HUBUNGAN PROFIL LIPID DENGAN DERAJAT STENOSIS ARTERI KORONER PADA PASIEN RISIKO KARDIOVASKULAR TINGGI
Kata Kunci:
Profil Lipid, Stenosis Arteri Koroner, Risiko Kardiovaskular TinggiAbstrak
Latar Belakang: Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Dislipidemia merupakan faktor risiko penting dalam perkembangan aterosklerosis yang berkontribusi terhadap penyempitan arteri koroner. Profil lipid yang terdiri atas total kolesterol, LDL, HDL, dan trigliserida digunakan secara luas dalam penilaian risiko aterosklerosis, namun hubungan masing-masing komponen lipid terhadap derajat stenosis pada populasi risiko tinggi di Indonesia masih belum sepenuhnya jelas. Tujuan: Mengetahui hubungan antara profil lipid dengan derajat stenosis arteri koroner pada pasien dengan risiko kardiovaskular tinggi. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional ini dilakukan pada 52 pasien yang memenuhi kriteria risiko kardiovaskular tinggi berdasarkan Jakarta Cardiovascular Score di RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya pada Juli–September 2025. Data klinis dan hasil pemeriksaan laboratorium profil lipid dibandingkan dengan derajat stenosis arteri koroner berdasarkan angiografi koroner diagnostik. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Mayoritas pasien merupakan laki-laki (69,2%) dan berusia ≥60 tahun (36,5%). Dislipidemia banyak ditemukan, dengan total kolesterol sedikit tinggi pada 65,4%, LDL sedikit tinggi–tinggi pada 59,6%, HDL rendah pada 67,3%, serta trigliserida sedikit tinggi–tinggi pada 73,1% pasien. Derajat stenosis tinggi ditemukan pada 51,9% pasien dan 80,8% mengalami keterlibatan multi-pembuluh. Terdapat hubungan signifikan antara total kolesterol dan derajat stenosis (p = 0,040; C = 0,408). LDL (p = 0,140), HDL (p = 0,609), dan trigliserida (p = 0,282) tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan derajat stenosis. Kesimpulan: Total kolesterol memiliki hubungan signifikan dengan derajat stenosis arteri koroner pada pasien berisiko kardiovaskular tinggi, sedangkan LDL, HDL, dan trigliserida belum menunjukkan hubungan yang bermakna. Pengendalian kadar kolesterol tetap menjadi prioritas dalam pencegahan dan penatalaksanaan PAK.



