ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI SYARIAH PADA TRANSAKSI MURABAHAH BERDASARKAN PSAK 402 DI BMT AL ISHLAH KOTA JAMBI

Penulis

  • Nurul Atiqoh Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Youdhi Prayogo Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Laily Ifazah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Kata Kunci:

Akuntansi Syariah, Murabahah, PSAK 402, BMT, Laporan Keuangan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akuntansi syariah pada transaksi murabahah berdasarkan PSAK 402 di BMT Al Ishlah Kota Jambi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesesuaian penerapan akuntansi murabahah dengan standar yang berlaku, mengingat murabahah merupakan akad yang paling dominan digunakan dalam pembiayaan di BMT. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum BMT Al Ishlah telah menerapkan akad murabahah sesuai prinsip syariah, namun dalam aspek akuntansi berdasarkan PSAK 402 masih belum sepenuhnya optimal, khususnya pada pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan transaksi murabahah. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia yang memahami secara teknis penerapan PSAK 402 serta belum maksimalnya sistem pencatatan yang sesuai standar. Upaya yang dilakukan BMT antara lain meningkatkan pemahaman melalui pelatihan serta melakukan evaluasi terhadap sistem pencatatan keuangan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi BMT dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi syariah.

This study aims to analyze the implementation of sharia accounting in murabahah transactions based on PSAK 402 at BMT Al Ishlah Jambi City. This research is motivated by the importance of ensuring that murabahah accounting treatment complies with applicable standards, considering that murabahah is the most dominant contract used in BMT financing activities. This study employs a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The results indicate that, in general, BMT Al Ishlah has implemented murabahah contracts in accordance with sharia principles; however, the accounting treatment based on PSAK 402 has not been fully optimal, particularly in terms of recognition, measurement, presentation, and disclosure of murabahah transactions. The main obstacles faced include limited human resources with technical understanding of PSAK 402 and the accounting system not yet fully aligned with the standard. Efforts undertaken by BMT include improving staff competence through training and evaluating the financial recording system. This study is expected to serve as an evaluation material for BMT in enhancing the quality of financial reporting in accordance with sharia accounting standards.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29