STRATEGI PROGRAM PENYULUH AGAMA KUA DALAM PENGAWASAN DAN BIMBINGAN NIKAH PADA UPAYA PENCEGAHAN PERNIKAHAN DI BAWAH UMUR (STUDI KASUS KECAMATAN CURUG KABUPATEN TANGERANG)
Kata Kunci:
Strategi, Pernikahan di bawah umur, KUA, Penyuluhan, ProgramAbstrak
Underage marriage is two men and women who bind themselves in marriage, one or both of whom are underage, from this marriage supervision and guidance program which has a role in providing guidance and counseling to the community, especially parents and teenagers in preventing underage marriage. And aims to see how the strategy of the KUA Religious Counselor, one of which is to provide pre-marital counseling and guidance to prospective bride and groom couplesAnd aims to see how the strategy of the KUA Religious Counselor, one of which is to provide pre-marital counseling and guidance to prospective bride and groom couples And the method created by the KUA Religious Counselor is to encourage the realization of a community's thinking to progress and provide a delivery that can be accepted by the community, in order to form the community's ability to take messages that they can take and immediately apply. And of course based on applicable laws and regulations. This study uses qualitative research located in Curug District, Tangerang Regency, this study uses a cricis paradigm, this research approach uses data analysis with a descriptive analysis approach and data collection techniques using observation, interviews, and documentation Also see the results of the effectiveness and success of all that has been conveyed here, namely relative, that the actions that have been given by the extension workers have been maximized because the expectations of the KUA itself certainly want their goals and messegae to be received with goodness for the welfare of the community.
Pernikahan di bawah umur adalah dua orang laki laki dan perempuan yang mengikatkan diri dalam pernikahan salah seorang atau keduanya berada dalam usia dibawah umur, dari program pengawasan dan bimbingan nikah ini yang memiliki peranan dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat khususnya orang tua dan remaja dalam mencegah pernikahan di bawah umur. Dan bertujuan untuk melihat bagaimana strategi dari penyuluh Agama KUA salah satunya yaitu memberikan penyuluhan dan bimbingan pra nikah terhadap calon pasangan mempelai. Dan cara yang di buat oleh penyuluh Agama KUA ini guna mendorong terwujudnya suatu pemikiran masyarakat agar berkemajuan dan memberikan sebuah penyampaian yang bisa di terima oleh para masyarakat, agar membentuk daya kemampuan para masyarakat akan pesan yang mereka bisa ambil dan segera di terapkan. Dan pastinya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang berlokasi di Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang, penelitian ini memakai paradigma krisis, pendekatan penelitian ini menggunakan analisis data dengan pendekatan analisis deskriptif dan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Juga melihat hasil keefektifan dan sebuah keberhasilan semua yang telah di sampaikan disini yaitu relatif, bahwa tindakan yang sudah di berikan penyuluh sudah maksimal karena harapan dari pihak KUA sendiri pun pasti menginginkan tujuan dan pesannya akan keterima dengan kebaikan untuk kesejahteraan masyarakatnya.



