FENOMENA HOMOSEKSUALITAS DI KOTA SURAKARTA
Kata Kunci:
Homoseksualitas, Persepsi Sosial, Stigma, Penerimaan Sosial, Surakarta, Penelitian KualitatifAbstrak
Penelitian ini bertujuan menggambarkan persepsi sosial, pengalaman interaksi, bentuk penerimaan dan penolakan, serta pandangan mengenai peran keluarga dan pemerintah terkait homoseksualitas di Kota Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data utama berupa tujuh transkrip wawancara semi-terstruktur terhadap informan berusia 22-26 tahun yang berdomisili, bekerja, atau menempuh pendidikan di Surakarta. Data dianalisis secara tematik melalui proses membaca ulang transkrip, mengelompokkan pernyataan yang memiliki kesamaan makna, menyusun tema, dan menafsirkan hubungan antartema. Hasil menunjukkan lima tema utama, yaitu: (1) dominasi persepsi negatif dan norma heteronormatif; (2) penerimaan yang cenderung bersyarat dan terbatas pada ruang relasi dekat; (3) pengalaman stigma, pengucilan, perundungan, dan penyembunyian identitas; (4) keluarga sebagai sumber kontrol sekaligus potensi dukungan; dan (5) ekspektasi terhadap respons pemerintah yang lebih edukatif dan tidak represif. Sebagian informan mengaitkan homoseksualitas dengan pengalaman masa lalu, keluarga, lingkungan, atau pergaulan. Namun, atribusi tersebut merupakan persepsi informan dan tidak dapat diperlakukan sebagai bukti sebab-akibat. Literatur psikologi menegaskan bahwa orientasi seksual tidak dapat dijelaskan oleh satu faktor tunggal. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa isu utama dalam pengalaman sosial bukan semata-mata keberadaan orientasi seksual yang berbeda, tetapi juga kuatnya stigma, tekanan sosial, dan mekanisme penerimaan yang bersyarat. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan sosial yang berbasis edukasi, penghormatan martabat manusia, pencegahan kekerasan, serta komunikasi keluarga yang tidak menghakimi.




