INTERNALISASI NILAI-NILAI RELIGIUS PERSPEKTIF HASAN AL-BANNA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK PADA SMP NEGERI KECAMATAN CENRANA KABUPATEN BONE

Penulis

  • Ismail Ali IAIN Bone
  • Sarifa Suhra IAIN Bone
  • Samsinar Syarifuddin IAIN Bone

Kata Kunci:

Internalisasi Nilai, Nilai Religius, Hasan Al-Banna, Pendidikan Karakter, Peserta Didik

Abstrak

Penelitian ini membahas internalisasi nilai-nilai religius perspektif Hasan Al-Banna dalam pembentukan karakter peserta didik pada SMP Negeri Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai religius perspektif Hasan Al-Banna dalam pembentukan karakter peserta didik pada SMP Negeri di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pendidikan karakter religius di tengah tantangan degradasi moral akibat perkembangan zaman dan teknologi. Pendidikan Islam diharapkan mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keimanan, akhlak mulia, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan peserta didik sebagai informan. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengacu pada teori internalisasi nilai yang meliputi tahap transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memahami konsep internalisasi nilai-nilai religius perspektif Hasan Al-Banna pada SMPN Kecamatan Cenrana dilakukan, sebagai berikut (1) Tahap Transformasi Nilai, (2) Tahap Transaksi Nilai dan (3) Transinternalisasi Nilai. Pembentukan karakter peserta didik pada SMP Negeri Kecamatan Cenrana (1) Keteladanan Guru dan Orang Tua, (2) Nasehat Persuasif dan Metode Ceramah, (3) Pembiasaan dan Praktik Langsung, (4) Lingkungan yang Kondusif dan (5) Aksi Sosial Dakwah dan Pemberdaya Masyarakat. Ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam menginternalisasikan nilai-nilai religius, yaitu(1) Pengaruh lingkungan sosial, (2) kurang kesadaran peserta didik (3) Kurang disiplin dan, (4) Perkembangan teknologi. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa internalisasi nilai-nilai religius berbasis pemikiran Hasan Al-Banna memiliki relevansi yang kuat dalam pembentukan karakter peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mengoptimalkan proses internalisasi nilai agar tercapai tujuan pendidikan Islam secara holistik.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30