Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm id-ID Sat, 28 Feb 2026 04:30:22 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENGKREASIKAN KERTAS PADA ANAK TK ISLAM TERPADU KHALFANI PANYABUNGAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20011 <p>Penelitian ini berjudul “Peningkatan Keterampilan Motorik Halus Melalui Kegiatan Mengkreasikan Kertas pada Anak TK IT Khalfani Panyabungan.” Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan mengkreasikan kertas serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses peningkatan keterampilan motorik halus anak kelompok B di TK IT Khalfani Panyabungan. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model McTaggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 22 anak, terdiri atas 13 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi keterampilan motorik halus yang mencakup aspek menggunting, melipat, dan menempel. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan motorik halus anak pada setiap siklus. Pada tahap pratindakan, persentase anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar 36,36%. Pada Siklus I meningkat menjadi 54,55%, dan pada Siklus II mencapai 68,18%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan mengkreasikan kertas dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak secara signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan mengkreasikan kertas efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini di TK IT Khalfani Panyabungan.</p> <p><em>This study is entitled “Improving Fine Motor Skills Through Paper Craft Activities in Children of Khalfani Integrated Islamic Kindergarten, Panyabungan.” The purpose of this research is to improve children’s fine motor skills through paper craft activities and to identify supporting and inhibiting factors in the process of developing fine motor skills among Group B children at Khalfani Integrated Islamic Kindergarten, Panyabungan. The research method employed was Classroom Action Research (CAR) using the McTaggart model, conducted in two cycles. Each cycle consisted of planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects were 22 children, consisting of 13 boys and 9 girls. Data were collected using observation sheets assessing fine motor skills, including cutting, folding, and pasting activities. The results showed an improvement in children’s fine motor skills in each cycle. In the pre-action stage, the percentage of children who achieved the categories of Developing as Expected (BSH) and Developing Very Well (BSB) was 36.36%. This increased to 54.55% in Cycle I and reached 68.18% in Cycle II. These findings indicate that paper craft activities significantly enhance children’s fine motor skills. Therefore, it can be concluded that paper craft activities are effective in improving fine motor skills in early childhood education at Khalfani Integrated Islamic Kindergarten, Panyabungan.</em></p> Mila Cantika, Zulpina, Sartika Dewi Harahap Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20011 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 RELEVANSI NILAI-NILAI AL-QUR’AN DAN HADIS DALAM PERKEMBANGAN KECERDASAN BUATAN (ARTIFICIAL INTELLIGENCE) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20300 <p>Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan unsur penting dalam perkembangan peradaban manusia yang terus mengalami dinamika dari masa ke masa. Dalam perspektif Islam, keduanya tidak dipisahkan dari nilai-nilai keimanan, melainkan dipandang sebagai sarana untuk memahami tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta. Sejak turunnya wahyu pertama, Islam telah menegaskan pentingnya membaca, berpikir, dan mencari ilmu sebagai fondasi utama membangun peradaban yang beradab. Tradisi keilmuan Islam mengintegrasikan wahyu dan akal, sehingga tidak terjadi dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Sejarah peradaban Islam menunjukkan kontribusi besar para ilmuwan Muslim dalam berbagai bidang, seperti kedokteran, matematika, dan astronomi, yang menjadi landasan perkembangan ilmu modern. Dalam konteks kekinian, kemajuan sains dan teknologi menghadirkan peluang sekaligus tantangan, termasuk persoalan etika, lingkungan, dan ketimpangan sosial. Oleh karena itu, pengembangan ilmu dan teknologi dalam Islam harus berlandaskan prinsip keseimbangan, tanggung jawab, serta kemaslahatan agar tetap selaras dengan tujuan syariat dan nilai-nilai moral kemanusiaan.</p> <p><em>Science and technology are essential elements in the development of human civilization, continuously evolving throughout history. From an Islamic perspective, both are inseparable from faith values and are regarded as means to understand the signs of Allah’s greatness in the universe. Since the revelation of the first Qur’anic verse, Islam has emphasized the importance of reading, thinking, and seeking knowledge as the foundation for building a civilized society. The Islamic intellectual tradition integrates revelation and reason, preventing any dichotomy between religious and secular sciences. Historically, Islamic civilization made significant contributions to various fields such as medicine, mathematics, and astronomy, which later influenced the development of modern science. In the contemporary era, rapid scientific and technological advancement presents both opportunities and challenges, including ethical issues, environmental degradation, and social inequality. Therefore, the development of science and technology in Islam must be grounded in principles of balance, responsibility, and public benefit to remain aligned with the objectives of Islamic law and moral values.</em></p> Adelia Wulandari, Wibi Aqil Syafiq Hasibuan, Hastati Wulan Deswara, Indah Khalisa, Khairunnisa, Nazla Suhaila Parinduri Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20300 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS APLIKASI MY PPRQ PADA ADMINISTRASI KEUANGAN PONPES ROUDLATUL QUR'AN METRO LAMPUNG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/19929 <p>Pondok Pesantren Roudlatul Qur'an menghadapi tantangan dalam pengelolaan administrasi keuangan yang masih dilakukan secara manual, terutama dalam hal pembayaran SPP atau Syahriah. Kondisi ini menghambat efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan pesantren. Untuk mengatasi hal tersebut, dikembangkan aplikasi MY PPRQ yang bertujuan meningkatkan efisiensi, transparansi, serta pengawasan keuangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menganalisis efektivitas penggunaan aplikasi MY PPRQ di lingkungan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ini mampu mempermudah proses pembayaran, mengurangi jumlah tunggakan, serta membantu wali santri dalam memantau aktivitas dan kondisi keuangan santri secara real-time. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kendala seperti rendahnya literasi digital wali santri, keterbatasan akses internet, bug pada sistem, serta kurangnya fitur bantuan dan sistem notifikasi yang efektif. Secara keseluruhan, aplikasi MY PPRQ memberikan dampak positif terhadap efisiensi administrasi dan kedisiplinan santri. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sosialisasi, pelatihan, serta pengembangan sistem untuk hasil yang lebih optimal.</p> <p><em>Islamic Boarding School of Roudlatul Qur'an faces challenges in managing financial administration, which was still conducted manually, especially regarding tuition (SPP/Syahriah) payments. This condition hindered the efficiency and transparency of financial management within the pesantren. To address this issue, the MY PPRQ application was developed to improve efficiency, transparency, and financial oversight. This study used a descriptive qualitative method with a case study approach to analyze the effectiveness of the MY PPRQ application in the pesantren environment. The results showed that the application facilitated the payment process, reduced outstanding balances, and helped parents or guardians monitor students' financial records and daily activities in real time. However, several issues were still encountered, such as low digital literacy among guardians, limited internet access, system bugs, and a lack of effective help features and notification systems. Overall, the MY PPRQ application had a positive impact on administrative efficiency and student discipline. The study recommends increasing socialization, providing user training, and further developing the system to achieve more optimal results. </em></p> Minhatul Aula, Annikmah Farida , Nur Alfi Khotamin Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/19929 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH PENGGUNAAN AI TERHADAP MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20178 <p>Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan tinggi telah mengubah pola belajar mahasiswa di era digital. Penelitian ini menganalisis dampak penggunaan AI terhadap proses pembelajaran mahasiswa melalui pendekatan kualitatif dengan melibatkan sejumlah 10 mahasiswa sebagai informan penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI meningkatkan efisiensi belajar, memperluas akses informasi, serta mendukung personalisasi pembelajaran. Namun, di sisi lain, penggunaan yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan ketergantungan, menurunkan kemampuan berpikir kritis, dan memunculkan permasalahan integritas akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi AI dalam pembelajaran perlu diimbangi dengan regulasi akademik dan strategi pedagogis yang mendorong penguatan kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa.</p> <p><em>The development of Artificial Intelligence (AI) in higher education has transformed students’ learning patterns in the digital era. This study examines the impact of AI usage on students’ learning processes through a qualitative approach involving ten students as research informants. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis techniques. The findings indicate that the use of AI enhances learning efficiency, broadens access to information, and supports personalized learning. However, uncontrolled use may lead to dependency, reduced critical thinking skills, and issues related to academic integrity. The study concludes that the integration of AI in learning must be balanced with academic regulations and pedagogical strategies that promote the development of higher-order thinking skills among students.</em></p> Abdul Mujib, Nuraeni Qusnul Khotimah, Aji Rizky Ramadhan, Trusti Hapsari Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20178 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 RELASI LINGKUNGAN PERGAULAN MAHASISWA ACEH DENGAN KEPATUHAN TERHADAP ETIKA AKADEMIK DI UNIVERSITAS AL WASHLIYAH DARUSSALAM BANDA ACEH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/19997 <p>Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara lingkungan pergaulan mahasiswa Aceh dan tingkat kepatuhan mereka terhadap etika akademik di Universitas Al Washliyah Darussalam Banda Aceh. Lingkungan pergaulan dimaknai sebagai pola interaksi sosial mahasiswa, baik di kampus maupun di luar kampus, yang dapat membentuk cara berpikir, kebiasaan belajar, serta orientasi moral mereka. Meningkatnya berbagai bentuk pelanggaran etika akademik seperti plagiasi, titip absen, penggunaan teknologi secara tidak etis, serta rendahnya disiplin menjadi alasan penting dilakukannya penelitian ini, terlebih di daerah Aceh yang menjunjung tinggi norma agama, adat, dan nilai-nilai kepatuhan dalam kehidupan akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sebanyak 120 mahasiswa dipilih sebagai responden melalui teknik proportional random sampling dari empat program studi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah dinyatakan valid dan reliabel (α = 0,871). Teknik analisis meliputi uji korelasi Pearson serta regresi linier sederhana. Hasil penelitian memperlihatkan adanya hubungan positif dan signifikan antara lingkungan pergaulan dan kepatuhan etika akademik (r = 0,612; p &lt; 0,05). Lingkungan yang religius, saling mendukung, dan berorientasi akademik cenderung mendorong mahasiswa untuk menunjukkan perilaku yang lebih jujur, disiplin, dan bertanggung jawab selama menjalani aktivitas akademik. Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan lingkungan pergaulan yang sehat dan konstruktif menjadi faktor penting dalam penguatan budaya akademik, khususnya pada kampus yang sedang berkembang seperti Universitas Al Washliyah Darussalam Banda Aceh. Penelitian ini menyarankan perlunya memperkuat komunitas mahasiswa yang positif, meningkatkan peran dosen dalam pembinaan akademik, serta merumuskan kebijakan etika yang lebih komprehensif guna meminimalkan pelanggaran etika akademik.</p> Burhanuddin, Mazwan, Imam Juaini Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/19997 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 "PERANCANGAN APLIKASI “DENTAL CARIES CARE” SEBAGAI MEDIA EDUKASI DAN SKRINING GIGI BERLUBANG PADA ANAK SEKOLAH DASAR BERBASIS WEBSITE" https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20289 <p>Karies gigi merupakan masalah kesehatan yang prevalen pada anak sekolah dasar, seringkali disebabkan oleh kurangnya edukasi dan akses skrining. Aplikasi berbasis web "Dental Caries Care" dikembangkan sebagai solusi inovatif yang berfungsi ganda: sebagai media edukasi interaktif dan alat skrining mandiri untuk deteksi dini gigi berlubang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan aplikasi tersebut. Pengembangan dilakukan menggunakan metode Research and Development (R&amp;D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Uji kelayakan melibatkan validasi oleh 2 ahli, yaitu ahli media (91%) dan ahli kesehatan gigi (93%), dengan rata-rata persentase 92% (kategori "Sangat Layak"). Uji reliabilitas antar ahli menunjukkan kesepakatan sempurna (Koefisien Kappa = 1,00). Selanjutnya, uji coba skala terbatas melibatkan 30 responden (anak dan orang tua) yang memberikan nilai rata rata 90% (Sangat Layak). Analisis detail pada semua dimensi aplikasi dan aspek usability mengkonfirmasi kelayakan tinggi: Kegunaan (Usefulness) 90%, Kemudahan Penggunaan (Ease of Use) 90%, Kemudahan Belajar (Ease of Learning) 90%, dan Kepuasan Pengguna (User Satisfaction) 92%. Dengan demikian, bahwa aplikasi "Dental Caries Care" dinyatakan valid, reliabel, dan sangat layak digunakan. Untuk pengembangan lebih lanjut, direncanakan konversi aplikasi ke versi mobile (Android/iOS) serta pengayaan konten edukasi dengan integrasi unsur permainan (gamification).</p> <p><em>Dental caries is a prevalent health issue among elementary school children, often stemming from a lack of education and screening access. The web-based application "Dental Caries Care" was developed as an innovative dual-purpose solution: an interactive educational medium and a self-screening tool for the early detection of cavities. This study aimed to develop and test the feasibility of this application. Development followed the Research and Development (R&amp;D) method using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The feasibility test involved validation by two experts—a media expert (91%) and a dental health expert (93%)—yielding an average score of 92% (categorized as "Highly Feasible"). Inter-rater reliability between the experts showed perfect agreement (Cohen's Kappa coefficient = 1.00). Furthermore, a limited-scale trial involving 30 respondents (children and parents) resulted in an average score of 90% (Highly Feasible). A detailed analysis of all application dimensions and usability aspects confirmed high feasibility: Usefulness (90%), Ease of Use (90%), Ease of Learning (90%), and User Satisfaction (92%). Therefore, the "Dental Caries Care" application is deemed valid, reliable, and highly feasible for use. For further development, plans include converting the application into a mobile version (Android/iOS) and enriching the educational content with integrated game-like elements (gamification).</em></p> Yolanda Fitriani, Wardah, Angga Arfina, Dendy Kharisna Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20289 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS STRATEGI PEMBELAJARAN MEMBACA MUTAKHIR DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20173 <p>Kemampuan membaca merupakan keterampilan utama yang menentukan keberhasilan siswa dalam menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan. Di era informasi saat ini, siswa tidak hanya dituntut mampu membaca dengan lancar, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk memilah, menganalisis, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara bijak. Namun, hasil penilaian menunjukkan bahwa kemampuan membaca dan berpikir kritis siswa Indonesia masih rendah karena pembelajaran di sekolah masih didominasi oleh pendekatan lama yang menempatkan siswa sebagai penerima informasi pasif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ciri khas dan keberhasilan berbagai strategi pembelajaran membaca terkini dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, serta merumuskan saran penerapan yang sesuai dengan kondisi pendidikan Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menganalisis 7 artikel jurnal yang diterbitkan tahun 2020-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran membaca terkini seperti Fantastic Five, SQ4R, Read Aloud dan Think Aloud, serta pembelajaran berbasis masalah dan proyek terbukti sangat berhasil meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penerapan di Indonesia dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital, menggabungkan kearifan lokal dalam pembelajaran, menerapkan kegiatan membaca dalam Gerakan Literasi Sekolah, serta menggunakan model pembelajaran yang melatih keterampilan abad 21. Meskipun masih terdapat hambatan seperti terbatasnya bahan bacaan dan waktu, diperlukan upaya bersama dari pemerintah, sekolah, dan guru dalam menyediakan sarana yang memadai dan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung.</p> <p><em>Reading ability is a key skill that determines students' success in mastering various fields of knowledge. In today's information era, students are not only required to read fluently, but also must have the ability to sort, analyze, evaluate, and use information wisely. However, assessment results show that Indonesian students' reading and critical thinking skills are still low because learning in schools is still dominated by old approaches that position students as passive recipients of information. This study aims to analyze the characteristics and effectiveness of various current reading learning strategies in improving students' critical thinking skills, as well as formulate implementation recommendations that suit Indonesian education conditions. This study uses a literature review method by analyzing 7 journal articles published in 2020-2025. The results show that current reading learning strategies such as Fantastic Five, SQ4R, Read Aloud and Think Aloud, as well as problem-based and project-based learning have proven to be very effective in improving students' critical thinking skills. Implementation in Indonesia can be done by utilizing digital technology, integrating local wisdom in learning, implementing reading activities in the School Literacy Movement, and using learning models that train 21st century skills. Although there are still obstacles such as limited reading materials and time, joint efforts from the government, schools, and teachers are needed in providing adequate facilities and creating a supportive learning environment.</em></p> Rita Silpina, Meta Agustini, Nikmatul Wahyuti Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20173 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 RASIONALITAS TERBATAS DAN BIAS KOGNITIF DALAM PRAKTIK GALI LUBANG TUTUP LUBANG NASABAH PNM MEKAAR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20318 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana praktik gali lubang tutup lubang muncul dalam pinjaman koperasi mingguan pada nasabah PNM Mekaar di Desa Bangka Arus, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, dalam perspektif rasionalitas terbatas dan bias kognitif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan berjumlah 11 orang yang terdiri dari 8 nasabah aktif, 2 masyarakat sekitar, dan 1 pegawai PNM Mekaar, yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik gali lubang tutup lubang muncul akibat ketidakseimbangan antara pendapatan rumah tangga yang tidak tetap dan kewajiban angsuran mingguan yang bersifat tetap. Sistem pembayaran yang rigid, tekanan sosial dalam mekanisme tanggung renteng, serta penggunaan dana pinjaman untuk kebutuhan konsumtif memperkuat siklus utang berulang. Dari perspektif bounded rationality, keputusan meminjam kembali merupakan respons terhadap keterbatasan pilihan dalam kondisi ekonomi yang menekan. Sementara itu, bias kognitif seperti loss aversion dan present bias mendorong nasabah memprioritaskan penghindaran kerugian jangka pendek dibandingkan mempertimbangkan risiko jangka panjang. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian behavioral finance dalam konteks keuangan mikro pedesaan dengan mengintegrasikan faktor struktural dan psikologis dalam menjelaskan siklus utang rumah tangga berpendapatan rendah.</p> Naviana Lasviani Mamu , Hildigardis M. I. Nahak, Imanta I. Perangin Angin Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20318 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 PEMIKIRAN GHAZALI FIKRI TENTANG WESTERNISASI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/19953 <p>Westernisasi merupakan fenomena global yang membawa nilai, paradigma, dan cara pandang Barat ke dalam kehidupan umat Islam, termasuk dalam bidang pendidikan. Ghazali Fikri sebagai salah satu pemikir Muslim kontemporer memberikan kritik tajam terhadap westernisasi, khususnya dalam konteks studi Islam dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran Ghazali Fikri tentang westernisasi serta implikasinya terhadap Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), dengan sumber data utama berupa karya-karya Ghazali Fikri dan literatur pendukung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ghazali Fikri memandang westernisasi sebagai proses ideologisasi Barat yang mengancam worldview Islam melalui sekularisme, liberalisme, dan relativisme nilai. Implikasi pemikiran tersebut terhadap PAI menuntut penguatan paradigma tauhid, Islamisasi ilmu, serta penataan ulang tujuan, kurikulum, dan metode pendidikan Islam agar tetap berakar pada ajaran Islam dan mampu menghadapi tantangan modernitas Barat.