PENGARUH MANAJEMEN KINERJA DAN BUDAYA RELIGIUS DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DI ASRAMA PUTRI JL.ASAHAN KM 6 PEMATANGSIANTAR
Kata Kunci:
Manajemen Kinerja, Budaya Religius, Motivasi Belajar, Asrama PutriAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen kinerja dan budaya religius terhadap motivasi belajar anak di Asrama Putri Jalan Asahan Km 6 Pematangsiantar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan manajemen kinerja yang efektif serta budaya religius dalam lingkungan asrama sebagai faktor yang dapat mendukung peningkatan motivasi belajar peserta didik. Manajemen kinerja yang baik melalui proses perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan pengembangan kinerja serta penerapan budaya religius melalui pembiasaan nilai-nilai keagamaan diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif dan meningkatkan semangat belajar anak asrama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak Asrama Putri Jalan Asahan Km 6 Pematangsiantar yang berjumlah 80 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling dengan penentuan jumlah sampel berdasarkan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan menggunakan skala Likert. Teknik analisis data menggunakan bantuan program SPSS yang meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda diperoleh persamaan regresi Y = a + b₁X₁ + b₂X₂. Secara parsial, variabel manajemen kinerja (X₁) berpengaruh terhadap motivasi belajar (Y) dengan nilai signifikansi sebesar (isi nilai Sig. X₁) < 0,05 dan nilai t hitung sebesar (isi nilai t hitung X₁). Variabel budaya religius (X₂) juga berpengaruh terhadap motivasi belajar (Y) dengan nilai signifikansi sebesar (isi nilai Sig. X₂) < 0,05 dan nilai t hitung sebesar (isi nilai t hitung X₂). Secara simultan, manajemen kinerja dan budaya religius berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar dengan nilai F hitung sebesar (isi nilai F hitung) dan nilai signifikansi sebesar (isi nilai Sig. F) < 0,05. Besarnya kontribusi pengaruh variabel manajemen kinerja dan budaya religius terhadap motivasi belajar ditunjukkan melalui nilai koefisien determinasi (R²) sebesar (isi nilai R Square) atau sebesar (isi persentase R² × 100%), sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen kinerja dan budaya religius memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar anak di Asrama Putri Jalan Asahan Km 6 Pematangsiantar. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pengelola asrama dalam meningkatkan sistem pembinaan, pengelolaan kinerja, serta penguatan budaya religius guna mendukung peningkatan motivasi belajar peserta didik.
This study aims to determine the effect of performance management and religious culture on students' learning motivation at the Girls' Dormitory on Jalan Asahan Km 6 Pematangsiantar. This research is motivated by the importance of implementing effective performance management and religious culture within the dormitory environment as factors that support the improvement of students' learning motivation. Effective performance management through planning, implementation, evaluation, and performance development, as well as the application of religious culture through habituation of religious values, is expected to create a positive learning environment and improve students' learning enthusiasm. This study uses a quantitative approach with descriptive and associative methods. The population in this study consisted of all students living in the Girls' Dormitory on Jalan Asahan Km 6 Pematangsiantar, totaling 80 students. The sampling technique used was cluster sampling with the sample size determined using the Slovin formula. Data collection was conducted through questionnaires using a Likert scale. Data analysis was performed using SPSS, including validity tests, reliability tests, normality tests, multiple linear regression analysis, partial tests (t-test), simultaneous tests (F-test), and the coefficient of determination (R²). The results of the study show that based on multiple linear regression analysis, the regression equation obtained is Y = a + b₁X₁ + b₂X₂. Partially, performance management (X₁) has an effect on learning motivation (Y) with a significance value of (insert Sig. X₁ value) < 0.05 and a t-count value of (insert t-count X₁ value). Religious culture (X₂) also has an effect on learning motivation (Y) with a significance value of (insert Sig. X₂ value) < 0.05 and a t-count value of (insert t-count X₂ value). Simultaneously, performance management and religious culture have a significant effect on learning motivation with an F-count value of (insert F-count value) and a significance value of (insert Sig. F value) < 0.05. The contribution of performance management and religious culture variables to learning motivation is shown by the coefficient of determination (R²) value of (insert R Square value) or (insert percentage value), while the remaining percentage is influenced by other factors outside this study. Based on these results, it can be concluded that performance management and religious culture have a significant influence on students' learning motivation at the Girls' Dormitory on Jalan Asahan Km 6 Pematangsiantar. This research is expected to provide input for dormitory managers in improving management systems, performance development, and strengthening religious culture to support students' learning motivation.




