UPAYA KARANG TARUNA DALAM MENCIPTAKAN PEMUDA YANG RELIGIUS DI DESA LASORI KECAMATAN MAWASANGKA TIMUR

Penulis

  • Rizal Arsad Universitas Muhammadiyah Buton
  • Basri Universitas Muhammadiyah Buton
  • Muhamad Ridwan Universitas Muhammadiyah Buton

Kata Kunci:

Karang Taruna, Pemuda Religius, Perilaku Sosial, Pembinaan Keagamaan, Masyarakat Desa

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis upaya Karang Taruna dalam membentuk pemuda religius di Desa Lasori, Kecamatan Mawasangka Timur, serta mendeskripsikan perilaku sosial religius anggota. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek ketua, pengurus, dan anggota Karang Taruna yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif (reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karang Taruna berperan strategis melalui kegiatan sosial dan keagamaan, termasuk pengajian, peringatan hari besar Islam, dan aktivitas kemasyarakatan. Pendekatan pembinaan partisipatif, keteladanan, dan pembiasaan nilai religius efektif meningkatkan kesadaran beribadah, kepedulian sosial, sikap toleransi, serta etika interaksi pemuda. Keterlibatan aktif anggota berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter religius, baik aspek akidah, ibadah, maupun akhlak sosial. Karang Taruna perlu diperkuat sebagai wadah pembinaan pemuda berbasis nilai religius dan sosial di desa.

This study aims to analyze the efforts of Karang Taruna in fostering religious youth in Lasori Village, Mawasangka Timur District, and to describe the socio-religious behavior of its members. The study employed a descriptive qualitative approach with purposively selected subjects, including the chairman, administrators, and members of Karang Taruna. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using an interactive model (data reduction, data display, and conclusion drawing). The results indicate that Karang Taruna plays a strategic role through social and religious activities, such as religious gatherings, Islamic holiday commemorations, and community activities. Participatory guidance, role modeling, and habituation of religious values effectively enhance worship awareness, social care, tolerance, and ethical interactions among youth. Active involvement contributes positively to the development of religious character, encompassing creed, worship, and social ethics. Therefore, Karang Taruna should be strengthened as a platform for youth development based on religious and social values in rural communities

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29