KONSELING SISWA SMP “PENDEKATAN BIMBINGAN KONSELING TERHADAP PERGAULAN TEMAN SEBAYA PADA SISWA” https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23295 <p>Pergaulan teman sebaya memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan perilaku remaja, khususnya pada siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pada masa remaja, siswa cenderung mudah terpengaruh oleh lingkungan sosial karena adanya kebutuhan untuk diterima dalam kelompok pertemanan. Penelitian mini riset ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pergaulan teman sebaya terhadap perilaku siswa serta pendekatan bimbingan konseling Islam yang digunakan dalam membantu mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui teknik wawancara terhadap seorang siswa laki-laki SMP bernama Muhammad Rizki. Hasil wawancara menunjukkan bahwa MR mengalami perubahan perilaku berupa sering terlambat masuk sekolah, kurang fokus belajar, dan mulai mengikuti kebiasaan negatif teman-temannya demi memperoleh pengakuan sosial dari kelompok sebaya. Faktor penyebab utama meliputi lingkungan pertemanan yang kurang baik, kurangnya pengawasan orang tua, serta keinginan siswa untuk diterima dalam kelompok. Pendekatan bimbingan konseling Islam dilakukan melalui layanan konseling individu, pendekatan personal, pemberian nasihat Islami, serta kerja sama dengan orang tua siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan bimbingan konseling Islam mampu membantu siswa menyadari dampak negatif pergaulan yang salah dan mulai menunjukkan perubahan perilaku ke arah yang lebih positif. Dengan demikian, peran guru Bimbingan dan Konseling Islam sangat penting dalam membentuk perilaku siswa agar mampu memilih lingkungan pergaulan yang baik sesuai nilai-nilai Islam&nbsp;&nbsp;</p> Carisha Puti Salsabila Ramadhan Lubis Mulia Rahma Nazifa Ayu Ayu Widya Mentari Hakim Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 TREN PENELITIAN LITERASI KEUANGAN GENERASI Z DAN KESIAPAN KERJA LULUSAN AKUNTANSI DI ERA DIGITAL: ANALISIS BIBLIOMETRIK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23390 <p>Pesatnya perkembangan ekonomi digital menuntut lulusan akuntansi tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga literasi keuangan yang kuat dan kesiapan kerja yang matang. Generasi Z menghadapi tantangan besar karena industri keuangan saat ini telah beralih ke arah otomatisasi, namun kesiapan mereka seringkali dinilai belum selaras dengan kebutuhan industri modern tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi keuangan pada lulusan akuntansi Generasi Z dan menguji pengaruhnya secara langsung terhadap kesiapan kerja mereka di era digital. Literasi keuangan dan kesiapan kerja merupakan dua faktor krusial bagi lulusan akuntansi Generasi Z dalam menghadapi disrupsi teknologi di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian dengan tema literasi keuangan Gen Z dan persiapan kerja lulusan akuntansi menggunakan analisis bibliometrik. Data diekstraksi dari database Scopus dan dianalisis menggunakan software VOSviewer serta Biblioshiny. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan perhatian akademis terhadap adaptasi teknologi dalam kurikulum akuntansi. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa peta visual keterkaitan antar-konsep yang dapat digunakan oleh institusi pendidikan untuk menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri modern.</p> <p><em>The rapid development of the digital economy requires accounting graduates to possess not only technical competencies but also strong financial literacy and solid work readiness. Generation Z faces significant challenges as the financial industry has shifted toward automation, yet their preparedness is often considered misaligned with the needs of modern industry. This study aims to analyze the level of financial literacy among Generation Z accounting graduates and directly examine its influence on their work readiness in the digital era. Financial literacy and work readiness are two crucial factors for Generation Z accounting graduates in facing technological disruption in the digital age. This research seeks to analyze research trends on the theme of financial literacy among Generation Z and the work readiness of accounting graduates using bibliometric analysis. Data were extracted from the Scopus database and analyzed using VOSviewer and Biblioshiny software. The results of the analysis indicate an increasing academic focus on technological adaptation within accounting curricula. This study contributes by providing a visual map of interrelated concepts that can be utilized by educational institutions to align graduate competencies with the demands of modern industry.