</p> <p><em>Westernization is a global phenomenon that brings Western values, paradigms, and perspectives into the lives of Muslims, including in education. Ghazali Fikri, as a contemporary Muslim thinker, offers a sharp critique of westernization, particularly in the context of Islamic studies and education. This study aims to examine Ghazali Fikri's thoughts on westernization and their implications for Islamic Religious Education (PAI). This study uses a qualitative approach with library research methods, with the primary data sources being Ghazali Fikri's works and relevant supporting literature. The results show that Ghazali Fikri views westernization as a process of Western ideologization that threatens the Islamic worldview through secularism, liberalism, and value relativism. The implications of this thinking for PAI demand a strengthening of the monotheistic paradigm, the Islamization of knowledge, and a restructuring of the goals, curriculum, and methods of Islamic education to ensure they remain rooted in Islamic teachings and are able to face the challenges of Western modernity.</em></p> Saripah Nurhasanah Alatas, Rika Sartika Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/19953 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN ANTARA SCHOOL WELL-BEING DENGAN FLOW AKADEMIK PADA SISWA SMA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20210 <p>Sekolah berperan dalam membentuk keterlibatan psikologis siswa, termasuk kondisi flow akademik. Salah satu faktor yang mendukung terciptanya flow akademik adalah school well-being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara school well-being dengan flow akademik pada siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek penelitian ini sebanyak 212 siswa SMA dengan melalui teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pearson product moment correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai antara school well-being dengan flow akademik pada siswa sebesar 0,073 dengan nilai signifikansi p = 0,292. Nilai koefisien tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara school well-being dengan flow akademik pada siswa SMA. Hasil ini menjelaskan bahwa tingkat kesejahteraan siswa di sekolah tidak secara langsung berhubungan dengan tercapainya kondisi flow akademik dalam proses belajar. Implikasi dari penelitian ini adalah peningkatan flow akademik siswa memerlukan perhatian pada faktor lain, seperti dukungan sosial dan strategi pembelajaran yang tepat.</p> <p><em>Schools play a role in shaping students' psychological engagement, including academic flow. One factor that supports the creation of academic flow is school well-being. This research aims to determine the relationship between school well-being and academic flow among high school students. This study uses a quantitative correlational method. The research subjects consist of 212 high school students, with sampling techniques using accidental sampling. The data analysis technique used in this research is Pearson product moment correlation. The research results show that the correlation coefficient between school well-being and academic flow among students is 0.073 with a significance value of p = 0.292. This coefficient indicates that there is no significant relationship between school well-being and academic flow among high school students. These results explain that students’ level of well-being at school is not directly related to achieving academic flow during the learning process. The implication of this study is that enhancing students' academic flow requires attention to other factors, such as social support and appropriate learning strategies.</em></p> <p>&nbsp;</p> Nur Aisyah, Novita Maulidya Jalal, Astiti Tenriawaru Ahmad Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20210 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN MEMBACA KRITIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI BERBANTUAN POWER POINT https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20167 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran membaca kritis teks laporan hasil observasi berbantuan media PowerPoint serta mengkaji aktivitas peserta didik, peran media, dan kendala yang muncul dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Fokus penelitian diarahkan pada tahapan pembelajaran membaca kritis, kemampuan peserta didik dalam menemukan dan menganalisis struktur teks laporan hasil observasi, serta peran media PowerPoint dalam mendukung pemahaman struktur teks secara sistematis. Data penelitian diperoleh melalui analisis proses pembelajaran dan hasil kerja peserta didik, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran membaca kritis berbantuan PowerPoint dilaksanakan secara sistematis melalui tahap pendahuluan, inti, dan penutup. Peserta didik mampu mengidentifikasi pernyataan umum, deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat dengan disertai alasan yang logis. Media PowerPoint berperan penting dalam membantu visualisasi struktur teks, memfokuskan perhatian peserta didik, serta mendorong proses berpikir kritis. Kendala berupa keterbatasan kepercayaan diri dan waktu pembelajaran dapat diatasi melalui contoh analisis, pembelajaran kelompok, dan bimbingan bertahap.</p> <p><em>This study aims to describe the process of critical reading instruction on observation report texts supported by PowerPoint media, focusing on students’ learning activities, the role of the media, and the challenges encountered during instruction. The study employed a qualitative approach with a descriptive qualitative design. The research focused on the stages of critical reading instruction, students’ ability to identify and analyze the structure of observation report texts, and the role of PowerPoint in supporting systematic text comprehension. The data were obtained from the analysis of instructional processes and students’ written work, and were analyzed using an interactive data analysis model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that critical reading instruction supported by PowerPoint was implemented systematically through the introductory, core, and closing stages. Students were able to identify general statements, descriptions of parts, and descriptions of benefits with logical reasoning. PowerPoint played an important role in visualizing text structure, directing students’ attention, and fostering critical thinking. Challenges related to students’ confidence and limited instructional time were addressed through modeled analysis, group-based activities, and gradual guidance.</em></p> Putri Aprilia Sari, Triya Anggraini, Wa Adira Afrilanda Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20167 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 LAPORAN AKHIR PENELITIAN UJI BEDA INTERVENSI HYPNO-BREASTFEEDING DAN OXITOSIN MASSAGE TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM DI PUSKESMAS BANGSRI I https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20316 <p>Masalah yang dialami oleh ibu menyusui seperti ASI sedikit, payudara bengkak, atau puting lecet, sehingga menjadi salah satu faktor hambatan dalam menyulitkan pemberian ASI eksklusif. Jika tidak ditangani, hal ini dapat mengurangi produksi ASI dan mengganggu kesehatan ibu maupun bayi.Salah satu solusi yang terbukti efektif adalah Tehnik Hypnobreastfeeding dan Oxitosin Massage. Peneliti bertujuan untuk Uji beda intervensi Hypnobreastfeeding dan Oxitosin Massage terhadap produksi ASI pada ibu Postpartum di Puskesmas Bangsri I. Jenis penelitian ini Quasy exsperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang melahirkan di Puskesmas Bangsri I sebanyak 54 rata-rata tiap bulannya.Jumlah sample dihitung menggunakan rumus slovin didapatkan sebanyak 40 Responden kelompok control intervensi. Penelitian ini rencana menggunakan uji Wilcoxon dengan skala ordinal dengan menggunakan uji nonparametik, dan jika syarat dari uji Wilcoxon tidak terpenuhi, maka dipakai uji alternatifnya menggunakan uji Mann Witney.</p> Octarina Anif Ikasari Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20316 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 REVIEW METODE FORMULASI PASTA FARMASI BERDASARKAN KOMPONEN AKTIF, SURFAKTAN, HUMEKTAN, DAN BASIS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/19944 <p>Pasta merupakan sediaan semi-padat yang dibuat dari kombinasi bahan aktif, bahan abrasif, surfaktan, humektan, serta zat tambahan untuk mencapai tekstur dan fungsi optimal. Pemilihan bahan dan metode formulasi berpengaruh terhadap viskositas, stabilitas dan penyebaran bahan aktif. Artikel ini mereview metode pembuatan pasta berbasis pembagian fase, yaitu fase air, fase minyak, dan fase padat, serta fungsi tiap komponen di dalamnya. Kajian dilakukan dengan menelaah pembentukan gel sebagai dasar struktur, penambahan humektan untuk menjaga kelembapan, serta pencampuran abrasif dan surfaktan untuk membentuk massa homogen. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa urutan pencampuran antar fase menentukan konsistensi dan performa sediaan. Kesimpulannya, pendekatan formulasi berbasis fase memberikan kontrol lebih baik terhadap kualitas produk.</p> <p><em>Pastes are semi-solid preparations made from a combination of active ingredients, abrasive agents, surfactants, humectants, and additives to achieve optimal texture and function. The selection of materials and formulation methods affects the viscosity, stability, and distribution of active ingredients. This article reviews methods for making pastes based on phase separation, namely the aqueous phase, oil phase, and solid phase, as well as the function of each component within them. The study involves examining gel formation as the basis of the structure, the addition of humectants to retain moisture, and the mixing of abrasives and surfactants to form a homogeneous mass. The review results show that the order of mixing between phases determines the consistency and performance of the preparation. In conclusion, a phase-based formulation approach provides better control over product quality.</em></p> Andini, Sawwifi, Latifatus Zahroh, Clara Cicilia, Elpa Giovana Zola Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/19944 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 STRATEGI BERTAHAN HIDUP MASYARAKAT PERIFERAL DI TENGAH PERKEMBANGAN KOTA: STUDI DI KELURAHAN BANGKA LEDA, RUTENG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20191 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi bertahan hidup masyarakat periferal di Kelurahan Bangka Leda dalam menghadapi dinamika perkembangan Kota Ruteng. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap informan kunci, observasi, dan dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mengembangkan tiga strategi utama: (1) strategi aktif, melalui transformasi mata pencaharian dari sektor agraris dan berbasis sumber daya alam ke sektor jasa, transportasi, peternakan, dan usaha informal; (2) strategi pasif, berupa diversifikasi sumber penghasilan, pemanfaatan sumber daya lokal, dan pengelolaan konsumsi rumah tangga secara selektif; dan (3) strategi jaringan, melalui pemanfaatan bantuan sosial pemerintah dan koperasi sebagai jaringan dukungan ekonomi. Strategi-strategi ini mencerminkan kemampuan adaptif, rasional, dan proaktif masyarakat periferal dalam menghadapi tekanan ekonomi dan memanfaatkan peluang baru, sehingga mampu mempertahankan stabilitas ekonomi dan keberlangsungan hidup keluarga di tengah perkembangan perkotaan.</p> <p><em>This study aims to examine the survival strategies of peripheral communities in Kelurahan Bangka Leda in response to the dynamic development of Ruteng City. Employing a qualitative approach through in-depth interviews with key informants, observation, and field documentation, the study identifies three main strategies: (1) active strategies, involving the transformation of livelihoods from agrarian and natural resource-based sectors to services, transportation, livestock, and informal businesses; (2) passive strategies, including income diversification, utilization of local resources, and selective household consumption management; and (3) network strategies, through social assistance programs and cooperatives as economic support networks. These strategies reflect the community’s adaptive, rational, and proactive capacity to manage economic pressures and capitalize on emerging opportunities, thereby maintaining household economic stability and survival amid urban development.