ANALISIS KARAKTERISTIK PERMUKIMAN BERDASARKAN KEPADATAN BANGUNAN, POLA SIRKULASI, DAN KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA DI DESA GEULANGGANG GAMPONG, KECAMATAN KOTA JUANG, KABUPATEN BIREUEN

Penulis

  • Arief Arianda Universitas Malikussaleh
  • Effan Fahrizal Universitas Malikussaleh
  • Aris Munandar Universitas Malikussaleh

Kata Kunci:

Kepadatan Bangunan, Sirkulasi, Ruang Terbuka, Permukiman

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik permukiman berdasarkan kepadatan bangunan, pola sirkulasi, dan ketersediaan ruang terbuka di Desa Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen. Permasalahan yang dikaji berkaitan dengan meningkatnya kepadatan bangunan yang tidak diimbangi dengan penyediaan infrastruktur permukiman yang memadai, seperti jaringan sirkulasi dan ruang terbuka. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis spasial. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, pengukuran jarak antar bangunan, pengukuran lebar jalan, serta identifikasi ruang terbuka pada beberapa dusun yang menjadi lokasi penelitian. Data yang diperoleh dianalisis dengan membandingkan kondisi eksisting terhadap standar yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kawasan permukiman memiliki tingkat kepadatan bangunan yang tinggi dengan jarak antar bangunan yang tidak memenuhi standar. Pola sirkulasi didominasi oleh pola linier dan cul-de-sac dengan variasi lebar jalan yang belum sepenuhnya sesuai ketentuan. Ketersediaan ruang terbuka juga masih terbatas dan belum proporsional terhadap luas wilayah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik permukiman di lokasi penelitian menunjukkan kondisi padat dengan sistem sirkulasi yang belum optimal serta keterbatasan ruang terbuka, sehingga diperlukan penataan yang lebih terencana untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.

This study aims to analyze settlement characteristics based on building density, circulation patterns, and the availability of open spaces in Geulanggang Gampong Village, Kota Juang District, Bireuen Regency. The research addresses issues related to increasing building density that is not balanced with adequate settlement infrastructure such as circulation networks and open spaces. The method used is quantitative descriptive with a spatial analysis approach. Data were collected through field observations, measurement of building distances, road widths, and identification of open spaces in several sub-areas. The analysis compares existing conditions with applicable standards. The results show that most residential areas have high building density with distances that do not meet standards. Circulation patterns are dominated by linear and cul-de-sac types with varying road widths. Open space availability is still limited and not proportional. This study concludes that settlement characteristics reflect dense conditions with suboptimal circulation systems and limited open space, requiring better planning to improve environmental quality.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29