</em></p> Ni Wayan Noviyanti Yola Amelia Anjiani Eni Setiawati Putri Salsabila Nurkardilah Bagus Sofan Saputra Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DENGAN CYBERBULLYING PADA DEWASA AWAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23528 <p>Perkembangan media sosial telah memberikan berbagai kemudahan dalam berinteraksi, namun juga memunculkan fenomena cyberbullying yang semakin banyak terjadi pada kelompok dewasa awal. Salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan perilaku cyberbullying adalah konformitas, yaitu kecenderungan individu menyesuaikan sikap dan perilaku dengan norma kelompok untuk memperoleh penerimaan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas dengan cyberbullying pada dewasa awal pengguna media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian adalah individu dewasa awal berusia 18–25 tahun yang menggunakan media sosial. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Pengumpulan data dilakukan menggunakan The Conformity Scale untuk mengukur konformitas dan Cyber-Aggression Scale (CYB-AGS) untuk mengukur cyberbullying. Data dianalisis menggunakan aplikasi JASP melalui uji asumsi normalitas dan linearitas, kemudian dilanjutkan dengan uji korelasi untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara konformitas dengan cyberbullying pada dewasa awal pengguna media sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat konformitas individu, semakin tinggi pula kecenderungan individu untuk terlibat dalam perilaku cyberbullying. Sebaliknya, semakin rendah tingkat konformitas, semakin rendah pula kecenderungan melakukan cyberbullying. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa tekanan sosial, norma kelompok, dan kebutuhan untuk memperoleh penerimaan sosial dapat mendorong individu mengikuti perilaku agresif di media sosial. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program literasi digital dan pencegahan cyberbullying pada dewasa awal.</p> <p><em>The development of social media has provided various conveniences in interaction, but has also given rise to the phenomenon of cyberbullying, which is increasingly occurring in young adults. One factor suspected of being related to cyberbullying behavior is conformity, namely the tendency of individuals to adjust attitudes and behaviors to group norms to gain social acceptance. This study aims to determine the relationship between conformity and cyberbullying in young adults who use social media. This study uses a quantitative approach with a correlational method. The study population is young adults aged 18–25 years who use social media. The study sample consisted of 100 respondents obtained using a purposive sampling technique based on certain criteria. Data collection was carried out using the Conformity Scale to measure conformity and the Cyber-Aggression Scale (CYB-AGS) to measure cyberbullying. Data were analyzed using the JASP application through normality and linearity assumption tests, followed by a correlation test to examine the relationship between variables. The results of the study indicate that there is a significant and positive relationship between conformity and cyberbullying in young adults who use social media. This finding indicates that the higher the level of individual conformity, the higher the individual's tendency to engage in cyberbullying behavior. Conversely, the lower the level of conformity, the lower the tendency to engage in cyberbullying. The results indicate that social pressure, group norms, and the need for social acceptance can drive individuals to engage in aggressive behavior on social media. This research is expected to provide a basis for developing digital literacy programs and cyberbullying prevention in young adults.</em></p> Siti Nuriya Hikma Yulia Fitriani Fathana Gina Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 PENERAPAN KAIDAH SINEMATOGRAFI DALAM PENGAMBILAN GAMBAR KARYA AUDIOVISUAL: ANALISIS TEKNIS KOMPOSISI, PENCAHAYAAN, DAN PERGERAKAN KAMERA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22873 <p>Sinematografi merupakan aspek fundamental dalam produksi karya audiovisual yang berperan sebagai bahasa visual untuk menyampaikan pesan, emosi, dan narasi kepada penonton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kaidah-kaidah sinematografi dalam proses pengambilan gambar, mengidentifikasi unsur-unsur sinematografi yang mempengaruhi kualitas visual, serta mendeskripsikan teknik pengambilan gambar yang sesuai dengan prinsip sinematografi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan dokumentasi praktik pengambilan gambar. Data dikumpulkan melalui kajian literatur terhadap berbagai sumber jurnal nasional dan internasional serta dokumentasi lima karya foto praktik sinematografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kaidah sinematografi yang benar mencakup enam unsur utama: komposisi gambar (termasuk rule of thirds dan leading lines), framing, sudut pengambilan gambar (camera angle), pergerakan kamera (camera movement), pencahayaan (lighting), dan fokus gambar. Kelima karya foto yang dianalisis menunjukkan bahwa pemahaman teknis terhadap unsur-unsur tersebut secara langsung meningkatkan kualitas visual dan efektivitas komunikasi pesan. Kesimpulannya, penguasaan kaidah sinematografi menjadi syarat mutlak bagi mahasiswa dan praktisi broadcasting untuk menghasilkan karya audiovisual yang profesional, komunikatif, dan estetis.