</em></p> Paula Indriyati Suwarta, Lasarus Jehamat, Jacklin Stefany Manafe Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20191 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENDIDIKAN AKHLAK DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI TENGAH TANTANGAN GLOBALISASI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20021 <p>Globalisasi membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Arus informasi yang cepat, perkembangan teknologi digital, serta penetrasi budaya global memberikan dampak signifikan terhadap pembentukan karakter dan akhlak peserta didik. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai akhlak sebagai fondasi moral generasi muda. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan akhlak dalam Pendidikan Agama Islam serta tantangan dan strategi implementasinya di tengah arus globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan karya ilmuwan Muslim yang relevan dengan tema pendidikan akhlak dan globalisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan akhlak dalam PAI tidak hanya berfungsi sebagai transfer nilai moral, tetapi juga sebagai upaya pembentukan kepribadian Islami yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan identitas keislamannya. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kurikulum, keteladanan pendidik, serta integrasi nilai akhlak dalam kehidupan nyata peserta didik.</p> <p><em>Globalization has brought significant changes to various aspects of life, including the field of education. The rapid flow of information, the development of digital technology, and the penetration of global culture have had a substantial impact on the formation of students’ character and morality. Islamic Religious Education (IRE) plays a strategic role in instilling moral values as the moral foundation of the younger generation. This article aims to examine the concept of moral education within Islamic Religious Education, as well as the challenges and implementation strategies in the context of globalization. This study employs a library research method with a qualitative-descriptive approach. Data were collected from books, academic journals, and the works of Muslim scholars relevant to moral education and globalization. The findings indicate that moral education in Islamic Religious Education functions not only as a process of moral value transmission but also as an effort to shape an Islamic personality that is adaptive to the dynamics of modern times without losing its Islamic identity. Therefore, strengthening the curriculum, enhancing educators’ role modeling, and integrating moral values into students’ real-life experiences are essential.</em></p> Afaf Sakinah Al Haddar, Rika Sartika Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20021 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 MAKNA TEOLOGIS LAGU NGKIONG KARYA FELIX EDON DALAM PERSPEKTIF EKO-ESKATOLOGIS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20303 <p>Lagu Ngkiong karya Felix Edon (1991) merupakan ekspresi musikal yang berakar pada budaya Manggarai dan sarat makna ekologis serta spiritual. Melalui simbol burung Ngkiong, lagu ini menggambarkan relasi harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan. Penelitian ini bertujuan menafsirkan makna teologis lagu Ngkiong dengan menggunakan pendekatan eko-eskatologis, yaitu pembacaan teologi yang mengaitkan tanggung jawab ekologis manusia dengan pengharapan eskatologis atas pemulihan seluruh ciptaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan hermeneutika teologis dan analisis simbolik terhadap lirik lagu. Data diperoleh dari teks lagu, konteks budaya Manggarai, serta kajian pustaka teologi ekologi kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suara burung Ngkiong berfungsi sebagai simbol vox naturae (suara alam) dan sekaligus vox Dei (suara ilahi) yang menyuarakan panggilan pertobatan ekologis. Melalui larangan menebang hutan dan ajakan menanam pohon, lagu ini menghadirkan pesan moral dan spiritual tentang pelestarian ciptaan. Dalam perspektif eko-eskatologis, lagu Ngkiong menyuarakan harapan akan rekonsiliasi dan pembaruan semesta, sekaligus menegaskan kesatuan eksistensial antara manusia, alam, dan Tuhan. Dengan demikian, lagu ini dapat dibaca sebagai teks teologis kontekstual yang memperkaya spiritualitas ekologis Nusantara dan memberikan kontribusi bagi refleksi teologi ekologi dalam konteks krisis lingkungan global.</p> Stefanus Febrianto Raharjo, Wilfridus Fon, Farelus Yugar, Fidelis Situ Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20303 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 IMPLEMENTASI TARI TRADISIONAL ENDENG- ENDENG TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI DI PAUD TERPADU KEMALA BHAYANGKARI 14 MANDAILING NATAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/19938 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi tari tradisional Endeng-endeng terhadap perkembangan motorik kasar anak usia dini di PAUD Terpadu Kemala Bhayangkari 14 Mandailing Natal. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 17 anak usia 5–6 tahun, terdiri atas 8 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan penyusunan RPPH, sedangkan teknik analisis data menggunakan persentase pencapaian indikator perkembangan motorik kasar anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi tari tradisional Endeng-endeng mampu meningkatkan kemampuan motorik kasar anak, khususnya pada aspek berjinjit, mengayunkan tangan, berputar, dan menjaga keseimbangan tubuh. Peningkatan perkembangan motorik kasar terlihat dari persentase ketuntasan anak pada siklus I sebesar 11,8%, kemudian meningkat secara signifikan menjadi 82% pada siklus II. Hasil tersebut telah melampaui kriteria keberhasilan penelitian, yaitu minimal 65% anak berada pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tari tradisional Endeng-endeng efektif digunakan sebagai kegiatan pembelajaran untuk mengembangkan motorik kasar anak usia dini, sekaligus berperan sebagai media pelestarian budaya lokal yang bernilai edukatif di lingkungan PAUD.</p> <p><em>This study aims to examine the implementation of the traditional Endeng-endeng dance in developing gross motor skills of early childhood children at PAUD Terpadu Kemala Bhayangkari 14 Mandailing Natal. The research employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects consisted of 17 children aged 5–6 years, including 8 boys and 9 girls. Data were collected through observation, documentation, and lesson plans (RPPH), while data analysis was carried out using percentage analysis of gross motor development indicators. The results indicated that the implementation of the Endeng-endeng traditional dance significantly improved children’s gross motor skills, particularly in tiptoeing, arm swinging, body rotation, and balance. The percentage of developmental achievement increased from 11.8% in the first cycle to 82% in the second cycle, exceeding the research success criteria of at least 65% of children achieving the “Very Well Developed” (BSB) category. In conclusion, the traditional Endeng-endeng dance is effective as a learning activity to enhance gross motor skills in early childhood and serves as an educational medium for preserving local cultural heritage in early childhood education.</em></p> Annisah Lubis, Kholidah Nur, Apriyanti Hasibuan Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/19938 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 THE EFFECT OF AFFILIATE PROGRAMS ON THE DEVELOPMENT OF AN ENTREPRENEURIAL SPIRIT IN STUDENTS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20179 <p>Revolusi Industri 4.0 telah mendorong transformasi digital yang signifikan di sektor bisnis dan pendidikan tinggi, menciptakan peluang ekonomi baru bagi mahasiswa melalui platform e-commerce. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh program Affiliate TikTok Shop dan Shopee Affiliate terhadap pengembangan jiwa kewirausahaan serta literasi digital mahasiswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan wawancara mendalam terhadap mahasiswa yang aktif sebagai afiliator. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling, dan data dianalisis menggunakan teknik tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas afiliasi secara signifikan meningkatkan keterampilan soft skill, termasuk kepercayaan diri dalam public speaking, kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan membangun jejaring dengan audiens serta merek. Meskipun mahasiswa menghadapi tantangan dalam pengelolaan waktu dan konsistensi, pengalaman ini membangun ketahanan (resilience) dan kemampuan manajemen risiko yang menyerupai praktik bisnis nyata. Temuan ini juga mengungkapkan bahwa program afiliasi memicu inovasi ide bisnis dan memberikan penghasilan tambahan tanpa memerlukan modal besar. Oleh karena itu, integrasi model pemasaran afiliasi ke dalam kurikulum pendidikan tinggi sangat direkomendasikan untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman praktis yang selaras dengan kebutuhan industri modern.&nbsp;</p> <p>\</p> <p><em>The Fourth Industrial Revolution has driven significant digital transformation in the business and higher education sectors, creating new economic opportunities for students through e-commerce platforms. This study aims to explore the influence of the TikTok Shop Affiliate and Shopee Affiliate programs on the development of students' entrepreneurial spirit and digital literacy. The method used is a qualitative approach with literature studies and in-depth interviews with students who are active as affiliates. Informants were selected using purposive sampling, and data were analyzed using thematic techniques. The results show that affiliate activities significantly improve soft skills, including confidence in public speaking, creativity, leadership, and the ability to build networks with audiences and brands. Although students face challenges in time management and consistency, this experience builds resilience and risk management skills that resemble real business practices. These findings also reveal that affiliate programs trigger business idea innovation and provide additional income without requiring large capital. Therefore, integrating the affiliate marketing model into higher education curricula is highly recommended to equip students with practical experience aligned with modern industry needs.