KARAKTER VISUAL KAMPUNG TRADISIONAL SIBANGGOR JULU SEBAGAI IDENTITAS KAWASAN WISATA BUDAYA DI MANDAILING NATAL
Kata Kunci:
Karakter Visual, Kampung Tradisional, Identitas Kawasan, Wisata Budaya, Sibanggor JuluAbstrak
Desa Sibanggor Julu merupakan salah satu desa di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, yang memiliki kawasan permukiman tradisional yang dikenal sebagai Kampung Ijuk karena sebagian besar rumah penduduknya masih menggunakan atap berbahan ijuk dari pohon enau. Keberadaan rumah-rumah tradisional, pola permukiman, serta lanskap alami kawasan membentuk karakter visual yang menjadi identitas kawasan wisata budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakter visual Kampung Tradisional Sibanggor Julu sebagai identitas kawasan wisata budaya melalui identifikasi elemen-elemen visual yang membentuk keunikan kawasan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi, studi pustaka dan wawancara. Analisis dilakukan berdasarkan tujuh elemen karakter visual, yaitu dominasi, keunikan, kesatuan, sequence, kenyamanan, keamanan, dan keindahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter visual kawasan didominasi oleh rumah-rumah panggung beratap ijuk yang tersusun mengikuti kontur lereng perbukitan. Keunikan kawasan terlihat pada konsistensi penggunaan atap ijuk serta keberadaan Air Terjun Sampuran Binanga, sedangkan kesatuan visual terbentuk melalui kesamaan bentuk bangunan dan penggunaan material alami. Sequence kawasan mengarahkan pandangan menuju Gunung Sorik Marapi, sementara kenyamanan, keamanan, dan keindahan didukung oleh suasana kampung yang tenang, pengawasan sosial masyarakat, serta panorama alam yang masih terjaga. Ketujuh elemen tersebut membentuk identitas visual Kampung Tradisional Sibanggor Julu sebagai kawasan wisata budaya yang memiliki karakter arsitektur tradisional Mandailing dan membedakannya dari kawasan lain di Kabupaten Mandailing Natal. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar dalam upaya pelestarian karakter visual kawasan serta pengembangan wisata budaya yang berkelanjutan.
Sibanggor Julu Village, located in Puncak Sorik Marapi District, Mandailing Natal Regency, is home to a traditional settlement known as the Ijuk Village, where most houses still use sugar palm fiber (ijuk) roofing. The traditional houses, settlement pattern, and surrounding natural landscape create a distinctive visual character that serves as the identity of the area's cultural tourism destination. This study aims to analyze the visual character of the Sibanggor Julu Traditional Village as the identity of a cultural tourism area by identifying the visual elements that shape its uniqueness. This study employed a descriptive qualitative method through field observations, documentation, literature review, and interviews.. The analysis was conducted based on seven visual character elements: dominance, uniqueness, unity, sequence, comfort, security, and beauty. The results indicate that the area's visual character is dominated by traditional stilt houses with ijuk roofs arranged along the hillside contours. The uniqueness of the village is reflected in the consistent use of ijuk roofing and the presence of Sampuran Binanga Waterfall, while visual unity is formed through the similarity of building forms and the use of natural materials. The village road corridor creates a visual sequence toward Mount Sorik Marapi, whereas comfort, security, and beauty are reinforced by the tranquil village atmosphere, community-based social surveillance, and preserved natural scenery. These seven elements collectively establish the visual identity of the Sibanggor Julu Traditional Village as a cultural tourism destination characterized by traditional Mandailing architecture. The findings are expected to support the preservation of the village's visual character and the sustainable development of cultural tourism.




