HUBUNGAN HIPERTENSI DENGAN DEMENSIA PADA LANJUT USIA DI PUSKESMAS KALIJUDAN SURABAYA
Kata Kunci:
Demensia, Fungsi Kognitif, Hipertensi, Lansia, Puskesmas Kalijudan SurabayaAbstrak
Hipertensi atau biasa dikenal dengan peningkatan tekanan darah merupakan salah satu penyakit kronis yang paling sering dialami oleh lansia. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko terjadinya gangguan vaskular dan juga gangguan kognitif. Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat menghambat suplai oksigen ke otak sehingga menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah otak yang dapat menyebabkan gangguan kognitif hingga terjadinya demensia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hipertensi dengan demensia pada lanjut usia di Puskesmas Kalijudan Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional atau potong lintang dengan jumlah sampel 97 responden lansia hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data tekanan darah didapatkan dari pengukuran menggunakan sphygmomanometer dan data fungsi kognitif didapatkan dengan menggunakan intstrumen Mini Mental State Examination (MMSE). Analisis data yang dilakukan menggunakan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara hipertensi dengan demensia pada lanjut usia di Puskesmas Kalijudan Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara hipertensi dengan demensia pada lanjut usia di puskesmas Kalijudan Surabaya dengan nilai p = 0,002 (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang bermakna antara hipertensi dengan demensia pada lanjut usia di Puskesmas Kalijudan Surabaya.
Hypertension, commonly known as high blood pressure, is one of the most common chronic diseases experienced by the elderly. Hypertension is a risk factor for vascular disorders and cognitive impairment. Uncontrolled blood pressure can inhibit oxygen supply to the brain, causing damage to the brain's blood vessels, which can lead to cognitive impairment and dementia. This study aims to determine the relationship between hypertension and dementia in the elderly at the Kalijudan Community Health Center in Surabaya. This study used a cross-sectional design with a sample of 97 elderly hypertensive respondents selected using a purposive sampling technique. Blood pressure data were obtained from measurements using a sphygmomanometer and cognitive function data were obtained using the Mini Mental State Examination (MMSE) instrument. Data analysis was conducted using bivariate analysis to determine the relationship between hypertension and dementia in the elderly at the Kalijudan Community Health Center in Surabaya. The results showed a significant relationship between hypertension and dementia in the elderly at the Kalijudan Community Health Center in Surabaya with a p value of 0.002 (p < 0.05). The conclusion of this study is that there is a significant association between hypertension and dementia in the elderly at the Kalijudan Community Health Center in Surabaya.