</em></p> Inayah Maulida, Irene Juniarti, Anisah Saputri Muhamadina, Aris Riyanto Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20179 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 TOXIC MASCULINITY DALAM FILM WEAK HERO CLASS SEASON 2 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20008 <p>Tindakan kekerasan di lingkungan sekolah masih sering ditemukan di Indonesia, dan perilaku tersebut merepresentasikan bentuk toxic masculinity yang digambarkan dalam film Weak Hero Class Season 2. Tujuan penelitian ini menentukan jenis dan makna maskulinitas toksik dalam film. Penulis menggunakan paradigma konstruktivis, metode penelitian kualitatif, dan teknik analisis semiotika John Fiske, yaitu level realistis, level representasi, dan level ideologi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya jenis maskulinitas beracun dalam film yaitu maskulinitas beracun dalam jenis Geerd, dan maskulinitas beracun dalam jenis Violent Domination. Dari seluruh bentuk tersebut, hasil penelitian menunjukkan adanya ideologi patriarki yang mendorong munculnya perilaku agresif, patriarki tidak hanya menindas perempuan, tetapi juga menjerat laki-laki dalam lingkaran kekerasan yang dialami tokoh utama pada film. Kebaruan dalam penelitian ini terletak pada analisis representasi toxic masculinity dalam film Weak Hero Class Season 2 dengan menggunakan pendekatan semiotika John Fiske. Penelitian ini tidak hanya membahas kekerasan antar remaja, tetapi juga mengungkap bagaimana maskulinitas toksik dibangun melalui tanda-tanda visual, naratif, dan ideologi dalam teks film.</p> <p><em>Acts of violence within school environments are still frequently found in Indonesia, and such behavior represents a form of toxic masculinity as depicted in the film Weak Hero Class Season 2. The purpose of this study is to identify the types and meanings of toxic masculinity portrayed in the film. The researcher employs a constructivist paradigm, a qualitative research method, and John Fiske’s semiotic analysis technique, which includes the levels of reality, representation, and ideology. The findings of this study reveal two forms of toxic masculinity in the film: toxic masculinity of the Geerd type, and toxic masculinity of the Violent Domination type. These findings indicate the presence of patriarchal ideology that drives aggressive behavior; patriarchy not only oppresses women but also traps men within cycles of violence, as experienced by the main character in the film. The novelty of this research lies in its analysis of the representation of toxic masculinity in Weak Hero Class Season 2 using John Fiske’s semiotic approach. This study not only discusses violence among adolescents but also reveals how toxic masculinity is constructed through visual, narrative, and ideological signs within the film text.</em></p> Nur Afiyati, Bonardo Marulitua A, M. Ismail Alif MM Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20008 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 EKSISTENSIALISME DI ERA DIGITAL: PENCARIAN AUTENTISITAS DALAM BAYANG-BAYANG ALGORITMA DAN KAPITALISME SURVEILANS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20293 <p>Artikel ini menganalisis tantangan terhadap ontologi manusia di era digital, khususnya mengenai konsep autentisitas. Dengan menggunakan kerangka berpikir Jean-Paul Sartre mengenai kebebasan dan Martin Heidegger mengenai Dasein, penelitian ini mengevaluasi bagaimana algoritma prediktif dan media sosial mengancam agensi individu. Ditemukan bahwa ruang digital menciptakan kondisi "kepercayaan buruk" (bad faith) yang terakselerasi, di mana subjek manusia dikomodifikasi menjadi objek data. Artikel ini menyimpulkan bahwa pemulihan autentisitas memerlukan kesadaran fenomenologis terhadap teknologi dan upaya aktif untuk merebut kembali kedaulatan pilihan dari determinisme teknis.</p> <p><em>This article analyzes the challenges to human ontology in the digital age, specifically regarding the concept of authenticity. Using Jean-Paul Sartre's framework of freedom and Martin Heidegger's Dasein, this research evaluates how predictive algorithms and social media threaten individual agency. It is found that digital spaces create accelerated conditions of "bad faith," where human subjects are commodified into data objects. The article concludes that the recovery of authenticity requires a phenomenological awareness of technology and an active effort to reclaim the sovereignty of choice from technical determinism.</em></p> Filemon Naldi Jampong, Bernadino Dadu Open, Adrianus Yoni Valexsta, Frederikus Lusianus Parut Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20293 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 PRAKSIS BAHASA MANGGARAI DALAM INTERAKSI SOSIAL MAHASISWA SOSIOLOGI UNIVERSITAS NUSA CENDANA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20175 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praksis penggunaan Bahasa Manggarai serta dampaknya dalam interaksi sosial mahasiswa Manggarai di Program Studi Sosiologi Universitas Nusa Cendana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam yang dilaksanakan pada periode September 2024 hingga November 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa Manggarai digunakan secara konsisten dalam interaksi informal dan berfungsi tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas sosial, solidaritas kelompok, dan kedekatan emosional. Penggunaan bahasa tersebut dipengaruhi oleh faktor kebiasaan, kenyamanan, spontanitas, dan kedudukannya sebagai bahasa ibu yang telah terinternalisasi sejak masa kanak-kanak. Di sisi lain, dominasi penggunaan Bahasa Manggarai berdampak pada kemampuan komunikasi formal mahasiswa dalam Bahasa Indonesia, seperti munculnya kesulitan dan kurang means kepercayaan diri dalam situasi akademik. Selain itu, penggunaan Bahasa Manggarai memperkuat kohesi kelompok internal, tetapi juga dapat menciptakan batas sosial dalam interaksi multietnis, seperti kesalahpahaman atau berkurangnya partisipasi mahasiswa non-Manggarai. Namun demikian, bahasa tersebut juga menumbuhkan ketertarikan budaya di kalangan mahasiswa lain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Bahasa Manggarai berperan penting sebagai simbol identitas sosial sekaligus memengaruhi dinamika interaksi sosial mahasiswa di lingkungan kampus multikultural.</p> <p><em>This study aims to analyze the praxis of Manggarai language use and its impact on the social interaction of Manggarai students in the Sociology Study Program at Nusa Cendana University. This research employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through field observations and in-depth interviews conducted between September 2024 and November 2025. The findings show that the Manggarai language is consistently used in informal interactions and functions not only as a communication tool but also as a symbol of social identity, group solidarity, and emotional closeness. Its use is influenced by habit, comfort, spontaneity, and its position as a mother tongue internalized since childhood. However, the dominant use of the Manggarai language affects students’ formal communication skills in Indonesian, including difficulties and lack of confidence in academic situations. Additionally, while the language strengthens internal group cohesion, it can also create social boundaries in multiethnic interactions, such as misunderstandings or reduced participation from non-Manggarai students. Nevertheless, it also fosters cultural interest among other students. This study concludes that the Manggarai language plays an important role as a symbol of social identity and influences the dynamics of social interaction within a multicultural campus environment.</em></p> Goreci Indrayati Rahayu Johan, Hotlif A. Nope, Lasarus Jehamat Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20175 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 ANALISA KEKUATAN BETON PASCA TERBAKAR MENGGUNAKAN METODE NON DESTRUCTIVE TEST (MENGGUNAKAN SISTEM PENGUJIAN UTRASONIC TEST DAN HAMMER TEST) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20343 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan beton pasca terbakar menggunakan metode Non Destructive Test (NDT), yaitu Ultrasonic Pulse Velocity Test dan Hammer Test. Beton yang terpapar suhu tinggi selama kebakaran akan mengalami perubahan pada struktur fisik dan mekaniknya, yang dapat mempengaruhi kekuatan tekan dan ketahanan. Ultrasonic Pulse Velocity Test mengukur kecepatan gelombang ultrasonik yang melewati beton untuk mendeteksi perubahan dalam struktur internalnya sedangkan Hammer Test mengukur kekerasan permukaan beton dengan memanfaatkan pantulan palu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton yang terbakar mengalami penurunan kekuatan yang signifikan, baik pada permukaan maupun pada kedalaman struktur. Hammer Test menunjukkan penurunan nilai rebound pada permukaan beton yang terbakar, sementara Ultrasonic Pulse Velocity Test mengindikasikan penurunan kecepatan gelombang ultrasonik, yang menandakan peningkatan porositas dan keretakan pada beton. Kedua metode ini terbukti efektif untuk mengevaluasi kondisi beton pasca kebakaran tanpa merusak struktur, dengan Ultrasonic Test memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang kerusakan internal beton.</p> <p><em>This study aims to analyze the strength of post-fired concrete using Non-Destructive Testing (NDT) methods, namely the Hammer Test and Ultrasonic Pulse Velocity Test.Concrete exposed to high temperatures during a fire will experience changes in its physical and mechanical structure, which can affect its compressive strength and resistance to damage. The Ultrasonic Pulse Velocity Test measures the speed of ultrasonic waves passing through the concrete to detect changes in its internal structure, while the Hammer Test measures the surface hardness of the concrete by utilizing the rebound of a hammer.The results showed that burned concrete experienced a significant reduction in strength, both at the surface and in the depth of the structure. The Hammer Test showed a decrease in rebound values on the surface of the burned concrete, while the Ultrasonic Pulse Velocity Test showed a decrease in ultrasonic wave velocity, indicating increased porosity and cracking in the concrete. These two methods have proven effective in assessing the condition of post-fired concrete without damaging the structure, with the Ultrasonic Test providing a more comprehensive picture of the concrete's internal damage.</em></p> Betman Dasuha Purba, Agus Purba Mm, Kerlima Hutagaol Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20343 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 PERLINDUNGAN HUKUM HAK CIPTA TERHADAP PENGGUNAAN TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PEMBUATAN KONTEN DIGITAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/19983 <p>Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam pembuatan konten digital, khususnya karya seni yang dihasilkan oleh AI generator seperti Midjourney, DALL-E, dan Stable Diffusion, telah menimbulkan persoalan hukum baru terkait perlindungan hak cipta yang belum diantisipasi dalam regulasi yang ada. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana konsep kepemilikan hak cipta terhadap karya yang dihasilkan oleh teknologi AI menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan bagaimana perlindungan hukum bagi pencipta karya original yang digunakan sebagai data training AI tanpa izin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian ketentuan hak cipta yang berlaku di Indonesia dengan perkembangan teknologi AI dan memberikan rekomendasi hukum yang relevan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif, menggunakan bahan hukum primer berupa Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta &nbsp;(UUHC 2014) dan peraturan terkait, serta bahan hukum sekunder berupa literatur, jurnal, dan yurisprudensi internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UUHC 2014 menganut prinsip human authorship requirement sehingga karya yang dihasilkan sepenuhnya oleh AI tanpa kontribusi kreatif manusia yang signifikan tidak dapat dilindungi hak cipta, namun karya dengan kontribusi kreatif manusia yang substansial dapat dilindungi dengan manusia sebagai pencipta. Penggunaan karya berhak cipta sebagai data training AI tanpa izin merupakan pelanggaran hak penggandaan, dan pencipta memiliki upaya hukum perdata dan pidana meskipun penegakan hukum menghadapi kendala yurisdiksi, pembuktian teknis, dan ketidakpastian hukum. Penelitian ini menyimpulkan perlunya revisi regulasi, pengembangan mekanisme lisensi kolektif, kewajiban transparansi, dan peningkatan kapasitas penegakan hukum untuk memberikan perlindungan efektif di era AI.