ANALISIS FITOKIMIA PADA KANDUNGAN PRODUK MATCHA DI KOTA GORONTALO
Kata Kunci:
Fitokimia, Fenol, Antioksidan, MatchaAbstrak
Matcha dikenal memiliki kandungan senyawa bioaktif yang tinggi dibandingkan teh hijau biasa. Hal ini disebabkan karena matcha dikonsumsi dalam bentuk bubuk utuh, sehingga seluruh kandungan senyawa dalam daun teh ikut dikonsumsi. Di Kota Gorontalo, minuman matcha semakin populer sehingga KL, NK, dan RHU dipilih sebagai lokasi pengambilan sampel karena menawarkan variasi produk matcha. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa saja kandungan yang terkandung pada produk matcha di Kota Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kandungan yang terkandung dalam produk matcha. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif untuk mengetahui kandungan pada matcha melalui analisis fitokimia. Populasi penelitian meliputi minuman matcha dari 25 coffee shop dan 8 street coffee di Kota Gorontalo, dengan sampel yang diambil dari KL, RHU, dan NK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel RHU memiliki kandungan total fenol tertinggi sebesar 209,34 mg GAE/g, diikuti NK 184,64 mg GAE/g, dan KL 149,30 mg GAE/g. Nilai rata-rata IC₅₀ menunjukkan aktivitas antioksidan RHU sangat kuat (34,87 ppm), NK kuat (52,41 ppm), dan KL sedang (109,32 ppm). Kesimpulannya, sampel matcha KL, NK, dan RHU di Kota Gorontalo masih aman dikonsumsi berdasarkan kandungan fenolnya. Aktivitas antioksidan sampel KL tergolong sedang, NK kuat, dan RHU sangat kuat, disarankan mengonsumsi matcha secara bijak dan pelaku usaha perlu memperhatikan kualitas bahan baku serta proses pengolahan untuk mempertahankan kandungan senyawa aktif produk.




