STUDI SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: ANALISIS PERAN CHATBOT BERBASIS AI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN KESEHATAN DAN KEPUASAN PENGGUNA DI INDONESIA
Kata Kunci:
Chatbot Kesehatan, Kecerdasan Buatan, Layanan Kesehatan Digital, Literasi Kesehatan, Privasi Data, Kepuasan Pengguna, Systematic Literature ReviewAbstrak
Kemajuan teknologi kecerdasan buatan telah mendorong evolusi chatbot sebagai solusi inovatif dalam transformasi layanan kesehatan digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran chatbot berbasis AI dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan kepuasan pengguna melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap 105 publikasi yang diterbitkan pada periode 2021-2025. Metode penelitian mengadopsi kerangka kerja PRISMA dengan teknik pengkodean tematik berdasarkan grounded theory untuk mengidentifikasi pola dan kategori yang muncul secara sistematis dari korpus literatur. Hasil analisis mengungkapkan bahwa chatbot memberikan kontribusi strategis dalam transformasi ekosistem layanan kesehatan melalui aksesibilitas layanan tanpa batasan temporal, peningkatan literasi kesehatan masyarakat secara inklusif, dan optimalisasi efisiensi sistem kesehatan. Meskipun demikian, implementasi chatbot menghadapi tantangan substantif yang mencakup keamanan dan confidentiality data pasien, validitas dan reliabilitas informasi medis, keterbatasan inheren dalam menyediakan empati dan dukungan emosional yang genuine, serta kompleksitas dalam mengoptimalkan pengalaman pengguna. Analisis distribusi metodologis menunjukkan keseimbangan antara pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran, mencerminkan kebutuhan pemahaman holistik terhadap dimensi teknis dan sosial teknologi chatbot dalam konteks kesehatan. Penelitian ini menekankan bahwa keberhasilan implementasi chatbot kesehatan memerlukan pendekatan multidisipliner yang mengintegrasikan kecanggihan teknologi, protokol keamanan data yang robust, framework transparansi algoritmik, dan model kolaborasi manusia-AI yang menempatkan chatbot sebagai instrumen komplementer untuk memperkuat, bukan menggantikan, peran tenaga kesehatan profesional dalam menciptakan ekosistem layanan kesehatan yang lebih aksesibel, efisien, dan patient-centric.



