https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jiksi/issue/feedJurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi2026-02-28T05:27:01+00:00Open Journal Systemshttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jiksi/article/view/20137PENGARUH INFLUENCER REVIEW @abel_cantika TERHADAP BRAND AWARENESS PRODUK MAKEUP SOMETHINC DI TIKTOK2026-02-13T04:57:39+00:00Putri Syaharaputriisyahara@gmail.comGita Widiasantygitawidya1978@gmail.com<p>Review dari influencer memiliki peran yang sangat penting dalam strategi pemasaran digital sebuah brand, terutama dalam industri kecantikan. Influencer, khususnya beauty influencer, memiliki kedekatan emosional dengan audiens mereka, serta dianggap sebagai sosok yang kredibel dan berpengalaman dalam memilih serta merekomendasikan produk. Strategi ini bertujuan untuk membangun brand awareness suatu merek, peran influencer sangat krusial dalam membentuk persepsi konsumen dan meningkatkan kepercayaan melalui ulasan produk yang jujur. Konsumen cenderung lebih percaya pada pengalaman pribadi yang dibagikan oleh influencer dibandingkan iklan tradisional, karena dianggap lebih jujur dan relevan. Saat ini, tentunya Public Relations sangat berkaitan dengan influencer, karena majunya teknologi yang ada, PR membutuhkan influencer untuk melaksanakan strategi-strateginya di era digital. Dengan strategi yang tepat, PR dapat membentuk persepsi publik yang positif, serta dapat membangun brand awareness suatu perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat pengaruh dari review yang diberikan oleh @abel_cantika di platform TikTok terhadap brand awareness produk make up Somethinc. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksplanatif, data yang dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan melalui akun TikTok @abel_cantika. Pengambilan sampel yang digunakan yaitu non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Teknik uji konfirmasi data menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Lalu data dianalisis menggunakan SPSS dengan teknik analisis linear sederhana dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya pengaruh yang signifikan dan positif dari influencer review @abel_cantika terhadap brand awareness produk make up Somethinc di platform TikTok.</p> <p><em>Influencer reviews play a crucial role in a brand’s digital marketing strategy, especially in the beauty industry. Influencers, particularly beauty influencers, build emotional connections with their audience and are perceived as credible and experienced in selecting and recommending products. This strategy aims to strengthen brand awareness, where the role of influencers is essential in shaping consumer perceptions and enhancing trust through honest product reviews. Consumers tend to trust influencers’ personal experiences more than traditional advertisements, as they are considered more authentic and relevant. Today, Public Relations is closely tied to influencers, as technological advancements have made influencer collaborations a vital component of PR strategies in the digital era. With the right approach, PR can shape a positive public perception and effectively build brand awareness. This study aims to explore and analyze the level of influence of product reviews shared by @abel_cantika on TikTok toward the brand awareness of Somethinc makeup products. The research employs an explanatory quantitative method, with data collected through questionnaires distributed via @abel_cantika’s TikTok account. The sampling technique used is non-probability sampling with purposive sampling. Data validity and reliability tests were conducted, followed by data analysis using SPSS with simple linear regression and hypothesis testing. The results show that influencer reviews by @abel_cantika have a significant and positive impact on the brand awareness of Somethinc makeup products on TikTok.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasihttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jiksi/article/view/20186ANALISA TINGKAT PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA RANTAUPRAPAT KELAS 1B TAHUN 2024 MENGGUNAKAN METODE NAIVE BAYES2026-02-16T07:36:52+00:00Marianimariani82621@gmail.comSyam Syariah Dongoransyamsyariah01@gmail.com<p>Kasus perceraian di Indonesia mengalami peningkatan secara signifikan dari tahun ke tahun, dan menjadi permasalahan sosial yang patut mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak. Di Pengadilan Agama Rantauprapat, tingginya jumlah perkara perceraian selama tahun 2024 mencerminkan kompleksitas hubungan rumah tangga yang tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab utama perceraian dengan pendekatan analisis statistik dan model klasifikasi berbasis Naive Bayes Classifier. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pemanfaatan data sekunder dari dokumen perkara resmi. Berdasarkan hasil pengolahan data, diketahui bahwa faktor perselisihan dan konflik berkepanjangan mendominasi penyebab perceraian, yakni sebesar 43,4% dari total kasus yang tercatat. Melalui penerapan metode Naive Bayes, diperoleh model prediktif yang mampu mengelompokkan kasus perceraian baru ke dalam kategori penyebab dengan tingkat akurasi yang cukup baik. Temuan ini memberikan kontribusi bagi peningkatan strategi pencegahan perceraian dan pengembangan sistem informasi berbasis data dalam mendukung pelayanan di lingkungan Pengadilan Agama.</p> <p><em>Divorce cases in Indonesia have been increasing significantly from year to year, becoming a social issue that requires serious attention from various parties. At the Religious Court of Rantauprapat, the high number of divorce cases throughout 2024 reflects the complexity and instability of marital relationships. This study aims to identify the main causes of divorce using a statistical analysis approach and a classification model based on the Naive Bayes Classifier.The method used is a quantitative approach utilizing secondary data from official case documents. Based on the data analysis results, it was found that prolonged disputes and conflicts dominated the causes of divorce, accounting for 43.4% of the total recorded cases. Through the application of the Naive Bayes method, a predictive model was developed that can categorize new divorce cases into cause-based categories with a fairly good level of accuracy These findings contribute to improving divorce prevention strategies and the development of data-based information systems to support services within the Religious Court environment.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi