UPAYA PASTORAL DALAM MENGATASI PENGARUH BUDAYA HIDUP MODERN TERHADAP PARTISIPASI DOA ROSARIO DI KBG MARIA RATU ROSARI STASI ST. YAKOBUS WELOUPAYA PASTORAL DALAM MENGATASI PENGARUH BUDAYA HIDUP MODERN TERHADAP PARTISIPASI DOA ROSARIO DI KBG MARIA RATU ROSA
Kata Kunci:
Upaya Pastoral, Budaya Hidup Modern, Partisipasi Umat, Doa Rosario, KbgAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi umat dalam doa Rosario yang dipengaruhi oleh budaya hidup modern, seperti kesibukan kerja, tuntutan ekonomi, keterbatasan waktu, dan perubahan prioritas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi umat dalam doa Rosario serta upaya pastoral yang dilakukan untuk mengatasi pengaruh budaya hidup modern terhadap partisipasi umat di KBG Maria Ratu Rosari Stasi St. Yakobus Welo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi umat dalam doa Rosario belum berjalan secara optimal karena berbagai aktivitas harian yang menyita waktu dan perhatian umat sehingga kehidupan rohani kurang mendapat perhatian yang memadai. Untuk mengatasi kondisi tersebut, pengurus KBG dan pihak stasi melakukan berbagai upaya pastoral, seperti pembinaan iman, pendekatan personal, penguatan doa keluarga, serta penyesuaian jadwal pelaksanaan doa. Upaya tersebut membantu meningkatkan kesadaran umat akan pentingnya doa Rosario sebagai sarana pendalaman iman dan kebersamaan Gereja
This study was motivated by the low participation of the faithful in praying the Rosary, influenced by modern lifestyles characterized by busy work schedules, economic demands, limited time, and changing life priorities. The purpose of this study was to examine the participation of the faithful in the Rosary and to identify pastoral efforts undertaken to address the influence of modern lifestyles on their participation in the Maria Ratu Rosari Basic Ecclesial Community at St. Yakobus Welo Station. This study employed a qualitative method with a descriptive approach. The findings revealed that participation in the Rosary was not yet optimal because daily activities consumed much of the faithful’s time and attention, leaving spiritual life with less priority. To address this situation, community leaders and pastoral workers implemented several initiatives, including faith formation, personal accompaniment, strengthening family prayer, and adjusting prayer schedules. These efforts contributed to increasing awareness of the importance of the Rosary for faith development and community unity




