EKSPLORASI PENGUKURAN DAN BILANGAN DALAM ETNOMATEMATIKA PASOLA DI LAMBOYA, SUMBA BARAT

Penulis

  • Erinsia Tamu Ina Universitas Kristen Wira Wacana Sumba
  • Hesron Landu Awang Universitas Kristen Wira Wacana Sumba
  • Frensiska Kondareuk Universitas Kristen Wira Wacana Sumba
  • Ina Danga Wotung Universitas Kristen Wira Wacana Sumba
  • Yuliana Tamu Ina Nuhamara Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Kata Kunci:

Etnomatematika, Pasola, Pengukuran, Bilangan, Budaya

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pengukuran dan bilangan yang terdapat dalam tradisi Pasola di Lamboya, Sumba Barat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap tokoh adat (rato). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat secara tidak langsung telah menerapkan konsep matematika, seperti pengukuran panjang, jarak, waktu, serta bilangan, dalam kehidupan mereka tanpa menggunakan alat ukur modern. Penerapan konsep tersebut terlihat pada penggunaan tombak, gerakan kuda, jumlah peserta, serta penentuan waktu pelaksanaan Pasola. Secara teoretis, hasil ini sejalan dengan konsep etnomatematika yang memandang matematika sebagai bagian dari budaya yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, tradisi Pasola menjadi bukti bahwa matematika telah terintegrasi dalam budaya lokal sebagai wujud etnomatematika.

This study aims to examine the concepts of measurement and numbers embedded in the Pasola tradition in Lamboya, West Sumba. The research employs a qualitative method, with data collected through interviews with traditional leaders (rato). The findings reveal that the community has implicitly applied mathematical concepts—such as measurements of length, distance, time, and numbers—in their daily lives without relying on modern measuring tools. These applications are evident in the use of spears, horse movements, the number of participants, and the determination of the timing of the Pasola event. Theoretically, these findings align with the concept of ethnomathematics, which views mathematics as an integral part of culture that develops within society. Therefore, the Pasola tradition serves as evidence that mathematics is embedded in local culture as a form of ethnomathematics.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29