</p> <p><em>The development of Artificial Intelligence (AI) technology in digital content creation, particularly artworks produced by AI generators such as Midjourney, DALL-E, and Stable Diffusion, has raised new legal issues related to copyright protection that have not been anticipated in existing regulations. The issues studied are the concept of copyright ownership for works produced by AI technology according to Law Number 28 of 2014 concerning Copyright and how legal protection for creators of original works used as AI training data without permission. This study aims to analyze the suitability of copyright provisions in force in Indonesia with the development of AI technology and provide relevant legal recommendations. The research method used is normative juridical with a statutory, conceptual, and comparative approach, using primary legal materials in the form of Law Number 28 of 2014 concerning Copyright (UUHC 2014) and related regulations, as well as secondary legal materials in the form of literature, journals, and international jurisprudence. The results of the study indicate that the 2014 Copyright Law adheres to the principle of human authorship requirement, so that works produced entirely by AI without significant human creative contributions cannot be protected by copyright, but works with substantial human creative contributions can be protected with humans as creators. The use of copyrighted works as AI training data without permission constitutes a violation of the right to reproduce, and creators have civil and criminal remedies, although law enforcement faces jurisdictional obstacles, technical evidence, and legal uncertainty. This study concludes that there is a need for regulatory revisions, the development of collective licensing mechanisms, transparency obligations, and increased law enforcement capacity to provide effective protection in the AI era.</em></p> Dahlia Kusuma Dewi, Irwan Buulolo, Kadimani Buulolo, Rani Salbiani, Ucapan Syukur Bachtiar Duha, Hendra Putra Nduru Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/19983 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS PENYULUHAN KESEHATAN DAN PEMBERIAN TEH HIJAU TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL PADA KELUARGA DENGAN HIPERKOLESTEROLEMIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20276 <p>Hiperkolesterolemia merupakan masalah kesehatan serius yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan stroke. Fenomena gaya hidup tidak sehat dan kurangnya pengetahuan keluarga mengenai manajemen nutrisi menjadi latar belakang utama tingginya kadar kolesterol dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penyuluhan kesehatan dan intervensi pemberian teh hijau terhadap penurunan kadar kolesterol. Metode penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan one-group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari anggota keluarga dengan kriteria hiperkolesterolemia yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata kadar kolesterol yang signifikan setelah diberikan intervensi penyuluhan dan konsumsi teh hijau secara rutin selama periode tertentu dengan nilai p &lt; 0,05. Simpulan penelitian ini adalah kombinasi penyuluhan kesehatan dan pemberian teh hijau efektif dalam menurunkan kadar kolesterol total. Masyarakat disarankan untuk menerapkan konsumsi teh hijau sebagai terapi komplementer dalam pengelolaan hiperkolesterolemia.</p> <p><em>Hypercholesterolemia is a serious health problem that increases the risk of cardiovascular disease and stroke. The phenomenon of an unhealthy lifestyle and lack of family knowledge regarding nutritional management is the main background for high cholesterol levels in the community. This study aims to determine the effectiveness of health education and green tea intervention in reducing cholesterol levels. The research method used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The research sample consisted of family members with hypercholesterolemia criteria selected through a purposive sampling technique. The results showed a significant decrease in average cholesterol levels after being given counseling interventions and regular green tea consumption for a certain period with a p-value &lt; 0.05. The conclusion of this study is that the combination of health education and green tea administration is effective in reducing total cholesterol levels. The community is advised to apply green tea consumption as a complementary therapy in the management of hypercholesterolemia.</em></p> M. Iqbal Sutisna, Dheasya Rizki Fernanda Putri, Dea Farida, Hilda Putri Maulia, Putri Rohmah Ajiziah, Monika Desi, Siti Mulqiyah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20276 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN DI KELAS VII https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20169 <p>Pembelajaran membaca pemahaman merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Pertama, namun kemampuan peserta didik kelas VII masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi pembelajaran membaca pemahaman di kelas VII, meliputi faktor internal dan eksternal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru Bahasa Indonesia dan peserta didik kelas VII. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal meliputi minat baca, motivasi belajar, dan penguasaan kosakata peserta didik. Faktor eksternal meliputi strategi pembelajaran guru, media dan bahan ajar, serta lingkungan belajar. Faktor-faktor tersebut saling berkaitan dalam memengaruhi keberhasilan membaca pemahaman. Minat baca dan motivasi belajar meningkat ketika strategi pembelajaran terarah dan media digunakan secara variatif, sedangkan keterbatasan media dan lingkungan belajar yang kurang kondusif memperkuat rendahnya keterlibatan peserta didik. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran membaca pemahaman ditentukan oleh interaksi antara peserta didik dan dukungan pembelajaran.</p> <p><em>Reading comprehension is an essential competence in Indonesian language learning at the junior high school level; however, the reading comprehension ability of seventh-grade students still varies. This study aims to describe the factors influencing reading comprehension learning in Grade VII, including internal and external factors. The study employed a qualitative approach with a descriptive qualitative design. The research subjects were an Indonesian language teacher and seventh-grade students. Data were collected through observation and documentation and analyzed using an interactive analysis model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through technique triangulation. The results indicate that internal factors include students’ reading interest, learning motivation, and vocabulary mastery. External factors include teachers’ instructional strategies, learning media and teaching materials, and the learning environment. These factors are interrelated in influencing the success of reading comprehension. Students’ reading interest and learning motivation increase when instructional strategies are well structured and learning media are used variatively, while limited media and an unconducive learning environment reinforce low student engagement. The study concludes that the success of reading comprehension learning is determined by the interaction between students and instructional support.</em></p> Nisa Awwalinda, Ruri Salgita, Yoga Satria Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20169 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 KOMERSIALISASI TARIAN CACI DAN TRANSFORMASI MAKNA BUDAYA: STUDI KUALITATIF PADA SANGGAR KESENIAN DI MBAUMUKU, RUTENG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20317 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk komersialisasi Tarian Caci serta dampaknya terhadap makna dan nilai budaya pada sanggar kesenian di Kelurahan Mbaumuku, Kota Ruteng. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap delapan informan yang terdiri atas kepala sanggar, tua adat, pelaku seni, dan anggota masyarakat. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komersialisasi Tarian Caci terwujud dalam bentuk modifikasi struktur pertunjukan, penerapan sistem tarif dan kontrak profesional, serta kerja sama dengan pemerintah dan sektor pariwisata. Modifikasi meliputi pemendekan durasi, penyederhanaan tahapan ritual, dan penguatan aspek atraktif pertunjukan. Penerapan honorarium sebesar Rp5.000.000–Rp6.000.000 per penampilan menunjukkan bahwa Caci telah menjadi bagian dari ekonomi kreatif lokal. Dampak komersialisasi bersifat ambivalen: di satu sisi memperluas eksistensi dan pengenalan identitas budaya Manggarai serta meningkatkan kesejahteraan pelaku seni; di sisi lain berpotensi menggeser makna sakral dan nilai filosofis dari orientasi simbolik menuju orientasi ekonomi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komersialisasi Tarian Caci merupakan proses adaptasi budaya dalam konteks pariwisata modern yang menghadirkan peluang sekaligus tantangan terhadap keberlanjutan makna tradisional.</p> Yohana Nevita Verawati Asman, Blajan Konradus, Aelsthri Ndandara Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20317 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 NILAI GUNA PEMUKIMAN KUMUH GAMPONG JAWA KOTA BANDA ACEH MELALUI KAJIAN ARSITEKTUR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/19950 <p>Permasalahan pemukiman kumuh selalu di pandang sebagai wilayah yang tidak layak huni dengan<br>kondisi fisik yang buruk. Tapi pada kenyataannya kawasan ini selalu di minati dan bahkan hampir<br>di dapati seluruh Ibu Kota Provinsi yang ada di Indonesia . Kota Banda Aceh Sebagai Ibu kota<br>privinsi Aceh juga belum selesai dengan permasalahan ini. Banyak dari masyarakat yang berpindah<br>ke Ibu Kota dengan tujuan untuk meningkatkan kondisi sosial ekonomi, namun keterbatasan<br>finansial mendorong mereke bermukim pada pemukiman kumuh karena tidak bisa mengakses<br>hunian formal. Hal tersebut sesuai dengan Teori Tunner yang menjelaskan 3 karakteristik prilaku<br>Masyarakat Perkotaan dalam memilih tempat tinggal yaitu bridgeheaders, consolidators dan status<br>seekers .Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) pemukiman kumuh mempunyai nilai<br>guna yang tinggi karena mampu menyediakan akses terhadap sumber penghidupan walaupun secara<br>fisik tidak layak untuk di huni. Oleh karena itu perlu kepada kajian bedasarkan nilai guna dalam<br>memahami ruang yang terbentuk, difungsikan dan berfungsi yang bertujuan untuk menjelaskan<br>bagaimana ruang hunian mampu menghasilkan nilai guna serta nilai tukar bagi penghuninya yang<br>sesuai dengan kapasitas mereka dalam mengolah dan memanfaatkan hunian. Penelitian ini<br>menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif, pengambilan sampel secara<br>purposive sampling yang di lakukan pada Dusun Tgk Muda, untuk mendapat informasi mendalam<br>tentang bagaimana karakteristik masyarakat bertinggal pada pemukiman kumuh yang ber-orientasi<br>pada pemanfaatan ruang . Bedasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan nilai guna<br>yang tinggi pada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam memanfaatkan hunian<br>bertinggal pada Dusun Tgk Muda yang tergolong kepada bridgeheaders dan consolidators.