PROJECT BASED LEARNING (PJBL) DALAM PENDIDIKAN ISLAM: STRATEGI MENUMBUHKAN KARAKTER RELIGIUS DAN KREATIVITAS SISWA

Penulis

  • Abdul Rasyid Suharto Pua Upa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Indonesia
  • Sri Murhayati Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Indonesia
  • Yuliharti Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Indonesia

Kata Kunci:

Project-Based Learning (PjBL), Pendidikan Islam, Karakter Religius, Kreativitas, Teknologi Pendidikan, Model Pembelajaran

Abstrak

Pendidikan di era abad ke-21 menuntut pergeseran dari pembelajaran pasif berbasis hafalan menuju pendekatan yang lebih holistik, aktif, dan berpusat pada siswa. Pendidikan Islam, dengan tujuannya untuk membentuk individu yang utuh (insan kamil) secara intelektual, spiritual, dan moral, menghadapi tantangannya sendiri dalam mengintegrasikan nilai-nilai inti dengan keterampilan praktis. Model pedagogi yang kaku dan tradisional seringkali gagal menumbuhkan potensi kreatif dan kemandirian berpikir kritis siswa. Artikel ini mengkaji Project-Based Learning (PjBL) sebagai strategi pedagogis transformatif dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI). Berdasarkan tinjauan literatur sistematis dan analisis terhadap berbagai studi empiris, artikel ini berargumen bahwa PjBL yang diintegrasikan secara cermat dengan nilai-nilai Islam dan didukung oleh teknologi digital, dapat secara signifikan menumbuhkan karakter religius sekaligus mengasah kreativitas siswa. Analisis menunjukkan bahwa PjBL memfasilitasi pengembangan karakter melalui proses kolaboratif dan pemecahan masalah otentik. Sementara itu, kreativitas—yang didefinisikan ulang dari perspektif Islam sebagai upaya yang selaras dengan syariah dan bermanfaat bagi sosial—dipupuk melalui tugas-tugas terbuka (open-ended) dan praktik reflektif. Peran identitas dan religiusitas guru muncul sebagai faktor kunci yang memediasi keberhasilan implementasi PjBL. Artikel ini juga membahas berbagai model digital (seperti DPBBL, SMART, dan MASLAHAH) dan teknologi baru (AI, VR) yang memperkaya PjBL, sambil mencatat tantangan terkait sumber daya, pelatihan guru, dan internalisasi nilai afektif.

Education in the 21st century demands a shift from passive, rote-based learning to a more holistic, active, and student-centered approach. Islamic Education, with its goal of forming intellectually, spiritually, and morally complete individuals (insan kamil), faces its own challenges in integrating core values with practical skills. Rigid and traditional pedagogical models often fail to foster students' creative potential and independent critical thinking. This article examines Project-Based Learning (PjBL) as a transformative pedagogical strategy in the context of Islamic Religious Education (PAI). Based on observations from a systematic literature analysis and various empirical studies, the article argues that PjBL, carefully integrated with Islamic values and supported by digital technology, can significantly foster both religious character and student creativity. The analysis shows that PjBL facilitates character development through collaborative processes and authentic problem-solving. Meanwhile, creativity—redefined from an Islamic perspective as an endeavor that is compliant with sharia and socially beneficial—is fostered through open-ended assignments and reflective practice. The role of teacher identity and religiosity emerged as key factors mediating the success of Project-Based Learning (PjBL) implementation. This article also discusses various digital models (such as DPBBL, SMART, and MASLAHAH) and new technologies (AI, VR) that enhance PjBL, while also addressing challenges related to resources, teacher training, and the internalization of affective values.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30