PERAN PONDOK PESANTREN DALAM MENANAMKAN KESADARAN SOSIAL PADA SANTRI DI YAYASAN MADIN AL-IKHLAS KAISABU BARU KOTA BAU-BAU
Kata Kunci:
Peran Pondok Pesantren, Kesadaran Sosial Santri, Yayasan MadinAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Pondok Pesantren dalam menanamkan kesadaran sosial pada santri di Yayasan Madin Al-Ikhlas Kaisabu Baru, Kota Bau-Bau. Kesadaran sosial merupakan kemampuan individu untuk memahami, merasakan, serta menanggapi kebutuhan dan masalah masyarakat di sekitarnya. Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai keagamaan memiliki potensi strategis dalam membentuk karakter dan prilaku sosial santri melalui proses pendidikan formal, nonformal, dan pembiasaan nilai-nilai kebaikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pengurus pesantren, guru, dan santri, serta dokumentasi kegiatan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Madin Al-Ikhlas secara konsisten mengintegrasikan nilai-nilai sosial seperti tolong-menolong, empati, kepedulian terhadap sesama, dan tanggung jawab dalam berbagai kegiatan pembelajaran dan pengabdian masyarakat. Pendidikan keagamaan, kegiatan bakti sosial, program mentoring, serta praktik kepemimpinan santri menjadi wahana efektif dalam menumbuhkan kesadaran sosial. Selain itu, dukungan lingkungan pesantren yang kondusif memperkuat internalisasi nilai-nilai sosial tersebut pada diri santri. Penelitian ini mempertegas bahwa penanaman kesadaran sosial pada santri merupakan bagian integral dari proses pembentukan karakter, sekaligus berkontribusi terhadap pembentukan relasi harmonis antara santri dan masyarakat sekitar pondok pesantren.
This study aims to examine the role of Islamic boarding schools (Pondok Pesantren) in cultivating social awareness among students (santri) at the Madin Al-Ikhlas Foundation, Kaisabu Baru, Bau-Bau City. Social awareness refers to an individual’s ability to understand, empathize with, and respond to the needs and problems of the surrounding community. As religious value–based educational institutions, Pondok Pesantren have strategic potential in shaping students’ character and social behavior through formal and non-formal education, as well as through the habituation of moral values. The research employed a descriptive qualitative method, with data collected through participatory observation, in-depth interviews with pesantren administrators, teachers, and students, and documentation of pesantren activities. The findings indicate that Madin Al-Ikhlas Islamic Boarding School consistently integrates social values such as mutual assistance, empathy, social concern, and responsibility into various learning activities and community service programs. Religious education, social service activities, mentoring programs, and student leadership practices serve as effective means for fostering social awareness. Furthermore, a conducive pesantren environment strengthens the internalization of these social values among students. This study reinforces the notion that cultivating social awareness among students is an integral part of character formation and contributes to the development of harmonious relationships between students and the surrounding community.