</p> <p>The problem of slum settlements is always seen as uninhabitable areas with poor physical<br>conditions. But in reality, this area is always in demand and is even found in almost all<br>provincial capitals in Indonesia. Banda Aceh City as the capital of Aceh province is also<br>not resolved with this problem. Many people move to the capital with the aim of improving<br>socio-economic conditions, but financial limitations drive them to settle in slums because<br>they cannot access formal housing. This is in accordance with Turner's Theory which<br>explains 3 characteristics of urban community behavior in choosing a place to live:<br>bridgeheaders, consolidators and status seekers. For Low-Income Communities (MBR),<br>slum settlements have high utility value because they are able to provide access to<br>livelihoods even though they are physically unfit for habitation. Therefore, it is necessary<br>to study based on utility value in understanding the space that is formed, functioned and<br>functioning, which aims to explain how residential space is able to produce utility value and<br>exchange value for its residents according to their capacity to process and utilize the<br>residence. This study uses a qualitative method with an exploratory approach, purposive<br>sampling was carried out in Tgk Muda Hamlet, to obtain in-depth information about the<br>characteristics of people living in slum settlements that are oriented towards space<br>40<br>utilization. Based on the results of the study, it shows that high utility values were found in<br>Low-Income Communities (MBR) in utilizing residential housing in Tgk Muda Hamlet<br>which is classified as bridgeheaders and consolidators.</p> Teuku Firja Hidayatullah, Deni, Sisca Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/19950 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 STRATEGI MARKETING PEDAGANG SEMBAKO DI ERA E-COMMERCE: STUDI KASUS PASAR INPRES NAIKOTEN KOTA KUPANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20192 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi marketing pedagang sembako dalam menghadapi perubahan pola pemasaran di era digital di Pasar Inpres Naikoten Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 12 pedagang sembako, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi marketing pedagang sembako bertumpu pada relasi sosial sebagai fondasi utama keberlangsungan usaha. Target audiens terbentuk secara empiris melalui interaksi berulang, terutama ibu rumah tangga dan pelanggan tetap yang memiliki pola pembelian rutin. Pemanfaatan platform digital, khususnya WhatsApp dan Facebook, masih berada pada tahap adaptasi awal dan lebih berfungsi sebagai sarana komunikasi dengan pelanggan yang telah dikenal, bukan sebagai instrumen ekspansi pasar. Konten pemasaran yang digunakan bersifat sederhana dan informatif, berupa foto barang dan harga yang diunggah secara situasional. Secara keseluruhan, strategi marketing pedagang sembako mencerminkan strategi adaptif yang mengintegrasikan pemasaran tradisional berbasis relasi sosial dengan pemanfaatan teknologi digital secara terbatas dan kontekstual untuk mempertahankan stabilitas dan keberlangsungan usaha di era digital.</p> <p><em>This study aims to analyze the marketing strategies of basic commodity traders in responding to changes in marketing patterns in the digital era at Pasar Inpres Naikoten, Kupang City. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews with 12 basic commodity traders, field observations, and documentation. The results show that traders’ marketing strategies are primarily based on social relations as the main foundation for business sustainability. The target audience is formed empirically through repeated interactions, particularly housewives and regular customers who demonstrate consistent purchasing patterns. The use of digital platforms, especially WhatsApp and Facebook, remains at an early adaptation stage and mainly functions as a communication tool with existing customers rather than as a means of market expansion. The marketing content used is simple and informative, consisting of product photos and price information shared situationally. Overall, the marketing strategies of basic commodity traders reflect an adaptive approach that integrates traditional relationship-based marketing with limited and contextual use of digital technology to maintain business stability and sustainability in the digital era.</em></p> Oktaviana Sariati Hibur, Lasarus Jehamat, Imanta I. Perangin Angin Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20192 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 SURVEI PERSENTASE OTOT DAN KADAR AIR BERDASARKAN JENIS KELAMIN PADA MAHASISWA DEPARTEMEN ILMU KEOLAHRAGAAN KELAS A ANGKATAN 2022 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20155 <p>Penelitian ini mengkaji perbedaan persentase otot dan kadar air tubuh berdasarkan jenis kelamin pada mahasiswa Departemen Ilmu Keolahragaan Kelas A Angkatan 2022 Universitas Negeri Malang. Komposisi tubuh dipandang sebagai aspek fisiologis yang berperan penting dalam mendukung kesehatan, kemampuan menghasilkan gaya, serta efektivitas kinerja fisik dalam konteks ilmu keolahragaan. Persentase otot dan kadar air dipilih sebagai indikator utama karena keduanya berkaitan dengan kapasitas kekuatan, daya tahan, metabolisme energi, serta keseimbangan cairan tubuh yang menunjang performa dan pencegahan cedera. Dengan demikian, penelitian ini diarahkan untuk memberikan gambaran kuantitatif mengenai perbedaan komposisi tubuh antarjenis kelamin pada populasi mahasiswa yang memiliki tuntutan aktivitas fisik relatif tinggi. Hasil yang diperoleh diharapkan mampu menjadi dasar ilmiah dalam pengembangan program latihan dan strategi hidrasi yang lebih terarah sesuai karakteristik fisiologis masing-masing jenis kelamin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif komparatif dan desain cross-sectional untuk membandingkan dua kelompok independen, yaitu mahasiswa laki-laki dan perempuan pada satu waktu pengukuran. Sampel terdiri dari 35 mahasiswa Departemen Ilmu Keolahragaan Kelas A Angkatan 2022, dengan 27 laki-laki dan 8 perempuan yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria usia 18–25 tahun dan aktif secara akademik. Variabel bebas adalah jenis kelamin, sedangkan variabel terikat meliputi persentase otot (%) dan kadar air tubuh (%). Pengukuran komposisi tubuh dilakukan menggunakan metode Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) dengan alat Beurer BF 100 sebagai instrumen non-invasif yang mampu mengestimasi persentase otot dan kadar air secara simultan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, analisis deskriptif, dan uji-t independen untuk menguji perbedaan antar kelompok. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata persentase otot mahasiswa laki-laki sebesar 42,2% dengan kadar air rata-rata 56,6%, sedangkan pada perempuan rata-rata persentase otot sebesar 34,6% dengan kadar air 48,8%. Distribusi kategori mengindikasikan bahwa sebagian besar laki-laki berada pada kategori persentase otot “Normal” dengan 51,9% responden, sedangkan 48,1% berada pada kategori “Rendah” dan tidak ada yang mencapai kategori “Tinggi”. Pada kelompok perempuan, 75% responden berada pada kategori “Normal” dan 25% pada kategori “Rendah” tanpa adanya kategori “Tinggi”. Untuk kadar air tubuh, 85,2% laki-laki termasuk kategori “Baik”, dengan 11,1% kategori “Buruk” dan 3,7% kategori “Sangat Baik”. Sementara itu, pada kelompok perempuan 75% berada pada kategori “Baik” dan 25% pada kategori “Buruk”, tanpa responden yang mencapai kategori “Sangat Baik”. Uji prasyarat memperlihatkan bahwa data persentase otot dan kadar air tubuh pada kedua kelompok berdistribusi normal dan memiliki varians yang homogen, sehingga memenuhi asumsi untuk dilakukan uji beda parametrik. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan nilai signifikansi &gt; 0,05 untuk seluruh variabel, sedangkan uji homogenitas Levene juga menghasilkan nilai signifikansi &gt; 0,05, menandakan keseragaman varians antar kelompok. Uji-t independen kemudian digunakan untuk menguji perbedaan persentase otot dan kadar air berdasarkan jenis kelamin. Hasil pengujian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 untuk variabel persentase otot dan 0,005 untuk kadar air tubuh, keduanya &lt; 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara mahasiswa laki-laki dan perempuan pada kedua indikator komposisi tubuh yang diukur. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori fisiologi dan kajian pustaka yang menjelaskan bahwa laki-laki umumnya memiliki persentase otot dan kadar air tubuh lebih tinggi dibanding perempuan, terutama karena pengaruh hormonal dan proporsi massa bebas lemak yang lebih besar. Otot rangka sebagai jaringan kontraktil utama menyumbang porsi besar terhadap massa tubuh dan berperan penting dalam produksi gaya, postur, serta metabolisme basal, sehingga perbedaan persentase otot akan tercermin pada kapasitas fungsional dan kinerja fisik. Di sisi lain, kadar air tubuh sangat berkaitan dengan distribusi cairan intraseluler dan ekstraseluler, di mana jaringan otot mengandung air lebih banyak daripada jaringan lemak sehingga jenis kelamin dengan proporsi otot lebih tinggi cenderung memiliki kadar air lebih besar. Hasil penelitian ini juga memperkuat temuan studi terdahulu yang menegaskan bahwa pengabaian perbedaan komposisi tubuh berdasarkan jenis kelamin dalam perencanaan latihan dan strategi hidrasi dapat mengurangi efektivitas program dan meningkatkan risiko gangguan fisiologis. Oleh karena itu, persentase otot dan kadar air tubuh perlu dipertimbangkan sebagai indikator fisiologis penting dalam perancangan program latihan yang lebih spesifik dan adaptif.