HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN UPAYA PENCEGAHAN FAKTOR RISIKO DIABETES MELLITUS TIPE 2 PADA MAHASISWA KLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS CIPUTRA SURABAYA
Kata Kunci:
Diabetes Mellitus Tipe 2, Pengetahuan, Upaya Pencegahan, Mahasiswa Klinik, Faktor RisikoAbstrak
Diabetes Mellitus Tipe 2 adalah bagian dari penyakit tidak menular dengan populasi yang terus bertambah dan sangat dipengaruhi oleh gaya hidup. Mahasiswa klinik merupakan kelompok yang memiliki risiko terpapar gaya hidup tidak sehat akibat tingginya beban akademik serta kurangnya keseimbangan antara aktivitas harian dan tuntutan pendidikan klinik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan upaya pencegahan faktor risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 pada mahasiswa klinik Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner Diabetes Knowledge Questionnaire 24 (DKQ-24) untuk menilai tingkat pengetahuan dan kuesioner upaya pencegahan faktor risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 untuk mengukur perilaku pencegahan. Sebanyak 61 mahasiswa klinik berpartisipasi sebagai responden. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase setiap variabel, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test untuk menilai hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 77,0% responden memiliki pengetahuan baik dan sebagian besar memiliki upaya pencegahan dalam kategori tinggi (50,8%) dan sedang (42,6%). Uji Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,034 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dan upaya pencegahan faktor risiko Diabetes Mellitus Tipe 2. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan mahasiswa, semakin optimal upaya pencegahan faktor risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 yang dilakukan.
Aging leads to physiological changes that reduce vascular elasticity and increase the risk of hypertension in older adults. Physical activity, particularly elderly gymnastics, is a non-pharmacol ogical therapy that can help lower blood pressure. This study aims to analyze the relationship between participation in elderly gymnastics and blood pressure reduction among hypertensive older adults at Kalijudan Primary Health Center, Surabaya. This observational analytic study employed a cross-sectional design and involved 95 respondents selected using the Slovin formula. Participation in elderly gymnastics was recorded through observation sheets, while blood pressure was measured before and after exercise using a sphygmomanometer based on the standards of the Indonesian Society of Hypertension. The results showed that most respondents regularly participated in elderly gymnastics (77.9%) and experienced a decrease in blood pressure (82.1%). The Chi-Square test revealed a significant relationship between participation in elderly gymnastics and blood pressure reduction (p=0.000). These findings indicate that physical activity, particularly elderly gymnastics, plays an important role in lowering blood pressure among hypertensive older adults. Promotive and preventive efforts related to physical activity should be strengthened in primary healthcare services to help control blood pressure in the elderly population..