</p> <p><em>Cinematography is a fundamental aspect of audiovisual production that serves as a visual language to convey messages, emotions, and narratives to the audience. This study aims to analyze the application of cinematographic principles in the image-taking process, identify the cinematographic elements that influence visual quality, and describe shooting techniques that align with cinematographic principles. The method used is descriptive qualitative with a literature study approach and documentation of image-taking practices. Data were collected through a literature review of various national and international journal sources as well as documentation of five photographic works of cinematography practice. The results show that the correct application of cinematographic principles includes six main elements: image composition (including rule of thirds and leading lines), framing, camera angle, camera movement, lighting, and focus. The five analyzed photographic works demonstrate that technical understanding of these elements directly improves visual quality and the effectiveness of message communication. In conclusion, mastery of cinematographic principles is an absolute requirement for broadcasting students and practitioners to produce professional, communicative, and aesthetic audiovisual works. </em></p> Winda Kustiawan Imelda Sari Siregar M Fahru Rozi Nayla Imany Fatiha Hardy M Ridho Al Fisahri Panjaitan Ahmad Fauzi Nasution Muhamad Irsyad Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 PARIWISATA SEBAGAI PELUANG DAN TANTANGAN USAHA OBJEK WISATA AEK SITUMANDI KABUPATEN TAPANULI UTARA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22938 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana sektor pariwisata bisa menjadi peluang sekaligus tantangan dalam pengembangan objek wisata Aek Situmandi di Kabupaten Tapanuli Utara. Aek Situmandi adalah destinasi wisata alam yang berpotensi besar karena menawarkan keindahan alam yang masih terjaga, aliran sungai yang jernih, udara sejuk, serta suasana pedesaan yang nyaman dan alami. Objek ini juga menyediakan beragam aktivitas menarik seperti arung jeram, berkemah, wisata keluarga dan rekreasi alam lainnya yang mampu menarik wisatawan lokal maupun dari luar daerah. Keberadaan Aek Situmandi tidak hanya memberikan pengalaman wisata alam, tetapi juga berpeluang mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat dengan melibatkan warga setempat dalam pengelolaan dan pemanfaatan potensi wisata. Penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat memegang peran penting dalam pengembangan wisata Aek Situmandi; masyarakat turut menjaga kebersihan lingkungan, membantu pengelolaan, serta memenuhi kebutuhan wisatawan. Keterlibatan ini menjadi faktor penting untuk mewujudkan pengelolaan wisata yang berkelanjutan karena menumbuhkan rasa memiliki sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, pengelola wisata dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, fasilitas umum, promosi, serta pelatihan sumber daya manusia di bidang pariwisata. Dengan pengelolaan yang baik dan berkelanjutan, Aek Situmandi berpotensi berkembang menjadi destinasi wisata alam unggulan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tapanuli Utara.</p> <p><em>This study aims to analyze how the tourism sector can provide both opportunities and challenges in the development of the Aek Situmandi tourist attraction in North Tapanuli Regency. Aek Situmandi is a natural tourism destination with great potential because it offers unspoiled natural beauty, clear river flows, cool air, and a comfortable and natural rural atmosphere. This object also offers a variety of interesting activities such as white water rafting, camping, family tourism, and other nature recreation that can attract local and out-of-town tourists. The existence of Aek Situmandi not only provides a natural tourism experience but also has the potential to support the development of community-based tourism by involving local residents in the management and utilization of tourism potential. Research shows that community participation plays a crucial role in the development of Aek Situmandi tourism; the community helps maintain environmental cleanliness, assists with management, and meets the needs of tourists. This involvement is a crucial factor in realizing sustainable tourism management because it fosters a sense of ownership while preserving the local environment and culture. Therefore, good cooperation is needed between the local government, tourism managers, and the community to improve the quality of infrastructure, public facilities, promotion, and human resource training in the tourism sector. With good and sustainable management, Aek Situmandi has the potential to develop into a leading natural tourism destination that can improve community welfare and support economic growth in North Tapanuli Regency.