FILOSOFI “ADIL KATALINO, BACURAMIN KA’SURGA, BASENGAT KA’JUBATA” BAGI DAYAK KANAYANT SEBAGAI PARADIGMA PEWARTAAN INJIL: STUDI KONTEKSTUAL DI KALIMANTAN BARAT

Penulis

  • David Agus Haryono Widodo Sekolah Tinggi Teologi Global Glow Indonesia
  • Hery Budi Yosef Sekolah Tinggi Teologi Global Glow Indonesia
  • Kiki Apriani Ester Daeli Sekolah Tinggi Teologi Global Glow Indonesia

Kata Kunci:

Pewartaan Kontekstual, Dayak Kanayatn, Filosofi Lokal, Kontekstual, Teologi Kontekstual, Metode Campuran, Spiritualitas Adat

Abstrak

Penelitian ini bertujuan merumuskan pendekatan pewartaan Injil yang kontekstual bagi masyarakat Dayak Kanayatn dengan menggali filosofi lokal sebagai landasan teologis yang relevan. Berangkat dari kesadaran akan pentingnya penghormatan terhadap identitas budaya dan spiritualitas komunitas adat, studi ini mengangkat nilai-nilai kearifan lokal seperti Adil Katalino, Bacuramin Ka’Surga, dan Basengat Ka’Jubata sebagai pintu masuk dialog antara Injil dan budaya. Kajian pustaka yang mendalam dan reflektif menelusuri pemikiran teologis kontekstual, teori komunikasi lintas budaya, serta prinsip inkulturasi dalam pelayanan Kristen, yang diperkaya dengan telaah pemikiran tokoh Dayak Kanayatn dan pengalaman spiritual masyarakat. Metodologi penelitian menggunakan mixed methods, yaitu pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat dan pemimpin gereja serta kuantitatif melalui kuesioner kepada mahasiswa dan jemaat. Instrumen penelitian dirancang berbasis nilai-nilai lokal dan dianalisis secara tematik untuk menekankan integrasi iman dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pewartaan Injil yang menghormati filosofi Dayak Kanayatn tidak hanya memperkuat identitas spiritual komunitas, tetapi juga membuka ruang bagi transformasi sosial yang berakar pada kasih, dialog, dan penghargaan terhadap warisan leluhur. Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi nyata bagi pengembangan teologi kontekstual di Indonesia serta menjadi teladan bagi pelayanan Kristen yang berakar dan berbuah dalam tanah budaya sendiri.

This study aims to formulate a contextual approach to proclaiming the Gospel among the Dayak Kanayatn community by exploring local philosophy as a living and relevant theological foundation. Arising from the awareness of the importance of respecting cultural identity and indigenous spirituality, this research highlights local wisdom values such as Adil Katalino, Bacuramin Ka’Surga, and Basengat Ka’Jubata as entry points for dialogue between the Gospel and culture. Through an in-depth and reflective literature review, the study examines contextual theological thought, cross-cultural communication theories, and principles of inculturation in Christian ministry, enriched by insights from Dayak Kanayatn leaders and the community’s spiritual experiences. The methodology employs a mixed-methods design, combining qualitative interviews with traditional leaders and church figures and quantitative surveys distributed to students and congregations. Research instruments were systematically developed based on local values and analyzed thematically to emphasize the integration of faith and culture. The findings indicate that a Gospel proclamation that honors Dayak Kanayatn philosophy not only strengthens the community’s spiritual identity but also opens space for social transformation rooted in love, dialogue, and respect for ancestral heritage. This study is expected to contribute significantly to the development of contextual theology in Indonesia and serve as a model for Christian ministry that is deeply rooted in and fruitful within its own cultural soil

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-31