KOLABORASI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BIMBINGAN KONSELING DALAM PENENTUAN MINAT BELAJAR BAGI SISWA TERINDIKASI BROKEN HOME DI SMK NEGERI 2 BONE

Penulis

  • Nur Hikmah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone
  • Ali Halidin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone
  • Ishaq Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Kata Kunci:

Kolaborasi Guru PAI dan BK, Minat Belajar, Siswa Broken Home, SMK Negeri 2 Bone

Abstrak

Kondisi keluarga yang tidak utuh atau broken home dapat berdampak pada aspek psikologis, emosional, hingga konsentrasi dan minat belajar siswa. Kurangnya perhatian dan dukungan dari lingkungan keluarga berpotensi menimbulkan kebingungan dalam menentukan arah dan minat belajar yang sesuai bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kolaborasi antara guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan guru Bimbingan Konseling (BK), serta peran kolaborasi tersebut dalam penentuan minat belajar siswa yang terindikasi berasal dari keluarga broken home di SMKN 2 Bone. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi yang terjalin meliputi penyusunan program bimbingan bersama, pertukaran informasi mengenai kondisi dan perkembangan siswa, serta pendampingan terpadu secara berkelanjutan. Kolaborasi tersebut berperan penting dalam mengidentifikasi potensi, bakat, dan kecenderungan minat belajar siswa secara lebih akurat, sehingga arahan dan layanan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi psikologis siswa. Melalui pendekatan nilai agama dan konseling yang saling melengkapi, siswa merasa lebih dipahami dan dibimbing untuk mengenali kelebihan diri, sehingga dapat menumbuhkan keyakinan dan semangat belajar yang lebih baik. Secara keseluruhan, kerja sama antara guru PAI dan BK memberikan kontribusi positif dan signifikan dalam membangkitkan, mengarahkan, dan menetapkan minat belajar siswa dari keluarga broken home, agar siswa tetap memiliki motivasi belajar dan arah pengembangan diri yang terjaga meskipun berada dalam kondisi keluarga yang tidak utuh. Implikasi penelitian ini secara Islam, kerja sama guru PAI dan BK mencerminkan ta’awun, penguatan iman menumbuhkan ketabahan, dan pendekatan kasih sayang mencerminkan sifat rahmah. Secara pendidikan, penentuan minat butuh pendekatan menyeluruh serta sistem kerja sama terpadu. Keselarasan pendampingan sekolah dan keluarga juga diperlukan agar bimbingan berjalan efektif.

This study aims to describe the forms of collaboration between Islamic Religious Education (PAI) teachers and Guidance and Counseling (BK) teachers, as well as the role of such collaboration in determining the learning interests of students indicated as coming from broken homes at SMKN 2 Bone. This research employs a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The results indicate that the established collaboration includes jointly developing guidance programs, exchanging information on students’ conditions and development, and providing integrated and continuous mentoring. This collaboration plays a vital role in identifying students’ potential, talents, and learning interest tendencies more accurately, so that guidance and services can be tailored to their needs and psychological conditions. Overall, the cooperation between PAI and BK teachers contributes positively and significantly to fostering, directing, and establishing the learning interests of students from broken homes, helping them maintain learning motivation and clear personal development directions despite their family circumstances. The implications of this study are as follows: from an Islamic perspective, the collaboration between Religious Education and Counseling teachers reflects the principle of ta'awun (cooperation for good), strengthening faith fosters resilience, and an approach of compassion embodies the quality of rahmah (mercy). From an educational perspective, identifying students’ interests requires a holistic approach and an integrated collaborative system. Alignment between school and family support is also necessary to ensure effective guidance.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-31