</em></p> Liyus Waruwu Andre Lumban Gaol Indah Sari Rivan Nababan Ardi Yanto Halawa Adelia Angelica Sibagariang Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 MAZHAB HUKUM KODRAT DALAM FILSAFAT HUKUM: SEJARAH, PEMIKIRAN, DAN PENERAPANNYA DALAM SISTEM HUKUM MODERN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23356 <p>Mazhab hukum kodrat merupakan salah satu aliran tertua dalam filsafat hukum yang memandang hukum tidak semata-mata bersumber dari kehendak penguasa atau aturan tertulis, melainkan harus berlandaskan pada moralitas, rasionalitas, dan keadilan yang bersifat universal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah perkembangan, pokok-pokok pemikiran, serta relevansi mazhab hukum kodrat dalam sistem hukum modern, termasuk implikasinya terhadap perkembangan pemikiran hukum dunia dan sistem hukum Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif melalui studi kepustakaan dengan pendekatan historis dan konseptual, yang dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum kodrat berkembang sejak masa Yunani Kuno melalui pemikiran Plato dan Aristoteles, kemudian diteruskan oleh Cicero pada masa Romawi, mencapai puncaknya melalui Agustinus dan Thomas Aquinas pada Abad Pertengahan, hingga mengalami rasionalisasi oleh Hugo Grotius pada era modern. Pemikiran ini memberikan kontribusi besar terhadap lahirnya konsep hak asasi manusia, konstitusionalisme, serta gagasan keadilan substantif sebagai kritik terhadap positivisme hukum. Dalam konteks Indonesia, nilai-nilai hukum kodrat tetap relevan dan tercermin dalam Pancasila, khususnya pada sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yang mengarahkan sistem hukum nasional agar tidak hanya berorientasi pada kepastian hukum, tetapi juga pada keadilan substantif dan penghormatan terhadap martabat manusia. Dengan demikian, mazhab hukum kodrat tetap menjadi landasan filosofis penting dalam menjawab berbagai tantangan hukum kontemporer.</p> Nur Aulia Apriliani Muhammad Haikal Fikri Beril Fahrezi Ihsan Elviandri Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 PEMBELAJARAN IPS BERBASIS KONTEKSTUAL DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SOSIAL SISWA SEKOLAH DASAR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23433 <p>Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Dasar memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman peserta didik terhadap kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan di sekitarnya. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran IPS sering disampaikan secara verbal dan hafalan sehingga konsep-konsep yang dipelajari terasa abstrak dan kurang bermakna bagi siswa. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran IPS di Sekolah Dasar sebagai upaya meningkatkan pemahaman konsep sosial siswa. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber pustaka yang relevan, baik berupa buku maupun artikel jurnal. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual yang mengaitkan materi IPS dengan pengalaman dan lingkungan nyata siswa dapat meningkatkan pemahaman konsep, motivasi belajar, serta keterampilan berpikir kritis siswa. Penerapan pendekatan ini dapat dilakukan melalui kegiatan observasi lingkungan, diskusi kelompok, simulasi, serta pemanfaatan sumber belajar di sekitar sekolah. Dengan demikian, pendekatan kontekstual perlu menjadi pertimbangan utama bagi guru dalam merancang pembelajaran IPS yang lebih bermakna dan aplikatif.</p> <p><em>Social studies (IPS) learning in elementary school plays an important role in shaping students' understanding of the social, cultural, economic, and environmental life around them. In practice, however, social studies learning is often delivered verbally and through memorization, so that the concepts studied feel abstract and less meaningful to students. This article aims to examine the application of contextual learning in social studies education in elementary schools as an effort to improve students' understanding of social concepts. This study uses a literature review method by examining various relevant sources, both books and journal articles. The results show that contextual learning that connects social studies material with students' real experiences and environment can improve concept understanding, learning motivation, and critical thinking skills. This approach can be implemented through environmental observation activities, group discussions, simulations, and the use of learning resources around the school. Therefore, the contextual approach needs to be a major consideration for teachers in designing more meaningful and applicable social studies learning</em></p> Arfina Putri Yuliana Silvi Suhaila Tita