LANDASAN PENGAMBANGAN KURIKULUM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS MERDEKA BELAJAR
Kata Kunci:
Pengembangan Kurikulum, Bahasa Arab, Landasan Kurikulum, Merdeka BelajarAbstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam prinsip-prinsip penyusunan kurikulum bahasa Arab dalam konteks kebijakan Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Reformasi kurikulum yang lebih adaptif dan berpusat pada peserta didik dengan penekanan pada peningkatan kompetensi abad ke-21 diperlukan dalam kebijakan Merdeka Belajar. Penyusunan kurikulum untuk pengajaran bahasa Arab harus didasarkan pada empat pilar utama: sosiologis, hukum, psikopedagogis, dan filosofis. Landasan intelektual menekankan peran etika, spiritualitas, dan cita-cita kemanusiaan Islam dalam membimbing pendidikan. Landasan psikopedagogis menekankan sifat, motivasi, dan proses kognitif peserta didik yang memengaruhi keberhasilan mereka dalam belajar bahasa Arab. Landasan sosiologis memastikan bahwa bahasa Arab dipelajari baik secara tekstual maupun kontekstual dengan menyelaraskannya dengan realitas sosial dan budaya serta tuntutan masyarakat global. Kurikulum yang sesuai dengan peraturan pendidikan nasional dikembangkan dengan menggunakan landasan hukum sebagai landasan hukumnya. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, penelitian ini menemukan bahwa pengembangan kurikulum Bahasa Arab berbasis Merdeka Belajar harus mengintegrasikan kebebasan belajar dengan nilai-nilai islami, kompetensi komunikatif, dan kemampuan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, kurikulum tersebut diharapkan mampu membentuk peserta didik yang kreatif, mandiri, dan berkarakter unggul sesuai dengan semangat Merdeka Belajar.



