ESENSI PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DALAM MENGURANGI KECEMASAN SOSIAL SISWA KELAS VIII DI MTS SALAFIYAH SYAFI’IYAH TEBUIRENG JOMBANG
Kata Kunci:
Aqidah Akhlak, Kecemasan Sosial, Siswa MTsAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh secara parsial dari Literasi Ekonomi Biru (X1), Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis esensi pembelajaran Aqidah Akhlak dalam mengurangi kecemasan sosial siswa kelas VIII di MTs Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng Jombang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan kepala sekolah, guru Aqidah Akhlak, guru BK, serta siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan sosial siswa masih tampak pada tiga aspek, yaitu ketakutan terhadap evaluasi negatif, penghindaran sosial dalam situasi baru, serta kesulitan dalam interaksi sosial sehari-hari yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan perilaku. Di sisi lain, pembelajaran Aqidah Akhlak memiliki peran penting dalam mereduksi kecemasan sosial melalui internalisasi nilai keimanan dan akhlak seperti tawakal, sabar, husnuzan, serta penguatan keyakinan kepada Allah SWT. Proses pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga melalui praktik, diskusi, pembiasaan, dan keteladanan seluruh warga sekolah. Sinergi antara guru Aqidah Akhlak, guru BK, dan lingkungan sekolah turut mendukung peningkatan kepercayaan diri dan ketenangan batin siswa. Dengan demikian, esensi pembelajaran Aqidah Akhlak terletak pada proses internalisasi nilai spiritual dan pembentukan karakter yang berkelanjutan, sehingga mampu membantu siswa mengurangi kecemasan sosial serta meningkatkan kemampuan interaksi sosial secara lebih positif
This study aims to analyze the essence of Aqidah Akhlak learning in reducing social anxiety among eighth-grade students at MTs Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng Jombang. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the principal, Aqidah Akhlak teacher, counseling teacher, and students. The findings reveal that students’ social anxiety is evident in three aspects: fear of negative evaluation, social avoidance in new situations, and difficulties in daily social interaction, covering cognitive, affective, and behavioral dimensions.On the other hand, Aqidah Akhlak learning plays a significant role in reducing social anxiety through the internalization of Islamic values such as trust in God (tawakal), patience (sabr), positive thinking (husnuzan), and strengthened faith in Allah SWT. The learning process is not limited to theoretical instruction but also involves practice, discussion, habituation, and role modeling by all school members. The collaboration between teachers, counselors, and the school environment supports students in developing self-confidence and emotional calmness. Thus, the essence of Aqidah Akhlak learning lies in the continuous internalization of spiritual values and character formation, which helps students reduce social anxiety and improve their social interaction skills in a more positive way