Amanda Syahriani Iin Gusmana Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 HUBUNGAN SELF ESTEEM, SELF EFFICACY DENGAN QUARTER LIFE CRISIS PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DI UNIVERSITAS NURUL JADID https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22822 <p>Mahasiswa tingkat akhir merupakan mahasiswa yang berada pada masa penuh dengan rasa kekhawatiran, kecemasan dengan segala penyesuaian masa depan yang dihadapi, sehingga merasa tertekan, stress, dan depresi yang lebih. Terdapat mahasiswa yang kurang rasa percaya diri, kurang menerima diri sendirinya, yang mengakibatkan berada pada masa quarter life crisis, yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan Self Esteem, Self-Efficacy Dengan QuarterLife Crisis Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Di Universitas Nurul Jadid. Metode pada Penelitian ini menggunakan kuantitatif yang berbentuk penelitian korelasional yang mengkaji hubungan antar variable. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 309 responden. Tehnik pengambilan sampel menggunakan Tehnik Probability Sampling dengan rancangan propotional stratified random sampling. Hasil uji statistik menggunakan uji statistic non parametric kendal’s tau b dan didapatkan nilai sig .000 artinya nilai sig &lt; ,05 dengan nilai r -,543 pada variable hubungan self esteem dengan quarter life crisis, pada variable self efficacy didapatkan nilai sig .000 artinya nilai sig &lt; ,05 dengan nilai r -,516. Kesimpulan dapat ditarik kesimpulan yang berarti hipotesis diterima terdapat hubungan yang moderat dengan arah hubungan yang negative yang memiliki arti semakini rendah self esteem dan self efficacy maka akan semakin tinggi tingkatan quarter life crisis. Begitu pula sebaliknya semakin tinggi self esteem dan self efficacy maka akan semakin rendah tingkatan quarter life crisis. Saran penelitian ini diharapkan dapat menjadi refrensi bagi peneliti selanjutnya dan dapat diterapkan untuk pengembangan rencana keperawatan lebih lanjut.</p> <p><em>Final year students are students who are in a period full of worry, anxiety with all the future adjustments faced, so they feel depressed, stressed, and more depressed. There are students who lack self-confidence, lack of self-acceptance, which results in being in a period of quarter life crisis, where in order for the level of quarter life crisis not to increase students must have high self esteem and self efficacy. The purpose of this study was to determine the relationship between Self Esteem, Self-Efficacy with QuarterLife Crisis in Final Year Students at Nurul Jadid University. The method in this study uses quantitative in the form of correlational research that examines the relationship between variables. The sample in this study amounted to 309 respondents. The sampling technique uses Probability Sampling technique with proportional stratified random sampling design. The results of statistical tests using non-parametric statistical tests kendal's tau b and obtained a sig value of .000 means the sig value &lt; ,05 with an r value of -.543 on the variable relationship between self esteem and quarter life crisis, on the self efficacy variable obtained a sig value of .000 means the sig value &lt; ,05 with an r value of -.516. The conclusion can be drawn, which means that the hypothesis is accepted, there is a strong relationship with a negative relationship direction, which means that the lower the self esteem and self efficacy, the higher the level of quarter life crisis. Vice versa, the higher the self esteem and self efficacy, the lower the level of quarter life crisis. This research suggestion is expected to be a reference for further researchers and can be applied to further develop nursing plans.</em></p> Nayyiratut Tadzkiroh Sri Astutik Andayani Tauriana Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 DINAMIKA PERAN REPRESENTATIF BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM MENGAWASI PENYALURAN BANTUAN SOSIAL DI DESA NAILANG, KABUPATEN ALOR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/22900 <p>Penelitian ini berjudul Dinamika Peran Representatif Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam Mengawasi Penyaluran Bantuan Sosial di Desa Nailang, Kabupaten Alor. Rumusan masalah dalam penulisan ini adalah: Bagaimana dinamika peran representatif BPD dalam mengawasi penyaluran bantuan sosial Rumah Layak Huni dan MCK di Desa Nailang? Dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi jalinan hubungan kekuasaan dalam proses pemberian bantuan yang tidak tepat sasaran? Teori yang digunakan adalah teori representasi, pengawasan, dan kepemimpinan situasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sumber data primer diperoleh dari informan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen-dokumen yang berkaitan dengan variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Fungsi representasi BPD dilaksanakan melalui penampungan aspirasi masyarakat, penyaluran aspirasi kepada pemerintah desa, dan pembelaan kepentingan masyarakat, namun terhambat oleh keterbatasan kuota bantuan yang hanya mencakup 20 KK dari 451 KK miskin. 