PENGARUH GAYA HIDUP HEDONIS DAN MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU SHOPAHOLIC PADA MAHASISWA FEBI UIN STS JAMBI
Kata Kunci:
Gaya Hidup Hedonis, Media Sosial, Perilaku Shopaholic MahasiswaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya hidup hedonis terhadap perilaku shopaholic, mengetahui pengaruh media sosial terhadap perilaku shopaholic, serta menganalisis pengaruh gaya hidup hedonis dan media sosial secara simultan terhadap perilaku shopaholic pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa FEBI UIN STS Jambi angkatan 2021–2023 yang berjumlah 2.154 mahasiswa. Sampel penelitian berjumlah 95 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10% dan teknik probability sampling melalui stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner dengan menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda untuk menguji pengaruh variabel gaya hidup hedonis dan media sosial terhadap perilaku shopaholic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, hasil uji t variable yaitu nilai thitung (6,187) > ttabel (1,986) dan signifikansi (0,000) < 0,05. Terdapat nilai thitung (2,498) > ttabel (1,986) dan signifikansi (0,014) < 0,05. Terdapat hasil uji F nilai f table sebesar 3,095 diketahui bahwa fhitung (40,294) > f table (3,095) dan signifikansi (0,000) < 0,05. Terdapat R2 0,455 menjelaskan variasi perubahan variable perilaku shopaholic sebesar 45,5%, sedangkan sisanya sebesar 54,5% yang dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, perilaku shopaholic pada mahasiswa berkaitan dengan kecenderungan gaya hidup yang berorientasi pada kesenangan serta paparan dan penggunaan media sosial yang dapat mendorong perilaku konsumsi berlebihan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi mahasiswa dalam mengendalikan perilaku konsumtif serta menerapkan pola konsumsi yang lebih rasional dan sesuai dengan nilai-nilai ekonomi Islam.
This study aims to determine the influence of a hedonistic lifestyle and social media on shopaholic behavior, as well as to analyze their simultaneous influence on such behavior among students of the Faculty of Islamic Economics and Business (FEBI) at UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. A quantitative approach utilizing descriptive quantitative methods was employed. The study population consisted of 2,154 FEBI UIN STS Jambi students from the 2021–2023 cohorts. A sample of 95 respondents was selected using the Slovin formula (with a 10% margin of error) and a probability sampling technique (stratified random sampling). Data collection involved observation, interviews, documentation, and questionnaires using a Likert scale. Multiple linear regression analysis was conducted to examine the impact of hedonistic lifestyle and social media variables on shopaholic behavior. The results of the t-test showed that for the variables, t-calculated (6.187) > t-table (1.986) with a significance of 0.000 (< 0.05), and t-calculated (2.498) > t-table (1.986) with a significance of 0.014 (< 0.05). The F-test results indicated that f-calculated (40.294) > f-table (3.095) with a significance of 0.000 (< 0.05). The R² value of 0.455 indicates that 45.5% of the variation in shopaholic behavior is explained by these variables, while the remaining 54.5% is influenced by factors outside the scope of this study. Thus, shopaholic behavior among students is linked to a pleasure-oriented lifestyle and exposure to—as well as usage of—social media, which can drive excessive consumption. This study is expected to serve as a basis for students to evaluate and control their consumptive behavior, and to adopt consumption patterns that are more rational and aligned with Islamic economic values.