</p> <p><em>This study examines the differences in muscle percentage and body water content based on gender among students of the Department of Sports Science, Class A, Cohort 2022 at Universitas Negeri Malang. Body composition is viewed as a physiological aspect that plays an important role in supporting health, force production capacity, and physical performance effectiveness in the context of sports science. Muscle percentage and body water content were selected as key indicators because both are related to strength capacity, endurance, energy metabolism, and fluid balance, which support performance and injury prevention. Therefore, this research aims to provide a quantitative overview of body composition differences between genders in a student population with relatively high physical activity demands. The findings are expected to serve as a scientific basis for developing more targeted training programs and hydration strategies according to the physiological characteristics of each gender. The research employed a quantitative approach with a descriptive-comparative design and a cross-sectional method to compare two independent groups male and female students at a single time of measurement. The sample consisted of 35 students from the Department of Sports Science, Class A, Cohort 2022, including 27 males and 8 females selected using purposive sampling based on the criteria of being 18–25 years old and academically active. The independent variable was gender, while the dependent variables included muscle percentage (%) and body water percentage (%). Body composition was measured using the Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) method with a Beurer BF 100 device, a non-invasive instrument capable of simultaneously estimating muscle and water percentages. The collected data were analyzed using the Shapiro-Wilk normality test, Levene’s homogeneity test, descriptive analysis, and independent t-test to examine differences between groups. Descriptive results showed that the average muscle percentage among male students was 42.2% with an average body water content of 56.6%, whereas females had an average muscle percentage of 34.6% and body water content of 48.8%. The category distribution indicated that most males (51.9%) fell into the “Normal” muscle percentage category, while 48.1% were in the “Low” category, with none in the “High” category. Among females, 75% were categorized as “Normal” and 25% as “Low,” with no “High” category observed. For body water content, 85.2% of males were categorized as “Good,” 11.1% as “Poor,” and 3.7% as “Very Good.” In contrast, 75% of females were categorized as “Good” and 25% as “Poor,” with no “Very Good” category recorded. Preliminary tests indicated that both muscle percentage and body water data were normally distributed and showed homogeneous variances, fulfilling the assumptions for parametric testing. The Shapiro–Wilk normality test produced significance values greater than 0.05 for all variables, while the Levene’s test also yielded significance values above 0.05, demonstrating variance equality between groups. Independent t-tests were then conducted to examine gender differences in muscle percentage and body water content. The results revealed significance values of 0.000 for muscle percentage and 0.005 for body water content both less than 0.05. Thus, it can be concluded that there are significant differences between male and female students in both measured indicators of body composition. These findings align with physiological theory and previous literature, which state that males generally have higher muscle mass and body water content than females, primarily due to hormonal influences and greater fat-free mass proportions. Skeletal muscle, as the main contractile tissue, contributes significantly to body mass and plays an essential role in force generation, posture, and basal metabolism, so differences in muscle percentage reflect variations in functional capacity and physical performance. Meanwhile, body water content is closely related to the distribution of intracellular and extracellular fluids, where muscle tissue contains more water than fat tissue, meaning that genders with greater muscle proportions tend to have higher body water levels. This study reinforces previous research findings that neglecting gender-based differences in body composition when designing training and hydration strategies can reduce program effectiveness and increase the risk of physiological imbalances. Therefore, muscle percentage and body water content should be considered important physiological indicators in designing more specific and adaptive training programs.</em></p> Ahmad Raihan Firmansyah, Olivia Andiana Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20155 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH HYPNOBIRTHING RELAXATION TERHADAP PENURUNAN LOW BACK PAIN PADA IBU HAMIL DI RS MARDHATILLAH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20313 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya keluhan nyeri low back pain pada ibu hamil trimester III yang disebabkan perubahan fisiologis, peningkatan berat badan, pergeseran gravitasi, serta aktivitas sehari-hari, sementara penanganan nonfarmakologis yang efektif masih terbatas dan belum banyak dimanfaatkan, khususnya teknik hypnobirthing relaxation. Bab I menguraikan kondisi tersebut disertai data awal di RS Mardhatillah yang menunjukkan cukup banyak ibu hamil mengalami low back pain, rendahnya pengetahuan ibu tentang hypnobirthing, serta rumusan masalah dan tujuan penelitian untuk dapat mengetahui pengaruh hypnobirthing relaxation terhadap penurunan low back pain. Bab II membahas landasan teori yang meliputi konsep kehamilan, perubahan fisik dan psikologis ibu hamil, karakteristik dan dampak low back pain, serta pengertian, mekanisme, dan manfaat hypnobirthing relaxation sebagai terapi relaksasi, yang kemudian dirumuskan dalam kerangka teori, kerangka konsep, dan hipotesis penelitian. Bab III menjelaskan metode penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest–posttest, yang dilaksanakan di RS Mardhatillah dengan sampel ibu hamil trimester III yang dipilih dengan cara purposive sampling, pengukuran nyeri dengan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), analisis data menggunakan uji Wilcoxon, serta memperhatikan prinsip etika penelitian, sehingga diharapkan mampu membuktikan secara ilmiah pengaruh hypnobirthing relaxation terhadap penurunan low back pain pada ibu hamil.</p> Niken Indriani, Indah Risnawati, Islami Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20313 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH PROMOSI PENJUALAN DAN KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/19941 <p>Promosi penjualan dan kualitas layanan merupakan dua faktor penting yang berperan dalam membentuk kepuasan pelanggan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Perusahaan dituntut tidak hanya mampu menawarkan produk atau jasa yang berkualitas, tetapi juga menerapkan strategi promosi yang menarik serta memberikan pelayanan yang optimal kepada pelanggan. Kepuasan pelanggan menjadi indikator utama keberhasilan perusahaan karena berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan, keputusan pembelian ulang, dan keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh promosi penjualan dan kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelanggan yang pernah melakukan pembelian atau menggunakan jasa perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria pelanggan yang telah melakukan pembelian lebih dari satu kali. Data penelitian dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner yang disusun berdasarkan indikator promosi penjualan, kualitas layanan, dan kepuasan pelanggan, dengan pengukuran menggunakan skala Likert lima poin. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis melalui uji validitas dan reliabilitas, serta dianalisis menggunakan regresi linear berganda, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi penjualan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Selain itu, kualitas layanan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Secara simultan, promosi penjualan dan kualitas layanan terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan promosi penjualan yang tepat dan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam bidang pemasaran dan manajemen jasa, serta menjadi bahan pertimbangan praktis bagi perusahaan dalam merancang strategi promosi dan peningkatan kualitas layanan guna meningkatkan kepuasan pelanggan.</p> <p><em>Sales promotion and service quality are two important factors that play a crucial role in shaping customer satisfaction amid increasingly intense business competition. Companies are required not only to offer high-quality products or services, but also to implement attractive sales promotion strategies and deliver excellent service to customers. Customer satisfaction is a key indicator of business success, as it influences customer loyalty, repeat purchase decisions, and long-term business sustainability. This study aims to analyze the effect of sales promotion and service quality on customer satisfaction, both partially and simultaneously. This study employs a quantitative approach with an associative research design. The research population consists of all customers who have purchased products or used the company’s services. The sampling technique used is purposive sampling, with criteria that customers have made purchases more than once. Research data were collected through questionnaires developed based on indicators of sales promotion, service quality, and customer satisfaction, measured using a five-point Likert scale. The collected data were analyzed using validity and reliability tests, followed by multiple linear regression analysis, t-test, and F-test. The results indicate that sales promotion has a positive and significant effect on customer satisfaction. In addition, service quality also has a positive and significant effect on customer satisfaction. Simultaneously, sales promotion and service quality have a significant effect on customer satisfaction. These findings suggest that the more effective the sales promotion strategies implemented and the higher the service quality provided, the higher the level of customer satisfaction achieved. This study is expected to contribute theoretically to marketing and service management literature and provide practical implications for companies in formulating sales promotion strategies and continuously improving service quality to enhance customer satisfaction. </em></p> Diana Florenta Butar-Butar, Margono Ginting, Perlaban Karo-Karo, Serliana Purba, Nursakinah Sarumpaet Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/19941 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 KAJIAN SEJARAH ARSITEKTUR MASJID MELALUI MAKNA SIMBOLIS (STUDI KASUS: MASJID JIN SAMALANGA BIREUEN) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20187 <p>Masjid Jin Samalanga di Kabupaten Bireuen merupakan masjid bersejarah yang merepresentasikan nilai religius, budaya lokal, dan sejarah masyarakat Samalanga. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna simbolis arsitektur Masjid Jin Samalanga melalui kajian elemen-elemen arsitekturalnya dalam konteks sejarah dan sosial-budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis dilakukan dengan pendekatan simbolisme dan historiografi arsitektur terhadap elemen bentuk, tata ruang, orientasi, dan elemen interior masjid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbolisme arsitektur Masjid Jin Samalanga diwujudkan secara implisit melalui kesederhanaan bentuk, keteraturan ruang, serta keberlanjutan fungsi masjid. Meskipun mengalami renovasi terbatas, nilai historis dan makna simbolis masjid tetap terjaga, sehingga masjid ini dapat dipahami sebagai warisan budaya hidup yang mencerminkan identitas masyarakat Samalanga</p> <p><em>The Jinn Samalanga Mosque in Bireuen Regency is a historic mosque that represents the religious values, local culture, and history of the Samalanga people. This study aims to understand the symbolic meaning of the architecture of the Jinn Samalanga Mosque through a study of its architectural elements in a historical and socio-cultural context. The research method used is descriptive qualitative with observation, documentation, and interview techniques. The analysis was carried out using an architectural symbolism and historiography approach to the elements of form, spatial layout, orientation, and interior elements of the mosque. The results show that the architectural symbolism of the Jinn Samalanga Mosque is implicitly manifested through the simplicity of form, spatial order, and the sustainability of the mosque's function. Despite undergoing limited renovations, the mosque's historical value and symbolic meaning are maintained, so that this mosque can be understood as a living cultural heritage that reflects the identity of the Samalanga people.</em></p> Syarafi Ramadhan Nasution, Effan Fahrizal, Soraya Masthura Hassan Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jikm/article/view/20187 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000