KLASIFIKASI MAKKIYYAH DAN MADANIYYAH DALAM AL-QUR’AN: ANALISIS ULUM AL-QUR’AN
Kata Kunci:
Al-Qur’an, Makiyyah, Dan MadaniyyahAbstrak
Al-Qur’an diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw. secara bertahap selama kurang lebih dua puluh tiga tahun, mengikuti dinamika dakwah Islam di Mekah dan Madinah. Dari proses turunnya tersebut, para ulama kemudian mengklasifikasikan ayat-ayat dan surah ke dalam dua kategori besar, yaitu Makkiyyah dan Madaniyyah. Kategorisasi ini penting untuk memahami konteks historis dan tematik dari wahyu Al-Qur’an. Surah-surah Makkiyyah yang jumlahnya lebih banyak, sekitar 86 surah, umumnya berisi penguatan akidah, penegasan tauhid, keimanan terhadap hari akhir, serta kisah umat terdahulu dengan gaya bahasa singkat, padat, dan penuh peringatan. Sementara itu, surah-surah Madaniyyah, yang berjumlah sekitar 28 surah, lebih menekankan aspek hukum syariat, aturan sosial, jihad, serta interaksi antarumat beragama dengan ayat-ayat yang cenderung panjang dan rinci.Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah literatur primer berupa Al-Qur’an, kitab tafsir, dan karya ulum Al-Qur’an klasik seperti al-Itqan fi ‘Ulum Al-Qur’an karya Jalaluddin as-Suyuthi, serta literatur sekunder berupa buku, artikel, dan jurnal kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa perbedaan Makkiyyah dan Madaniyyah tidak hanya penting dari sisi akademis dalam disiplin ulum Al-Qur’an, tetapi juga memiliki nilai praktis dalam memahami kandungan wahyu sesuai latar belakang turunnya.



