ANALISIS FAKTOR RISIKO MATERNAL TERHADAP ADEQUACY OF PRENATAL CARE UTILIZATION (APNCU) INDEX PADA IBU YANG MELAHIRKAN DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN DAN RS JEJARING
Kata Kunci:
Faktor Risiko Maternal, Pemeriksaan Antenatal, Adequacy Of Prenatal Care Utilization IndexAbstrak
Angka kematian ibu (aki) di indonesia masih tinggi. intervensi yang direkomendasikan sebagai upaya efektif untuk menurunkan aki adalah pelayanan antenatal, meliputi peningkatan frekuensi kunjungan dan kualitas pelayanan. pemeriksaan antenatal bertujuan mempromosikan kesehatan ibu dan anak serta mengidentifikasi faktor risiko luaran kehamilan yang buruk dan melakukan penatalaksanaan yang tepat. sementara, cakupan pemeriksaan antenatal yang adekuat di negara-negara berkembang masih rendah dibandingkan dengan negara-negara maju. apncu index digunakan untuk mengevaluasi apakah pemeriksaan antenatal yang dilakukan sudah adekuat. metode: ibu yang melahirkan di rsup h. adam malik medan dan rs jejaring (n = 100) diikutsertakan secara purposive. pemeriksaan antenatal dievaluasi menggunakan apncu index, yang dimodifikasi berdasarkan rekomendasi departemen kesehatan republik indonesia. adequacy of initiation of prenatal care dan adequacy of received services juga ditetapkan. faktor demografi, sosial dan klinis dianalisis dengan uji chi-square. hasil: persentase wanita dengan inisiasi kunjungan antenatal adekuat sebesar 82% dan tidak adekuat sebesar 18%. persentase wanita dengan jumlah kunjungan antenatal yang adekuat sebesar 76% dan tidak adekuat sebesar 24%. lama pendidikan formal 6-9 tahun, tingkat penghasilan <rp1.200.000, paritas > 5, riwayat melahirkan bblr dan riwayat persalinan preterm berkaitan dengan inisiasi kunjungan antenatal dan jumlah kunjungan antenatal yang tidak adekuat. inisiasi kunjungan antenatal dan jumlah kunjungan antenatal yang tidak adekuat tidak berpengaruh terhadap berat lahir bayi. kesimpulan: faktor risiko maternal yang meliputi demografi, sosial dan klinis masih merupakan faktor penting yang berkaitan pemeriksaan antenatal yang tidak adekuat.
Maternal mortality rate in indonesia is still high. intervention that is recommended as an effective effort to reduce maternal mortality is antenatal care, including increasing frequency and quality of care. antenatal care aims to promote maternal and fetal health and to identify risk factors for adverse pregnancy outcome and to promptly manage. meanwhile, adequate antenatal care coverage in developing countries is lower than in developed countries. apncu index is used to evaluate adequacy of antenatal care. methods: women who delivered in h. adam malik general hospital medan and satellite hospital (n = 100) were included purposively. antenatal care was evaluated using a modified apncu index according to the department of health of indonesia recommendation. adequacy of initiation of prenatal care and adequacy of received services were evaluated. demographic, social, and clinical factors were analyzed by chi-square. results: percentage of women with adequate initiation of prenatal care was 82% while 18% were inadequate. percentage of women with adequate received services was 76% while 24% were inadequate. formal education of 6-9 years, family income <idr1.200.000, parity > 5, history of delivering low birth weight baby and history of preterm delivery were associated with inadequate initiation of prenatal care and received services. there was no influence of inadequate initiation of prenatal care and received services on fetal birth weight. conclusion: maternal risk factors; demographic, social and clinical factors, are still important factors associated with inadequate antenatal care.