2) Bentuk pengawasan BPD dilakukan secara langsung melalui kunjungan lapangan dan pemantauan pembangunan, serta secara tidak langsung melalui evaluasi laporan dan musyawarah desa. 3) Hambatan yang dihadapi BPD bersifat struktural berupa keterbatasan kewenangan dan regulasi nasional yang ketat, serta hambatan relasional berupa perbedaan orientasi antara BPD dan pemerintah desa. Berdasarkan hasil analisis, penulis menyimpulkan bahwa peran representatif BPD dalam mengawasi penyaluran bantuan sosial di Desa Nailang telah berjalan namun belum optimal, yang diukur melalui tiga aspek: fungsi representasi, bentuk pengawasan, serta hambatan yang dihadapi BPD.</p> <p><em>This research is entitled The Dynamics of the Representative Role of the Village Consultative Body (BPD) in Overseeing the Distribution of Social Assistance in Nailang Village, Alor Regency. The research problems addressed are: How do the dynamics of the BPD's representative role work in overseeing the distribution of social assistance for habitable housing and MCK? And what factors influence the power relationships in the process of misallocated assistance? The theoretical frameworks used are representation theory, oversight theory, and situational leadership theory. The research employs a qualitative descriptive method. Primary data were obtained from informants through interviews, observation, and documentation, while secondary data were derived from documents related to the research variables. The findings indicate that: 1) The BPD's representative function is carried out through community aspiration gathering, channeling aspirations to the village government, and advocating for community interests, yet constrained by limited aid quotas covering only 20 households out of 451 poor households. 2) BPD oversight takes both direct forms through field visits and construction monitoring, and indirect forms through report evaluation and village deliberations. 3) Obstacles faced by BPD are structural, including limited authority and strict national regulations, as well as relational, reflecting differences in orientation between BPD and the village government. Based on the analysis, the author concludes that the BPD's representative role in overseeing social assistance distribution in Nailang Village has been underway but has not yet reached its full potential, measured through three aspects: the representative function, forms of oversight, and obstacles faced by the BPD.</em></p> Agil Famau Veronika Ina Asean Bora Emanuel Kosat Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 PENILAIAN DALAM KURIKULUM MERDEKA DAN PEMBELAJARAN MENDALAM https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23281 <p>Penilaian dalam Kurikulum Merdeka merupakan komponen penting yang mendukung terciptanya pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan berorientasi pada pengembangan kompetensi secara menyeluruh. Perubahan paradigma pendidikan menuntut sistem penilaian yang tidak hanya berfokus pada hasil belajar, tetapi juga mampu mendukung proses pembelajaran mendalam (deep learning) yang menekankan kemampuan berpikir kritis, kreatif, reflektif, dan pemecahan masalah. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep penilaian dalam Kurikulum Merdeka, prinsip dan karakteristiknya, jenis serta metode asesmen yang digunakan, implementasinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, serta tantangan yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai referensi ilmiah, dokumen kebijakan pendidikan, dan literatur yang relevan mengenai Kurikulum Merdeka dan pembelajaran mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian dalam Kurikulum Merdeka dilaksanakan melalui asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif yang bersifat autentik, fleksibel, berkesinambungan, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Implementasi penilaian tersebut mampu mendukung pengembangan kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara terpadu. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan berupa kesiapan guru, keterbatasan waktu, dan pemahaman peserta didik terhadap asesmen reflektif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru, dukungan institusi pendidikan, serta kolaborasi berbagai pihak agar sistem penilaian dapat mendukung pembelajaran yang lebih bermakna dan berkelanjutan.</p> <p><em>Assessment in the Merdeka Curriculum is a crucial component that supports student-centered learning and promotes the holistic development of learners' competencies. The transformation of educational paradigms requires an assessment system that not only focuses on learning outcomes but also facilitates deep learning, which emphasizes critical thinking, creativity, reflection, and problem-solving skills. This article aims to describe the concept of assessment in the Merdeka Curriculum, its principles and characteristics, the types and methods of assessment employed, its implementation in Indonesian language learning, and the challenges encountered in its application. This study adopts a literature review method by examining scientific references, educational policy documents, and relevant literature related to the Merdeka Curriculum and deep learning. The findings reveal that assessment in the Merdeka Curriculum is conducted through diagnostic, formative, and summative assessments that are authentic, flexible, continuous, and responsive to students’ learning needs. These assessment practices support the integrated development of knowledge, skills, and attitudes. However, their implementation still faces challenges, including teachers’ readiness, time constraints, and students’ limited understanding of reflective assessment. Therefore, strengthening teachers’ assessment competencies, providing institutional support, and encouraging collaboration among educational stakeholders are essential to ensure that assessment effectively supports meaningful and sustainable learning</em></p> Rega Olivia Br Tarigan Ida Bagus Putrayasa Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 PENGUATAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN MELALUI KONSEP ADIWIYATA BERBASIS SEKOLAH RAMAH ANAK DI MI/SD https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23383 <p><em>The escalating environmental degradation demands the early cultivation of environmental care character, including at the elementary education level (MI/SD). This article aims to examine how the Adiwiyata concept can be integrated with the principles of Child-Friendly Schools (Sekolah Ramah Anak/SRA) as a strategy to strengthen students’ environmental care character in MI/SD. This study employs a qualitative method with a library research approach, analyzing relevant regulations, ministerial policies, and prior research findings. The results show that the Adiwiyata program provides the substantive content of environmental care through environmentally sound policies, curricula, participatory activities, and supporting facilities, while the SRA concept provides a safe, comfortable, non-discriminatory learning climate that respects children’s right to participate. Integrating both concepts in MI/SD can be carried out through environmentally inclusive and child-friendly school policies, environmentally themed curricula, enjoyable green habituation, child-based participatory activities such as waste banks and young environmental cadres, child- and environment-friendly facilities, and the active involvement of parents and the community. Supporting factors include school leadership commitment and cross-sector cooperation, while inhibiting factors include limited facilities and minimal teacher training. This article recommends that MI/SD develop a sustainable model that integrates Adiwiyata and SRA to strengthen students’ environmental care character.</em></p> Rizki Ramadhan Zelfikriati Fadhli Surma Hayani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6 GOOGLE VS EUROPEAN COMMISSION: ANALISIS PENGATURAN PERUSAHAAN MULTINASIONAL DIGITAL DALAM PERSPEKTIF HUKUM ORGANISASI PERUSAHAAN INTERNASIONAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/23505 <p>Perkembangan ekonomi digital mendorong munculnya perusahaan multinasional berbasis teknologi yang memiliki pengaruh besar terhadap pasar global. Salah satu perusahaan yang menjadi sorotan publik adalah Google, yang beberapa kali menjadi objek investigasi dan sanksi oleh European Commission atas dugaan penyalahgunaan posisi dominan di pasar digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan Google sebagai perusahaan multinasional digital dalam perspektif Hukum Organisasi Perusahaan Internasional serta mengkaji bentuk pengaturan yang dilakukan oleh European Commission terhadap aktivitas bisnis Google di Uni Eropa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Google sebagai perusahaan multinasional digital memiliki kekuatan ekonomi yang melampaui batas yurisdiksi negara tertentu sehingga memerlukan pengaturan hukum yang efektif pada tingkat internasional. Tindakan European Commission melalui kebijakan antitrust dan regulasi digital menunjukkan upaya untuk menjaga persaingan usaha yang sehat serta mencegah penyalahgunaan kekuatan pasar oleh perusahaan teknologi global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perkembangan perusahaan multinasional digital menuntut adanya harmonisasi regulasi internasional guna menciptakan keseimbangan antara inovasi, kepentingan bisnis, dan perlindungan pasar yang kompetitif.</p> Muhamad Charis Marzuqi Abelmart Sihombing Amalina Hasyyati Rio Priambodo Diani Sadiawati Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 2026-06-29 2026-06-29 10 6